Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 260 Ada apa


__ADS_3

Happy reading guys ❤️


***


Kelakuan Rodrick makin menjadi, bukan Umar saja dibuat pusing. Jessie juga menjadi kena imbasnya, seperti hari ini. Rodrick biasanya yang lebih suka mengendarai sepeda motor, hari ini berbeda. Yang biasanya Rodrick mengendarai sendiri motornya, hari ini ada yang beda. Rodrick meminta agar Jessie yang membawa sepeda motornya, dia duduk anteng dibelakang Jessie sambil memeluk pinggang Jessie dengan erat.


Aisha yang melihat kelakuan Rodrick menjadi senewen, motor Rodrick motor besar. Dan Aisha mengira Jessie tidak bisa mengendarainya.


Aisha tidak tahu, Jessie dulu sering memakai sepeda motor Rodrick. Saat dia masih bekerja di klinik. Dan hal itu salah satu yang membuat Rodrick kesengsem berat dengan Jessie, karena Jessie gadis berbeda dengan gadis kebanyakan gadis yang dikenalnya.


"Drick! apa otakmu ada terbentur? bagaimana bisa kau suruh Jessie membawa motor besar begitu? Jessie itu wanita Rodrick...!!" terdengar kesal dari nada bicaranya Aisha.


"Kenapa jika wanita mommy? Tante Mayang juga wanita, lihat saja. Tante Mayang bisa mengendarai moge" kata Rodrick, tetap ngeyel ingin diantarkan Jessie dengan menggunakan motor gede miliknya.


"Jangan khawatir mommy mertua, Jessie bisa mengendarai motor seperti ini. Truk saja bisa Jessie bawa" kata Jessie.


"Serius Jesay? kau bisa bawa truk?" tidak percaya Rodrick.


"Jangan sepelekan Jessie ya, nih..dua gunung sudah Jessie bawa sejak berumur 12 tahun, dulu tidak Segede ini. Sekarang sudah bertambah ukurannya" ujar Jessie sambil menatap kearah sekitar dadanya.


"Duh! menantuku ini lebih dari Alana sablengnya" dalam batin Aisha.


"Hahaha! Rodrick tertawa, begitu tersadar dengan gurauan Jessie.


"Sudah! terserah kalian berdua, jangan ngebut. Semoga kalian berdua ditilang polisi" ujar Aisha dengan ucapan yang nyeleneh.


Rodrick dan Jessie bengong mendengar perkataan Aisha.


"Mom, dimana-mana itu. Doanya, semoga aman sampai tujuan. Bukannya do'akan semoga ditilang polisi" ujar Rodrick.


"Kalau mommy ucapkan selamat sampai tujuan, itu bertanda mommy setuju dengan keinginanmu ini. Mommy tidak setuju, apa yang kau lakukan ini Drick !" kata Aisha.


"Ayo Yank, jalan. Umar sudah kirim pesan, ada pasien nunggu di klinik" titah Rodrick.


Jessie naik keatas jok motor, kemudian menghidupkan mesin motor. Rodrick langsung duduk dibelakang dan memeluk perut Jessie.


"Jess, hati-hati" ingatkan Aisha.


"Tenang Mom, Jessie akan membawa pergi dan pulang anak mommy ini dengan selamat" selesai berkata, Jessie langsung melajukan motor dengan kencang dari halaman rumah sampai keluar dari pagar.


"Jangan ngebut Jessie!" teriak Aisha dengan perasaan yang ngeri.


"Bye..bye mommy" Rodrick melambaikan kedua tangannya.


"Dasar bocah! aneh-aneh saja kelakuannya" ngedumel Aisha.


"Ada apa mom?" Keane keluar dari dalam rumah dengan membawa koper kecil.


"Rodrick, aneh-aneh saja kelakuannya. Jessie disuruhnya yang mengendarai sepeda motor, dia jadi penumpang dibelakang. Motor besar begitu lagi, apa nggak khawatir mommy Keane" kata Aisha.


"Mom, Jessie itu mahir bawa motor" kata Mada.


"Betul mom" timpal Keane.


"Aaahhhh! pusing mommy dengan kelakuan Rodrick kebelakang hari ini" ujar Aisha.


"Ini bawa koper mau kemana?" sambung Aisha bertanya kepada Keane, begitu melihat Keane menenteng koper kecil.

__ADS_1


"Keane mau keluar kota, seharusnya Daddy. Tapi karena kondisi Opa tidak berapa sehat, Daddy memeriahkan Keane untuk pergi" kata Keane.


"Mada ikut?" tanya Aisha.


"Tidak Mom, Mada mau ke kampus sebentar" kata Mada.


"Berapa lama Keane keluar kota?" tanya Aisha.


"Tiga hari paling lama Mom" jawab Keane.


"Ya sudah, hati-hati. Mommy juga mau ke rumah Opa" kata Aisha.


"Bareng Daddy mom?" tanya Mada.


"Tidak, Daddy kekantor dulu" jawab Aisha.


Keane dan Mada menyalim Aisha, baru masuk kedalam mobil. Dan mobil membawa keduanya pergi menjauh keluar dari halaman rumah.


Dalam perjalanan Mada berkali-kali ingin berkata kepada Keane, tapi urung dikatakannya.


Keane bukan tidak tahu, tapi dua menunggu. Mada sendiri yang mengatakan, apa yang membuatnya gelisah.


Mada melirik Keane sekilas, begitu ingin mengeluarkan suara. Tapi dia ragu.


Kedua tangannya saling meremas, diatas pangkuannya. Keane yang tidak sabar menunggu Mada buka suara, akhirnya menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Kenapa berhenti di sini?" Mada menatap wajah Keane.


Keane melepas seat belt, dan memutar badannya menghadap Mada.


"Ada apa?" tanya Keane langsung.


"Sejak kemarin, kakak perhatikan ada yang menganggu pikiran Mada. Ada apa? apa kejadian yang lalu itu, mengganggu pikiran lagi ?" tanya Keane.


"Tidak! Mada tidak mengingat itu lagi" jawab Mada.


"Kalau tidak itu ada apa? sudah Kakak katakan, jangan ada yang disembunyikan. Katakan " titah Keane pada Mada.


"Kalau Mada katakan, Mada harap kakak jangan marah ya" kata Mada.


"Kakak tidak akan marah, kalau tidak melanggar prinsip kakak " kata Keane.


"Betul? janji ya !" kata Mada.


"Betul, suer!" Keane mengacungkan dua jarinya.


"Kamar, bolehkah Mada mendekorasinya ?" tanya Mada, terlihat raut khawatir di wajahnya.


"Kamar? hanya karena kamar Mada gelisah?" tanya Keane.


"Iya, Mada ingin mendekor ulang kamar. Kamar sekarang itu catnya terlalu kaku, hanya ada nuansa abu-abu dan coklat" ucap Mada.


Keane memegang kedua pipi Mada.


"Buatlah seperti yang Mada mau, kakak tidak akan protes. Nanti kakak akan suruh tukang untuk kerumah, beritahu kepada mereka. Apa yang akan Mada lakukan" kata Keane.


"Terima kasih!" Mada langsung memeluk Keane, kemudian mencium kedua pipi Keane.

__ADS_1


"Hanya segitu? sini tidak?" Keane menunjuk kearah bibirnya.


"Tidak! jatah untuk bibir, nanti. Nunggu kak Keane balik luar kota, sekarang lanjut kak. Mada mau ketemu dosen cepat ini, biar cepat pulang. Betulkan kak, tukang datang hari ini?" tanya Mada lagi, takut Keane berubah pikiran.


"Iya, nanti sampai kantor. kak Keane titah kan Jack untuk mengurusnya" ucap Keane seraya melanjutkan perjalanan mobilnya.


Wajah Mada terlihat berseri-seri, dia membayangkan kamar tidurnya akan bernuansa yang sangat diinginkannya sekarang ini.


***


Sudah dua hari, Vely setiap pulang kuliah selalu berada di dapur cafe. Kegiatan baru Vely adalah menganggu chefs, untuk mengajarinya untuk memasak. Vely memang anaknya mau belajar, sekejap saja. Dia sudah lumayan mahir untuk memasak, walaupun belum terlalu pintar. Tetapi usaha Vely dapat diacungi jempol,


"Love, apa tidak bosan?" tanya Dama, begitu pulang kuliah. Vely sudah berada di dapur.


Jika Dama tidak ada waktu, chef yang lain yang ada di cafe yang mengajarinya. Itu juga dibawah tatapan mata Dama yang tajam. Mengamatinya dari CCTV, apa yang terjadi didapur.


"Tidak! memasak itu cukup mengasyikkan ternyata, kenapa aku tidak kuliah dengan Mada saja ya?" kata Vely.


"Tapi Love ingin membantu kak Keane" kata Dama.


"Iya juga, tapi Vely ingin bantu kak Dalove" ujar Vely dengan bergelayut manja memeluk Dama.


"Asyik kan, kita berdua didapur. Meracik hidangan yang lezat untuk tamu" ujar Vely.


"Bisa masak tidak perlu juga sekolah, kakak belajar otodidak. Hanya melihat Papa, Papa juga tidak kuliah. Papa kuliah manajemen" kata Dama.


"Makanya, izinkan Vely belajar disini ya?"


"Jangan lupakan kuliah" kata Dama.


"Siap Boss" jawab Vely.


"Tapi nanti malam ya" kata Dama, senyumnya mengisyaratkan sesuatu.


"Apa?" pura-pura tidak tahu Vely, apa yang diinginkan Dama.


"Itu" tatapan matanya mengarah kebawah.


"Hih..genit! baru semalam, apa kakak tidak bosan !"


"Tidak! pekerjaan yang kita lakukan dimalam hari itu, pekerjaan yang mengasyikkan" ujar Dama.


"Dasar mesum!" Vely melepaskan pelukannya, dan keluar dari ruang kerja Dama.


Dama tertawa melihat Vely keluar dari dalam ruang kerjanya dengan ngedumel.


***


"Tidak bisa! Julio adalah anak kami!" Kenway mengeluarkan surat adopsi kepada Papa kandung Julio.


"Enak saja kau ingin mengadopsi putraku!"


"Putramu, dimana kau saat kak Corrie mengandung? kau lari. Kau mengelak dari tanggung jawab!" teriak Vania dengan emosional.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


**Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENEKAN LIKE LIKE**


__ADS_2