
Cerita ini hanyalah untuk hiburan semata, bawa santai saja bacanya ya ❤️
****
Pagi hari sebelum pergi beraktivitas, semua berkumpul di meja makan. Hanya Wisnu yang absen, karena pergi menjemput pasien yang mengalami gangguan mental.
"Berangkat jam berapa nanti Rich ?" tanya nenek kepada Rich.
"Sorean saja nek, biar nggak kena macet dalam perjalanan ," jawab Richard.
Larasati memandang Aisha yang asik memakan tempe goreng .
"Bu ." panggil Larasati kepada ibunya.
"Apa ?" jawab nenek.
"Lihat Aisha ," ujar Larasati.
"Matahari terbit dari mana ? kenapa Aish mau makan tempe ?" kata nenek dengan suara yang sangat pelan.
"Iya Bu, Laras juga heran ," kata Laras.
Sedangkan yang sedang dibincangkan, tetap dengan keasikannya sendiri. Sudah empat potong tempe masuk kedalam lambungnya.
"Kenapa nek ?" tanya Richard, melihat nenek dan Larasati melihat kearah Aisha.
"Tuh..! Aisha, biasanya tidak suka yang namanya tempe. Tapi lihatlah, sudah berapa tempe masuk kedalam perutnya," jawab nenek.
"Aish tidak suka tempe ?" tanya Richard.
"Itu makanan yang tidak disukainya, katanya bau " jawab ibu Aisha.
"Rich sangat suka tempe ," kata Richard.
"Kenapa tidak makan, tempe sini sangat enak ," kata nenek.
"Sepertinya, hari ini Richard tidak ingin makan tempe nek ." Richard mendorong piring yang berisi tempe dari hadapannya.
"Nggak mau mas, Aish habiskan ya ." Aisha mengambil tempe yang didorong Richard dari hadapannya tadi, dalam sekejap tempe sudah pindah kedalam lambungnya.
"Kenyang..!" Aisha mengusap-usap perutnya.
"Kenapa tidak makan nasi Aish ?" tanya ibu Aisha.
"Nggak selera Bu, ingin makan tempe saja. Oh ya Bu, nanti tolong minta mbak Janah belikan tempe. Mau Aish bawa pulang," kata Aisha.
"Aish suka tempe ? biasanya tidak suka ," kata nenek.
"Nggak tahu Nek, sekarang Aish suka dengan aroma tempe ini. Sangat harum, menggugah selera !" kata Aisha.
"Kalian main kemana selesai sarapan ini ?" tanya ibu kepada Aisha dan Richard.
"Ingin lihat padi Bu ," jawab Richard.
"Mas ! untuk apa lihat padi ? ini lihat aja nasi ," ujar Aisha.
"Ingin saja ," jawab Richard.
"Banyak Pacet mas !" seru Aisha, Dia ingat saat bersama dengan Wisnu. Ada Pacet naik kekakinya.
"Ini nggak musim hujan, nggak ada Pacet ," kata nenek sebelum meninggalkan meja makan.
"Mas gendong nanti ,"kata Richard.
"Ibu mau pergi ?" tanya Aisha.
"Ibu mau kepasar, mau beli daging. Untuk buat dendeng ," kata ibu Aisha.
"Bu, Aisha mau dendeng ," ucap Aisha.
"Iya, nanti ibu buatin yang banyak. Apa lagi ?" tanya ibunya.
"Keripik tempe Bu, jangan lupa belikan yang banyak ," pesan Aisha.
"Sudah ?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Sudah ," sahut Aisha.
"Kamu itu makin aneh saja ," ujar ibu Aisha.
"Ayo kita jalan-jalan, ganti baju dulu sana." titah Richard kepada Aisha.
"Ganti baju ? untuk apa mas. Celana jeans ini masih bagus, kita kan cuma mau jalan-jalan ketengah sawah ," kata Aisha.
"Ganti saja, pakai dress saja. Biar kalau ada pacet tidak sulit buangnya" kata Richard.
"Benar juga ya mas, bagaimana jika pacetnya naik kepaha Aish. Tidak mungkin Aisha buka celana jeans ditengah sawah ," kata Aisha.
"Iya, sana cepat ganti. Mas tunggu di depan ,"kata Richard, Aisha masuk untuk mengganti pakaiannya.
****
Dengan beriringan Aisha dan Richard berjalan dipematang sawah.
"Kenapa sunyi, kemana semua petaninya ?" tanya Richard.
"Ini Minggu mas, mereka juga butuh istirahat ," jawab Aisha.
"Apa mereka tidak takut padinya dipanen burung-burung ," kata Richard .
"Mana ada burung mau makan padi yang belum berbuah mas, lihat tuh padinya saja baru ditanam."
"Mas tidak perhatikan, kita ke gubuk itu ," kata Richard.
Setelah sampai digubuk, Richard dan Aisha duduk.
"Enaknya suasananya, sejuk. Asik rasanya tidur-tiduran disini ," kata Richard dan merebahkan tubuhnya, tangannya dijadikannya bantalan kepalanya.
"Sawah ini semua punya nenek ?" tanya Richard.
"Iya ," jawab Aisha.
"Ini Minggu, tidak ada orang yang kesini ?" tanya Richard lagi.
"Iya mas, petani libur hari minggu. Biasanya mereka hari minggu pergi kecamatan, mereka belanja dan ada yang rekreasi ketempat wisata ," kata Aisha.
"Iya..iya.. kenapa sih mas tanyakan petani tidak kesawah terus ?" selidik Aisha.
"Karena mas ingin mencoba ini..!" Richard langsung menarik Aisha, sehingga Aisha jatuh dan Richard langsung menindih tubuh Aisha dan melekatkan bibirnya ke leher Aisha dan melakukan gigitan-gigitan kecil disana .
"Mas say !" Aisha kaget mendapatkan serangan mendadak, yang tidak bisa dielakkannya.
"Tenang, waktu mas lihat persawahan ini. Mas ingin melakukan perbuatan gila disini ." ngekeh Richard.
"Mas, kita bisa diarak massa nantinya !" seru Aisha dan berusaha mengelak dari cumbuan yang dilakukan Richard disekujur badannya.
"Mas !" Aisha berusaha mengelak, tetapi tenaga Richard membuat Aisha pasrah.
"Ada orang mas !" seru Aisha, disela-sela cumbuan Richard.
Richard mengangkat kepalanya, dan melihat kesekitar.
"Aman, kita main cepat !" Richard menarik penutup bagian bawah Aisha dan melemparkannya.
"Mas jangan dibuang, nanti hilang!" seru Aisha, saat Richard melemparkan pakaian dalam bagian bawahnya.
"Kita beli lagi ."
Richard terus melakukan Explorer dirongga mulut Aisha, sesekali Richard mengangkat kepalanya untuk melihat kesekitar.
Lidah Richard mengeksplore rongga mulut Aisha dan menyesap lidah Aisha .
Richard dengan cepat membuka resletingnya dan mengeluarkan rudal F-16 untuk fighting melawan goa tersembunyi, akhirnya rudal F-16 Richard menyemburkan kecebong-kecebong untuk mencetak penerus Hutama.( aduh author halunya terlalu, banyak yang minta jangan di skip. Nah author nulis ini ketawa sendiri✌️🤭)
Main cepat yang dikatakan Richard, akhirnya selesai selama satu jam. Itu juga dilakukan dengan kewaspadaan yang tinggi.
Setelah selesai Richard mencari pakaian dalam Aisha yang dilemparkannya tadi.
"Basah kan mas, nggak ada Pacet nya ?" tanya Aisha.
Richard memeriksakannya, sebelum memberikannya kepada Aisha.
__ADS_1
"Nggak ada, aman ."
Dengan cepat Aisha memakaikannya dan membetulkan posisi pakaian.
"Mas ini, seperti nggak ada tempat untuk melakukan itu !" Aisha mencebikkan bibirnya.
"Tempat ini untuk berci*nta sangat mengasikan Aisha, penuh dengan tantangan ," kata Richard, dan merengkuhnya Aisha kedalam pelukannya.
"Ada-ada saja !"
"Ada satu tempat, mas ingin melakukannya disana ," kata Richard.
"Jangan gila mas say, Aish nggak mau !" seru Aisha dan mendelik menatap Richard.
"Didalam mobil, ditengah lapangan bola !" seru Richard.
"Hih..!" Aisha meninggalkan Richard.
"Asay..! nanti kita coba ya !" seru Richard.
"Malas !" balas Aisha.
"Kenapa aku semakin mesum terhadap Aisha, melihatnya kenapa ingin bercin*ta terus " Richard bicara sendiri.
Aisha berjalan didepan Richard sembari bersungut-sungut.
"Mas say kenapa jadi maniak begitu ," ujar Aisha.
****
"Paa, maa. David berencana untuk pindah dari sini, David ingin membina rumah tangga dengan Mayang dirumah sendiri ," ucap David, saat sarapan pagi.
"Dav !" Mayang juga kaget, karena David tidak berdiskusi dengannya.
David memegang tangan Mayang, dan Mayang tidak melanjutkan ucapannya.
"Kami sepi kalau kalian tidak ada ," ujar mama David dengan wajah yang sedih.
"Kami akan kesini setiap Minggu maa, atau mama dan papa yang nginap di rumah kami" kata David.
"Maa, biarkan mereka tinggal di rumah mereka sendiri ." bujuk papa David.
"Dimana rumah yang kalian beli ?" tanya papa David.
"Dekat dengan restoran kita paa ," jawab David.
"Kapan rencana kalian pindah ?" tanya mamanya.
"Dua Minggu lagi ," jawab David .
****
"Masih jauh rumahnya ?" tanya Mayang.
" Nggak jauh lagi ."
" Jalan ini...?" Mayang melihat kesekitar dan kaget.
David menghentikan mobilnya didepan pagar rumah.
"Sini rumahnya ?" tanya Mayang bengong .
"Iya ." David turun dan membuka gerbang dan kembali masuk kedalam mobilnya dan membawa mobilnya masuk kedalam halaman yang luar.
Mayang turun dan berdiri menatap kerumah depan rumah mereka.
"Hahaha..kau sungguh-sungguh gila Dav !" seru Mayang.
David hanya tertawa kecil.
🌻
🌻
🌻
__ADS_1
Bersambung guys...