Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 264 Welcome


__ADS_3

Salam hangat dari author receh untuk semua reader yang sudah mau mampir membaca cerita ini, cerita ini tidak akan berhasil sampai bab ini. Jika tidak ada dukungan dari kakak-kakak semua.


Terima kasih 🙏


Happy reading guys ❤️


🌟🌟❤️❤️🌟🌟


Keane sampai di kamar Mada, seperti perkiraannya. Mada tidak mengunci pintu kamarnya.


Cekle..


Pintu kamar Mada terbuka, mata Keane melihat Mada sudah dalam posisi tidur nyaman. Guling berada dekapannya.


"Kamar ini tidak di renovasi" Keane melihat keseluruhan area kamar Mada, masih seperti semula. Warna biru dan pink putih mendominasi warna wallpaper.


Keane merebahkan tubuhnya, mengambil guling yang dipeluk Mada. Baru kemudian menarik Mada masuk kedalam pelukannya.


"Ah.. nyaman, hampir seminggu kita berpisah. Kalau tidak penting sekali meninjau proyek, rasanya berat meninggalkan guling hidup ini" gumam Keane.


Akhirnya mata Keane juga ikut terpejam, lupa dia dengan kondisi kamarnya yang sudah menjadi kamar Barbie. Yang dilakukan istrinya.


🌟🌟🌟


Pagi menjelang, suara burung mulai terdengar. Karena kamar Mada dekat dengan pohon, setiap hari suara dari burung kecil yang selalu didengar Mada sepanjang hari.


Mada menggeliat, dan merasa bahwa dia tidur berbantalkan dada yang hangat.


Mada mendongak, dan melihat Keane.


"Kak Keane sudah pulang" gumam Mada.


Mada menarik tubuhnya yang nyaris tidur di atas tubuh Keane. Untung Keane mempunyai badan yang tegap, sehingga tindihan badan Mada tidak membuatnya sakit badan.


Mada menggeser posisi tubuhnya untuk turun dari ranjang, setelah kakinya menginjak lantai. Secepatnya kakinya melangkah menuju kamar mandi, karena bawaan alam telah memanggilnya untuk melakukan pembuangan.


Setelah selesai melakukan ritual pagi dan juga membersihkan diri, Mada keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai jubah mandi.


Mada membuka pintu kamar mandi dengan perlahan-lahan, karena suara deriit engsel pintu kamar mandi takut membuat tidur Keane terganggu.


Begitu keluar dari dalam kamar mandi, Mada menutup pintu kamar dengan perlahan-lahan.


"Ini pintu sudah perlu dipensiunkan" gerutu Mada, karena suara deriit pintu kamar mandi sudah sangat menggangu bagi pendengaran.


"Kenapa seperti pencuri?" suara Keane membuat Mada kaget, karena dikiranya Keane masih dalam posisi tidur.


Mada memutar badannya, dan melihat Keane sudah bangun dan sekarang menyandarkan kepalanya kekepala ranjang.


"Kakak sudah bangun? Mada kira kakak masih tidur. Tuh.. engsel pintu sudah minta diganti yang baru" bibir Mada memonyongkan kearah pintu kamar mandi.


Keane bangkit dari ranjang, dan berjalan menuju Mada. Dan Mada mengira Keane akan melihat pintu kamar mandi, tetapi...


Begitu dekat Mada, kedua tangannya langsung mengendong Mada dan membawanya keranjang.


"Kak Keane!" kaget Mada, karena tidak mengira Keane akan mengangkatnya.


"Kakak rindu" Keane langsung beraksi, tangannya menarik tali jubah mandi Mada. Sekali tarik jubah tersebut terbuka, terlihat isinya yang tidak mengunakan apa-apa.


Tangan Mada berusaha untuk menutupi area sensitifnya, tetapi tangan besar Keane memegang tangan kecilnya.


"Tidak usah ditutupi lagi, semua ini sudah kakak obrak-abrik " ucap Keane seraya menunjuk tubuh Mada dari atas sampai bawah.


"Hih kak Keane, otaknya ini. Kenapa isinya jorok semua !"


Plok..


Tangan Mada menepuk dada Keane, Keane tertawa kecil.


"Ayo, kita mulai semai" kata Keane.


"Semai? apa yang disemai?" tanya Mada dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Semai keturunan Hutama!" langsung Keane melekatkan bibirnya kebibir Mada.


Dan...


Mada pasrah, bibir dan tangan Keane dengan lihai membuat Mada terlena. Keduanya saling memberi dan menerima.

__ADS_1


Akhirnya apa yang dirindukan oleh Keane, tersalurkan di pagi hari.


🌟🌟🌟


Apa yang dialami oleh para pria menjadi perbincangan para tetua.


Pertama, Aisha yang curhat dengan Richard. Mengenai keanehan Rodrick, yang dulunya Rodrick tidak suka dengan menu makanan yang mengandung hewani. Sekarang Rodrick sangat menyukai sop buntut, hampir setiap hari menu makanan yang dibawa Jessie keklinik harus ada sop buntut.


"Belum tentu hamil, mungkin saja dia ingin menu yang berbeda" kata Richard.


"Pasti hamil, perhatikan Vely mas say. Badannya semakin berisi" kata Aisha.


"Apa!? Vely hamil juga?" kaget Richard, karena dia sudah mewanti-wanti Dama agar tidak membuat Vely hamil dulu.


"Kecolongan aku" ujar Richard.


"Kecolongan apa?"


"Vely, sudah kasih pesan pada Dama. Jangan buat Vely hamil dulu, dia masih muda, Mada bagaimana? apa putra kita juga sudah membuatnya hamil juga?" tanya Richard.


"Itu Aish nggak tahu, Mada biasa-biasa saja. Aish lupa, ada yang aneh. Kamar Keane direnovasi Mada menjadi warna pink " tertawa Aisha, saat Keane cerita padanya. Saat melihat kamarnya pertama kali.


Kamarnya itu lebih cocok dihuni oleh gadis kecil.


"Kenapa mereka bisa hamil bersamaan?" pusing Richard.


"Nikah juga bersamaan mas, mereka juga kembar. Mungkin punya anak juga ingin bersama-sama" kata Aisha.


Aisha terus menceritakan keanehan tentang para mamud (mama muda) kepada Richard.


Kalau Vely sangat aneh, Vely yang sedari kecil sudah dilimpahi materi yang cukup. Sehingga dia tidak pernah terjun ke dapur, walaupun sebenarnya Vely tidak bodo-bodo kali dalam meracik yang mau di masak. Sekarang ini Vely sangat suka memasak, kalau tidak kuliah. Vely selalu berada didalam dapur.


Mada, yang tidak suka dengan warna-warna yang feminim. Sekarang semua baju yang baru dibelinya selalu berwarna pink ataupun mewah.


Sampai-sampai Keane disuruh Mada untuk mengganti warna mobilnya menjadi warna pink.


"What!" shock Keane mendengar permintaan Mada yang nyeleneh.


"Iya kak Keane, ada teman Mada. Mobilnya warna pink, kiut sekali melihatnya. Ingin rasanya Mada jilat mobil itu!" seru Mada dengan ekspresi wajah yang sulit dikatakan.


"Mobilnya untuk mada saja yang pakai ya" kata Keane.


"No!" Keane menggoyang satu jemarinya didepan wajah Mada.


"Kalau nggak boleh, untuk apa beli mobil? buat penuhi garasi" kata Mada.


"Pakai sopir, kang Mamat jadi sopir untuk Mada dengan yang lain jika ingin pergi. Titik, tidak ada bantahan" tekankan Keane, bahwa dia tidak ingin lanjut mendengar bantahan dari Mada.


🌟🌟🌟


Minggu tiba, semua keluarga berkumpul seperti biasa. Hanya Aldo dan Ivan yang tidak berkumpul.


Aldo masih berada di Jerman, sejak selesai wisuda. Aldo kembali ke sana, dan Ivan yang baru menyelesaikan SMA nya ikut dengan Aldo. Karena dia ingin melanjutkan kuliah di negara tempat usaha mereka yang baru dirintis.


Semua sudah berkumpul dihalaman belakang, seperti biasa kumpul keluarga dilakukan setiap hari Minggu. Dan kumpul keluarga dilakukan di rumah Richard, yang dituakan disini.


"Hai semua, silent please !" Aisha berdiri dari duduknya, tangannya memegang gelas. Dan memukul gelas tersebut.


Ting...Ting..Ting..


Semua orang yang tadinya sedang bincang satu dengan lainnya menghentikan kegiatan masing-masing.


"Ada apa Mom?" tanya Rodrick.


"Mommy seperti mau jualan saja" kata Vely.


"Iya, mommy mau jualan ini"


Aisha menunjukkan kota kecil yang dipegangnya keatas.


"Apa itu? apa mommy kekurangan uang?" tanya Keane.


"Kenapa mommy kekurangan uang? Daddy mengurangi jatah bulanan untuk mommy?" tanya Kenway.


"Hei! kalian kira Daddy pelit kepada mommy kalian?" tanya Richard.


"Sudah tenang dulu, dengarkan apa yang ingin dikatakan mommy kalian" kata Mayang.

__ADS_1


"Ini test peck !" kata Aisha.


"OMG..! mommy hamil!" seru Vely dengan heboh.


"Hamil?" ucap Rodrick, Keane dan Kenway.


Ketiganya menatap wajah Richard.


"Hei! kenapa kalian menatap wajah Daddy?" kata Richard.


"Mommy hamil Dad?" ucap Rodrick.


"Mommy tidak hamil! walaupun hamil, Daddy ucap syukur Alhamdulillah. Tapi mommy tidak hamil" kata Richard.


"Apa Mama yang hamil ?" tanya Mada kepada Mayang.


"Bukan mama, tapi kalian yang hamil!" seru Alana kepada mama muda, yaitu Mada, Vely, Jessi dan Vania.


"Kami !" keempatnya menunjuk diri sendiri.


"Jessie hamil ?" tanya Rodrick.


Jessie menggelengkan kepalanya.


"Kami tidak hamil mom" kata Vely.


"Periksa, biar kita tahu hasilnya" titah Aisha.


"Periksa saja" kata Mayang.


"Neng, bagi satu kotak perorang" kata Aisha kepada Neneng.


Vania bangkit dari duduknya, dan menghampiri Aisha dan berbisik kepadanya.


"Vania tidak perlu periksa" kata Aisha.


Neneng memberikan kotak berisi test peck satu kota satu orang.


Karena Vania bangkit dari duduknya, kotak test peck untuk Vania diberikan Neneng kepada Alana yang duduk didekat Mada.


Alana dengan bingung menerima test peck tersebut.


"Sekarang, yang memegang test peck silakan periksa" kata Aisha.


"Kami bagaimana mommy?" tanya Rodrick.


"Apa kau ingin periksa juga Drick?" tanya Mayang.


"Apa kami bisa menemani Isteri kami Mom?" tanya Keane.


Aisha mengizinkan ketiga ikut dengan istri masing-masing.


Alana yang mendapat test peck bangkit juga.


"Apa aku harus periksa juga?" ucap Alana sembari tertawa dan menunjukkan test peck ditangannya.


"Apa kau hamil Al?" tanya Dony.


"Aku harapkan mas, tapi sepertinya tidak" jawab Alana.


"kenapa ada padamu Al?" tanya Mayang.


"Tuh Neneng " ujar Alana.


"Maaf Non, saya tidak lihat. Saya kira tadi Non Vania."


"Periksa saja, mungkin kau juga seperti mereka semua. hamil rame-rame" kata Richard.


"Om Rich!" delik mata Alana menatap Om Richard.


Bersambung guys ❤️


Like


Like


Like

__ADS_1


Terima kasih 😘❤️🙏


__ADS_2