
Ada perjumpaan dan ada juga perpisahan, cerita ini berakhir.
Happy reading guys β€οΈ.
πππ
Setelah konsultasi dengan dokter, dan rembuk keluarga. Diambil keputusan, Vely akan di operasi Caesar. Walaupun belum ada tanda-tanda akan melahirkan, karena usia kandungan Vely sudah cukup bulan. Dan kehamilannya cukup besar, karena dalam masa hamil. Vely mempunyai hobby baru yaitu berada didapur, memperagakan kemahirannya dalam memasak.
Hari ini, semua keluarga berkumpul dirumah sakit, karena besok pagi. Vely akan operasi untuk mengeluarkan dua baby twins.
"Vely, tidak takut kan?" tanya Aisha.
"Tidak Mom" sahut Vely.
"Daddy, kak Dama dan Vely sudah sepakat. Kami ini Daddy dan Papa yang memberikan nama untuk baby kembar ini" kata Vely.
"Betulkah?" David langsung berdiri dan beranjak mendekati Vely dan Dama diranjang pasien.
"Iya Pa" jawab Dama.
"Mas besan bagaimana? tapi kita belum tahu jenis kelamin baby nya.
"Begini saja, aku nama laki-laki" kata Richard.
"Aku yang perempuan" ucap David.
"Deal" kata Richard.
"Deal" sahut David seraya mengulurkan tangannya, Richard menyambut uluran tangan David.
"Ayo kita mulai, jangan nanti cucu kita keluar. Dia belum punya nama" ucap David.
Keduanya menuju ruang tamu yang ada didalam bilik inap Vely.
Keduanya sibuk berdiskusi untuk menentukan nama untuk kedua cucu mereka yang sebentar lagi akan menambah anggota keluarga mereka.
Baru kali ini keduanya berbincang tanpa berdebat, sepertinya. Kedua calon Opa akur jika menyangkut calon cucu-cucunya.
"Selesai!" seru David sembari merentangkan kedua tangannya, karena badannya terasa kaku. Hampir dua jam mereka terpaku di sofa.
"Bagaimana jika kita juga mempersiapkan nama untuk baby Mada dan Keane, mungkin saja mereka menyuruh kita untuk memberikan nama" kata David.
"Nah itu mereka datang" pintu terbuka dengan kemunculan Keane dan Mada yang baru saja konsultasi dengan dokter.
"Ada apa Dad?" tanya Keane.
"Duduk sini " David menepuk sofa, memerintahkan Mada untuk duduk disampingnya.
"Serius sekali Paa?" Mada memandang wajah Papanya.
"Kapan lahir cucu kami ini?" tanya David.
"Perkiraan dokter, Minggu depan" sahut Keane.
"Jangan tunggu Minggu depan, kalau sudah bisa operasi saja" titah Richard.
Mada dan Keane saling pandang.
"Kami ini takut, nanti ada kejadian yang tidak terduga. Walaupun Caesar, Mada itu tetap seorang ibu. Jangan mentang-mentang lahir Caesar, tidak menjadi seorang ibu" kata David.
"Baiklah, kami akan konsultasi dengan dokter" kata Keane.
"Tanggal cantik saja " usul David.
"Tanggal cantik, hari ini. Dama dan Vely yang mendapatkan tanggal cantik" kata Mada.
"Vely besok tanggal 2" kata Keane.
"Oh iya"
"Semua tanggal cantik dan istimewa," kata Richard.
"Kami mau tanya? apa kalian sudah menemukan nama untuk baby?" tanya David.
Keane dan Mada menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? jangan nanti, begitu dia keluar. Nama belum ada" kata Richard.
"Masih bingung Dad, kami belum tahu jenis kelaminnya juga," kata Keane.
"Lihat, Dama dan Vely menyuruh kami untuk mencari nama untuk si kembar" kata David.
David memberikan secarik kertas kepada Keane dan Mada, keduanya membaca nama bayi yang ada di kertas tersebut.
"Bagus, kami juga tolong Carikan ," kata Keane.
"Iya, sepertinya Papa dan Daddy pintar untuk mencari nama-nama" kata Mada.
"Oke, jika kalian sudah menyuruh kami untuk mencari nama untuk calon cucu kami ini" kata David.
"Cewek apa cowok ini ya?" David menelisik wajah Mada.
"Princess!" tebak Richard.
"Cewek? tidak, pasti cowok " ujar David.
"Mas besan buat nama cewek, aku buat nama cowok" ujar David.
"Ok" sahut Richard.
Keduanya kembali berkutat mencari nama, lupa keduanya dengan waktu.
πππ
Pagi hari tepat jam delapan pagi, Baby twins sepasang menambah populasi dunia.
__ADS_1
Keluarga Hutama dan Syailendra sangat gembira, karena satu demi satu keluarga mereka bertambah.
Dalam keluarga Hutama, hanya memiliki satu princess yaitu Vely kini sudah bertambah lagi. Yaitu Ayyana dan Anthea dan kini tambah satu putri dan putra dari pasangan Dama dan Vely.
Mata David dan Mayang berkaca-kaca, begitu diberitahu. Bahwa Vely dan baby dalam keadaan baik-baik saja. Ketakutan Richard tidak terbukti, umur muda saat mengandung. jika di rawat dan rajin konsultasi, apa yang ditakutkan. Bisa dihindarkan.
Semua menunggu dengan tidak sabar, baby pertama sekali dibawa keruangan.
"Lama sekali, apa mereka tidak salah kamar" ucap David seraya membuka pintu kamar untuk melihat keluar.
"Sabar Opa tengil!" seru Richard.
David kembali duduk.
Pintu terbuka, sontak David berdiri. Karena mengharapkan keduanya baby twins yang datang.
Begitu melihat Dony yang muncul, David kesal.
"Ternyata kau yang datang, apa Alana ingin melahirkan?" tanya David .
"Kau mengharapkan Alana lahir baby prematur?"
"Sorry! apa kau tidak melihat saat kesini, ada suster membawa dua box bayi?" tanya David.
"Ada tadi, suster bersama baby kembar sedang beli cilok didepan rumah sakit" gurau Dony .
"Siall! jengkel David, dia serius. Dony membalas dengan bergurau.
"Opa tengil, kurangi kau mengumpat. Jangan nanti kalimat pertama yang keluar dari mulut cucuku umpatanmu itu, anak kecil itu beo. Suka mengikuti apa yang didengarnya" kata Richard.
"UPS..!" David menutup mulutnya.
Pintu kamar terbuka, dengan masuknya dua box bayi.
"Nah ini dia, kenapa lama sekali suster. Saya kira kedua cucu saya ini sudah jalan-jalan ke Mall" ujar David.
"Maaf Pak, suster bagian baby masih pada mengurus baby baby yang lain" jawab suster.
Suster mendorong kedua box kedekat ranjang Vely.
"Lihat, bibirnya ngemut!" seru Vely, begitu melihat kedatangan kedua baby.
"Aduh..!" seru Vely.
"Ada apa?" seru Aisha dan Dama secara bersamaan.
"Lupa dengan luka bekas operasi" kata Vely.
"Hati-hati, masih sakit ?" tanya Dama.
"Nggak, tadi mau tegak melihat baby" kata Vely.
"Daddy siapa namanya?" tanya Vely.
"Karena ini sepasang, Daddy kasih nama yang cowok. Danillo Hutama Syailendra." kata Richard.
"Iya, karena ini hasil kolaborasi Hutama dan Syailendra," jawab Richard.
"Cucu opa yang cantik ini, Opa beri nama Danielle Hutama Syailendra" kata David.
"Terima kasih Opa" ucap Vely dengan menirukan suara anak kecil.
Suara tawa memenuhi ruang inap.
Hoek..Hoek..
Suara tangisan bayi membuat tawa terhenti seketika.
Baby Elle menangis kencang, karena tidurnya terganggu. Sedangkan baby Ello tetap anteng, tidak perduli dengan suara tangisan saudaranya.
"Sayang, kenapa? terganggu ya tidurnya?" Aisha mengangkat baby Elle.
"Maaf ya, mungkin haus Aish" ujar Mayang.
"Mungkin juga" kata Aisha.
Aisha menarik tirai, untuk menutupi Vely saat memberikan asi pertama kepada baby.
"Mom, geli" ucap Vely, saat bibir kecil putri cantiknya ngemut ****** dadanya.
"Lama-lama akan terbiasa" ujar Aisha.
Vely dongak melihat Dama yang fokus melihat putrinya mengisap sumber makanannya.
"Kenapa kak? mau ?" usil Vely.
Wajah Dama sontak memerah.
"Hus..ini, nggak boleh. Ini untuk baby saja" gurau Mayang.
"Aku lihat baby Ello" Dama menyibak tirai, dan keluar.
Mayang dan Aisha senyum melihat Dama pergi.
"Kenapa baby Ello tidak bangun?" tanya David.
"Hei jangan ganggu" Richard menarik tangan David yang mencolek pipi baby Ello.
"Mas besan, biar bangun " kata David.
"Tunggu sebentar lagi, baby Elle masih disusui. Nanti bangun dan nangis, apa kau mau memberinya susu" kata Richard.
"Dam, baby Elle sudah selesai nyusu?" tanya David.
"Belum" sahut Dama.
__ADS_1
"Baby Ello mirip Vely ya?" ucap Dony.
"Vely mirip aku, baby Ello mirip aku juga" ucap Richard.
"Mas besan, jangan ngaku-ngaku ya. Vely itu mirip Aisha" kata David.
Richard tertawa melihat David sewot.
Gambar dari pinterest.
Ello and Elle
Setelah kelahiran Baby Ello dan Elle, Mada seminggu kemudian melahirkan juga seorang baby girl secara normal.
Baby Andara putri Hutama.
Sebulan kemudian, Vania menambah cucu untuk Richard dan Aisha. Yaitu seorang putra yang diberi nama Deniz Adilio Hutama.
Deniz Adilio Hutama.
Akhirnya lengkap sudah kebahagiaan keluarga Richard dan David.
Keluarga Dony juga mendapatkan kebahagiaan, apa yang mereka inginkan akhirnya terwujud. Baby girl datang ke tengah-tengah keluarga mereka. Yaitu baby Alice.
Aldo dan Ivan kembali ke Indonesia, saat baby Alice lahir kedunia.
Skip..
Lima tahun kemudian, cucu-cucu Richard dan Aisha sudah besar. Richard sering merasa pusing menghadapi si kembar Ayyana dan Anthea. Karena keduanya menurun sifat Rodrick yang tidak bisa diam, sehingga ada saja yang dilakukannya setiap hari.
Anak Dama dan Vely, Danielle sedikit mengikuti Ayyana dan Anthea. Tetapi tidak dengan Danillo, Ello sangat pendiam. Dan tidak suka bergaul dengan saudaranya yang lain. Ello lebih suka membaca dan menggambar.
Putri Keane dan Mada, Andara sangat lembut sifatnya. Dia anak yang tenang.
Putra Kenway dan Vania, sifatnya tidak jauh dari Danillo. Tapi Deniz masih mau bermain dengan saudaranya yang lain.
Dan putri Alana, Alice. Sifatnya mirip dengan Ayyana dan Anthea. Tidak bisa diam.
Kebiasaan kumpul dihari Minggu terus terjadi.
Minggu ini semua berkumpul, keriuhan terjadi. Suara ribut.
"Mommy..!" teriakan Deniz membuat para orang tua terdiam, menunggu apa yang akan disampaikan oleh Deniz.
"Opa, kolam..!" jemari kecilnya menunjuk kearah dekat kolam.
"Ayyana..!" teriak Rodrick.
"Anthea!" seru Jessie.
"Elle !" Vely memanggil nama putrinya.
"Pasti Alice juga" kata Alana sembari berjalan menuju kolam.
Semua berhambur menuju ke halaman belakang dekat kolam renang.
Begitu tiba disana, semua mata terbelalak menatap kearah kolam renang.
Terlihat didasar kolam, ada binatang yang berenang bebas.
"Apa itu?" tanya Richard.
Tapi pertanyaan Richard tidak ada yang menjawab, karena mereka juga tidak tahu. Apa jawabannya.
"Ayyana!" panggil Rodrick, karena dia tahu. Pasti ini kerjaan putri kembarnya dengan para sepupunya.
Yang dipanggil tidak menjawab.
"Daddy hitung sampai tiga, jika tidak keluar. Daddy akan buang binatang Ayyana" ancam Rodrick.
"Satu.." Rodrick mulai berhitung.
"Ayya keluar"
Pertama Ayyana, Anthea. Kemudian disusul oleh Elle dan Alice.
"Apa itu?" tanya Rodrick dengan menunjuk kolam.
"Ikan lele" sahut Ayyana.
"Maaf, didepan ada jual anak lele. Non Ayyana beli, dan dimasukannya kedalam kolam. Tanpa sepengetahuan saya" beritahu pengasuh yang menjaganya.
"Ayyana...!" ujar semua secara bersamaan.
Ayyana hanya menunjukkan raut wajah manisnya, sehingga siapa yang melihatnya. Tidak akan tega memarahinya.
Richard dan David hanya dapat menepuk jidatnya.
πππππTamat Tamat Tamatππππ
Akhir kata saya ucapkan terima kasih atas dukungannya.
Tunggu cerita selanjutnya, masih dengan tema comedy romantis.
Bye..bye..ππ
Karya baru πππππ
__ADS_1