Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 138 Risau lagi


__ADS_3

**Cerita sudah mendekati ending, tetap dukung tiga sekawan dengan husband ya.


Happy reading guys ❤️**.


****


Alana duduk di sofa, David yang duduk disampingnya menarik badan Mayang agar menghadap kearahnya.


"Yang, Mas mau bicara ." David membuka suaranya, setelah hampir semenit, menimbang-nimbang. Apakah dia harus ucapkan apa yang menjadi ganjalan yang ada dalam perasaannya.


"Bicaralah, Mayang siap mendengarkannya ," kata Mayang dengan suara yang pelan, hampir setengah berbisik.


"Kalau..kalau.." David menjeda ucapannya.


"Kalau apa ?" tanya Mayang.


"Mas David pasti minta izin menikah lagi." monolog dalam benaknya Mayang.


"Kalau kita tidak punya anak Mayang jangan tinggalkan Mas ya !" seru David dengan cepat, tanpa ada titik dan koma.


Mayang plong rasanya mendengar ucapan David, Mayang mengelus dadanya sembari menarik napas dengan lega.


"Itu yang mau mas katakan ?' tanya Mayang.


"Ia, Mayang kira apa ?" David balik bertanya.


"Mayang kira, Mas minta izin nikah lagi ," jawab Mayang.


"What..!" kaget David karena perkataan Mayang.


"Hehe..maaf! karena ekspresi mimik wajah Mas David begitu mencurigakan," kata Mayang.


"Yang, jangan ragukan kesetiaanku. Walaupun wajahku ini setampan Lee Min-ho, tapi aku setia dengan satu istri ," ujar David.


"Ihh narsis !"


Kelakuan David seperti ini, yang membuat Mayang membuka hatinya untuk menerima David dalam hatinya.


"Nggak apa-apa, narsis dengan istri sendiri !" kata David.


Dengan menangkup wajah Mayang, David melabuhkan bibirnya berlama-lama di bibir Mayang.


"Lepas Mas..!" Mayang kehabisan napas, dan membuat Mayang terasa ingin muntah.


"Huuk...!" Mayang menutup mulutnya.


"Kenapa Yang ?" khawatir terlihat dari wajah David saat melihat Mayang terlihat seperti ikan tidak mendapatkan air.


"Ini semua gara-gara Mas David, aku nggak bisa napas !" tangan Mayang memukul dada David.


"Tapi enak kan ?" goda David.


"Enak disitu, megap disini !" Mayang menunjuk dirinya.


Mayang mencebikkan bibirnya, dan beranjak meninggalkan David didalam kamar.


"Mau kemana Yang ?" tanya David yang masih berada di sofa.


"Kedepan, biar nular hamil Aisha !" jawab Mayang.


"Aku dekati Mas besan saja ya, biar nular hamil kembar tiga ." senyum terukir indah dibibir David.

__ADS_1


****


Jeslyn sudah hampir sebulan berada di Yayasan yang dikelola oleh Wisnu dan teman-temannya, kedekatannya dengan Wisnu semakin insten. Karena kesukaan mereka dalam kegiatan yang sama, membuat mereka nyambung saat ngobrol. Kedekatan Jeslyn bukan hanya dengan Wisnu, ternyata Dokter Rafa menaruh rasa suka terhadap Jeslyn. Yang cantik, dan putri orang berada mau terjun kebawah.


"Jeslyn, apa sore ini ada kegiatan ?" tanya Rafa kepada Jeslyn.


"Sore ? hemh..!" Jeslyn berpikir, rencana apa yang sore ini.


"Nah..untung tidak lupa! sore ini mau nemani mbak Sari meriksakan kandungannya," jawab Jeslyn.


"Kapan kemungkinan Sari melahirkan ?" tanya Dokter Rafa.


"Menurun perkiraan, akhir bulan. Tapi itu tidak bisa jadi patokan juga, bisa bayi mau cepat mengenal dunia. Lahir tu bayi ," kata Jeslyn.


"Betul juga, walaupun aku bukan dokter kandungan. Hal itu aku juga tahu ," kata Rafa.


"Ada apa dokter menanyakan kegiatan Jeslyn?" tanya Jeslyn.


"Mau ngajak Jeslyn kepasar malam ," jawab Rafa.


"Pasar malam! apa itu ? apa tempat jual sayuran ?" tanya Jeslyn.


"Bukan, ini tempat bermain gitu," kata Jeslyn.


"Oooo...lain kali Dokter," kata Jeslyn.


"Baiklah, pamit dulu ya ." Dokter Rafa beranjak masuk kedalam mobilnya, dan Jeslyn berjalan menuju perumahan khusus karyawan.


***


Alana yang sekarang tinggal bersebelahan dengan Om Richard, setelah merengek-rengek bermenit. berjam-jam kepada Dony, akhirnya Dony membeli rumah yang bersebelahan dengan Om Richard nya. Setelah memikirkan, bahwa Dony akan sering pergi keluar kota. Dan tidak mau meninggalkan Alana sendirian di apartemen, yang sebenarnya tidak sendirian. Karena ada pembantu yang dikirimkan oleh kedua orang tuanya Dony.


"Hei Bu Mayang mau kemana ?" tanya Alana.


"Biasa Nyonya, mau ke tetangga depan yang subur. Biar menular hamilnya ," kata Alana.


Bless...


Percakapan mereka terhenti, saat satu sepeda motor melintas dari samping mereka Dan hampir menyerempet badan Alana.


"Bushett..!" umpat Alana.


"Wooww...!" teriak Mayang kepada si pengendara sepeda motor, tapi sepeda motor tersebut sudah hilang di persimpangan.


"Siapa itu, bawa motor nggak hati-hati. Awas kalau aku jumpa lagi, akan ku piting kepalanya !" geram Alana, begitu juga dengan Mayang.


"Apa badan kita kurang lebar, sehingga orang itu tidak melihat keberadaan kita dipinggir jalan ini." Alana masih terlihat emosi, karena dirinya hampir celaka.


"Ada apa Non ?" Pak Mun membuka pintu kecil, karena mendengar percakapan keponakan dan teman majikannya.


"Ada orang tidak waras Pak, yang tidak bisa membawa kendaraan. Tapi gaya-gayaan ." ketus Alana.


"Mana ?" Pak Mun melihat kearah jalan perumahan.


"Sudah kabur ."


Sampai ketempat Aisha, Alana masih dengan kekesalannya.


"Ada apa Al ?" tanya Aisha yang selonjoran didepan TV.


Alana dan Mayang menceritakan semua kejadian yang dialaminya tadi.

__ADS_1


"Kenapa bisa lolos masuk kedalam perumahan ?" tanya Aisha.


"Patut dipertanyakan kepada keamanan perumahan ini, kita bayar mahal. Sedang orang bebas berkeliaran ." ngedumel Alana.


"Kita suruh nanti Mas say untuk bicara dengan pihak keamanan," kata Aisha.


"Sudah! jangan marah-marah lagi." Aisha memenangkan Alana.


"Bagaimana dengan keponakan ku hari ini ?" tanya Mayang sembari mengelus perut Aisha yang sudah besar, seperti hamil sembilan bulan.


"Baik saja Tante Mayang," jawab Aisha.


"Hai..sepupu! cepat lahir ya, kakak tercantik ini sudah nggak sabar melihat sikembar tiga ," kata Alana.


"Aish, belum tahu jenis kelaminnya?" tanya Mayang.


"Belum, mereka bertiga Sepertinya sangat pemalu ," kata Aisha.


"Ini, aku ada membeli perlengkapan bayi. Aku beli warna netral ." Mayang memberikan paper bag yang dibawanya dari rumahnya tadi.


"Aku belikan box ya Tante kecil, Minggu depan sudah datang ," kata Alana.


"Terima kasih, kalian belikan semua ya. Biar uang suamiku tidak habis ," kata Aisha sembari tertawa kecil.


"Ihh..! ibu hamil pelit, baby ! lihat mommy mu ini. Sangat pelit ," kata Alana .


"Awww..!" teriak Aisha tiba-tiba, sambil memegangi perutnya.


"Kenapa ? apa kau mau melahirkan ?" panik Alana dan Mayang, mendengar suara teriakan Aisha.


"Mereka menendang, saat kau bilang aku pelit," kata Aisha.


"Baby marah Al, karena kau bilang mommy nya pelit..!" kata Mayang.


"Masih dalam kandungan sudah pemarah, menurun sifat siapa?" tanya Alana.


"Pasti Om Richard, Om Richard itu. Aslinya jutek habis ," kata Alana.


"Kau ya Al, dibelakang Om. Menjelekan Om sendiri ." terdengar suara Richard yang baru pulang dari kantor.


"Mas say, kenapa cepat pulang ?" tanya Aisha.


"Mas pulang, karena merasa ada yang mau menjelekkan mas dibelakangnya. Telinga terasa panas," jawab Richard.


"Ihh.. Om, jangan ngambekan ! malu dengan si twins ." ledek Alana.


"Bagaimana kabar my babys, nggak ngerepotin mommy ?" Richard mengelus perut buncitnya Aisha.


"Baik Daddy ," jawab Aisha.


*


*


*


*


**Bersambung..


Memasuki ending , semoga saja ya🤔**

__ADS_1


__ADS_2