
**Tetap jaga kesehatan, ikutin protokol kesehatan.
Dan happy reading guys ❤️**.
***
Pelukan hangat dilabuhkan Dony ke tubuh Alana, Dony menangis.
"Maaf..maaf ! aku tidak bisa menjaga calon anak kita ," kata Dony .
"Sudah Dony, ini belum rezeki kalian ," kata Papa Dony, tepukan dibahunya dilakukan oleh Papanya.
"Alana masih muda, kalian masih bisa memilikinya lagi " kata Mama Alana.
"Iya Mas Dony, jangan sedih. Alana juga tidak sedih, oke Mas Don !" seru Alana dan menangkup wajah Dony, sehingga wajah mereka saling berhadapan dengan dekat.
"Bagaimana dengan Aisha? Al ingin bertemu ." Alana ingin bangkit dan turun dari ranjang , tapi Dony menahannya.
"Al, lihat !" Dony menunjuk infus yang tergantung .
"Untuk apa itu, Al sehat. Al tidak butuh itu !" Alana tetap ngeyel ingin turun untuk melihat Aisha.
"Kami juga belum tahu tentang Aisha, Om Richard belum ada keluar," kata Dony.
Pintu terbuka dan terlihat David dan Mayang masuk dan membawa minuman dan roti.
"Al, makan ini" Mayang memberikan roti dan minuman.
"Terima kasih, aku lapar. Tadi belum sarapan pagi, gara-gara orang itu aku tidur lagi dirumah sakit. Awas kalau aku ketemu dengan orang itu, akan aku pukuli ," ujar Alana dengan suara yang keras dan emosi.
***
Setelah melihat ketiga jagoannya, Richard kembali melihat Aisha. Yang masih belum sadarkan diri, karena pengaruh bius.
Dokter Herman masuk, dan menepuk pundak Richard.
"Bagaimana dengan istri saya dan anak-anak saya, Dokter?" tanya Richard.
"Tidak apa-apa, benturan saat dia terjatuh tidak anak dalam kandungan. Sepertinya Aisha melindungi kandungan dengan tangannya, Lihat! jari-jari tangannya ini tergeser." Dokter menunjukkan jemari Aisha yang diperban.
Richard baru melihat, bahwa jemari Aisha digibs. Tadi Richard hanya fokus melihat wajah Aisha.
"Seperti, saat terjatuh. Jemari ini menekankan, agar perutnya tidak terbentur benda keras. Kalau tidak tadi, saya tidak bisa bayangkan apa yang terjadi pada sikembar" kata Dokter Herman kepada Richard.
"Syukur, waktu kontrol dua hari yang lalu. Sudah suntik pematangan paru, sehingga paru-paru bayi sudah lebih kuat. Walaupun mereka lahir prematur, hanya yang si bungsu yang masih begitu lemah. Dan harus kita pantau terus ," kata Dokter Herman.
Ada perasaan lega, dihati Richard. Tapi masih ada cemas, karena kondisi anaknya yang bungsu. Masih dalam pantauan.
***
Richard keluar dari ruang dimana Aisha masih dalam keadaan tak sadar. Didepan pintu Richard menelpon David dan mengatakan bahwa Aisha sudah berada diruangan.
Selesai mengatakan kepada David, Richard kembali masuk kedalam kamar inap Aisha.
Richard duduk di kursi yang ditariknya ke dekat ranjang Aisha tidur. Tangannya membelai pipi dan rambut Aisha.
"Sayang, jagoan kita nunggu mommynya bangun ," ucap Richard.
Pintu terbuka dengan kemunculan Mama, Papa. David dan Mayang.
__ADS_1
"Richard, bagaimana dengan Aisha. Bayinya?" pertanyaan beruntun ditanyakan oleh Mamanya.
"Aisha masih tidur, karena efek bius saat operasi ," kata Richard.
"Baby..baby bagaimana ?"
"Mereka berada di Ruang NICU, karena mereka termasuk Bayi prematur ," kata Richard dengan perasaan yang campur aduk.
"Boys! anak kami Boys !" Richard berkata dengan perasaan yang sedih, karena masih ada khawatir.
"Alhamdulillah..!" puji syukur diucapkan oleh mereka yang ada dalam ruangan.
"Mereka kuat, Rich. Jangan khawatir," kata Papa.
"Jangan khawatir Mas besan, mereka akan pulang dalam keadaan sehat." David memberikan semangat kepada Richard.
"Terima kasih ," jawab Richard.
"Apa kata Dokter Herman Rich, mengenai sikembar?" tanya Mama Richard.
" Dua kondisinya baik-baik saja Maa, beratnya juga mencukupi. Hanya di bungsu yang harus lebih lama di NICU ."
Richard menceritakan, apa yang dikatakan dokter kepadanya tadi.
"Syukur sudah suntik pematangan paru ." Mama Richard menarik napas lega.
"Jangan khawatir, tidak akan terjadi apapun dengan ketiga cucu jagoan kita ," kata Mama.
"Kenapa Dokter waktu itu menganjurkan suntik pematangan paru?" tanya Papa.
"Sering terjadi bayi kembar itu, lahir tidak sesuai dengan bulan," Mama Richard yang menjawab .
"Alana mana ?" tanya Richard, saat tidak melihat keberadaannya.
"Apa yang terjadi, apa Alana cedera saat sepeda motor itu menabraknya?" tanya Richard.
"Alana ke guguran Rich ," jawab Mama Richard.
"Apa !?"
"Dia ke guguran, usia kandungannya baru tiga Minggu ," kata Mama Richard.
"Aish..!" teriakkan Mayang membuat mata teralih memandang ke Aisha.
"Sayang..!" Richard bangkit dari duduknya dan memeluk Aisha.
"Mas ! anak kita nggak apa-apa kan ?" tanya Aisha dan tangannya meraba perutnya.
"Mas..! kenapa perut Aish ? kemana anak kita ? kemana ?" Aisha histeris, karena meraba perutnya yang rata.
"Aish..Asay..! anak kita tidak apa-apa! mereka tidur dikamar bayi." Richard memegang wajah Aisha saat berkata, agar Aisha tenang.
"Aish ingin melihat mereka Mas ! mereka pasti nangis, biasanya Aisha menenangkan mereka jika mereka belum tidur !" Aisha menangis tersedu-sedu.
"Aisha, tenang Nak ! Aisha baru selesai operasi, Aisha tidak boleh banyak bergerak dulu ya " Mama Richard duduk disisi pembaringan Aisha.
"Ma, anak Aisha tidak apa-apa kan ?" tanya Aisha kepada mertuanya, karena Aisha belum yakin dengan keterangan Richard.
"Aish, percaya dengan Mama. Cucu Mama tidak apa-apa, karena ketiga jagoan lahir dini. Terpaksa dimasukkan kedalam inkubator," kata Mama Richard.
__ADS_1
"Jagoan ?" Aisha memandang Richard.
"Iya jagoan, nanti dirumah hanya mommy yang cantik. Yang lain ganteng ," kata Richard.
"Anak kita laki-laki ketiganya Mas ?" belum yakin Aisha.
"Iya ! twins brothers. Nanti kita cetak yang cewek ," kata Richard.
"Mas ! ini masih sakit ." Aisha memegang perutnya bekas operasi.
Melihat Aisha bisa tertawa, Richard dan yang lain turut senang.
****
"Sudahlah Mas, jangan sedih lagi. Anak yang ini belum rezeki kita, Alana juga nggak sedih," ucap Alana dengan menunjukkan wajah yang gembira.
"Betul, Alana nggak sedih ?" tanya Dony .
"Sedikit, tapi Alana terima. Mungkin nanti Tuhan akan kasih kita bayi kembar, seperti Aisha ," kata Alana.
"Alana sudah sehat, ayo kita lihat Aish. Ayolah Mas !" rengek Alana.
"Baiklah, Mas ambil kursi roda dulu " Dony ingin keluar, Mama Alana masuk kedalam kamar Alana.
"Mau kemana ?" tanya Mamanya.
"Mau ambil kursi roda Maa, Alana maksa mau ketempat Aisha," jawab Dony .
"Ya sudah, ambil sana. Biar Mama jaga Alana ."
Alana ingin turun, dari ranjangnya.
"Mau kemana Al ?" tanya Mamanya.
"Kekamar mandi Maa, mau cuci wajah ini, Sudah kesat ," kata Alana.
"Perlu dibantuin ?"
"Nggak usah Maa, Al masih bisa jalan. Infus juga sudah dilepas ," kata Alana.
"Ini baju, baru Mama bawa ." Alana mengambil paper bag yang di berikan Mamanya.
Alana masuk kedalam kamar mandi, dan kemudian menghidupkan Shower.
Alana langsung berlutut, tangannya menutup mulutnya. Agar tangisan tidak terdengar dari luar.
"Aku kehilangan..! kenapa aku sangat bodoh ? bisa tidak tahu, ada calon baby diperutku ini !" tangan Alana memegangi perutnya.
Alana menangis sendiri, sedangkan didepan suami dan keluarga. Alana menunjukkan sisinya yang periang, Alana teringat dengan calon baby yang harus jatuh, sebelum diketahui keberadaannya oleh kedua orang tuanya.
*
*
*
*
**Bersambung 😘
__ADS_1
Maaf jika masih banyak typo ya🙏
Terima kasih atas like, komentar and bunganya**.