
Salam hangat semua kakak-kakak reader, tetap semangat ya. Dan selalu jaga kesehatan.
Happy reading guys ❤️
***
Mobil tiba di hotel, Vely dan Mada memerintahkan kang Mamat untuk parkir di tempat yang sepi.
"Kang Mamat disini standby ya, jangan kelayapan." titah Vely sebelum turun dari mobil.
"Non, akang ikut napa? ingin ikut main detektif ," kata Mamat.
"Ini bukan untuk permainan orang dewasa kang ," kata Mada.
"Yah..Non "
Mada dan Vely berjalan dengan mengendap-endap, karena takut ketahuan oleh Daddy-nya.
Sampai didepan hotel, Keduanya jalan seperti biasa. Karena mereka takut, akan di curigai oleh pihak keamanan hotel.
Begitu mereka berhasil masuk kedalam hotel, dengan sangat hati-hati Vely dan Mada memperhatikan kesekitar. Untuk mencari ruangan tempat pertemuan Daddy-nya dan rekan bisnisnya.
"Ruangan mana Vely? tidak mungkin kita mencari keberadaan Daddy mu dengan mengintai setiap ruangan ," kata Mada.
"Aku tidak tahu ruangan mana? cuma tahu nama hotelnya saja." kata Vely .
Ketika keduanya sedang sibuk mencari ruangan tempat Richard mengadakan pertemuan, keduanya tidak menyadari ada yang mengetahui keberadaan Keduanya didalam hotel.
"Mungkin ruangan itu ." tunjuk Vely.
"Ayo kita lihat ." dengan mengendap-endap, keduanya membuka pintu secara perlahan. Dan Vely mengintip kedalam ruangan.
"Bagaimana, apa ada Om Richard didalam ?" tanya Mada.
"Kosong ." Vely kembali menutup pintu tersebut.
"Coba yang itu ." keduanya beranjak menuju pintu ruangan kedua.
Ketika keduanya ingin mengintip kedalam ruangan, terdengar suara deheman dari belakang Keduanya.
"Hemhh..!"
"Aduhh..! ketangkap kita ," ujar Vely.
"Apa kita kabur saja ." bisik Mada.
Orang yang dibelakang mereka, menunggu keduanya menoleh kearahnya.
"Hemhh..!" deheman terdengar kembali.
"Vely, bagaimana ?" Mada gemetar, karena mengira. orang yang dibelakang mereka adalah pihak keamanan hotel.
Keduanya ingin kabur, tetapi sebelum niat Keduanya terlaksana. Baju mereka ada yang menarik dari belakang dan suara orang yang sudah sangat familiar didengar.
"Mau kabur ?" suara dari belakang Mada dan Vely.
Keduanya kaget mendengar suara orang itu.
"Kak Dama !" seru Vely dan Mada secara bersamaan.
Dama melepaskan tangannya dari baju Mada dan Vely yang ditariknya tadi.
__ADS_1
Mada dan Vely membalikkan badannya, dan melihat Dama berdiri tegak dihadapannya saat ini.
"Kenapa kakak disini ?" tanya Mada.
"Seharusnya, pertanyaan ini. Kakak tanyakan kepada kalian berdua? kenapa kalian berkeliaran di hotel ini ? apa yang sedang kalian lakukan ?" Dama memicingkan matanya, menatap kearah Mada dan Vely. Menunggu jawaban yang keluar dari mulut keduanya.
"Kami sedang ada misi, kalau kak Dama. Kenapa ada disini ?" tanya Vely.
"Kakak disini kerja, disini ada restoran kita ," jawab Dama.
"Ah.. kenapa aku lupa ." gerutu Mada dan Vely.
"Sial, gagal misi kita ," kata Vely.
"Apa misi kalian kesini ?" selidik Dama.
"Rahasia ," sahut Vely.
"Ok! kalau rahasia, kakak akan adukan kepada Keane. Tadi Keane ada pertemuan disini." ancam Dama.
"Kak Keane, apa Daddy juga berada disini ?" tanya Vely.
"Tidak, hanya Keane dan Om Tony ," jawab Dama.
"Ah..lega! Tante itu tidak akan menggoda Daddy ." wajah Vely tersenyum.
"Ayo kita pulang ." Vely mengajak Mada untuk meninggalkan hotel.
"Kalian tidak boleh pulang, sepertinya. Kalian berdua tidak ada kegiatan, sehingga kalian ada waktu untuk melakukan kegiatan yang aneh dan tidak jelas. Lihat dandanan kalian berdua, pakai kacamata hitam, baju kaos oblong. Dan celana sobek-sobek ." Dama memandang baju dan dandanan yang dipakai oleh Mada dan Vely, menurutnya sangat aneh.
"Kak! jangan beritahu mommy ya ." rayu Vely .
"No!" Dama membalikkan badannya dan, beranjak meninggalkan Keduanya.
Keduanya mengikuti Dama yang naik kelantai atas.
Dama memasuki restoran yang cukup ramai, karena sudah memasuki jam makan siang. Dama terus memasuki area belakang, Mada dan Vely terus mengikuti.
"Kak " panggil Mada.
"Apa ?" jawab Dama.
"Jangan beritahu mommy ya !" Vely memegang tangan kiri Dama, dan Mada memegang tangan kanannya.
"Lepas !" seru Dama kepada keduanya, tetapi keduanya tidak melepaskan pegangannya.
"Janji dulu ," kata Vely.
"Mau nggak diadukan?" tanya Dama.
Keduanya menganggukkan kepalanya.
"Sini ." Dama membawa Keduanya kebagian belakang, menunjuk ke piring kotor. Dama menyuruh keduanya untuk mencuci piring-piring kotor tersebut.
"Apa!?" keduanya kaget, begitu melihat piring bertumpuk yang harus mereka cuci.
Vely dan Mada saling menukar pandangan, bahu keduanya turun.
"Cuci, kakak tidak akan adukan kalian berdua kelayapan di hotel." titah Dama kepada Mada dan Vely.
"Kak Dam !" rengek Vely.
__ADS_1
"Kakak !" Mada juga mulai mengeluarkan jurus rengekan nya.
"Tidak ada minta belas kasihan !" tegas Dama.
"Ayo mulai ." Dama menarik kursi, Dama meletakkan bokongnya.
"Pak." panggil yang biasa bertugas mencuci piring kotor sisa pelanggan makan.
"Biar saja mereka yang melakukan." titah Dama kepada pria tersebut.
"Kasihan Nona muda Pak," ujar pria tersebut, yang sudah mengenal Vely dan Mada.
"Biar mereka bekerja, biar otak mereka tidak berpikir untuk berbuat yang aneh-aneh ," ujar Dama sembari berbalas pesan dengan Keane.
Dama mengatakan kepada Keane, bahwa dia melihat Mada dan Vely di hotel. Dan Keane menyuruh Dama untuk membuat keduanya sibuk, agar tidak ada waktu untuk bermain.
"Pak Romli, bapak cuci peralatan masak saja. Biar piring dan gelas, mereka berdua ." titah Dama kepada Pak Romli, yang bertugas bagian mencuci.
"Ayo mulai !" ujar Dama kepada Mada dan Vely.
"Sebel !" gerutu Vely, begitu juga dengan Mada. Bibir keduanya maju sembari mencuci piring.
"Kak Dama galak ! Vely sumpahi ya, jauh jodoh. Biar jomblo selamanya !" ketus Vely.
Dama tertawa mendengar ucapan Vely.
"Jodohku didepan rumah sudah dipesan ." batin Dama.
"Iya! biar kak Dama tidak dapat jodoh, karena telah menganiaya anak kecil !" Mada juga menggerutu.
"Sudah cuci saja, jangan sampai pecah. Jangan sumpahi kakak, jodoh kakak ini sudah ada yang ngatur. Besok juga bisa kakak menikah," ucap Dama, kemudian keluar dari ruang tempat mencuci.
"Kak Dama sudah punya kekasih? kenapa kita tidak tahu ?" tanya Vely.
"Aku adiknya dan tinggal satu rumah saja tidak tahu," ujar Mada.
"Apa ini misi kita selanjutnya," kara Vely.
"No! aku tidak mau lagi, ini baru disuruh cuci piring. Bagaimana kalau besok kita disuruh cuci panci dan wajan yang gede itu ."
Kepalanya keduanya melihat kearah Pak Romli yang sedang membersihkan peralatan masak yang super besar.
"Hih..!" bergidik Mada membayangkannya.
***
Didalam ruangan super VIP, Keane dan Tony sedang membahas kerja sama dengan perusahaan PT Nusantara yang Presdir nya Livi.
"Kenapa Pak Richard mengirimkan anak kecil." proses Livi kepada Tony.
Keane yang sedang membaca berkas kerja sama, mendongak melihat kearah Livi.
"Anak kecil? siapa yang anak kecil ?" tanya Keane dengan ekspresi wajah yang datar, menatap wajah Livi yang duduk didepannya bersama dengan asistennya.
*
*
**Bersambung
Terima kasih yang sudah kasih like dan vote 👍**
__ADS_1