Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 81 Maaf


__ADS_3

**Jumpa lagi dengan author recehan rempeyek udang goreng ya🥰✌️.


***


Dua mata menatap Togar dengan serius, untuk mendengar kisah yang ingin diceritakan oleh Togar.


"Jaman dahulu kala..." Togar menghentikan ucapannya, matanya menatap Aisha dan Alana.


"Kenapa kalian berdua serius sekali ?" tanya Togar.


"Kami soal mendengar cerita sangat serius Ayah, kami sudah senang jika ada yang mendongeng. Apalagi jika dongeng putri raja bertemu pangeran tampan, iya kan Aish," ujar Alana dengan mimik wajah yang serius.


"Iya ," jawab Aisha, dan mimik wajahnya sama dengan Alana. Tidak sabar menunggu cerita yang keluar dari dalam mulut Togar.


"Ternyata, untuk membahagiakan kalian sangat sederhana ya. cukup bacakan saja dongeng," kata Togar.


"Richard, kau pria yang beruntung. Mendapatkan istri seperti Aisha ," kata Togar kepada Richard.


Richard hanya menampilkan senyum di bibirnya, sedangkan dalam benaknya.


"Dapat istri seperti Aisha beruntung, begitu gabung dengan keponakan ku yang nakal ini. Pusing !" dalam benaknya Richard sembari menatap keduanya.


"Dan jangan lupa Ayah, kami cukup dikasih makan. Kami akan melayani suami di....." ucapan Alana terhenti seketika, akibat tangan Aisha menutup mulut temannya tersebut. Karena Dia tahu kelanjutan dari ucapan yang keluar dari dalam mulutnya Alana.


"Yah, cepat ceritanya. Nanti keburu malam, kalau dengarkan Alana. Sampai besok tidak akan selesai ," ujar Aisha dan melepaskan tangannya dari mulut Alana, dan memberikan tatapan matanya agar Alana diam.


"Ok.. lanjut ya."


Togar mulai bercerita, Sony yang sudah tahu cerita apa yang ingin diceritakan Togar. Hanya menyimak dan melihat raut wajah Aisha dan Alana.


Terlihat kesedihan di wajah Aisha dan Alana, dan dari kedua sudut bola matanya sudah berembun. Dan sebentar lagi akan meluncur air bening.


"Kenapa Ayah Togar menceritakan kisah yang sedih, lihat kami jadi menangis kan !" Alana menyeka sudut bola matanya, begitu juga dengan Aisha. sebelas dua belas dengan Alana, pipinya sudah basah.


"Kenapa ada orangtua yang tega memberikan bayinya ?" tanya Aisha.


"Memberikan untuk kebaikan, anak itu diberikan bukan kepada orang lain. Tapi kepada kakak iparnya, yang terus mengalami kehilangan anak. Saat mengandung," ujar Togar.


Aisha dan Alana makin menangis, membuat Richard tidak tega melihatnya. Richard menggeser kursinya dan meraih Aisha kedalam dekapannya, dan Aisha bersandar di dada Richard.


"Om, Al mau dipeluk juga " ujar Alana.


"Aaaa...Alana peluk Opa Sony saja ya ," kata Richard iseng.


"Om Richard jahat..!" seru Alana dan mengerucutkan bibirnya.


Togar dan Sony tertawa lucu, melihat keduanya menangis. Hanya mendengar cerita Togar.


"Oke..oke sini ." Richard melebarkan tangan sebelah kirinya, untuk memeluk Alana.

__ADS_1


Alana menggeser kursinya keselah kiri Richard.


Sehingga Richard memeluk Alana dengan tangan kiri dan tangan kanannya memeluk Aisha.


Richard seperti menenangkan dua gadis yang sedang patah hati.


"Ayah, apa kisah itu. Kisah dalam film ?" tanya Aisha .


"Menurut Aisha ?" balik tanya Togar .


"Film ," jawab Aisha.


"Tidak, itu kisah nyata," kata Togar.


"Itu kisah nyata, dan orangnya masih ada ," ucap Zul yang datang dari dalam dan memberikan kepada Aisha dan Alana air putih.


Aisha dan Alana menerima minuman tersebut dan meneguknya sampai tidak tersisa.


"Kisah nyata !" ujar Alana.


"Apa betul ?" tanya Richard juga.


"Betul, itu kisah pemilik tempat ini ," kata Togar.


"Tempat ini ?"


"Pemilik tempat ini kembar, dan saudara kembarnya diberikan kepada pamannya. Seperti yang Ayah ceritakan tadi, Abang dan kakak iparnya tidak mempunyai anak. Dan saat itu kakak iparnya melahirkan putri tetapi meninggal, dan adik iparnya melahirkan anak kembar putra dan putrinya.


"Apakah Dia memaafkan kedua orangtuanya itu ?" tanya Aisha.


"Tidak, Dia sangat sedih. Dan hampir memporak-porandakan rumah tangga Abang kembarnya," cerita Togar.


"Apa yang dilakukannya, apa Dia membenci istri saudara kembarnya?" tanya Alana.


"Dia tidak membencinya, tapi kedekatannya dengan saudara kembarnya. Membuat banyak orang salah paham, mengira Dia adalah selingkuhan Raditya. Termasuk Ayah sendiri," kata Togar.


"Om juga salah paham ." ngekeh Sony, mengingat saat itu.


"Dia tidak secepat itu membuka pintu maaf, siapa yang tidak kecewa. Diantara dua bayi, Dia yang diberikan kepada orang," kata Zul.


"Dia membuka hatinya kepada ibunya, disaat dia akan memiliki buah hati. Tapi penyesalan terbesarnya, Dia tidak bertemu dengan ayahnya."


"Sungguh menyedihkan ," Alana mengelap air matanya.


"Tapi penyesalan terbesar Zevanya, Dia tidak bisa memeluk Ayahnya. Ayahnya meninggal sebelum Dia memberikannya maafnya." Togar mengakhiri ceritanya.


" Aisha mengerti kan, kenapa Ayah menceritakan kisah ini. Bukalah pintu maaf untuk Ayahmu, jangan seperti kisah Zevanya. Dia hanya bisa meminta maaf di makam Ayahnya, karena sangat membenci kedua orangtuanya. Tanpa mau mendengarkan penjelasan dari mulut Ayahnya."


"Jangan sampai penyesalan datang terlambat." sambung Zul.

__ADS_1


"Kenapa sekarang Dia baru datang, kenapa tidak waktu Aisha kecil. Aisha dulu selalu di bully, karena tidak mempunyai ayah. Dan warna kulit Aisha yang berbeda." tangis Aisha kembali keluar.


Alana melepaskan pelukan Richard, sehingga Richard dapat memeluk Aisha dengan kedua tangannya.


"Mungkin ada kesulitan yang kita tidak tahu," ujar Sony.


"Aish, dengarkan apa yang ingin dikatakan Ayah mu. Tidak ada salahnya untuk mendengar, kenapa Dia baru datang sekarang. Ayah tahu, kau ini anak yang baik. Ayah sudah kenal lama dengan Nek Timah," ujar Togar.


"Pikirkanlah, jangan sampai menyesal dikemudian hari." Togar bangkit dari duduknya, dan pergi.


"Mau kemana kau To?" tanya Zul.


"Mau jemput Pamela," jawab Togar.


****


Hari sudah mulai malam, Richard. Aisha dan Alana belum kembali kekota. Karena Josh belum diizinkan untuk keluar dari rumah sakit dan melakukan perjalanan jauh, Evelyn tetap menemani Josh dirumah sakit. Sedangkan Adam dan Edward menginap di rumah nenek Aisha.


'Alana, apakah Dony tahu kau kerumah Aisha?" tanya Papa Dony kepada Alana.


"Tahu Om, Dony sebenarnya ingin ikut. Tetapi ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan," kata Alana.


"Begitulah, kalau usaha bergerak dalam wisata. Hari libur, itu wisatawan yang banyak," ujar papa Dony.


"Om, Al. Ayo makan ." Aisha datang menghampiri mereka.


" Richard dan Edward mana ?" tanya papa Dony.


"Mereka sudah dipanggil mas Wisnu Om," jawab Aisha.


Selesai makan, Richard mengajak Aisha untuk duduk dan berbincang-bincang dengan Edward.


Aisha duduk dengan diam, Dia tak tahu apa yang ingin dikatakannya.


"Edward, kau sudah kuliah ?" tanya Richard.


"Sudah ," jawab Edward, dan matanya terus menatap kearah Aisha.


Richard tahu, Edward ingin menyapa Aisha tetapi ragu.


"Asay, kau tidak ingin menyapa Edward ?"


"Apa ?" Aisha tersadar dari lamunannya, melihat kearah Richard.


"Hai sis.." Edward mengulurkan tangannya.


Aisha melihat kearah Richard, dan melihat tanda. Agar Aisha menyambut uluran tangan Edward.


**Bersambung guys..

__ADS_1


Terimakasih sudah tekan like ya🥰🙏**


__ADS_2