
Happy reading guys ❤️
Tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan.
**
Richard memeluk Aisha yang terus mengalirkan air mata.
"Tante kecil, tenanglah. Vely tidak apa-apa, Vely kita masih dilindungi Tuhan," ujar Alana.
Pintu pagar terbuka, semua mata memandang. Mengharapkan Dama dan Vely yang kembali, ternyata David yang baru saja sampai kerumah dan langsung berlari menuju ke rumah Richard.
"Bagaimana? apa Vely tidak apa-apa?" tanya David, terlihat khawatir. Begitu mendengar kabar dari Mayang, David langsung pulang.
"Kata Dama tidak apa-apa mas ," sahut Mayang.
"Siapa orang itu, kita harus buat perhitungan dengannya. Dari kecil kita menjaga anak-anak kita, seenaknya saja dia ingin melecehkannya !" geram David.
"Mana Mada ?" David tidak melihat keberadaan Mada.
"Pergi kekampus Mas, belum pulang kuliah ," jawab Mayang.
"Jam berapa ini kenapa belum pulang ?" terlihat kecemasan dari raut wajah David.
Kejadian yang menimpa Vely, membuat David cemas. Takut hal sama terjadi kepada putrinya.
David berjalan hilir mudik dengan tidak tenang, sesekali melihat keluar pintu gerbang.
"Vid, apa kau tidak bisa duduk dengan tenang?" tanya Dony.
"Aku tidak bisa duduk tenang, jika mereka belum datang. Ini lagi, Mada kemana? sudah jam berapa ini ?" David melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Jam satu siang, ini hari Jum'at. Seharusnya dia sudah pulang !" seru David.
"Mas, kuliah bukan seperti sekolah dasar. Hari Jum'at cepat pulang ," kata Mayang.
"Vid, jika kau tidak tenang. Kenapa tidak kau cari Mayang kekampusnya," kata Richard.
"Usul yang bagus Mas besan ." David bergegas menuju kerumahnya.
"Mas Dav ! mau kemana ?" teriak Mayang, memanggil suaminya.
David tidak mendengar panggilan Mayang, atau pura-pura tidak mendengar. Takut Mayang tidak mengizinkannya untuk mencari Mada kekampusnya.
"David mau menjemput Mada ." beritahu Richard.
"Kekampus ?" kaget Mayang.
"Ini, gara-gara mas say. Tadi nyuruh David menjemput Mada kekampusnya," kata Aisha.
"Om Richard ini, lihat tu. Papa posesif, pasti dia akan mencari Mada ke seluruh area kampus," kata Alana.
"Kenapa nyalahin Om, dia sendiri yang tidak tenang. Hilir mudik didepan Om, pusing Om melihatnya ."
**
David mengeluarkan mobilnya, baru moncong mobilnya keluar. Ada mobil yang berhenti tepat didepan mobilnya, sehingga David berhenti dan melihat Mada keluar dari dalam mobil.
"Siapa yang mengantarkannya?" David turun dari mobilnya.
"Papa !" Mada gugup menatap wajah Papanya.
"Dengan siapa pulang ?" tanya David, matanya memicing melihat kearah mobil yang mengantarkan Mada.
"Teman Pa," sahut Mada.
__ADS_1
Melihat Papanya Mada, Leo segera turun.
"Siang Om." sapa Leo, dan membungkukkan sedikit badannya.
"Siang ," sahut David dengan suara dan wajah yang datar.
"Saya Leo Om, teman satu jurusan Mada ." beritahu Leo.
"Tidak tanya " sahut David.
"Papa!" ujar Mada.
"Kenapa?" David merasa tidak bersalah.
"Waduh..! apa aku salah ngomong? seram sekali Papa Mada ." batin Leo.
"Ada yang mau dikatakan kepada saya ?" tanya David kepada Leo.
"Tidak Om, permisi. Mada, balik ya," ujar Leo dengan buru-buru masuk kedalam mobilnya.
"Gila! Papa Mada sudah ngalah-ngalahin herder ," ujar Leo seraya meninggalkan rumah Mada.
"Papa! kenapa galak gitu dengan teman Mada ?" tanya Mada.
"Siapa yang galak, apa Papa itu titisan herder !"
"Papa jangan galak-galak, nanti cepat tumbuh keriput !" ledek Mada.
"Kenapa lama pulang?" David ingat, tadi ingin menjemput Mada ke kampus.
"Pa, ini baru jam satu lewat. Mada itu keluar dari klas jam 12, jalan satu jam. Kalau tidak terjebak macet ," ujar Mada.
"Ingat! Papa tidak ingin kau dekat dengan laki-laki!" tegaskan David.
"Kenapa ?" heran David.
"Papa dan kak Dama juga laki-laki !"
"Itu beda !" ujar David.
David memasukkan kembali mobilnya, kemudian kembali kerumah Richard.
"Papa mau kemana ?" tanya Mada.
"Rumah depan " sahut David.
"Apa Om Richard sudah pulang?" tanya Mada.
David menceritakan sedikit apa yang terjadi kepada Vely.
" Perlu diberikan bogem mentah orang itu " ujar Mada.
"Ikut Pa ."
***
Semua berada dalam ruang keluarga, Vely berada dalam pelukan Aisha.
Dama menceritakan, apa yang dilihatnya. Dan sesekali Vely juga menceritakan apa yang dialaminya.
"Apa Vely ada hubungan dengan orang itu ?" tanya Keane.
"Tidak ada kak, Vely berani sumpah. Vely tidak menjalin hubungan dengan Roy ," ucap Vely.
"Vely tidak mengenalnya akrab, Vely tahu dia saat Ospek, dia anggota BEM. Hanya itu yang Vely tahu, memang dia sering mau mengantar Vely pulang. Tapi Vely menolak." sambung Vely.
__ADS_1
"Sudah, tidak usah kuliah disana lagi !" ucap Aisha tiba-tiba, membuat orang yang mendengarnya kaget'. Begitu juga dengan Vely.
"Mommy !" seru Vely.
"Kalau Vely masih kuliah disana mommy bisa mati! ini saja jantung mommy terus tidak tenang !" Aisha menangis saat berkata.
"Sayang !" Richard pindah duduk disisi Aisha dan membawanya kedalam pelukannya, Richard tahu. Aisha teringat kembali dengan apa yang dialaminya dahulu.
"Mas! Aish takut. Apa yang Aish alami dulu menimpa putri kita ," ujar Aisha.
Keane dan Rodrick saling pandang, mereka penasaran dengan perkataan yang keluar dari dalam mulut mommynya.
"Mom, apa yang mommy alami ?" tanya Vely.
Aisha baru tersadar, perkataannya membuat anak-anaknya bertanya.
"Tidak ada, mommy kalian hanya asal bicara," kata Richard.
Vely ingin bertanya, tetapi Keane memberikannya tanda agar Vely jangan bertanya lagi.
"Dam, bagaimana jika dia melaporkan mu. Kau sudah menghancurkan mobilnya?" tanya Rodrick.
"Hadapi, untuk apa kita takut. Bukti ada, orang itu ingin membawa Vely secara paksa ," kata Dama.
"Dam, cctv mobil hidup kan ?" tanya David.
"Hidup Pa, sudah Dama copy. Jika dia macam-macam, kita tunjukkan bukti itu " kata Dama.
"Mommy tidak mau Vely kembali kekost ." Aisha keukeh tidak mengizinkan Vely kembali kerumah kostnya.
"Bagaimana kuliah Vely?"
"Nanti kita pikirkan, kita cari solusi" kata Richard.
"Mas !" seru Aisha.
"Tante kecil, pasti ada solusinya. Biar Vely masih bisa melanjutkan kuliahnya" kata Alana.
"Jangan kost lagi, suruh sopir mengantar dan menunggu Vely" kata Dony .
"Pasti letih, harus berangkat jam lima pagi " kata Keane.
"Pindah kuliah saja, kekampus Mada " usul Mada.
"Tidak mau, Vely sudah belajar sungguh-sungguh untuk bisa masuk negeri. Gara-gara pria itu, harus Vely lepaskan. Tidak !" tolak Vely usul Mada untuk pindah kampus.
"Negeri dan swasta sama saja Vely " kata Rodrick.
"Bedalah kak !" seru Vely.
"Kita pikirkan nanti, sekarang Vely tenangkan pikiran dulu" kata Richard.
Vely dengan ditemani oleh Mada masuk kedalam kamarnya.
Didalam kamar, Vely bercerita kepada Mada. Tentang ketakutannya tadi .
"Aku takut sekali tadi, Roy menarik tanganku ." Vely menunjukkan pergelangan tangannya yang berbekas tangan Roy.
*
*
*
Bersambung 😘🥰..
__ADS_1