
Kenapa review lama sekali sekarang.
***
Terdengar suara ribut dan teriakan dari tempat mereka berada.
"Apa tuh !" seru Alana.
"Apa yang ribut, apa mantanmu tidak terima kau menikah Aish?" gurau Alana.
"Hih..!" Aisha mencubit lengan Alana.
"Apa betul ?" tanya Richard dengan memandang wajah Aisha.
"Om percaya dengan ucapan Alana ? Aisha itu tidak pernah punya mantan Om, kalau David belum jadi mantan ." ujar Alana.
"Belum jadi mantan ? maksudnya mereka belum putus ?" tanya Richard.
"Al, kapan aku pacaran dengan David?" mata Aisha bulat sempurna.
"Om, Aisha belum jadian dengan David. Makanya belum bisa dibilang mantan," ujar Alana.
"Mungkin mantan Om ?" dua pasang mata menatap Richard, menunggu ucapan apa yang keluar dari mulut Richard.
"Kau ini, tunggu disini. Jaga calon mama anak-anak Om ya ," kata Richard kepada Alana, sebelum beranjak meninggalkan Aisha dan Alana.
"Cie..cie. Om Richard, mama anak-anak ." goda Alana kepada Aisha.
"Al, kau ini buat aku malu saja ." Aisha mendaratkan cubitan kecil diperut Alana.
"Malu-malu mau kan, Aisha. Nanti malam, kau harus memakai baju tidur yang tercabik-cabik ya. Biar Om Richard langsung menerkam mu ," ujar Alana kepada Aisha.
"Al, kenapa mulutmu sekarang tidak ada rem. Blong terus ," kata Aisha.
"Hanya ada kita berdua Aisha, tidak usah malu-malu." ngekeh Alana.
"Mayang mana ?" Aisha baru tersadar, Mayang tidak ada didekat mereka.
"Aku lihat tadi, dia bersama dengan David ."
"Apa kita akan mendengar kabar baik dari mereka," ujar Aisha.
"Mungkin."
***
Richard berjalan menuju ketempat kerumunan dan bertanya kepada orang yang masih berada disekitar kerumunan tadi.
"Ada apa ya Bu ?" tanya Richard.
"Hei Pengantinnya cakep ya ," ujar ibu yang ditanyai oleh Richard tadi.
Ibu-ibu yang berada disitu, saat melihat Richard langsung mengerumuninya. Richard seperti artis idola yang lagi temu fans.
"Maaf Bu !" Richard risih, karena ibu-ibu tersebut ada yang mencolek lengan dan pipi Richard.
"Aduh..ganteng ya cucu menantu nek Timah," ujar ibu-ibu tersebut.
__ADS_1
"Bu, ada kejadian apa tadi ?" tanya Richard.
Tapi mereka asik dengan menatap wajah Richard, tidak menanggapi ucapan Richard.
"Cucu nek Timah juga cantik, keturunan bule. Itu tadi bapaknya ya, mirip ," ibu-ibu tersebut malah cerita antara mereka sembari mencolek-colek Richard.
"Bu !" seru Richard dengan suara yang sedikit nyaring.
"Oh..ada apa ?" tanya ibu yang berdiri dekat dengan Richard.
"Ada apa ?"
"Oh itu, ada tiga bule datang. Larasati malah pingsan, sudah diangkat Wisnu ," ucap ibu tersebut.
Dengan cepat Richard masuk kedalam rumah, dan melihat ada tiga orang asing yang duduk diruang tamu. Dan terlihat wajah nenek yang tegang.
"Ada apa nek ?" tanya Richard.
Nenek tidak menjawab pertanyaan Richard, Dia menatap tiga orang asing yang duduk dihadapannya.
"Dam, kenapa tidak kau katakan. Kita mau kerumah Laras ?" tanya Josh dengan berbisik kepada Adam, yang duduk disisinya.
"Ini kejutan untukmu, Maaf." balas Adam.
"Acara apa ini ?" tanya Josh lagi.
"Tunggu saja, kau pasti tahu sebentar lagi," ujar Adam.
Richard yang masih berdiri sembari menatap wajah asing didepannya, mendengar panggilan papanya.
"Ada apa maa?" tanya Richard kepada mamanya.
"Mama juga tidak tahu, belum ada yang bicara," kata mama Richard.
"Kak Chintya mana ?" tanya Richard.
"Dia didalam kamar, bersama dengan mertuamu. Mertuamu pingsan tadi."
"Apa pria itu papa Aisha ?" dalam benaknya Richard, karena melihat ada kemiripan dengan wajah Aisha.
Wisnu keluar dari dalam kamar dan terlihat wajah Wisnu yang merah, seperi sebentar lagi akan meledak.
"Aisha mana mas ?" tanya Wisnu kepada Richard, saat dilihatnya Richard.
"Dia bersama Alana ," kata Richard.
"Mas, tolong temani Aisha. Jangan sampai dia tahu masalah ini, hari ini hari bahagianya. Jangan sampai Dia terpukul ," kata Wisnu kepada Richard.
"Baiklah, jika ada yang bisa dibantu. Beritahu saja, kita ini sudah satu keluarga," kata Richard.
"Iya mas," jawab Wisnu.
Richard keluar dari dalam rumah, menuju ketempat Aisha dan Alana berada.
Wisnu menarik napasnya sebelum Dia membuka suaranya.
"Ada keperluan apa kalian datang ?" tanya Wisnu dengan berkata memakai bahasa Indonesia.
__ADS_1
Josh yang mengerti sedikit apa yang dikatakan Wisnu, berusaha untuk berkata. Sedangkan Edward dan Evelyn saling pandang, karena tidak mengerti apa yang dikatakan Wisnu.
"Saya ingin bertemu Laras ?" ucap Josh dengan suara yang lambat.
"Josh ingin bertemu Laras Bu ," kata Adam, kepada nenek.
"Kenapa kau bawa dia kesini ?" tanya nenek kepada Adam.
"Maaf Bu ." Adam merasa serba salah, Dia ingin memberikan kejutan kepada Josh. Bahwa Josh memiliki anak dengan Larasati, tetapi dia tidak berpikir bahwa tindakannya saat ini. Akan membuat dua hati yang terluka, yaitu hati Larasati dan Aisha. Yang sedari kecil tidak pernah mengetahui sosok dari Ayahnya.
"Untuk apa kau datang sekarang ?" tanya nenek dengan ekspresi wajah dan suara yang datar.
Melihat tatapan mata nenek yang tajam, membuat Josh gugup. Sehingga bahasa yang keluar dari mulutnya campur Indonesia dan Inggris.
"Saya..saya.. bersalah, I'm very guilty to Larasati. I want to apologize kepada Larasati," ujar Josh dengan kalimat yang terbata-bata.
"Josh, relax!" Evelyn memegang tangan Josh, yang terlihat gugup.
"Okey.." jawab Josh.
Adam yang tahu Josh gugup, Dia membantunya dalam berbicara.
"Niat Josh kesini untuk meminta maaf Nek, Dia tidak ada niat untuk mempermainkan Larasati dulu," kata Adam.
"Ya, saya tidak ingin mempermainkan Laras ," kata Josh.
"Kalau kau tidak berniat untuk mempermainkan Laras, kenapa baru sekarang kau datang. Disaat anakmu menikah !" seru nenek dengan suara yang emosional.
"Anak ? anak apa ?" Josh melihat kearah Adam dan kearah nenek.
Nenek yang tersadar telah membongkar rahasia keberadaan Aisha, menjadi kaget sendiri.
"Kenapa mulutku ini, aku yang ingin menyimpan rahasia ini. Mulut ini juga yang membongkarnya." dalam benaknya nenek, yang menyesali ucapan yang keluar dari mulutnya.
"Adam, anak apa ? apa ada rahasia yang tidak kutahu ?" tanya Josh kepada Adam.
"Tidak ada rahasia ," ujar Wisnu.
"Please, tolong kasih tahu ." mohon Josh dengan menampilkan wajah yang yang sedih.
"Tidak ada yang perlu kau ketahui, kembalilah ke asal dari mana kau datang." terdengar suara dengan kemunculan Larasati, yang dituntun oleh mama Richard dan mama Dony.
"Laras..!" Josh bangkit dan berlutut dihadapan Laras.
"Sorry Laras ," ujar Josh sambil berlutut dan memegang kedua kaki Laras.
"Dad ." Edward menghampiri Daddy-nya, agar Daddy-nya berdiri.
"Dad?" Laras mendengar ucapan Edward yang memanggil Josh dengan Daddy.
"Ternyata, kau tidak kembali. karena sudah menikah." sinis Laras memandang Josh yang masih berlutut di hadapannya.
"Ayo Dad, jangan begini ." Edward berusaha untuk membuat Daddy-nya berdiri, tetapi Josh menolak untuk berdiri..
**Bersambung...
Apakah ada maaf untuk Josh dan apa Aisha menerima ayahnya**.
__ADS_1