Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 134 Kolam renang


__ADS_3

Salam jumpa lagi dengan author receh nih 🥰


Yang suka baca, ya baca . Yang nggak suka out saja ya.


Happy reading guys ❤️


***


Hari sudah menunjukkan pukul 9 pagi waktu setempat, Aisha sudah bangun dari pukul 6 pagi.


Pagi-pagi Aisha sudah merepotkan Bu Yanti dan Neneng, dengan menemaninya berjalan pagi keliling komplek.


" Pagi Bumil !" sapa David yang baru saja kembali dari lari pagi.


"Pagi, Mayang mana ?" tanya Aisha, melihat David lari pagi sendiri.


"Mayang, pagi-pagi sekali sudah berangkat. Ada pasiennya yang minta terapi pagi ," kata David.


"Mas besan mana ?" tanya David, karena Aisha hanya ditemani Neneng saat ini. Tadinya Bu Yanti juga ikut, tetapi Bu Yanti harus membuat sarapan pagi untuk keluarga. Bu Yanti pulang lebih dahulu.


"Mas say masih tidur, kecapekan ," kata Aisha.


"Ah.. kecapekan ? gila mas besan, bini sudah menampung bibitnya tiga masih mau nambah lagi ." ngekeh David.


"Aish balik dulu ya ." Aisha dan Neneng beranjak meninggalkan David yang masih tertawa sendiri.


Tiba di rumah, Aisha sudah melihat Richard rapi siap bepergian.


"Mas mau kemana ?" tanya Aisha.


"Mau kekantor sebentar, ada kerjaan yang butuh mas tanganin," kata Richard.


"Mas tidak sarapan ?" Aisha mengikuti Richard dari belakang.


"Dikantor nanti, Love you ." Richard memberikan kecupan sekilas dikening Aisha dan mengusap perutnya. Lalu masuk kedalam mobil.


"Ayo baby kita sarapan sendiri, Daddy Sepertinya sibuk ," kata Aisha sembari berjalan masuk kedalam rumah.


***


Sinar matahari yang menyilaukan, membangunkan Alana dari tidurnya.


Alana mengeliat, dan menyingkirkan tangan besar yang berada diatas perutnya.


"Remuk badanku, mas Don ini. Main gas pol saja, nggak tahu dia coblosan yang dilakukannya begitu menyakitkan ." gerutu Alana.


Alana beringsut turun dari ranjang, walaupun ada perasaan aneh di daerah sensitifnya. Alana terus turun dari ranjang.


Dengan pelan-pelan Alana berjalan menuju kearah kamar mandi, terlebih dahulu mengambil bajunya yang berserakan dilantai dan memakainya.


Alana mengambil tas bajunya dan mencari baju ganti, kemudian Alana masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Dony masih bergulung dibawah selimutnya.


Selesai berendam, Alana merasa badannya segar kembali. Dan tenaganya sudah pulih kembali.


"Perut sudah lapar, mas Dony masih tidur ."


Keluar dari dalam kamar mandi, Alana melihat Dony masih dalam keadaan tidur.


Alana duduk disamping ranjang, tangannya menusuk-nusuk pipi Dony.

__ADS_1


Dony merasa terganggu dan menangkap tangan usil yang menganggu tidurnya.


"Mas..!" Dony menangkap tangan Aisha dan menggigitnya.


"Tangannya jahat, ganggu saja ," ujar Dony.


"Al lapar, ini sudah jam 9. Sebentar lagi kita harus cek out dari hotel ," kata Alana.


Dony duduk, begitu mendengar Alana merasa lapar.


"Maaf sayang ! mas lupa, sudah lapar ya ." Dony turun dari ranjang dan berjalan santai saja menuju kedalam kamar mandi.


"Mas ! pakai baju, masa jalan seperti tuyul begitu ," kata Alana yang melihat Dony berjalan santai menuju kamar mandi dengan tubuh polos.


"Macho kan !" Dony bergaya seperti mode iklan alat kebugaran.


"Hih..sana !" Alana mengambil guling dan menutupi sebagian wajahnya.


"Hah.. sok-sokan malu, tadi saja bilang. Mas Don...mas Don lebih kencang mas..lebih kencang mas !"


"Hih..mana ada, jangan ngaco. Sana mandi !" Alana mengambil bantal dan melemparkannya ke pada Dony.


"Baik Nyonya !"


"Hih..mesum kuadrat ."


****


Siang hari Aisha merasa pinggangnya masih terasa letih, setelah melakukan aktifitas dihalaman belakang.


"Bu Yanti, Aish mau kekamar dulu ," kata Aisha.


"Bu, bagaimana tuh ikan Non Aisha. Apa nggak mati kena air kolam renang yang berkaforit ?" tanya Neneng.


"Nggak tahu, nanti tanya Den Richard. Mau diapain lele sebanyak itu, apa kita jualan ikan didepan kompleks," kata Bu Yanti.


"Ibu juga ngapain bolehkan Non Aisha ikut kepasar, untung hanya ikan lele yang dibeli. Bagaimana kalau belut juga dibeli Non Aisha, hih..hi..." bergidik Neneng membayangkan belut yang mirip ular.


"Kalau nggak dikasih ikut ngambek ," kata Bu Yanti.


"Den Richard juga kasih izin untuk ikut ." sambung Bu Yanti.


"Belum tahu boss, bininya beli ikan sebanyak gitu ."


Tertawa Bu Yanti dan Neneng, membayangkan apa reaksi Richard. Saat melihat Aisha membeli ikan lele.


***


Richard kembali dengan cepat, karena ada rasa khawatir. Saat berada dikantor, Aisha menghubunginya. Agar diberi izin untuk ikut Bu Yanti kepasar, setelah mendengar suara Aisha yang sedih. Akhirnya Richard memberikan izin dengan banyak sekali pesan yang harus dituruti oleh Aisha.


Begitu sampai rumah, Richard langsung menuju Kekamar. Karena saat siang Aisha lebih suka berada dalam kamar.


Richard membuka pintu kamarnya, dan melihat Aisha sedang tidur. Buku terbuka diatas dadanya.


"Tidur ." Richard mengusap pipi Aisha, kemudian Richard masuk kedalam kamar mandi dan membawa handuk dan Menganti bajunya dengan celana pendek.


Richard turun menuju halaman belakang.


"Neng, Den Richard sudah pulang ya?" tanya Bu Yanti.

__ADS_1


"Nggak tahu Bu ," jawab Neneng.


"Sepertinya tadi ada orang menuju kearah kolam renang, mungkin Non Aisha sudah bilang mengenai lele ," kata Bu Yanti.


"Mungkin Bu ."


Byur....


"Suara apa itu, apa Den Richard berenang ?" tanya Bu Yanti.


Keduanya saling berpandangan.


"Bu Yanti !" panggilan menyebut nama Bu Yanti bergema, membuat Bu Yanti dan Neneng kaget.


"Suara siapa itu ?" tanya Bu Yanti.


"Boss..! berenang !" seru Neneng.


"Celaka !" Bu Yanti dan Neneng bergegas keluar menuju kolam renang.


Sampai kolam renang, mereka melihat Regan berdiri dipinggir kolam renang. Dalam keadaan basah.


"Ada apa Den ?" tanya Bu Yanti.


"Itu..! apa yang ada didalam kolam !" Regan menunjuk kearah kolam renang.


Dan terlihat didasar kolam ada ikan berenang, dan sesekali naik keatas.


"Itu.!"


Bu Yanti menyikut lengan Neneng, dan Neneng balik menyikut lengan Bu Yanti.


"Beritahu Neng," kata Bu Yanti.


"Ibulah yang bilang, kan waktu belinya bersama ibu ." balas Neneng.


Melihat keduanya saling sikut, Richard tahu pekerjaan siapa yang mengisi kolam renang dengan ikan lele.


"Aisha..!" Richard memandang jendela kamarnya, dimana sipembuat onar sedang tidur dengan nyenyak.


"Maaf Den, waktu kepasar tadi si Non lihat ikan lele. Katanya rindu dengan empang dikampung, terus Non Aisha beli lele. Bingung mau tempatkan dimana si lele, si Non Aisha bilang. Sementara titipkan ke kolam renang saja, karena kolam renang tidak pernah digunakan." cerita Bu Yanti.


Richard mengaruk-garuk rambutnya.


"Panggil Pak Mun, suruh keluarkan semua ikannya. Dan suruh buatkan kolam untuk ikan didekat taman itu ." titah Richard sebelum masuk kembali kedalam rumah.


Keinginannya untuk berenang, sudah hilang. Begitu terjun kedalam kolam, matanya melihat ikan didasar kolam. Membuat Richard secepat kilat naik kembali keatas.


Sedangkan sipembuat masalah masih tidur, dan didalam tidurnya. Bibirnya mengeluarkan senyuman, ntah apa yang ada dalam mimpinya.


*


*


*


*


Bersambung 😘

__ADS_1


__ADS_2