Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 87 Honeymoon 1


__ADS_3

Selamat jumpa lagi dengan author receh 😀, happy reading guys.


***


Hari masih pagi, mentari masih bersembunyi dibalik awan biru. Aisha belum terjaga dari tidurnya, karena tadi malam ia tidur larut malam.


"Asay, bangun. Nanti kita ketinggalan pesawat ." Richard mengelus-elus pipi Aisha dengan lembut.


"Eee...Aisha kekampus naik pesawat," ucap Aisha dengan mata yang masih terpejam.


"Bukan kekampus, kita mau pergi honeymoon. Lupa ?" Richard memijat hidung Aisha dengan gemasnya dan tertawa melihat Aisha yang gelagapan karena hidungnya dipijat Richard.


"Aaaarghhh..!" Aisha membuka matanya dan langsung duduk dipembaringan.


"Mas say..!" Aisha memegangi hidungnya.


Richard tertawa melihat Aisha yang bangun dengan rambut berantakan dan wajah bantalnya.


"Cantik ." Richard terpesona melihat wajah Aisha yang tidak pernah menggunakan makeup yang tebal tapi terlihat sangat cantik, saat bangun tidur juga. Aisha tetap terlihat cantik alami.


"Mas say, masih ngantuk ." selama menikah, kemanjaan Aisha mulai terlihat terhadap Richard. Karena selama ini Aisha tidak pernah terlibat dengan pria secara intim. Hanya dengan Wisnu Aisha dekat, itupun jika ia pulang ke kampung halamannya.


"Mandi dulu, biar nggak ngantuk lagi. Atau kita mandi bersama ." mata Richard melirik Aisha dengan tatapan mata yang jahil.


"Nggak !" Aisha langsung turun dari ranjang dan bergegas menuju ke kamar mandi.


"Hahaha ! Asay, kita mandi bersama saja. Biar tidak membuang-buang waktu!" seru Richard, tidak jauh dari kamar mandi.


"Nggak !" jawab Aisha.


"Sabar Rich, istrimu masih malu-malu. Begitu sudah kena, istrimu pasti akan klepek-klepek." Richard berbicara sendiri.


****


Eline dan Lily duduk di kursi, mata keduanya kedepan.


"Li, apa ia masih bernapas ?" tanya Eline.


"Masih, lihatlah. Dadanya masih turun-naik," jawab Lily.


Setelah jarang bergabung dengan Gaby, tiba-tiba Gaby datang kerumah Lily dalam keadaan berantakan. Di antar oleh Mark, setelah Gaby tidak berani untuk pulang kerumahnya.


"Apa betul, yang diceritakan oleh nya semalam?" tanya Eline.


"Sudah pasti betul, tidak kau lihat kondisi saat ini. Dia seperti tidak ada semangat untuk hidup lagi !" seru Lily.


"Sampai kapan ia tidur begini ?" tanya Eline.


"Lin, kau pergi kuliah. Biar aku menjaganya ," kata Lily.


"Aku malas kuliah sendiri, kau tahu. Tidak ada yang mau berteman dengan kita, mereka mengira kita masih jahat seperti Gaby. Ternyata dibenci oleh orang-orang sangat menyakitkan ya," kata Eline.

__ADS_1


"Sabar saja, nanti lama-lama mereka juga tahu kita sudah berubah," kata Lily.


"Jadi, kau tidak mau berangkat ke kampus ?"


"Nggak ah..! aku menemani mu saja menjaga Gaby ," kata Eline.


Akhirnya Eline dan Lily, hanya berada di dalam kamarnya. Menunggu Gaby yang tidur.


****


Alana duduk ditaman samping gedung ruangan kelasnya, tangannya terus mengutak-atik ponselnya.


"Mana Aisha, kenapa ponselnya tidak tersambung ?" guman Alana.


"Apa tadi malam.. ? pasti, Om Richard menggempur Aisha." tertawa sendiri Alana, sehingga ada sebagian mahasiswa yang heran menatap dirinya.


Alana mencoba sekali lagi menghubungi ponsel Aisha, dan hanya operator yang menjawab.


"Nomor yang anda hubungi diluar jangkauan, silahkan tinggalkan pesan ." suara operator yang menjawab.


"Mau pesan nasi goreng kambing spesial, nggak pakai lama ya ." Alana menjawab nyeleneh ucap operator telekomunikasi.


"Pasti, Aisha tadi malam sudah dilahap Om Richard ini. Pulang kuliah aku akan menjenguk Aisha ," ucap Alana.


"Pasti Aisha tidak bisa jalan ." Alana tertawa sendiri.


***


"Mas say, kita mau kemana ?" tanya Aisha yang heran melihat Richard membawanya menuju terminal keberangkatan luar negeri.


"Honeymoon ." jawab singkat Richard.


"Kita mau keluar negeri ?"


"Ya ."


"Pasport Aisha, dan urusan yang lain ?"


"Tenang, semua sudah diurus Tony. Kita tinggal berangkat."


Aisha melihat Tony sudah menunggu kedatangan mereka.


"Bagaimana, sudah beres semua?" tanya Richard kepada Tony.


"Beres boss ." Tony menyerahkan amplop kepada Richard.


"Mas Tony juga ikut ?" tanya Aisha.


"Tidak ! untuk apa Tony ikut."


"Hanya kita berdua mas say ?" tanya Aisha kembali.

__ADS_1


"Iya." jawab Richard sembari membaca dokumen yang diberikan oleh Tony tadi.


"Untuk apa saya ikut Bu ," kata Tony kepada Aisha.


"Bu ! hahaha, jangan Bu mas Tony. Panggil Aisha saja ." tertawa Aisha karena dipanggil ibu oleh Tony.


"Saya panggil Nona Aisha ya," kata Tony.


"Terserahlah !"


"Ayo kita berangkat, Tony. Kerja sama dengan Bram, jika ada masalah kantor yang urgent. Dan jangan hubungi saya ." titah Richard kepada Tony.


"Baik pak ."


Richard membawa Aisha masuk kedalam ruang tunggu, dan tak lama kemudian Mereka naik kedalam pesawat . Untuk membawa mereka menuju negara Ratu Elizabeth, Lima bulan yang lalu sempat dikunjungi oleh Aisha dan Alana. Karena mereka mengikuti pentas budaya yang dikirim oleh universitas tempat mereka menuntut ilmu.


"Mas say, Aish dan Alana pernah berjanji ingin ke Inggris lagi. Tapi sekarang Alana tidak ikut, Alana pasti marah," ucap Aisha dengan perasaan yang sedih.


"Sekarang kita pergi berdua saja, nanti ada masanya kita pergi bersama dengan keluarga besar. Mungkin juga dengan anak-anak kita ." bisik Richard ketelinga Aisha, membuat Aisha malu dan merundukkan wajahnya ke lengan Richard.


Richard senang, melihat Aisha sudah tidak segan lagi memeluknya.


Akhirnya pesawat lepas landas meninggalkan Bandara internasional Soekarno-Hatta, menuju kenegaraan Ratu Elizabeth.


Hampir menempuh waktu lebih kurang dari 20 jam, akhirnya mereka tiba di Bandara Heathrow airport. Salah satu bandara terbesar di London.


Aisha yang dalam perjalanan hanya tidur saja, begitu tiba di London. Efek tidurnya masih terasa, sehingga berjalan dengan ogah-ogahan.


"Asay, ayo semangat. Apa mas say gendong saja ," ujar Richard.


"Tidak !" mata Aisha langsung terbuka lebar, begitu mendengar Richard ingin menggendongnya.


"Nah gitu, ayo kita ke hotel." Richard mengandeng Aisha dan menuju mobil yang sudah dipesan oleh Tony untuk mengantarkan mereka selama berada di London.


Lima belas menit dalam perjalanan, mobil membawa mereka ke hotel yang terletak ditepi sungai Thames.


Begitu tiba di hotel, Aisha langsung menuju balkon. Dan dari balkon kamar, terlihat pemandangan yang sangat indah. Yaitu Big Ben dan istana Westminster.


"Mas say, lihat !" Aisha menunjuk Big Ben.


"Waktu kesini dengan Alana, kami tidak sempat foto di sana ." terdengar dari suara Aisha, yang sedih. Mengingat Alana tidak bersama dengan dirinya.


Richard menghampiri Aisha, dan memeluknya. Richard melekatkan dagunya kepucuk kepala Aisha.


"Ini Honeymoon kita, mas say hanya ingin kita berdua saja. Hanya ada Aisha dan Richard di London." Richard menyibakkan rambut Aisha, dan memberikan kecupan dileher Aisha yang jenjang.


"Mas say !" Aisha merasa geli, karena bibir Richard berlama-lama dilehernya.


"Hemhh..!" Richard masih asik dengan kegiatan barunya, yaitu memberikan kecupan dileher dan pipi Aisha.


"Mas...!"......... **Bersambung dulu ya guys 🤭😀🤭✌️

__ADS_1


Bersambung**...


__ADS_2