
Jaga kesehatan keluarga kita, dan tetap semangat selalu.
Happy reading guys ❤️
***
Begitu tiba didepan rumah, pintu pagar langsung terbuka lebar. Rodrick memasukkan kendaraannya kedalam pekarangan rumah.
Belum begitu sempurna mobil terparkir, seperti biasa. Vely langsung loncat turun, dan berteriak memanggil mommynya. Aisha.
"Mommy.. mommy..!" teriak Vely, seraya berlari kehalaman belakang. Dimana, mommynya selalu berada bersama dengan Alana.
Tetapi hari ini, Aisha hanya sendiri. Karena Alana sudah beberapa hari selalu malas keluar dari dalam rumah.
"Mommy !" Vely memeluk Aisha dari belakang dan meletakkan dagunya dibahu mommynya.
"Anak gadis itu, harus kalem Vely. Tahu Daddy, anak gadisnya teriak-teriak begini. Daddy akan marah nanti ," kata Aisha.
"Daddy tidak ada, kalau Daddy ada. Vely akan lembut dan lemah gemulai !" seru Vely.
"Mana kakak-kakak ?" tanya Aisha, yang mengetahui bahwa hari ini Kenway akan balik.
"Tuh.." Vely ngerucutkan bibirnya menunjuk kearah belakang, dan terlihat wajah Kenway.
"Mommy !" Kenway setengah berlari memeluk mommynya.
Aisha balas memeluk Kenway yang sangat jarang ditemuinya, karena lebih sering berada diluar negeri.
"Lepas kak, sekarang. Mana pesanan yang yang Vely pesan ?" tangan Vely terulur kedepan Kenway.
"Ini anak, nodong kakak saja ," kata Aisha kepada putrinya.
"Sabar, ada didalam koper. Kakak ingin mandi dan istirahat dulu ." Kenway beranjak menuju kedalam kamarnya.
****
Selesai masak Alana, merebahkan tubuhnya. Sudah beberapa hari ini, Alana merasa badannya kurang sehat.
Tok..tok..
Pintu terbuka, dengan kemunculan seorang remaja yang memakai baju putih abu-abu. Seperti Vely, remaja tersebut ada Ivander. Putra kedua Alana, sedangkan Aldo sudah memasuki university.
"Mama !" panggil Ivan, melihat Alana terbaring di ranjang.
"Hemhh.." jawab Alana .
"Mama sakit ?" tanya Ivan.
"Tidak! mungkin karena perubahan cuaca, dan Mama kena flu ," jawab Alana.
"Cepat ganti baju, biar makan. Mama baru selesai masak ," kata Alana .
"Mama masak lagi ? kenapa tidak nyuruh Bi Tuti saja Maa," kata Ivan, yang merasa sengsara jika Alana menunjukkan kebolehannya dalam memasak.
__ADS_1
"Mama ada resep baru, dan Mama ingin mencobanya," kata Alana.
"Ah..jadi kelinci percobaan lagi." batin Ivan.
"Ayo ." Alana bangkit dari ranjang dan beranjak keluar dari dalam kamar, diikuti oleh Ivan.
"Maa, boleh hari ini Ivan makan ketempat Oma? Om Kway, hari ini balik," Ivan berusaha untuk mengelak menjadi penguji masakan Mama nya.
"Oh ya! Kway balik ya? makan dulu masakan Mama ya, baru kita kesebelah ," kata Alana.
"Ya !" Ivan masuk kedalam kamar, untuk mengganti baju sekolahnya dengan baju rumah.
"Ah.. kenapa harus aku yang menjadi kelinci percobaan masakkan mama, senang jadi kak Aldo dan Papa. Mereka terhindar dari bencana ini, Mama juga. Sudah tahu, bahwa dirinya tidak bersahabat dengan bumbu dapur. Masih juga mau belajar masak." Ivan ngomel sambil berganti baju.
****
Dua pria keluar dari satu restoran, setelah menjamu klien yang baru saja menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan Richard.
"Pak Richard sungguh beruntung, mempunyai putra yang bisa diandalkan. Sedangkan saya hanya memiliki seorang putri, hemhh.. mungkin kita bisa menjalin persaudaraan dengan saling mendekatkan kedua putra dan putri kita Pak Richard ," kata Pak Abdi, klien baru Richard.
Richard tertawa mendengar usulan dari kliennya tersebut, sedangkan Keane hanya menunjukkan wajah tanpa ekspresi.
"Itu semua tergantung anaknya Pak, jika anaknya berkenan. Kenapa tidak, saya hanya mendukung dari belakang saja ," jawab Richard.
"Berapa usia putra Pak Richard ?" tanya Pak Abdi .
"Masih muda Pak, baru mau memasuki 20 tahun. Soal pernikahan, saya kira masih jauh ," ucap Richard dan menepuk pundak Keane yang diam.
"Anak gadis saya sudah 25 tahun, tapi usia tidak apa-apa jauh. Yang ada cinta dan kecocokan, betulkan anak muda ?" tanya Pak Abdi kepada Keane.
"Kenapa anak nakal itu berkeliaran disini, bukannya hari ini Mada ada les ?" batin Keane.
"Daddy, Keane duluan ya. Ada yang mau Keane urus sebentar ." bisik Keane kepada Richard.
"Ok " sahut Richard.
"Permisi Pak ." pamit Keane kepada Pak Abdi.
"Iya anak muda, kapan-kapan kita bisa saling bertemu dan saya akan membawa putri saya," kata Pak Abdi.
Keane setengah berlari, menyusul kearah Mada dan teman-temannya tadi pergi.
"Mana dia, pasti bolos les," ujar Keane yang celingukan mencari orang yang dilihatnya tadi.
Sedangkan orang yang dicarinya, sudah berlari keluar dari dalam restoran. Setelah tanpa sengaja, dirinya melihat Keane dan Om Richard didalam restoran.
"Mada, kenapa kita seperti pencuri begini. Bersembunyi ?" tanya Alia, temannya yang mentraktir makan. Karena berulang tahun hari ini.
"Hus.. jangan berisik, nanti kita ketahuan. Ada kak Keane itu, aku nggak mau nanti diceramahinya tujuh hari tujuh malam." bisik Mada yang bersembunyi dibalik mobil yang terparkir.
"Tetangga mu, cowok ganteng tapi angker. Seperti yang kau katakan ." kata Maureen.
"Ih.. lengkap sekali kau sebutkan, kalau soal cowok kau ingat ya ," ujar Mada yang masih bersembunyi, dan jongkok dibalik mobil.
__ADS_1
"Hemhh..!" suara deheman terdengar dari belakang mereka bertiga.
"Mada, sepertinya. Pemilik mobil tempat kita bersembunyi ingin masuk kedalam mobilnya." kata Maureen.
"Maaf Om, kami numpang sembunyi ," kata Mada seraya melihat kearah orang yang ada dibelakangnya.
Betapa kagetnya Mada, begitu melihat orang yang ada dibelakangnya.
"Kak Keane !" mulut Mada menganga, begitu juga dengan matanya bulat sempurna.
Kedua temannya juga kaget, dan langsung kabur. Meninggalkan Mada menghadapi Keane yang berdiri dihadapannya, dan kedua tangannya bersedekap didadanya.
"Alia, Maureen !" panggil Mada, tetapi sepertinya. Kedua temannya sudah menyelamatkan diri sendiri, tanpa memperdulikan Mada yang terciduk.
"Sial ! punya teman tidak sepenanggungan, mau menyelamatkan diri sendiri. Mereka juga yang mengajak bolos les, mereka yang kabur duluan ." ngedumel batin Mada .
Keane terus melotot melihat Mada, sedangkan Mada tidak berani menatap Keane. Mada menunjukkan wajahnya.
"Apa yang menarik dibawah ?" Keane membuka suaranya.
"Ya! apa kak ?" Mada kurang mendengar apa yang dikatakan Keane.
"Apa yang menarik dibawah itu, sehingga mata terus kebawah ?" ulang Keane pertanyaannya.
"Hehehe..! mungkin ada uang dibawah kak ," ujar Mada dan menunjukkan barisan gigi putihnya.
"Kenapa berada disini ? bukannya, jam segini berada ditempat les. Apa mungkin tempat les sudah pindah kesini ?" tanya Keane.
"Kak Keane, teman Mada ulang tahun. Jadi tadi Mada ditraktir makan disini ," kata Mada.
"Teman yang kabur tadi ?" tanya Keane.
Mada menganggukkan kepalanya.
"Kalau begini kelakuan, selalu bolos les. Pasti Mada tidak akan lulus nanti," kata Keane sambil membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam.
Mada masih berdiri diluar, dengan termenung.
"Kenapa tidak masuk, apa mau jadi patung di parkiran ini !" seru Keane.
Mada langsung berlari menuju pintu penumpang, membukanya dan masuk kedalam mobil.
"Kak, jangan laporkan kepada Mama dan Papa ya ." bujuk Mada.
"Mau ngajak kakak buat dosa ?" tanya Keane .
Mada menggelengkan kepalanya, kedua tangannya saling bertautan diatas pahanya.
*
*
*
__ADS_1
🌟 Bersambung🌟