Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 53 Rombongan dadakan


__ADS_3

Jumpa lagi dengan author receh, happy reading guys.


***


Hari ini Alana dan Mayang akan kembali, sedangkan Aisha belum bisa memutuskan apa yang harus dipilihnya.


Keputusan nenek sudah bulat, tidak bisa diganggu-gugat. Nenek seperti hakim yang tidak bisa mengganti keputusannya.


Wisnu dan ibu Aisha sudah berusaha untuk mengubah keputusan nenek, tetapi nenek tetap kekeuh dengan keputusan yang keluar dari mulutnya.


Sedangkan Alana dan Mayang terus berusaha membujuk Aisha, agar mau menuruti keinginan nenek. Tetapi dengan misi tersendiri, Alana dengan membujuk agar Aisha memilih Om Richard nya. Sedangkan Mayang dengan membujuk Aisha dengan David, biar adil kata Mayang. Makanya dia mendukung David, walaupun dia lebih sreg dengan Richard yang lebih dewasa.


"Aku rasanya tidak ingin pulang, aku suka disini. Mirip suasana kampung ku," ucap Mayang.


"Sudah, tidak usah pulang. Tinggal disini saja ," kata Aisha.


"Kerja ku Neng, aku butuh dana untuk beli rumput," kata Mayang.


"Untuk apa rumput?" tanya Alana.


"Iya heran, untuk apa kau beli rumput ?" tanya Aisha.


"Ngisi lambung tunggangan ku," jawab Mayang.


"Tunggangan ?" heran Alana.


"Motor ku ," perjelas Mayang.


"Bilang motor..! tunggangan, bukannya motormu minum bensin?" tanya Aisha.


"Ini beda." ngekeh Mayang.


***


Janah berlari menuju ketempat nenek berada yaitu pematang sawah, karena hari ini. Sawah nenek kembali mulai nanam padi.


"Nek...nek...!" panggil Janah dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat bercucuran di dahinya.


"Ada apa, apa mantan suamimu datang lagi ?" tanya yang kelihatan cemas karena mantan suami Janah beberapa hari ini sering datang menganggu Janah dengan meminta uang.


"Tidak nek, ini lebih parah dari mantan Janah nek," kata Janah sambil memegang dadanya.


"Bicaranya yang jelas, nenek nggak ngerti apa yang kau katakan," kata nenek.


"Banyak mobil nek, banyak mobil..!" ujar Janah.


"Banyak mobillah, kita tidak tinggal dihutan," ujar nenek.


"Mobilnya dirumah nek!" seru Janah.


"Siapa yang beli mobil, apa Wisnu ?" tanya nenek.


"Bukan beli mobil nek, itu.. itu.. temannya Aisha datang dengan membawa banyak orang dan tiga mobil ," ujar Janah.


"Ah..kamu, buat nenek jantungan saja ." nenek kembali kerumahnya, diikuti Janah dari belakang.


"Siapa yang ada dirumah ?" tanya nenek.


"Tidak ada siapapun juga nek, mbak Laras pergi bersama dengan teman-teman Aisha," kata Janah.


"Kalau ada mbak Larasati, Janah tidak takut nek," kata Janah.

__ADS_1


"Apa yang kau takutkan, apa mereka mau menculikmu?"


"Mobilnya gede-gede nek, mirip mobil yang ada di film-film ada penjahatnya," kata Janah dengan membayangkan mobil yang ada dalam film yang suka dilihatnya dalam televisi.


"Kamu ngaco saja ."


Nenek tiba di rumahnya, dan dilihatnya Richard dan keluarga sedang duduk diteras rumahnya ditemani oleh Wisnu.


"Ada Wisnu, kenapa tadi kau bilang tidak ada orang Janah ," kata nenek.


"Aku baru saja sampai nek ," kata Wisnu.


"Nek, ini keluarga saya ," kata Richard dengan mengenalkan kedua orangtuanya dan kakaknya yaitu orang tua Alana.


"Ayo kita masuk, kenapa duduk diluar. Wisnu, kenapa tamunya tidak dipersilahkan masuk ," kata nenek kepada Wisnu.


"Kami suka disini nek, duduk sambil Mandang sawah. Segar rasanya mata ini ," kata papanya Richard.


"Jadinya kita disini saja, tidak usah duduk didalam ?" tanya nenek kepada para tamunya.


"Sini saja nek," kata mamanya Alana.


"Kemana Alana nek ?" tanya Richard.


"Iya nek, kemana itu anak. Mama dan papanya datang tidak ada ?" tanya mamanya.


"Hari ini ada pasaran didekat balai desa, Laras tadi kesana. Anak-anak minta ikut ," kata nenek.


"Apa Alana tidak merepotkan disini nek ?" tanya papa Alana.


"Nggak, sudah besar. kenapa merepotkan," ujar nenek.


"Dia sangat pemilih soal makanan," kata mama Alana.


"Begini nek, saya membawa keluarga saya. Untuk melamar Aisha secara resmi," kata Richard.


"Tapi Aisha belum memberikan pendapatnya," kata Wisnu.


"Aisha ingin kembali melanjutkan kuliahnya yang tinggal sedikit lagi, tapi saya tidak mengizinkannya. Saya mengatakan jika dia ingin kuliah, dia harus menikah. Karena saya tidak akan mengizinkan jika dia tidak ada yang mengawasinya, saya takut kejadian itu terulang kembali," kata nenek.


"Apa pendapat Aisha nek?" tanya mama Richard.


"Dia belum menerimanya," kata nenek.


"Nak Richard, apa kau serius dengan keinginan mu untuk menikah dengan Aisha?" tanya nenek lagi, dia ingin mendengar perkataan Richard didepan keluarganya.


"Saya serius nek, nenek dan Wisnu jangan ragu. Niat saya untuk memperistri Aisha tidak main-main ," kata Richard dengan tegas.


"Ini baru my boy ," kata papanya.


"Anak saya ini, anak yang baik nek. Dia tidak akan mempermainkan cucu nenek Aisha, cuma dia sudah tua sedikit," ujar papanya, membuat orang yang berada disitu tertawa. Dan Richard hanya mesem akibat ledekan papanya.


"Nggak apa-apa tua, yang pasti masih kuatkan. Karena saya ingin cepat-cepat punya cicit ," Ucapan nenek membuat wajah Richard makin memerah seperti anak perawan didepan calon mertua.


"Jangan diragukan lagi putra saya ini ," ucap papa Richard dan menepuk-nepuk pundak Richard.


Richard hanya bisa mesem dan tersenyum kaku, karena godaan nenek dan papanya.


" Boss Richard hanya bisa diam, kalau orang lain tadi pasti sudah ditelannya hidup-hidup yang meledeknya." monolog dalam benaknya Tony, yang melihat Richard mati kutu didepan papanya dan nenek.


"Nah..itu mereka sudah pulang," kata nenek, melihat mobil yang membawa Larasati dan Aisha tiba dirumah.

__ADS_1


Larasati yang turun duluan, heran melihat rumahnya banyak tamu.


"Ada tamu ?" tanya Larasati.


"Ini keluarga Richard ," jawab nenek.


"Mama !" seru Alana dan menghampiri mamanya.


"Betah disini ?" tanya mamanya.


"Betah maa, tenang disini. Udaranya masih fresh ," kata Alana.


Mayang dan Aisha yang berada dibelakangnya saling sikut dan berbisik.


"Ais, sepertinya. kau hari ini akan menikah," gurau Mayang.


"Hus..." cubitan mendarat keperut Mayang dilakukan Aisha,


"Aisha, kenalkan ini semua keluarga Richard," kata nenek .


"Nek, kami sudah kenal dekat dengan Aisha ," kata mama Richard.


"Oh ya." nenek heran.


"Bu, Aisha itu sudah berteman dengan Alana sejak SMA sampai sekarang ," kata Laras.


"Oooo...." ucap nenek.


"Bagus gitu ." sambung nenek .


"Sini Ais." Larasati memanggil Aisha agar duduk didekatnya.


Dengan ragu-ragu Aisha berjalan mendekati ibunya.


"Cepat Sono," kata Mayang dengan setengah mendorong Aisha.


"Hih...sabar ," balas Aisha.


Richard sedikit tersenyum, melihat Aisha yang malu-malu.


"Yeahh..si boss, natap calon istri seperti mau memakannya saja." dalam benaknya Tony menertawakan Richard.


Setelah Aisha duduk, nenek bertanya kepada cucunya tersebut.


"Ais, apa keputusan mu ?" tanya nenek kepada Aisha.


"Keputusan yang mana nek?" tanya Aisha yang lupa.


"Kalau kau ingin kuliah, kamu harus apa..?" tanya nenek.


"Nikah ," jawab Aisha dengan hampir berbisik saking lembutnya suaranya.


"Terus..! apa keputusannya?" tanya nenek.


"Mau nek, Aisha mau menikah dengan Om Richard!" seru Alana tiba-tiba.


"Al, emang Aisha itu kamu?" tanya Mayang.


"Aku asistennya," jawab Alana sambil tertawa.


Apa yang akan dijawab Aisha??

__ADS_1


**Bersambung..


Bantu like ya guys**..


__ADS_2