
Tetap semangat guys, selalu jaga kesehatan. Semoga kita semua tetap dalam keadaan sehat.
Happy reading ❤️
❤️❤️❤️❤️
Setelah menjemput ketiga jagoannya, Aisha membawa ketiganya untuk mengunjungi Richard.
Ketiganya sangat senang, saat mengetahui bahwa mereka akan mengunjungi kantor Daddy-nya.
Dalam perjalanan didalam mobil, ketiga bernyanyi lagu yang diajarkan disekolah.
Setelah bersekolah, Keane dan Kenway semakin actif. Dan tidak pendiam lagi, sedangkan Rodrick masih seperti semula. Masih suka kabur bermain keluar pagar.
Begitu tiba dikantor Richard, ketiganya langsung berlari menuju lift. Untuk naik lantai atas, di mana ruangan kerja Richard berada.
Karena sudah sering kekantor Daddy-nya, banyak yang menyapa mereka. Dan Rodrick yang paling semangat membalas sapaan para karyawan yang mengenali ketiga jagoannya boss mereka.
Sedangkan Aisha masih berada dibelakang mereka, karena membalas sapaan karyawan yang mengenali dirinya sebagai istri Richard.
"Om !" teriak ketiga, begitu melihat Tony keluar dari dalam lift.
"Wah..jagoan ! mau ketemu Daddy ya ?" tanya Tony .
Ketiganya menganggukkan kepalanya.
"Boleh ?" tanya Rodrick.
"Tentu saja boleh ," jawab Tony.
"Ayo Om antarkan ," sambung Tony lagi.
"Tidak usah Pak Tony, lakukan saja pekerjaan yang ingin Pak Tony lakukan ," kata Aisha kepada Tony.
"Tidak ada kerjaan Bu , saya diperintahkan boss untuk menjemput ketiga jagoannya kebawah ," kata Tony.
"Mas say tahu kami datang ?" padahal Aisha ingin memberikan kejutan.
"Bu, disini ada cctv. Kedatangan ibu terpantau langsung ke ruangan boss." beritahu Tony.
"Oh..!" Aisha melihat, ada beberapa cctv di lobby.
Tony mengantarkan Aisha dan ketiga putranya menuju ruang kerja Richard.
Ketiganya langsung berlari menuju ruang kerja Richard.
"Daddy..!" begitu pintu terbuka, ketiga menyerbu masuk dan langsung memeluk Richard. Seperti sudah lama tidak bertemu.
"Aduh..! Daddy pingsan ini ." Richard pura-pura pingsan dan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi kerjanya.
"Hei..apa yang kalian lakukan pada Daddy ?" tanya Aisha yang baru tiba, karena Aisha memberikan dulu rantang makan siang untuk Tony.
"Daddy pingsan mom ," jawab Kenway.
"Kenapa Daddy pingsan ?" tanya Aisha.
"Kami memeluk Daddy " Keane yang menjawab.
"Sudah, jangan sedih. Kita cari Daddy baru ," kata Aisha.
"Apa! mommy jahat ya, mau mencarikan Daddy baru untuk kalian ." Richard membuka matanya, mendengar Aisha ingin mencari Daddy baru.
"Sini makan, cukup dramanya ." Aisha membuka makan yang dibawanya.
"Heit.. jangan makan dulu ! cuci tangan ." titah Aisha, saat keempat pria dalam hatinya. Langsung duduk.
__ADS_1
"Mommy cerewet ya ," ucap Richard kepada ketiga putranya.
"Mommy dengar ya, awas Daddy !" Aisha mendengar ucapan Richard dan memberikan ancaman kepada Richard.
"Mommy baik ya ?" Richard dan putranya tertawa didalam toilet saat mencuci tangan.
Selama makan, ketika jagoan Richard makan dengan tertib dan tak bersuara.
Setelah makan, ketiganya tidur siang diruangan khusus yang ada didalam kantor Richard.
Selesai menidurkan ketiganya, Aisha keluar. Mendekati Richard.
Richard melirik Aisha dan kemudian menatap Aisha dengan tatapan mata yang insten.
"Ada apa Mas ?" tanya Aisha.
"Kenapa pakai dress pendek begitu ?" tanya Richard, yang baru menyadari bahwa Aisha memakai dress sedikit di atas lutut.
"Kenapa ? ini nggak pendek Mas, lagi pula Aish pakai hotpants didalam sini ?" Aisha mengangkat gaunnya dan menunjukkan hotpants yang ada dibalik gaunnya.
"Aish ! kenapa diangkat gaunnya !"
"Nggak ada siapapun juga didalam sini mas !"
"Mas ini siapa? bagaimana jika mas mau disini ?"
" Nahh...ini ! kenapa memakai lipstik merah begini ? tadi sepertinya tidak Semerah ini ?" Richard melihat bibir Aisha merah menyala.
"Mas, warna ini lagi trend ," jawab Aisha.
"Nggak boleh ikut trend-trend ," kata Richard.
"Ih.. nyebelin !" ngerucut bibir merah Aisha.
"Hapus !" titah Richard.
"Hapus..!" Richard beranjak dari kursi kerjanya.
"Nggak!" Aisha kabur masuk kedalam kamar dan langsung mengunci pintu kamar.
"Ada apa dengannya, biasanya Aisha tidak suka berpakaian dan makeup norak seperti itu ." Richard berbicara sendiri.
Dalam kamar Aisha berkaca didepan cermin, Aisha memutarkan badannya dan melihat lipstik merahnya dengan perasaan yang gembira.
Skip...
Sudah hampir seminggu Aisha suka memakai dress, dan terlihat lebih genit dan centil jika berdekatan dengan Richard.
Aisha juga merasa heran dengan perubahan dirinya, dan Aisha juga curiga.
Pagi setelah Richard keluar dari dalam kamar untuk pergi joging dengan ketiga putranya, Aisha melakukan apa yang ingin dilakukannya sejak dua hari yang lalu.
Begitu selesai melakukannya, Aisha membawa tespek keluar dari dalam kamar mandi. Dengan sedikit mengintip Aisha melihat dua garis merah.
"Awww....!" teriak Aisha dengan kencang dan langsung pingsan dalam kamar.
Richard yang baru pulang joging, mendengar teriakkan Aisha. Langsung lari menuju keatas diikuti oleh ketiga putranya.
Saking terburu-buru, Richard naik melalui tangga. Richard berlari seperti melayang di tangga.
Begitu pintu terbuka, Richard melihat Aisha pingsan didekat tempat tidur.
"Aish..!" Richard mengangkat Aisha dan membaringkan tubuhnya Ketempat tidur.
"Mommy..!" ketiganya menangis.
__ADS_1
"Mommy mati !" teriak Rodrick.
Mendengar ucapan Rodrick, Keane dan Kenway makin menangis kencang.
"Mommy nggak mati sayang." Richard menenangkan ketiganya.
"Mommy hanya pingsan, Keane pergi panggil mbak Neneng !" titah Richard kepada Keane
Keane langsung berlari dan tidak begitu lama Keane kembali dengan membawa orang yang ada didalam rumah.
Bu Yanti, Neneng dan Mamat mengikuti Keane dari belakang.
"Ada apa Den Richard, kenapa dengan Non Aisha. Kata Den Keane mati !" panik Bu Yanti, begitu juga dengan Neneng dan Mamat.
"Huss! Aisha pingsan ." beritahu Richard.
"Aish...Aish !" Richard menepuk pipi Aisha dengan lembut.
Sedangkan ketiganya masih menangis, sembari berdiri disisi tempat tidur.
Bu Yanti keluar dan kembali membawa minyak gosok.
"Ciumkan ini Den ," ujar Bu Yanti.
Neneng melihat kearah lantai dan melihat tespek, Neneng memungutnya. Dan melihatnya.
"Hamil !" gumamnya.
"Bu Yanti ." Neneng menyerahkan tespek kepada Bu Yanti.
"Non Aisha hamil !"
"Den ! ini ada di lantai !" Bu Yanti memberikan tespek temuan Neneng kepada Richard.
"Ini punya Aisha ?" tanya Richard.
"Iyalah Den, yang punya suami cuma Non Aisha dirumah ini ." jawab Bu Yanti.
"Aish hamil ? hahaha..! Aisha hamil !" Richard gembira, tidak sadar kegembiraannya membuat ketiga putranya heran.
Keane, Kenway dan Rodrick. Menatap Daddy mereka dengan bingung.
Richard menghampiri ketiga putranya yang menatap dirinya. dan membawanya kedekatnya.
"Mommy hanya pingsan, karena didalam sini ada calon adik kalian Boys ," ucap Richard.
"Adik !" bertambah heran ketiganya, Rodrick menyibakkan selimut yang menutupi tubuh mommynya dan tidak ada melihat apapun dibalik selimut.
"Nggak ada adik Daddy ," ucap Rodrick.
Mata polos ketiganya melihat ke Daddy-nya yang masih sibuk agar Aisha sadar.
"Adik bukan disini, tapi didalam perut mommy. Sekarang kita buat mommy sadar dulu ya ," kata Richard kepada putranya.
*
*
*
*
**Bersambung 😘
❤️❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar yang sopan dan membangunnya.
Dan maaf jika banyak typo, maaf otak, tangan. Dan mata author mata manusia biasa, yang tidak luput dari kesalahan**.