Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 221 Suami siaga


__ADS_3

Awal cerita membahas Aisha cs masa muda, kemudian Aisha cs saat menikah. Dan sekarang penerus Aisha cs.


Maaf jika ceritanya tidak mengandung bawang, karena bawang author tidak ada. Kebanyakan bawang bisa bau badan 😀✌️.


***


Dama dengan lincah naik keatas kamar Vely, melalui anak tangga satu demi satu.


Keane memegangi tangga, dia takut Dama terjatuh. Dan apa yang mereka lakukan ketahuan oleh Daddy.


"Kak Dama !" Vely kaget melihat Dama naik keatas tangga.


Begitu Dama tiba didekat Vely, tanpa berkata sepatah katapun juga. Dama langsung menarik tengkuk Vely, dan melekatkan bibirnya. Jika dulu Dama hanya mendaratkan sekilas bibirnya. Kali ini, Dama sedikit bermain-main dibibir gadis yang sudah sah menjadi miliknya. Walaupun belum bisa memilikinya seutuhnya.


Vely hanya kaget mendapatkan serangan bibir Dama secara mendadak.


Sedangkan Keane melihat apa yang dilakukan Dama ingin berteriak, tetapi dia takut membangunkan seluruh tetangga kiri kanan dan depan.


"Kurang ajar kau Dama, main nyosor saja. Turun!" ujar Keane.


Dama tidak mendengar suara Keane, karena Keane berkata dengan suara yang pelan.


Dama melerai tautan bibirnya, dia tersenyum melihat Vely.


Vely terlihat menggemaskan, dengan mata terbuka lebar dan mulut terbuka. Membuat Dama semakin gemas.


Dama kembali mendarat bibirnya, dia sedikit memberikan luman*tan dibibir gadis yang sudah menjadi istrinya tersebut.


Dama melerai ciumannya, tangannya mengelus pipi Vely yang masih dalam keadaan bengong.


"Gila orang ini, habis bibir adikku. Vely kenapa diam saja, gigit Vely !" seru Keane.


Keane jengkel, dan menggoyang-goyangkan tangga.


Dama melihat kearah Keane yang melotot menatanya.


"Sebentar," ucap Dama.


"Cepat, awas kau cium lagi adikku." ancam Keane.


Dama melihat wajah Vely yang masih belum sadar.


"Malam istriku." bisik Dama.


Kemudian Dama kembali turun melalui tangga kembali.


Begitu kakinya memijak tanah, Dama langsung mendapatkan pukulan dilengannya.


"Apa yang kau lakukan, kau mencium adikku?" tanya Keane seraya melotot menatap Dama.


"Aku memberikan kecupan selamat malam, tidak dosa. Kami sudah halal kakak ipar, ingat itu!" tegaskan Dama, posisinya sekarang ini. Yaitu sebagai suami dari adik Keane.

__ADS_1


"Ayo bawa tangganya, apa kau tidak ingin bertemu dengan istrimu?"


Keane mengangkat tangga, sedangkan Dama berjalan didepannya dengan santainya.


"Wow..bantuin, berat ini. Mentang-mentang sudah dapat ciuman selamat malam, lupa untuk bantuin" ucap Keane dengan suara yang pelan, takut ketahuan oleh Richard. Sebenarnya untuk ketahuan oleh si empunya rumah sangat kecil, karena kamar Richard sangat jauh dengan tempat mereka saat ini berada.


Akhirnya tangga berhasil sampai kerumah Dama, walaupun dengan tatapan heran penjaga keamanan dirumah Richard dan David.


Dama memberikan alasan, bahwa mereka membutuhkan tangga untuk memperbaiki lampu dikamarnya.


Keane dan Dama sudah berhasil membawa tangga ke jendela kamar Mada, bukan tanpa sebab. Kenapa Keane ingin bertemu dengan Mada.


Hari ini, Keane melihat Mada pergi keluar tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya.


Karena David sibuk mengunjungi Richard dan Dony, sedangkan Mayang membantu Dama untuk memantau restoran, sampai David diperbolehkan kembali untuk bekerja. Sehingga pengawasan terhadap Mada sedikit lengah.


Keane tanpa sengaja melihat Mada membawa mobilnya keluar dari dalam kompleks perumahan, tanpa didampingi sopir.


Keane mengikuti Mada, karena dikiranya Mada pergi kekampus secara diam-diam. Tetapi Mada belum diizinkan untuk pergi kekampus tanpa ada pendamping. Karena kasus yang menimpa Mada sudah tersebar didalam kampus.


Banyak mulut-mulut yang tak bertanggung jawab menyebarkan berita bohong, yang mengatakan Mada diperkosa. Dan ada juga berita Mada sebagai korban perkosaan bergilir.


Setelah hampir 15 menit, karena arus lalulintas tidak begitu macet. Mada sampai didepan rumah sakit, yang tergolong tidak besar.


"Untuk apa Mada kesini, apa ada temannya yang sakit? Leo tidak berada dirumah sakit ini," kata Keane bicara sendiri didalam mobil.


Mada turun dari mobilnya, dan langsung masuk kedalam rumah sakit. Keane mengikutinya, terlebih dahulu memakai jaket dan topi yang selalu ada didalam mobilnya.


Begitu Mada masuk, Keane mendekat. Keane membaca dokter apa yang ditemui Mada.


"Psikiater." Keane cukup kaget, mengetahui dokter apa yang ditemuinya.


"Mada pasti mengalami trauma dengan kejadian yang dialaminya."


Keane keluar dari rumah sakit, dan menemui Dama. Keane merasa tidak perlu untuk mengatakan apa yang diketahuinya mengenai kondisi Mada kepada Papa David ataupun Mama Mayang. Bisa-bisa mereka berdua bertambah khawatir.


Disinilah mereka berada, dibawah jendela Mada. Sebenarnya Dama menyuruh Keane masuk kedalam kamar Mada melalui pintu saja, tapi David sudah mewanti-wanti. Agar setelah resepsi pernikahan, baru mereka bisa bertemu. Biar makin cinta menurut David, Richard senang-senang saja apa yang menjadi keinginan David. Karena hal itu juga yang menjadi keinginannya.


"Pegang, awas kau buat aku jatuh." ancam Keane.


"Iya ." sahut Dama dengan suara yang keras.


"Diam! apa kau ingin kita ketangkap Papa!" seru Keane kepada Dama.


"Tenang saja, kita tidak akan ketahuan. Papa tidak ada dirumah" ucap Dama .


"Apa? Papa David tidak ada dirumah? Papa David kemana?" tanya Keane yang sudah berada di anak tangga ke tiga.


"Papa dan Mama pergi kerumah Oma, Opa sakit. Katanya jatuh, dan terkilir kakinya. Besok baru pulang." beritahu Dama.


"Kalau Papa dan Mama tidak ada dirumah, kenapa aku naik dari tangga untuk bertemu dengan Mada?" tanya Keane seraya turun dari atas tangga.

__ADS_1


"Tadi sudah aku suruh masuk dari pintu, kau sendiri yang tidak mau adik ipar," kata Dama.


"Adik ipar? kenapa tadi kau panggil aku kakak ipar? kenapa sekarang jadi adik ipar?" protes Keane .


"Ini rumah ku, kau suami dari adikku. Kau menjadi adik iparku ," ujar Dama.


"Ah.. pusing kakak ipar, adik ipar. Panggil seperti biasa saja" ujar Keane.


"Bagaimana ini, tidak jadi melalui tangga?" tanya Dama.


"Untuk apa naik tangga." Keane beranjak meninggalkan Dama.


Dama dan Keane masuk kedalam rumah, begitu tiba di depan kamar tidur Mada. Keane mengetuk pintunya, tetapi tidak terdengar suara.


"Sudah tidur, buka saja. Pintu Mada tidak pernah terkunci" kata Dama.


Cklek..


Seperti yang dikatakan Dama, pintu kamar Mada tidak terkunci.


Dama dan Keane mengintai sedikit dari pintu yang terbuka sedikit, terlihat si empunya kamar sudah dalam keadaan tidur.


Keane ingin masuk kedalam, tetapi Dama menarik lengannya.


"Ada apa?" Keane menoleh kearah Dama.


"Jangan macam-macam dengan adikku." ingatkan Dama.


"Hei..! yang didalam itu istri sah ku, aku halal ingin melakukan apapun juga" kata Keane.


"Kau melarang ku, tadi Vely saja kau nyosor saja." Keane masuk kedalam kamar Mada, dan menutup pintu dan menguncinya.


"Hih..kau masuk kedalam, aku hanya dari jendela." gerutu Dama.


Kita temui Vely, sebelum kita melihat apa yang dilakukan oleh Keane didalam kamar Mada .


Setelah Dama turun, Vely masih terpaku didepan jendela kamarnya. Dia tersadar, ketika ada binatang malam terbang melintas dihadapannya.


"Kak Dama !" Vely mundur dari depan jendela, tangannya mengelus bibirnya yang telah menjadi korban bibir Dama.


*


*


*


*


**Bersambung 😘


Jangan lupa like ya kakak-kakak, terima kasih**..

__ADS_1


__ADS_2