
Tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan keluarga kita.
Happy reading guys ❤️
**
Mobil yang dikendarai Richard berhenti didepan rumah yang sederhana, tidak besar dan juga tidak kecil. Halaman rumah itu cukup luas, ditumbuhi dengan pohon buah-buahan beberapa batang.
Marco dan kedua orangtuanya sudah menunggu kedatangan Richard dan keluarga, karena Kenway sempat menghubungi Marco. Dan menceritakan apa yang dialaminya.
Pintu belakang mobil terbuka, Richard pertama turun. Dan disusul oleh Aisha.
Melihat Richard yang turun, Papa Vania kaget. Dan langsung beranjak mendekati Richard dan menyapanya.
"Pak Richard ." sapa Papa Vania dengan menundukkan kepalanya sedikit, tanda hormat kepada Richard.
"Pak Widji!" Richard juga kaget, melihat keberadaan Pak Widji.
"Mas kenal ?" tanya Aisha.
"Iya " jawab singkat Richard.
Papa Vania mengulurkan tangannya, sesaat dia ragu. Karena tidak menyangka orang yang datang ingin bertemu dengannya, adalah boss besar ditempatnya bekerja.
"Ayo masuk Pak, Bu ." Mama Vania, Renita mempersilahkan tamunya masuk kedalam rumah.
"Koq aku nggak sadar, Nak Kenway anak Pak Richard." dalam benaknya Pak Widji.
Sedangkan istrinya, Renita. Merasa malu. Karena Boss tempat suaminya bekerja mengetahui keluarganya yang bermasalah, disebabkan Corrie punya anak tidak ada suami.
Kenway dan Vania turun dari mobil Kenway, yang dikemudikan sendiri oleh Kenway.
David dan Dony satu mobil, Rodrick dan Keane bersama dengan Mada dan Vely. Sedangkan Dama tidak ikut , karena ada panggilan darurat dari restorannya.
Papa Vania, Pak Widji membuka suaranya.
"Maaf Pak, ada apa ya ?" tanya Papa Vania, sebenarnya. Dia sedikit, sudah diberitahu oleh Marco, putranya. Apa yang terjadi. Tetapi dia belum tahu jelas.
Richard menceritakan semua apa yang terjadi, mengenai pengakuan Kenway tentang baby Julio.
"Maafkan anak saya Pak Richard, itu bayi bukan anak putri saya Vania. Tetapi anak putri saya yang telah membuat aib keluarga kami ," ucap Pak Widji dengan suara yang pelan dan kepala menunduk menatap lantai.
"Iya Pak, bayi ini bukan anak putra bapak. Ini hanyalah salah paham." timpal istri Pak Widji, Renita.
"Walaupun kami tahu bukan anak Kenway, tapi mereka sudah membuat saya pingsan Pak. Dan untuk itu, saya ingin mereka menikah." tegaskan Aisha tanpa ragu-ragu.
"Menikah?" kaget Pak Widji, begitu juga dengan istrinya Renita.
"Kenapa sampai menikah Pak, itu hanyalah salah paham," kata Mama Vania.
"Hukuman untuk mereka, karena telah mempermainkan istri saya ," kata Richard.
Vania duduk dengan lemas, dia tidak menyangka. Niatnya keluar untuk membeli susu untuk baby Julio, dan tiba-tiba dibawa Kenway kerumahnya. Menyebabkan dia mengalami ini semua.
Sedangkan Kenway, santai saja. Dia gembira, secara tidak langsung. Prank yang ingin dilakukannya telah menguntungkannya, karena berulang kali menyatakan perasaannya. Tetapi selalu digantung oleh Vania.
Keane yang duduk dekat dengan Mada, menyikut lengan Mada yang serius mengikuti percakapan antara tua mereka mereka.
"Mada ," panggil Keane sembari menyikut lengan Mada.
__ADS_1
"Ya kak." Mada menoleh kearah Keane.
"Kenway dan Vely menikah, aku yang lebih tua tidak menikah. Ayo, kita menikah juga ." ucap Keane dengan berbisik kepada Mada.
"Apa !?" sontak kaget Mada, ketika diajak menikah oleh Keane.
"Kak Keane, aku tidak menikah." Rodrick yang mendengar apa yang dikatakan oleh Keane ikut nimbrung.
"Kau cari pasangan, kita menikah bersamaan. Kita lahir bersama, menikah harus bersama juga ," ujar Keane.
"Aku belum ada pasangan," kata Rodrick.
"Diluar banyak gadis, kau ajak saja pasti mau ," kata Keane asal.
"Kakak berdua sudah hilang akal !" Mada kemudian beranjak duduk didekat Vania, dan mengambil baby Julio yang tidur dalam pangkuan Vania.
"Mada ." panggil Keane, Mada tidak menggubris panggilan tersebut.
"Lihatlah kak, Mada saja telah menolakmu. Bagaimana kau bisa menikah ." ledek Rodrick.
Keane memberikan tatapan mata tajam memandang Rodrick, membuat Rodrick sedikit menjauh dari tempatnya duduk.
"Pak Richard, maafkan putri saya ," kata Pak Widji.
"Kita tidak perlu menikahkan mereka Pak Richard, ini hanyalah kesalahan pahaman saja ." sambung Papa Vania.
"Mereka harus menikah Pak, bagaimana tanggapan orang diluar saja. Saat mendengar Kenway sudah punya anak tanpa menikah ." keukeh Aisha, agar Kenway dan Vania menikah.
Kenway tiba-tiba berdiri dan mengeluarkan pendapatnya dengan suara yang keras dan lantang, membuat orang yang berada didalam ruangan menjadi kaget dan spontan tertawa.
"Om, Tante. Izinkan saya menikah dengan Vania, saya tidak akan menyia-nyiakan Vania. Dan saya akan menyayangi baby Julio, seperti saya menyayangi anak kandung saya sendiri !" ucap Kenway dengan berdiri tegak dan berkata dengan lantang.
"Kenway !" senyum Richard melihat Kenway.
"Bagus Kenway ." puji Dony.
Kenway yang dipuji, merasa malu. Senyum kecil dibibirnya, Kenway kembali duduk.
Vania hanya diam dan menundukkan kepalanya, sebenarnya. Bukan ini yang diharapkannya, walaupun dia suka dengan Kenway. Tetapi pernikahan dadakan, tidak diinginkannya.
Kenway melirik Vania, dia tahu. Bahwa Vania belum bisa menerima dirinya. Tapi dengan seiringnya waktu, sedikit demi sedikit Vania pasti akan memberikan hatinya untuknya. Kenway tidak tahu, bahwa hati Vania sudah terbuka untuk Kenway.
"Selamat Bro !" tepukan dipundaknya diberikan oleh Marco, sahabatnya masa sekolah penerbangan sampai sekarang ini.
Akhirnya diambil kesepakatan, Kenway dan Vania menikah bersamaan dengan Dama dan Vely.
***
Dua pasang calon pengantin datang ke butiq pengantin yang sangat terkenal.
"Selamat datang!" sapa pemilik butiq pengantin, Tante Sudung/ Sri Fitriani.(terima kasih kk Mak Sudung, atas hadiahnya 😘)
"Mommy sudah menghubungi Tante, ini semua hasil kreasi gaun pengantin. Kalian pilih saja, tapi jika kalian punya pemikiran sendiri mengenai gaun pengantin. Beritahu saja, Tante akan buatkan untuk kalian ," kata Tante Sudung/Sri Fitriani.
"Kami lihat ini saja dulu Tante, ini juga terlihat sangat ," kata Vely seraya berjalan melihat-lihat gaun pengantin yang bergantung rapi.
Dama mengikuti Vely melihat-lihat gaun pengantin, Kenway bersama dengan Vania.
Vely bingung melihat gaun pengantin.
__ADS_1
"Bagaimana, apa ada yang suka ?" tanya Dama.
"Bingung," sahut Vely.
"Kak Vania, sudah ada yang minat ?" Vely mendekati Vania.
Vania menarik satu kebaya putih yang sederhana, tetapi elegan.
"Apakah ini bagus ?" tanya Vania kepada Vely.
"Bagus kak ," jawab Vely.
"Tante, Vania ambil yang ini," kata Vania kepada Tante Sudung/ Sri Fitriani.
"Selera yang bagus, ini sangat sesuai untuk akad. Untuk resepsi mau yang mana?" tanya Tante Sudung.
"Apakah, harus dua baju ?" tanya Vania.
"Iya, biasanya. Akad dan resepsi berbeda ," jawab Tante Sudung.
Vania bingung untuk mencari baju untuk resepsi.
"Anak muda, calon istri bingung. Bantu untuk mencari baju untuk resepsi." titah Tante Sudung kepada Kenway.
Kenway beranjak mendekati Vania, dan melihat kearah gaun pengantin. Tangan Kenway mengambil gaun pengantin yang simpel, memberikannya kepada Vania.
"Coba." titah Kenway.
Tante Sudung memerintahkan anak buahnya untuk membantu Vania mencoba baju pilihan Kenway.
Vely masih belum berhasil memilih, dia masih bingung.
"Bagaimana kalau ini ." Dama memberikan baju pengantin yang kekurangan bahan kepada Vely.
Vely mendelikkan matanya menatap Dama .
"Ok, Vely pakai yang kak Dama pilih. Jangan marah jika orang-orang melotot menatap punggung dan paha Vely ya ," ujar Vely.
"Tidak boleh!" Dama meletakkan baju yang dipegangnya.
"Takut! Vely mau saja ."
Tante Sudung/ Sri Fitriani menghampiri Sama dan Vely.
"Bagaimana? apa belum ada yang cocok dihati ?" tanya Tante Sudung.
"Masih bingung Tante ," sahut Vely.
"Cari pelan-pelan, Tante mau lihat Vania dulu ya," ujar Tante Sudung kepada Vely.
***
Pasangan pengantin sibuk dengan urusan baju, orang tua sibuk membahas undangan dan tempat. Karena pengantinnya bertambah, tempat acara juga berubah.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung 😘..
Sudah mendekati ending, jangan sampai punya anak ya.😂😂