
**Baru kali ini buat cerita sampai ratus, bagaimana juga akan kita tamatkan. Sebenarnya masih bisa buat panjang dengan konflik yang tidak berat, tapi nanti takut boring😀.
Happy reading guys ❤️**
***
Livi menggerutu keluar dari dalam ruang kerja Richard, Tony mengikutinya dari samping. Dan meminta maaf atas nama Putri Boss nya.
"Maafkan Nona Vely, anak itu masih kecil ," kata Tony kepada Livi .
"Masih kecil ? menikah saja, anak itu sudah bisa melahirkan anak !" ketus Livi .
"Pak Tony, kita jadwal ulang pertemuan ini. Dan saya ingin, pertemuan ini di adakan di hotel. Jangan di kantor ." kemudian Livi masuk kedalam lift, dan Tony berdiri didepan lift. Membawa Livi turun kelantai bawah.
"Kau juga cari masalah Nona, kenapa main nyosor saja. Nggak lihat-lihat ada centeng didalam ruang kerja Boss Richard." gumam Tony dan masuk kedalam ruang kerjanya.
Dalam ruangan Richard, Vely pura-pura cuek. Sedangkan Richard duduk diseberang sofa, dimana Vely duduk dengan gaya cueknya.
"Hemhh..!" Richard dehem, untuk menarik perhatian Vely.
"Daddy kenapa? sakit tenggorokan?" tanya Vely.
"Apa perlu Vely belikan permen pelega tenggorokan ?" tanya Vely seraya mendekati tempat duduk Daddy-nya.
"Apa yang Vely lakukan tadi?" tanya Richard.
"Lakukan apa ?" Vely pura-pura bingung.
"Lendir apa itu tadi ?" tanya Richard.
"Hahaha..! Tante itu sedikit..!" Vely mengerakkan jemari tangannya dikepalanya, mengatakan bahwa Livi tidak waras.
"Vely !"
"Itu bukan lendir ingus Daddy, Tante itu tidak bisa membedakan ingus dengan lem," kata Vely.
"Lem ?" tanya Richard.
"Iya! nih lem !" Vely mengambil lem yang ada didekat maket, dan menunjukkan kepada Richard.
"Nakal !" gemas Richard melihat kenakalan Vely.
"Siapa suruh Tante itu nyosor, cipika-cipiki. Daddy juga mau saja, awas ya. Vely buat laporan nanti pada Asay !" seru Vely dan berdiri sembari bersedekap dihadapan Richard.
"Anak Daddy, jangan beritahu mommy ya ," kata Richard, merayu anak gadisnya.
"Vely tidak akan beritahu mommy, Daddy jangan khawatir. Vely hanya beritahu pada Asay saja ," ujar Vely dan menampilkan senyum tipis dibibirnya.
"Ha...! Mommy dan Asay sama saja !" seru Richard kepada Vely yang nyengir.
"Beda Daddy, Mommy. Huruf awalnya M, sedangkan Asay. Huruf awalnya A, bedakan ?" perkataan Vely membuat Richard menjadi gemas.
Richard menarik badan Vely dan memeluknya dengan erat.
"Aw.. Daddy ingin membunuh Vely ya? biar tidak ada saksi mata, bahwa Daddy genit-genit dengan Tante-tante itu !" seru Vely.
"Hei..! mana mungkin Daddy bunuh anak !" Richard melerai pelukannya.
__ADS_1
Richard kembali ke tempat duduk, dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Dirinya yakin, bahwa Vely tidak akan mengatakan hal yang tidak-tidak kepada Aisha.
***
Dirumah, Aisha sedang berkumpul dengan kedua sahabatnya. Setelah selesai mengurus kebun bunganya.
"Mada, mau kuliah dimana May?" tanya Alana .
"Belum tahu ," sahut Mayang.
"Mau kuliah jurusan apa ?" tanya Aisha.
"Dulu, cita-citanya mau jadi chef," kata Mayang.
"Terlalu sering ikut David ketempat kerjanya, karena itu Mada mau jadi chef " kata Aisha.
"Aldo sudah betah bekerja?" tanya Aisha.
"Betah tidak betah, harus dibetahkan. Dia anak tertua, sedangkan Ivan masih sekolah ," kata Alana.
"Apa kuliahnya tidak terganggu ?" tanya Mayang.
"Keane dan Dama, dulu juga kerja sambil kuliah. Mereka bisa cepat menyelesaikan kuliahnya," kata Alana.
"Betul juga ya ," sahut Aisha.
"Lagi pula, kerja dikantor Papanya. Tidak berat," kata Alana.
Cerita para Mama berakhir, ketika waktu menunjukkan pukul 12 siang. Aisha akan mengantarkan makan siang untuk Richard seperti biasanya. Sejak Richard memasuki usia lima puluh tahun, Aisha menjaga pola makan Richard. Alasan Aisha, karena dirinya tidak ingin cepat mendapatkan gelar janda.
Aisha masuk kedalam gedung perusahaan, orang yang mengenalnya. Menganggukkan kepalanya, dan memberikan senyuman kepada istri Boss nya itu.
Aisha langsung masuk kedalam ruangan Keane, dan melihat Keane baru saja masuk kedalam ruangannya.
"Keane " panggil Aisha.
"Mommy ." Keane menghampiri mommynya dan mengambil kotak makanan yang diserahkan mommynya kepadanya.
"Dari mana ?" tanya Aisha.
"Dari luar mom, kenapa Keane dapat jatah makan siang mommy ?" tanya Keane.
"Mulai sekarang, mommy akan antarkan makan siang untuk Keane, Rodrick dan Daddy ," kata Aisha.
"Keane bisa makan di cafetaria kantor mom."
"Tidak boleh, masakan luaran itu banyak memakai micin ," kata Aisha.
"Mommy keruangan Daddy ya, Vely masih berada disini ?" tanya Aisha.
"Keane tidak tahu, sejak pagi. Keane berada diluar, ketemu klien ," jawab Keane.
"Mommy kesana dulu, makan ya." kemudian Aisha keluar dari dalam ruangan Keane.
Aisha tiba diruangan Richard dan melihat, Vely sedang asik berbaring di sofa dan tangannya sibuk memainkan game yang ada didalam ponselnya.
Keduanya melihat kearah pintu yang terbuka, begitu melihat Aisha. Richard langsung bangkit dari duduknya dan beranjak mendekati Aisha.
__ADS_1
"Mommy !" Vely juga bangkit dari sofa, dan mendekati mommynya.
"Masih betah disini ?" tanya Aisha kepada Vely.
"Betah mom! Vely sekarang menjadi bodyguard Daddy ." celetuk Vely.
"Mom ! tadi..!" belum selesai Vely berbicara, Richard memotong pembicaraan Vely.
"Asay, bawa makanan apa ?" mas sudah lapar ," kata Richard.
Vely tahu, Daddy-nya takut dirinya ngadu kepada Aisha mengenai Livi.
"Ayo makan ," ujar Aisha dan membuka kotak makanan yang dibawanya keatas meja.
Vely duduk didekat mommynya dan melirik Richard, dengan menunjukkan wajah yang jahil.
"Mommy, Daddy tadi nakal !" cetus spontan Vely.
Aisha melirik Richard dan kemudian ke wajah Vely.
"Hemhh..! ada yang mau disampaikan kepada mommy Vely ?" tanya Aisha menatap curiga kearah Richard dan Vely.
"Tidak ada Asay, Mas lapar. Mari kita makan !" Richard mengambil piring berisi nasi, yang diberikan oleh Aisha tadi .
Aisha berdiri didepan Richard dan Vely, kedua bola matanya mengawasi Richard dan Vely dengan insten.
"Beritahu mommy Vely, apa yang kalian sembunyi dari mommy. Daddy! nanti malam tidur diluar, sampai kalian beritahu kepada mommy. Rahasia apa yang kalian sembunyikan ? Vely mommy tidak akan mau membantu pekerjaan rumah dari sekolah ." ancam Aisha.
"Mommy !" bibir Vely ngerucut.
"Daddy !" Aisha memicingkan matanya.
"Pipi Daddy di cium Tante genit mommy !" beritahu Vely.
"Habislah sudah ." batin Richard.
Sontak Aisha mendelikkan matanya menatap Richard.
"Sayang ! orang itu main nyosor saja, mas tidak sempat menolak ." jelaskan Richard dan menghentikan makannya.
" Siapa ?" tanya Aisha.
"Klien, baru mau kerja sama " kata Richard.
"Cuci wajah Mas say, kalau tidak dicuci. Aish tidak mau dekat-dekat ." ancam Aisha.
"Baik-baik !" Richard langsung berlari menuju kamar mandi yang ada didalam ruangan kerjanya.
Vely tertawa, melihat Daddy-nya secepatnya masuk kedalam kamar mandi. Untuk mencuci wajahnya.
*
*
*
Bersambung guys ❤️
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mau membaca dan menekan like.