
Mari kita berhalu lagi, biar hari cepat berlalu. Dan virus hilang dari sekitar kita.
Happy reading guys โค๏ธ.
***
Mereka terkejut, mendengar Aisha pulang kampung.
"Kapan mommy pulang kampung Dad ?" tanya Keane.
"Semalam, pergi dengan Oma" kata Richard.
"Kenapa mommy pergi mendadak?" tanya Rodrick.
"Bukan mendadak, sudah direncanakan. Mommy kesana bersama dengan Oma Laras" Richard tidak mengatakan Aisha baru saja berangkat kekampung.
"Daddy semalam kemana?" tanya Dama.
"Oh.. Daddy ada urusan dengan Dony, kenapa?" tanya Richard.
Keempat pemuda mengelilingi Richard, didalam benak masing-masing penuh dengan pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada Richard.
"Apa mereka ikut mommy?" curiga Rodrick dengan kepergian mommynya.
"Siapa?" pura-pura tidak mengerti Richard dengan pertanyaan Rodrick.
"Istri kami Daddy?" kecurigaan Kenway pada Daddy-nya semakin besar .
"Sebelum Daddy menjawab pertanyaan kalian, bagaimana perasaan kalian?" tanya Richard.
"Perasaan apa?" tanya Keane tidak mengerti dengan arah pertanyaan Richard.
"Bagaimana perasaan kalian, saat tidak menemukan istri yang baru kalian nikahin?" tanya Richard seraya berjalan menuju sofa, dan meletakkan bokongnya.
Keempatnya juga ikut duduk.
"Panik! kami sudah keliling, pagi ini kami berencana melaporkan orang hilang" kata Rodrick.
"Kenapa kalian panik?" tanya Richard.
"Daddy, bagaimana jika mommy tiba-tiba tidak ada dirumah? telepon tidak aktif, mau ditanya juga tidak tahu pada siapa? apa Daddy tidak panik ?" tanya Keane.
"Jelas panik, pasti Daddy tidak akan bisa tidur. Daddy akan terus di jalanan untuk mencari keberadaan istri Daddy" kata Richard.
Deg..
Keempatnya terasa tersindir, karena tadi malam mereka bisa tidur. Walaupun tidur dalam posisi tidak nyaman.
"Maaf Dad " ujar Rodrick.
"For what?" tanya Richard.
"Karena kami sempat-sempatnya tidur" sahut Dama.
"Daddy tidak marah, jika kalian tidur. Karena kita butuh stamina dan pikiran yang fresh untuk mencari"
"Kalian merasa kehilangan kan?" tanya Dony.
"Sangat" sahut keempatnya secara bersamaan.
"Daddy harapkan, kalian bisa menghargai orang yang berada disisi kalian masing-masing" kata Richard.
"Daddy tahu, kalian masih muda. Kalian belum pernah jatuh cinta dengan wanita lain, kalian hanya mengenal wanita yang sekarang menjadi istri kalian. Daddy harap jangan ada perpisahan, ingat. Baru sebentar saja kalian sudah merasa kehilangan, bagaimana jika kehilangan kalian bukan hanya sebentar. Tapi selamanya?"
"Jaga hati dan perasaan pasangan kalian" ucap Dony.
Bukan tanpa sebab, apa yang dilakukan Richard ini. Semua ini juga terjadi atas ide David, yang tiba-tiba mendapatkan ide.
๐ Flashback๐
Saat berada di villa, David dan Richard melihat pasangan suami istri sedang ribut di pantai.
__ADS_1
Apa yang dilihatnya menjadi pikiran David.
Setelah menjauh dari pasangan yang sedang ribut tersebut, David mengajak untuk Richard beristirahat.
"Mas besan, aku kepikiran dengan apa yang terjadi dengan pasangan tadi," kata David.
"Kenapa? mereka tidak ada hubungannya dengan kita," kata Richard.
"Tidak ada hubungan, tetapi kisah mereka mirip dengan anak-anak kita mas besan. Mereka kenal sejak kecil, orang tua mereka saling bersahabat. Lingkungan mereka itu-itu saja, apa mas besan tidak merasa. Kalau cerita mereka mirip dengan kisah anak-anak kita" kata David sembari bertopang dagu, memikirkan pasangan yang sedang cekcok yang mereka temui tadi.
"Apa kau menyesal sekarang?" tanya Richard.
"Menyesal apa?" tanya balik David.
"Dengan pernikahan anak-anak kita" tidak Richard.
"Jelas tidak mas besan, aku tidak pernah menyesal" kata David.
"Terus apa yang kau takutkan?" tanya Richard.
"Bagaimana jika mereka nanti bertemu dengan orang lain dan jatuh cinta, mereka berpisah. Kita yang bersahabat pasti saling tidak enak untuk bertemu" kata David.
"Pikiran mu ngelantur, mereka tidak akan berbuat begitu" kata Richard.
"Aku takut mas besan, Dama dan Keane kita jodohkan. Kalau Rodrick dan Kenway, itu pilihan mereka sendiri" kata David.
"Kalau takut, apa yang ingin kau lakukan? apa ingin memisahkan mereka sekarang juga, sebelum mereka mempunyai anak" kata Richard.
"Tidak mas besan, aku tidak mau mereka berpisah ." tegaskan David.
"Kalau begitu apa yang ingin kau lakukan?" tanya Richard.
David menceritakan idenya kepada Richard.
"Tidak! aku tidak mau melakukannya!" Richard menolak ide David.
"Ayolah mas besan, satu hari saja. Bagaimana reaksi mereka saat istri mereka hilang" ujar David.
๐ Flash back end๐
Selesai bercerita, Richard memberikan pesan kepada keempatnya.
"Apa yang Daddy lakukan ini, sebagai pembelajaran kepada kalian. Jaga apa yang sudah menjadi tanggung jawab kalian, jangan sakiti hatinya. Jangan main tangan dan mulut" kata Richard.
"Main mulut? maksudnya Dad?" tanya Kenway, yang tidak mengerti main mulut.
"Main mulut ? maksud Daddy ciuman ya ?" tanya Rodrick.
"Kau ini!" Keane menyikut lengan Rodrick.
Dony tersenyum melihat keempatnya.
"Mengeluarkan perkataan yang menyinggung hati perasaan pasangan kita," ucap Richard.
"Oh.." ucap Rodrick.
"Daddy, kami tidak akan melakukan apa yang ditakutkan oleh Papa David. Percayalah, kami ini sedari kecil dikelilingi oleh orang-orang yang saling menyayangi. Contoh dari orang tua yang saling setia itu yang akan kami ikuti" kata Keane.
"Aku juga Dad, seumur hidupku. Hanya Lovely Hutama yang akan menjadi istri dan ibu dari anak-anakku" kata Dama dengan suara yang tegas.
"Kalian berdua, ingat. Istri kalian itu hasil pilihan kalian, Daddy tidak ingin ada perpisahan!" tekankan Richard kepada Kenway dan Rodrick.
"Jangan sia-siakan yang sudah ada" sambung Richard lagi.
"Siap Dad!" jawab Rodrick dan Kenway tegas.
"Daddy, kemana istri kami Daddy simpan?" tanya Rodrick.
"Mereka ikut mommy kekampung, nenek menyuruh kalian datang" kata Richard.
Mendengar perkataan Richard, Rodrick langsung bangkit. Bergegas keluar.
__ADS_1
Begitu juga dengan Keane, Kenway dan Dama.
"Hei..! mau kemana kalian?" tanya Richard kepada keempatnya.
"Menjemput istri ! Drick mau bawa Jessie honeymoon," kata Rodrick.
"Kita pergi bersama, sekarang kalian mandi." titah Richard.
Richard bangkit dari duduknya.
"Sepuluh menit lagi, kita ketemu di lobby" selesai berkata Richard keluar dari dalam kamar, di ikuti oleh Dony.
"Cepat;" titah Keane.
Keane masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Kenway. Rodrick dan Dama kembali kekamar masing-masing.
**
Sang suami masih berada dalam perjalanan, sedangkan sang istri sudah memasuki area kampung.
Suasana sejuk dan segar sudah terasa, sepanjang perjalanan. Sudah terlihat petak persawahan yang menguning.
"Akhirnya! kita sampai!" Vely membuka kaca mobil, udara pedesaan menerpa wajahnya.
"Kakak ipar, apa kakak pernah mengunjungi kampung seperti ini?" tanya Vely dengan memandang Vania yang duduk disisinya.
"Tidak pernah, kakak tidak punya kampung " jawab Vania.
"Sangat disayangkan, tapi sekarang kakak sudah punya kampung" kata Vely.
Vely melihat ke jok belakang, dia melihat Mada dan Jessie dalam keadaan tidur.
"Lihatlah, mereka tidur. Rugi, mereka tidak melihat pemandangan" kata Vely.
"Pak, kenapa lama jalannya. Lihatlah, mobil mommy sudah hilang dari pandangan mata" kata Vely kepada sopir yang mengemudikan mobil yang membawa mereka kekampung.
"Mobil Nyonya, mobil kecil Non. cepat jalannya, mobil ini model SUV" alasan sopir.
"Ah...bapak alasan" ujar Vely.
"Baiklah Non, kita ngebut"
Akhirnya mobil melaju sedikit kencang.
Sehingga, Mada dan Jessie terguncang. Keduanya bangun.
"Aduh..! bokongku sakit " ujar Mada.
"Dah bangun, lihat pemandangan. Jangan tidur terus " ujar Vely.
"Ngantuk, tadi malam tidak bisa tidur" sahut Mada.
"Kenapa? kangen dengan kak Keane ya?" goda Vely.
"Huh..! aku tidur di sofa, dua kali aku jatuh kelantai" kata Mada.
Dua jam dalam perjalanan, akhirnya mereka tiba.
Vely membuka pintu mobil, dan langsung turun dan berlari memeluk neneknya yang menunggu kedatangan mereka dengan duduk didepan rumah.
*
*
*
Bersambung ๐
Jangan lupa untuk selalu menekan tombol like ya kakak-kakak.
Terima kasih..
__ADS_1