
Happy reading guys ❤️
❤️❤️❤️
Melihat Dama tidur, Vely keluar dari dalam kamar. Karena Vely merasa tenggorokannya terasa kering, dan perutnya terasa kosong. Karena dari kampus, Vely belum mengisi perut sama sekali. Hanya sepotong roti dikantin tadi Vely mengisi perut, saat menunggu dosen datang.
"Kak Dama bawa anak orang tapi tidak dikasih makan " gerutu Vely.
Kakinya melangkah menuju kearah suara orang sedang berbicara.
"Itu pasti dapur" ujar Vely, setelah mencium aroma bau masakan dari arah orang yang sedang berbicara.
"Permisi," ucap Vely dari depan pintu menuju dapur.
"Ya Nona" sahut perempuan yang sedang memasak .
"Bolehkah saya minta air putih Bu ?" tanya Vely dengan sopan.
"Bisa Non, maaf ya. Dapur masih berantakan" kata wanita yang beranjak menuju lemari pendingin, dan memberikan botol air minum mineral, dan gelas.
Vely duduk dan menuangkan air tersebut kedalam gelas, kemudian meneguknya sampai habis.
"Ini Non, ada cemilan. Pisang goreng masih hangat" ibu yang sedang menggoreng memberikan sepiring pisang goreng yang baru diangkat dari penggorengan.
Vely mencomot pisang goreng dari atas piring, dan melahapnya.
"Enak Bu " ujarnya, dan mengambilnya sepotong lagi.
"Non ini istri Nak Dama ?" tanya ibu yang menggoreng pisang .
"Ibu tahu Kak Dama sudah menikah?" tanya Vely.
"Tahulah Non, Nak Dama nelpon. Katanya mau datang bersama istri" beritahu ibu tersebut.
"Oo.." sahut Vely.
"Bu, tempat ini punya siapa?" tanya Vely sembari bangkit dari duduknya, dan berjalan kearah pintu samping.
Vely melihat kearah samping tempat dia berdiri menatap kedepan.
"Ini rumah suami Non lah, sedikit kesana ada restoran terapung milik Nak Dama. Suami ibu, Pak Yusuf yang menjaga disini" kata ibu tersebut.
"Kak Dama ada restoran juga disini?" tanya Vely.
"Ada Non, baru setengah tahun. Itu restoran terapung begitu, berdiri diatas atas air"
"Goyang-goyang ?" heran Vely.
"Nggak Non, namanya saja terapung. Tapi itu tertanam" terangkan istri Pak Yusuf.
Tiba-tiba pandangan Vely terfokus kepada seorang gadis yang tinggal disebelah villa tempatnya saat ini.
"Bu itu ?" Vely menatap istri Pak Yusuf.
"Siapa Non?"
Vely menunjuk kearah gadis yang berjalan masuk kedalam rumah dengan memakai alat bantu tongkat, gadis tersebut berjalan tanpa hambatan. seolah-olah pandangan matanya terang, tidak gelap.
"Itu Non Laura, sudah hampir 5 lima bulan disini. Kasihan Non, Non Laura buta. Tapi dia tidak pernah sedih, dia Nerima apa yang terjadi padanya" cerita istri pak Yusuf.
__ADS_1
"Buta dari kecil Bu ?" penasaran Vely.
"Nggak Non, kecelakaan. Patah hati, itu ibu dengar dari Non Laura sendiri yang cerita"
"Pacarnya selingkuh?" tanya Vely.
"Nggak ada selingkuh, tunangannya kecelakaan. Nuduh Non Laura bawa sial"
"Tunangan? mereka sudah tunangan?" tanya Vely.
"Iya"
"Kurang ajar itu cowok." geram Vely.
"Nggak tahu itu pemikiran tunangannya begitu, mungkin saat kecelakaan. Otak tunangannya bergeser ." kata istri Pak Yusuf.
(Tetangga Vely Laura, ingatkan cerita Laura dan Gerry. IS this love)
Sampai hilang dari pandangan matanya, baru Vely masuk kedalam rumah.
"Semoga otak kak Dama tidak bergeser, seperti otak tunangan Laura" batin Vely.
***
Dikediaman Richard, suasana ramai. Karena kedatangan Daddy dan adik Aisha. Semua berkumpul, tetapi satu wajah tidak terlihat baik-baik saja.
"Mas ada apa?" tanya Aisha, saat mereka didalam kamar.
"Apa Vely tidak pulang?" tanya Richard.
"Mas, tempat yang mereka tuju sangat jauh. Dama bawa mobil sendiri, apa tidak letih. Baru sampai sudah pulang lagi," kata Aisha.
"Kenapa? apa ada yang salah? mereka sudah sah mas," kata Aisha.
"Sudah sah, tapi Vely masih muda," ujar Richard.
"Masih muda kenapa? Vely sudah mau 18 tahun. Kalau hamil juga tidak masalah, dia punya suami. Mas ini aneh-aneh saja, pakai ngelarang ini itu. Mas sendiri, apa mau dilarang kalau sudah sah?" mendelik sempurna mata Aisha saat bertanya kepada Richard.
Richard diam, tidak menjawab pertanyaan Aisha.
"Tuh.. diamkan, nggak bisa jawab!" seru Aisha.
"Mas sudah dewasa." alasan Richard
"Dama juga sudah dewasa, sudah 22 tahu" kata Aisha.
"Biarkan saja mas mereka mau ngapain juga,"
"Bagaimana jika Vely hamil, dan ada masalah dengan kandungannya?" pemikiran Richard kepada hal yang belum terjadi, dan mungkin juga tidak terjadi. Membuat Aisha sedikit jengkel.
" Mas, ini sudah jaman maju. Orang juga sudah sampai di mars, dunia medis sudah berkembang. Dikampung saja melahirkan 13 tahun saja ada" ujar Aisha seraya berjalan keluar dari dalam kamar.
Tinggal Richard dengan pemikiran kunonya, walaupun Richard lama tinggal diluar negeri. Tapi pemikirannya tetap rasa lokal.
"Anak orang biarkan saja, ini anakku. Aku yang mencetak adonannya se gram demi se gram setiap hari, Sampai lahir cantik begitu" gerutu Richard.
Richard masih ngedumel dalam hati, keluar dari dalam kamar.
Ditempat yang berbeda, Vely kembali kedalam kamar. Dan melihat kearah tempat tidur, Dama masih tidur dengan posisi sama seperti saat Vely tinggalkan.
__ADS_1
"Mau mandi, baju ganti tidak ada? kak Dama main bawa anak orang, sudah tidak dikasih makan. Ini baju ganti tidak ada ."
"Diatas sofa, dalam tas ada baju" ujar Dama.
"Kak Dama tidak tidur?" tanya Vely mendengar suara Dama.
"Sudah bangun, ada suara berisik yang ngomel terus. Membuat mata kakak terbuka" Dama bangkit dan duduk disisi ranjang.
"Lapar?" tanya Dama.
"Iya" sahut Vely.
"Siapa yang tidur terus sepanjang perjalanan, dibangunkan tidak bisa" kata Dama.
"Ngantuk kak, udaranya sejuk"
"Kita pulang kan kak?" tanya Vely.
"Nggak, sudah minta izin Daddy tadi. Daddy beri izin, pesan Daddy kita harus bawa oleh-oleh. Boneka bayi kecil yang bernyawa didalam perut putrinya" ucap Dama dengan wajah serius .
"Ih...!" Vely berlari masuk kedalam kamar mandi dengan wajah yang merona, tetapi tidak lama. Pintu kamar mandi terbuka kembali, Vely keluar kembali.
"Ada apa, apa mau kita buat bayi mungil pesanan Daddy?" ujar Dama dengan menaik-turunkan alisnya, senyum kecil dibibirnya.
"Ambil baju ," sahut Vely jutek.
Vely membuka tas, dan mencari baju dipakainya.
Wajah Vely merona merah, saat melihat isi tas. Bukan hanya baju yang ada, tetapi pakaian dalam juga ada didalam tas tersebut .
"Semoga pakaian dalamnya sesuai, kakak belum tahu ukurannya. Semua sudah dicuci, sudah bersih" kata Dama .
Setelah mengambil baju, Vely kembali kedalam kamar mandi secepatnya. Dibawah tatapan mata Dama.
"Kak Dama ini, membuat malu saja."
Vely melihat baju dress dan pakaian dalam wanita yang dibelikan oleh Dama.
Vely melihat pakaian dalam wanita yang dibelikan oleh Dama, dan melihat ukurannya 32 B.
"Kenapa kak Dama tahu ukuran pakaian dalam ku" Vely melihat kearah dadanya.
"Hih.. Kak Dama mesum, pasti dia membayangkan ukuran dadaku saat membeli pakaian dalam ini"
Vely melihat-lihat pakaian dalam putih tersebut, dan terlihat sangat nyaman dipakai.
"Pintar kak Dama beli pakaian dalam, tapi sungguh mencurigakan. Kenapa kak Dama tahu membeli pakaian dalam yang bahan yang bagus dan nyaman, jangan-jangan kak Dama sudah sering beli pakaian dalam. Sungguh mencurigakan." gumam Vely.
*
*
*
Bersambung 😘
Review lama guys..
Jangan lupa like jempolnya kakak-kakak.
__ADS_1