Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 165 ingin lagi


__ADS_3

Semoga semua dalam keadaan sehat selalu, dan jangan lupa untuk tetap menjaga jarak. Agar kita beserta keluarga dalam keadaan sehat, jangan anggap tidak ada covid. Covid itu ada dan nyata, tahun ini kita tidak saling silaturahmi. Tahun depan kita masih bisa saling bersilaturahmi.


Happy reading guys ❤️


****


Richard duduk di sofa didepan ketiga jagoannya.


"Ingat ya, jangan ada yang membuat kekacauan di sekolah lagi seperti hari ini. Kalau Daddy dan mommy dipanggil datang ke sekolah, karena prestasi kalian. Jangan karena kenakalan !" kata Richard dengan tegas kepada ketiga.


Keane, Kenway dan Rodrick menatap wajah Richard.


"Apa tidak boleh sedikit nakal Daddy?" tanya Rodrick.


"No!" Richard menggoyang kepalanya.


Rodrick memanyunkan bibirnya, ekor matanya melirik kearah samping kepada Keane dan Kenway. Yang duduk santai, karena merasa tidak akan pernah membuat kekacauan di sekolah.


"Kalian har..." ucapan Richard terhenti, dengan kedatangan Tony.


Ketika Richard ingin menceramahi ketiga putranya, ucapannya terhenti. Karena Tony datang dengan membawa makanan yang dipesannya.


"Makan !" ketiga beranjak mendekati mommynya, yang membenahi makanan yang dibeli oleh Tony.


"Mas makan ," kata Aisha kepada Richard, yang melihat kearah ketiga jagoannya yang dengan lahap makan.


"Pasti mereka tidak akan mengingat apa yang Mas katakan tadi ," kata Richard.


"Mereka masih kecil," kata Aisha.


"Dari kecil sudah kita harus arahkan, ke hal yang baik-baik saja," sahut Richard.


"Iya, selesai makan. Mas lanjutkan lagi, Aish lapar ." Aisha mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya, sebelum Vely terbangun. Dan memberikan makanan kepada putri kecilnya.


****


Sinar matahari pagi, mulai menyeruak masuk kedalam kamar melalui tirai yang tidak tertutup rapat. Dan suara Vely dengan suara ocehannya, membuat mata Aisha terbuka lebar.


Aisha duduk dan melihat, Richard masih dalam posisi tidur. Tadi malam Aisha tidur duluan, setelah Vely tertidur. Diwaktu malam, Vely sudah sangat jarang bangun malam. Sejak usianya memasuki usia dua tahun.


Aisha beringsut turun untuk mendekati box bayi tempat Vely tidur.


Vely sudah berdiri didalam box, dan sudah berusaha untuk turun dengan memanjat pagar box.


"Vely, jangan manjat-manjat. Nanti jatuh ," kata Aisha kepada putrinya.


"Tuh..," sahut Vely.


"Iya, jatuh ! sakit nanti," kata Aisha.


Begitu diturunkan dari dalam box, Vely langsung berlari cepat menuju ketempat tidur. Dengan bersusah payah, akhirnya Vely berhasil naik. Dan langsung naik ke atas perut Richard.


Aisha langsung masuk kedalam kamar mandi, untuk melakukan ritual mandi pagi. Sebelum melakukan rutinitas sehari-hari.


"Dy..Dy..!" Vely memukul-mukul dada Richard.


"Eeemm.!" Richard sedikit membuka matanya.

__ADS_1


"Siapa ini ?" tanya Richard kepada Vely.


"Ly," sahut Vely yang masih bicara sepenggal-sepenggal.


"Vely !" Richard merengkuh tubuh kecil Vely kedalam pelukannya, dan mengigit pipi Vely dengan gemas.


"Anak nakal, ganggu Daddy tidur !" seru Richard.


Vely tertawa geli, karena bibir Richard mengigit pipi gembulnya.


"Mana mommy ?" tanya Richard.


Tangan kecil Vely menunjuk kearah kamar mandi.


Richard bangkit dari ranjang dan membawa Vely menuju balkon kamar.


Richard melihat David sudah berdiri di balkon kamarnya, David seperti Richard. David mengendong Mada.


"Huuii..!" panggil David, begitu melihat Richard sedang berada di balkon kamarnya.


"Kenapa kau berteriak seperti kita berada ditengah hutan !" seru Richard dari balkon rumahnya.


"Kita berdua sedang mengendong Putri cantik kita, lihat Dony mas besan ," kata David.


Richard melihat kearah rumah Dony, dan melihat Dony sedang mengendong seekor kucing peliharaan Aldo putranya.


Richard tertawa melihat tingkah Dony.


"Dony, buat lagi baby. Biar kau bisa seperti kami !" seru David menggoda Dony.


Dony melihat kearah David dan membalas ejekan David.


"Betul ya ." balas David.


"Ayo Vely kita masuk, Om depan sudah ada rada-rada eror ," kata Richard kepada Vely, walaupun Vely belum mengerti apa yang dikatakan oleh Daddy-nya. Tapi Vely tertawa saja.


Setelah semua berangkat kesekolah, Aisha membawa Vely untuk melihat-lihat taman bunga.


"Aish..Tante !" teriak Alana.


"Sini ," jawab Aisha.


"Kenapa sepi, kemana semua orang ?" tanya Alana.


"Bu Yanti dan Neneng belanja, Mamat yang menjadi sopirnya ," jawab Aisha.


"Al, kenapa tidak menunggu Aldo ?" tanya Aisha, karena Aldo baru masuk sekolah taman kanak-kanak.


"Aldo nggak mau aku tungguin Aish, katanya sudah besar. Begini kalau hanya punya satu anak," kata Alana.


"Cetak satu lagi ," kata Aisha.


"Setiap hari di cetak, belum jadi-jadi. Nggak seperti mu, sekali di bor Om Richard. Langsung berhasil benih Om Richard ," kata Alana.


"Apa ada pengaruh dengan keguguran yang kualami dulu ?" sambung Alana.


"Kalau ada masalah dengan keguguran itu, kau tidak bisa hamil Al. Belum rezeki lagi Al, sabar saja," kata Aisha untuk menenangkan perasaan Alana.

__ADS_1


"Apa kau ingin nambah anak lagi Aish ?" tanya Alana.


"Hih.. cukup !" kata Aisha.


"Nggak apa-apa kalau punya baby lagi Aish, Om Richard mampu beri makan ," kata Alana.


"Biaya mampu, ini yang bawa drumband. Sudah letih ," sahut Aisha.


"Asik sekali kalian, sampai aku panggil-panggil nggak ada yang jawab ," kata Mayang yang datang bersama dengan Mada.


Mada langsung berlari menuju ketempat Vely bermain dengan bonekanya.


"Kenapa ngumpul disini semua ?" tanya Aisha, karena nggak biasanya Alana dan Mayang kumpul dirumahnya hari biasa. Biasanya mereka bertiga kumpul pada hari libur.


"Aku mau curhat ," kata Mayang.


"Kenapa ? apa David mendua ?" tanya Alana.


"Pertanyaan mu Al !" seru Mayang.


"Terus apa ?" penasaran Alana.


"Sepertinya, aku.." Mayang jeda ucapannya.


"Aku apa? buat penasaran saja !" kata Aisha seperti Alana yang penasaran.


"Hamil !" beritahu Alana.


Aisha dan Alana terdiam mendengar ucapan Mayang.


"Huaaa...!" Alana langsung mewek.


"Aku hamil, kenapa kau yang nangis Al ?" tanya Mayang.


"Kenapa kalian berdua suka sekali hamil ! kenapa aku tidak hamil-hamil lagi !" ucap Alana setengah berteriak, sehingga membuat Mada dan Vely yang asik bermain mengangkat wajahnya dan melihat kearah mama mereka berada.


""Al, aku bukan rencana hamil lagi. ini belum pasti saja, aku nggak mengharapkan hamil lagi. Aku makan pil kontrasepsi, kenapa bisa kebobolan ya. Apa pil kontrasepsi nya sudah kadaluwarsa ," ucap Mayang.


"Aku juga makan pil kontrasepsi, hamil Vely. Mungkin saja pil kontrasepsi sudah kadaluwarsa ," kata Aisha.


"Aku tidak makan tidak hamil-hamil, mungkin aku harus mengikuti kalian untuk mengkonsumsi pil kontrasepsi juga ." manyun bibir Alana.


"kami akan Doa kan, Al. agar kau hamil, dan kembar 10 ," kata Mayang.


"Hih . Doa mu seperti ingin membunuhku saja, kembar 10 ? sebesar apa perutku? kalau kembar empat sudah pernah ada, kembar 10 mustahil May !" ujar Alana.


"Nggak usah 10, satu saja ya Al. Minggu depan, atau bulan depan. Al pasti hamil ," kata Aisha dan mengusap perut Alana.


"Amin !" Alana mengamini ucapan Aisha.


"Amin ," sahut Mayang.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung 😘


Terima kasih guys..


__ADS_2