
Cerita ****hanyalah**** rekaan, tidak ada hubungan dengan orang atau tempat.
Happy reading guys
***
Blush....
Pipi Aisha merona merah, mendengar bisikan Richard.
"Mas say, dalam suasana tegang begini. Masih memikirkan hal mesum ." dalam benaknya Aisha.
"Mas say, kenapa bawa hair dryer. untuk apa? untuk membelow rambut maling ?" tanya Aisha yang baru sadar, Richard membawa hair dryer.
"Tidak ada apa-apa didalam kamar, apa ada senjata tajam didalam kamar ini ?" tanya Richard.
Aisha menggelengkan kepalanya.
Aisha melihat ada sisir rambut diatas nakas didekat pintu, Aisha langsung menyambarnya.
"Mas say, apa tidak kita tunggu sampai pagi saja. Baru kita keluar ." saran Aisha.
"Apa kita tunggu dia berbuat tidak senonoh kepada nenek dan ibu baru kita tangkap ," kata Richard.
"Berbuat tidak senonoh ?" bingung Aisha.
"Memperkosa nenek dan ibu " kata Richard.
"Apa.. memperkosa, ibu dan nenek sudah tua. Apa nggak rugi pemerkosa itu ." guman Aisha .
'Mas say, yang ditakutkan bukan ibu dan nenek yang diperkosa. Tapi Alana ," ujar Aisha yang teringat dengan Alana dikamar sebelah.
"Oh iya, kenapa lupa dengan bocah itu ," kata Richard.
"Cepat mas say ," ujar Aisha dan tangannya memegang sisir.
Richard dengan cepat membuka pintu, dengan terbukanya pintu. Seseorang langsung menerobos masuk. Sehingga badan Richard dan Aisha terdorong kesamping.
"Alana !" seru Aisha dan Richard secara bersamaan, saat melihat siapa yang menerobos masuk kedalam kamar.
Alana sudah naik keatas tempat tidur dan terbaring ditengah-tengah ranjang.
"Al, apa yang kau lakukan malam-malam begini ?" tanya Richard.
"Om, Al. takut tidur sendiri. Diatas kamar, di genteng terdengar suara langkah Om dan suara gesekan Om," ujar Alana.
"Al, kau sudah besar. Suara begitu saja takut ," kata Richard.
"Mau besar kecil, nggak perduli Om. Al takut tidur sendiri."
"Biar Aish temani Alana ya Om ," ucap Aisha.
"Hih..Alana, kau menganggu saja ." gerutu Richard dan mengaruk-garuk rambutnya.
"Sudahlah temanin bocah itu!" seru Richard.
"Terimakasih Om Richard sayang ." Alana berjalan mendekati Richard dan memberikan kecupan sekilas dipipinya.
"Sekali ini saja, tidak ada yang kedua ya ." ancam Richard.
"Beres Om tersayang."
Richard kembali melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
"Huh..ada istri, selalu diboking keponakan nakal itu." guman Richard .
Dikamar Alana, keduanya terbaring telentang dan mata keduanya nyalang menatap ke plafon, kemudian keduanya saling pandang.
"Aish, apa yang kau pikirkan sama dengan yang aku pikirkan ?" tanya Alana.
"Iya ," jawab Aisha.
"Lari !" seru keduanya.
Secepatnya Aisha dan Alana berlari menuju kamar Richard, karena Richard tidak mengunci kamar. Keduanya langsung masuk dan loncat naik Keatas tempat tidur, membuat Richard kaget.
"Ada apa ini !?" Richard kaget, mendapatkan serangan mendadak saat sudah mulai pulas tidurnya.
"Mas say !" Aisha menubruk Richard, begitu juga dengan Alana.
"Ada apa lagi, kenapa kalian tidak tidur ?" tanya Richard yang masih posisi setengah duduk.
"Om, kami tidak mau tidur dikamar sana ," kata Alana.
"Iya mas say, kami tidak mau tidur dikamar sana," ucap Aisha juga.
"Ada apa dikamar sana ?" tanya Richard.
"Ada ular diatas plafon mas say ," kata Aisha.
"Apa ! ular ?" Richard langsung duduk.
"Iya Om ," jawab Alana.
"Kalian melihatnya ?" tanya Richard dan sudah menurunkan kakinya untuk melihat ular dikamar Alana.
"Tidak Om, kami tidak melihatnya ," jawab Alana.
"Kami membayangkannya mas say, bagaimana jika kami tidur. Tiba-tiba jatuh ular dari atas plafon, dan memakan kami. Dan kami sudah berada didalam perut ular ," kata Aisha.
"Iya Om, Al juga membayangkan ular besar jatuh dari atas plafon. hihhi.." Alana bergidik membayangkan ular jatuh menimpanya saat tidur dan menelannya bulat-bulat.
"Oh God ." Richard memijat-mijat keningnya yang terasa pusing tiba-tiba.
"Om kenapa, pusing ?" tanya Alana.
"Mas say kenapa, sakit kepala. Aish ambilkan obat ya ?" tanya Aisha dan ingin beranjak turun dari ranjang.
"Tidak usah, obatnya. Jika kalian tenang berdua pasti akan sembuh," kata Richard.
"Kami !" tunjuk Alana dirinya dan Aisha.
"Dua kali tidur terganggu, hanya karena daya hayal kalian terlalu oke. Kepala jadi pusing ," ujar Richard dan terlihat senyum kecil menatap wajah keduanya.
Apa mau dikata, dua orang kesayangannya yang telah berani menganggu tidurnya. Richard hanya bisa mengelus dadanya.
"Sekarang bagaimana ?" tanya Richard kepada Aisha dan Alana.
"Al tidak mau kembali kekamar itu," ujar Alana.
"Asay juga tidak ," kata Aisha.
"Terus mau tidur mana ?" tanya Richard.
"Sini !" jawab Aisha dan Alana secara bersamaan.
"Apa ! sini, mana bisa. Tempat tidur ini kecil, Al tidur dibawah. Om dan Aisha tidur diatas ," kata Richard.
__ADS_1
"Tidak mau Om, Bagaimana nanti jika Al membayangkan ada ular merayap dibawah kolong ranjang," kata Alana yang menolak untuk tidur dilantai.
"Jangan dibayangkan Al, langsung tidur saja ," kata Richard.
"No, Al tidur disini." keukeh Alana ingin tidur bersama.
" Bagaimana tidurnya ?" tanya Aisha, karena tidak ada yang mau tidur dilantai.
"Biar bisa tidur diatas semua, Aish. kau tidur saja di atas Om Richard ," kata Alana.
"Alana !" tepukan diberikan Aisha kelengan Alana.
"Ide yang bagus, Al. geser dikit ," ujar Richard.
"Ayo Asay tidur disini." Richard berbaring dan menarik Aisha, sehingga separuh badannya Aisha berada diatas dada Richard.
"Mas say, mana bisa tidur begini ," ujar Aisha.
"Tidur saja Aish, nikmati saja tidur diatas badan Om Richard," ujar Alana dengan tertawa.
"Dasar kau Alana !" ujar Aisha.
"Good night ." Alana memakai selimut yang dibawanya.
"Mas say, Aish tidur dengan ibu saja ya," kata Aisha.
"Sudah malam ini, ibu dan nenek pasti sudah tidur. Jangan ganggu, cukup kalian menganggu tidur mas say saja. Tidur ."
"Mas say !"
"Sudah tidur, jangan ribut. Asay, jangan bergerak-gerak. Nanti ada yang bangun ." bisik Richard.
"Siapa ?" tanya Aisha dengan suara yang pelan, karena takut didengar Alana.
"Tongkat sakti mandraguna ." balas Richard.
"Tongkat sakti, dimana ?" lirik Aisha kewajah Richard.
"Tuh.." Richard memonyongkan bibirnya kearah bawah, dan Aisha melihat kearah bawah.
"Aaaa...!" Aisha ingin bergeser dari atas badan Richard, tetapi pelukan hangat tangan Richard memeluknya dengan erat.
"Sudah tidur, lihat. saudara kembar mu sudah tidur." Richard melirik Alana yang sudah tidur, dan terdengar suara dengkurannya.
"Huh Alana, awas kau besok ." gerutu Aisha.
***
"Ahhhh..kenapa pusing kepalaku ." Gaby terbangun dan memijat-mijat kepalanya.
"Di mana ini ?" mata Gaby melihat kesekitar kamar tempat ia tidur.
"Siapa yang membawaku kesini ?" pertanyaan terus berseliweran didalam benaknya.
Gaby ingin bangkit dari ranjang, dan Dia baru tersadar. Bahwa Dia dalam keadaan tidak berbusana, alias polos.
"Apa yang terjadi, kenapa aku tidak memakai baju." Gaby merangkak turun dari ranjang untuk mencari bajunya, dan Dia merasakan nyeri dibagian sensitifnya.
"Oh.. apakah aku.. apakah aku !" Gaby terlihat panik dan melihat kearah sprei tempat ia tidur tadi ada bercak darah yang sudah mengering.
"Mama..!" tangis Gaby menggema didalam kamar tersebut.
**Bersambung guys...
__ADS_1
Terimakasih yang sudah tekan likeš„°**