Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 104 Surprise


__ADS_3

**Happy reading guys..


***


Dokter datang memeriksa Gaby, setelah selesai. Dokter menemui papa Gaby diluar.


"Apa yang terjadi dengan putri saya Dokter ?" tanya papa Gaby.


"Apa putri anda sedang diet ketat ?" tanya dokter kepada mama dan papa Gaby.


"Diet, apa Gaby lagi diet maa ?" tanya papa pada istrinya.


"Nggak tahu paa, ya mama juga jarang ketemu. Dia berada dalam kamar terus."


"Ada apa sebenarnya Dokter ?"


"Tubuhnya kurang cairan, dan badannya Sepertinya sudah lama tidak terkena cahaya matahari "


"Sepertinya putri anda sudah lama tidak mengkonsumsi makanan, makanya saya tanya apa putri anda sedang diet ."


"Apa Gaby diet tanpa sepengetahuan kita !" ujar papa Gaby.


"Mungkin saja ," sahut mama Gaby.


"Anak gadis sering melakukan diet tanpa sepengetahuan kita sebagai orang tua, karena dia takut kita larang ." kata Dokter Zahra.


"Tidak apa-apa ?" tanya papa Gaby.


"Tidak apa-apa pak, cuma kalau putri bapak ingin melakukan diet. Harap konsultasi dengan ahli gizi, biar tahu apa yang bisa dimakan dan tidak. Biar jangan sampai kejadian seperti ini, lemas ."


Setelah diberi suntikan vitamin, kondisi Gaby. berangsur-angsur mulai stabil, walaupun kondisi fisik mulai bagus. Tetapi sepertinya mental Gaby belum pulih, dia masih seperti semula. Tidur jika ada yang bersamanya.


Saat siang Gaby masuk kedalam dunia mimpinya, sedangkan diwaktu malam saat orang sedang terlelap dalam tidur. Mata Gaby terbuka lebar merenungi segala sifat dan kelakuannya dahulu.


Seorang anak yang manja, seenaknya. Kini berubah seperti orang yang tidak punya semangat untuk hidup kembali.


***


Hari Minggu, Richard dan Aisha mudik ke kampung halaman Aisha. Untuk menjalankan misi yang berat menurut Aisha. Karena hati ibunya sudah pernah tersakiti.


"Senangnya, menghirup udara segar disini ." Aisha membuka kaca jendela mobilnya, angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya. Rambutnya berkibaran.


Aisha sibuk memegangi rambutnya, agar tidak menutupi wajahnya.


"Biar angin nakal tidak membuat report, kenapa tidak diikat saja rambutnya ," kata Richard, melihat kesibukan Aisha memegangi rambutnya.


"Benar juga ya mas say ." tangan Aisha mencari-cari jepitan rambut, setelah ketemu akhirnya angin tidak dapat menerbangkan rambutnya lagi .


"Cantik, tapi kalau ke kampus. Jangan ikat rambutnya ," ujar Richard, dengan tangan membelai pipi dan kemudian beralih ke leher jenjang Aisha.


"Mas say, lihat jalan. Walaupun jalanan ini tidak padat, tetapi sering ada hewan tiba-tiba melintas ," kata Aisha.


"Baik Nyonya ." tangan Richard menyempatkan menarik hidung bangir Aisha.


"Copot hidung Aish mas say !"

__ADS_1


"Kalau ikut Al tadi ramai kan mas, kenapa tidak bilang kita mau pulang kampung ."


"Hari ini Dony pulang kan, biarlah Dia bersama dengan Dony. Dari pada dia ikut kita, kita mau mesra-mesraan saja nggak bisa !"


"Apa nggak cukup, mesra-mesraan dirumah mas ?"


"Nggak, biar cepat jadi penerus generasi Hutama. Dan satu lagi, jangan dekat-dekat dengan David. Mas nggak mau besanan dengannya !"


"Mas say, David itu suka jahilin mas say. Karena mas say suka marah-marah jika diganggu oleh David, anak aja belum ada. Kok sudah ributin besanan ." tertawa Aisha.


"Kalau nanti sudah ada, jangan kasih anak kita dekat-dekat dengan anaknya !"


"Mas say, kalau anak kita sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan. Tidak mungkin bisa besanan ." gurau Aisha.


"Mas harap, kita nanti jenis kelaminnya sama dengan anaknya ." balas Richard dengan mimik wajah yang serius.


"Mas, kalau satu hari nanti kita besanan. nggak apa-apa, kita sudah tahu calon besan kita bagaimana. David itu pekerja keras mas, Dia itu merintis usahanya dari nol ," kata Aisha.


"Hemhh.. kenapa puji-puji orang itu ?" lirik Richard Aisha.


"Bukan muji mas, memang kenyataannya begitu ."


"Apa usahanya ?"


"Restoran mas, dulu awalnya ia buka didepan kampus. Jual baso kelapa, karena cara penyajiannya yang unik dan rasa basonya ada ciri khasnya. Laris manis basonya di kalangan mahasiswa. Sehingga sampai sekarang, baso kelapa nya sudah banyak cabang ," kata Aisha.


"Benar ? apa Dia tidak memanfaatkan posisi Tuan muda yang kaya ?" tanya Richard yang tidak percaya.


"Mas say, David bukan Tuan muda yang arogan. Sepertinya mas say yang lebih cocok jadi Tuan muda yang arogan, kemana-mana ada pak Tony yang mengikuti. Mas, apa sih kerjaan mas say ?" tanya Aisha yang tidak tahu sampai saat ini, apa yang dilakukan suaminya. Jika kekantor, pamit setiap pagi .


"Senin nanti ada kuliah ?" tanya Richard.


"Ikut mas kerja ya, biar tahu apa yang mas lakukan ," kata Richard.


"Ahh..malu, nanti ketemu dengan teman sekantor mas ," tolak Aisha.


"Untuk apa malu ."


"Betul, nggak apa-apa Aisha ikut kekantor ?"


"Betul, malah mas senang. Ada obat malas ikut menemani kerja ." goda Richard.


"Hih..genit !" Aisha mencebikkan bibirnya.


"Jangan buat bibir begitu ya, nanti mas makan ditengah jalanan persawahan ini !" Richard meraih jemari Aisha dan dibawanya ke bibirnya.


"Mas, serius bawa mobilnya ." ingatkan Aisha.


"Yas mam !"


***


Dony menjemput Alana dirumahnya


"Dony, apa sudah matang semua persiapannya ?" tanya papa Alana.

__ADS_1


"Sudah Om, Doa kan semoga sukses ya Om ," ujar Dony.


"Iya, semoga sukses dan lancar tidak ada kendala apapun juga. Kami akan menunggu kabar gembira dari kalian didarat ," ujar papa Alana.


Alana keluar dan dibelakangnya mamanya mengikutinya.


"Don, jaga Alana ya ." pesan mama Alana.


"Iya Tante ," sahut Dony.


"Maa, Al sudah gede. Seperti anak kecil saja pakai dititipin pesan dijaga ."


"Umur kamu itu sudah besar, tapi kelakuan kamu itu mirip anak kecil !"


"Ingat pesan mama, jangan jauh-jauh dari Dony. Itu laut, banyak hiu nya!" ingatkan mamanya.


"Kalau ada hiu, Al nyanyi saja. Baby shark..baby shark..!" Alana bernyanyi dengan menggoyangkan pinggulnya.


Plok...


Pukulan mendarat dipinggul Alana.


"Mama serius..!" seru mamanya.


"Sudah sana pergi, hati-hati ," ujar Papa Alana.


"Paa, apa tidak terlalu berisiko. Rencana Dony itu ?" tanya mama Alana.


"Tidak maa, ada pakar yang mendampingi mereka. Kita Doa kan saja agar lancar dan sukses ," ucap papa Alana.


***


Akhirnya tempat yang dituju Dony dan Alana sampai.


"Indahnya..!" Alana berlari menuju pasir putih, kakinya menendang-nendang pasir putih.


"Ayo Al, kita naik kapal ." panggil Dony.


"kita mau ke tengah sana ya ?" tanya Alana menunjuk kearah lautan lepas.


"Iya, kita akan diving ," kata Dony.


"Diving! betul ?" tanya Alana yang tidak percaya apa yang didengarnya.


"Iya.." sahut Dony.


"Terimakasih !" Alana langsung memeluk Dony.


"Al, sudah lama ingin diving. Tapi mama tidak izinkan, nanti Al dimakan hiu. Padahal hiu juga takut dengan Al ." tertawa lebar Alana, karena keinginannya untuk diving terpenuhi.


"Menyenangkan Alana tidak sulit, cukup penuhi keinginannya." batin Dony.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung guys ❤️


__ADS_2