Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 156 Pindah


__ADS_3

**Semoga masih ada yang mau baca ya, dan jaga selalu kesehatan.


Happy reading guys ❤️**


****


Setelah dibujuk oleh Aisha dan juga Richard, Rodrick. Akhirnya mau juga berangkat ke sekolah, tetapi dengan bibir yang panjang dan wajah yang kusut.


Bertiga berjalan menuju kesekolah, karena sekolah mereka berada didekat perumahan. Dan setiap pagi mereka bertiga berjalan kaki diantar oleh Neneng dan Mamat.


"Kak Keane, Drick nggak mau jadi adik kak Keane." protes Rodrick saat berjalan menuju sekolah.


"Kalau nggak mau jadi adik, mau jadi apa ?" tanya Keane.


Neneng dan Mamat saling bertukar pandangan, heran dengan perkataan Rodrick.


"Drick mau jadi kakak, kak Keane yang jadi adik. Biar Drick yang meriksa tas kak Keane setiap pagi ," ucap Rodrick dengan ekspresi wajah yang lucu.


"Ken tetap ya, jadi adik dan jadi kakak ," ujar Kenway.


"Bilang kepada mommy ," jawab Keane dengan sabar, menghadapi Rodrick yang suka membantah.


"Pulang sekolah Rodrick akan bilang ." Rodrick berlari meninggalkan kedua saudaranya, karena melihat teman-temannya.


"Memang dikira Rodrick bisa main siapa kakak dan siapa adik ," ucap Neneng kepada Mamat.


"Namanya anak kecil Mbak Neng ," jawab Mamat.


Setelah mengantarkan si kembar kesekolah Neneng dan Mamat, langsung menuju ketempat orang menjual bubur jagung. Karena Aisha yang ingin makan bubur jagung.


****


Richard sedang membaca surat-surat yang berada diatas mejanya, dan terdengar suara ketukan dipintu ruang kerjanya.


Pintu terbuka, dan terlihat wajah Tony, dan dibelakangnya ada Dony.


Tony mengambil surat-surat yang sudah ditandatangani oleh Richard dan kemudian keluar.


"Ada apa ?" Richard membawa Dony duduk di sofa.


Richard melihat wajah Dony, dan dilihat dari raut wajahnya. Keadaan Dony tidak baik-baik saja.


"Om pasti sudah dengar, Alana sedang tidak mau berbicara dengan Dony Om ," kata Dony .


"Iya, Om sudah dengar ." Richard mengiyakan ucapan Dony, bahwa dirinya sudah tahu. Ada masalah dalam rumah tangga keponakannya.


"Om ingin tahu, kau ingin membawa usaha mu keluar untuk apa ?" tanya Richard.


"Biar usaha Dony, semakin berkembang Om. Dan Alana hidup dengan tenang, tanpa memikirkan takut tidak ada uang ," jawab Richard.


"Usahamu maju, uang berlimpah. Hidup Alana sudah pasti tenang ?" tanya Richard kepada Dony.


Dony tidak bisa menjawab pertanyaan Richard.


"Dony, usaha Om dulu di luar sangat maju dan kemungkinan besar akan berkembang. Tapi kenapa Om kembali kesini, memindahkan usaha yang sudah dirintis di sana. Dan kembali kesini, memulai dari awal lagi ," kata Richard.


"Kenapa Om kembali ?" tanya Dony.


"Om berpikir, sudah terlalu lama jauh dari keluarga. Om tidak ingin, suatu saat mereka dipanggil. Om tidak pernah berada di sisi mereka, suatu penyesalan jika itu terjadi ," kata Richard.


"Kau itu anak satu-satunya Dony, sudah kewajibanmu untuk menjaga kedua orangtuamu ."


"Lagipula, Alana pasti tidak bisa beradaptasi di sana. Apalagi jika kau akan sering pergi juga disana ," kata Richard.

__ADS_1


Dony mendengar semua apa yang dikatakan Richard.


"Pikirkan lagi dengan matang keinginan mu itu, pikirkan baik dan buruknya."


***


Pulang dari sekolah, Rodrick langsung masuk kedalam kamar. Dan keluar dari dalam kamar sudah berganti baju dan membawa tas ransel favoritnya.


Kenway yang melihat Rodrick membawa tas ransel bertanya sambil mengikutinya. Begitu juga dengan Keane.


" Mau kemana Dek ?" tanya Kenway.


"Pindah ," jawab Rodrick.


"Pindah kamar mommy ya ?" tanya Keane.


"Nggak ," jawab Rodrick.


"Mau pisah kamar ?" tanya Kenway.


Rodrick tidak menjawab, dan terus melangkah menuju ruang keluarga. Dimana dilihatnya mommy dan Alana duduk.


Melihat kedatangan Rodrick, Alana langsung memanggilnya dan menyuruhnya duduk didekatnya.


"Apa isi tas ini ?" tanya Aisha, melihat tas ransel yang dibawanya.


"Baju " jawab Rodrick singkat.


"Baju, untuk apa Rodrick bawa baju ?" selidik Aisha.


"Rodrick mau pindah ," jawab Rodrick.


"Pindah, Drick tidak mau tidur dengan Keane dan Kenway ?" tanya Alana.


"Apa ! kenapa mau tinggal dirumah Aldo ?" tanya Aisha.


"Kenapa anak ganteng ini mau tinggal bersama Aldo ?" tanya Alana.


"Kalau tinggal bersama Aldo, tas Drick tidak pernah diperiksa. Karena Aldo adik Drick ," kata Rodrick.


"Ada apa Aish ? kenapa Rodrick ngambek ?" tanya Alana.


Aisha menceritakan tentang kejadian tadi pagi, Rodrick yang ingin membawa tikus putih dan ketahuan oleh Keane. Yang setiap pagi disuruh untuk memeriksa tas Rodrick dan Kenway saat berangkat ke sekolah .


"Sini sayang ." Aisha meraih tangan Rodrick untuk duduk didekatnya.


Aisha melihat kearah pintu, dan melihat Keane dan Kenway sedang berdiri didepan pintu.


Aisha memanggil Keduanya, agar duduk disampingnya.


"Adik kalian mau pindah ke rumah Aldo, bagaimana ?" tanya Aisha kepada keduanya.


Aisha melihat wajah Keane dan Kenway terlihat sedih, dan matanya berkaca-kaca.


Keane dan Kenway tidak menjawab pertanyaan mommynya.


"Drick, kakak sedih kalau Drick pindah kesebelah. Karena kalian bertiga itu tidak terpisahkan, apa Drick mau pisah rumah dengan Kakak Keane dan Kenway ?" tanya Aisha kepada Rodrick.


Rodrick melihat Keane dan Kenway, dan menggelengkan kepalanya.


"Kalau tidak mau pisah rumah, kenapa mau pindah ke rumah kak Alana.


"Drick, mau meriksa tas. Tas Drick terus diperiksa ," ujar Rodrick.

__ADS_1


Aisha dan Alana tersenyum, ternyata Rodrick lagi melakukan protes.


"Oh.. karena itu, begini saja ya. Mulai besok kalian bertiga saling meriksa tas. Keane periksa tas Kenway dan Rodrick, kemudian Rodrick juga meriksa tas Keane dan Kenway. Begitu juga dengan Kenway, adil kan ," kata Aisha kepada ketiga putranya.


Ketiganya mulai tersenyum, terlebih-lebih Rodrick.


"Nah.. sekarang, kembalikan bajunya kedalam lemari ." titah Aisha kepada Rodrick.


Sepeninggal ketiganya, Aisha dan Alana tertawa ngakak.


"Ah.. sungguh lucu Rodrick, kenapa tas harus diperiksa sebelum berangkat ke sekolah ?" tanya Alana.


"Kalau tidak diperiksa, bisa nanti semua binatang peliharaannya dibawanya ke sekolah ," jawab Aisha.


"Hahaha.. sungguh menggemaskan ," kata Alana.


"Al, bagaimana. Apa Dony masih ingin pindah ?"


"Aku tidak tahu, Dony belum membahasnya lagi ," jawab Alana.


"Bagaimana, jika Dony tetap ingin pindah ?"


"Aku tetap disini, biarlah dia mewujudkan keinginannya. Aku disini bersama dengan anakku, apa yang terjadi dengan pernikahan ku ini. Lihat kedepannya, semoga kami masih bisa bersama membesarkan Aldo " kata Alana.


"Sabar ya Al, mungkin saja Dony berubah pikiran ," kata Aisha.


"Cukup sedih..!" Alana mengusap matanya, yang berembun.


"Bagaimana dengan calon sepupu, jangan keluar cepat ya. Jangan ikuti jejak ketiga kakak ya, mereka bertigs ingin cepat-cepat melihat dunia ," kata Alana.


"Yang ini masih betah disini, kau tahu Al. Hamil kali ini, aku tidak ngidam apa-apa. Hanya ingin makan spaghetti bolognese saja, hampir seminggu aku hanya ingin makan itu ," kata Aisha.


"Ini betul-betul keturunan bule dari pihak grand father ," kata Alana.


Aisha terdiam mendengar Alana menyebutkan ayah biologisnya.


"Apa adikmu masih sering menghubungi mu Aish ?" tanya Alana tentang Edward.


"Masih, dan dua hari yang lalu. Edward menelpon, dan mengatakan bahwa Daddy-nya masuk kerumah sakit ," kata Aisha.


"Sakit apa ?" tanya Alana.


"Terlalu letih ," jawab Aisha.


Suara Dony memanggil Alana, membuat perbincangan mereka terhenti.


"Al !" Dony datang dan langsung memeluk Alana.


"Maafkan aku, aku memutuskan untuk tidak pergi. Aku tidak ingin kita pisah, kalian berdua adalah hartaku yang paling berharga ." Dony melerai pelukannya dan melihat wajah Alana sudah basah dengan air mata.


"Maaf aku telah membuat mu menangis !" Dony mencium mata Alana yang berurai air mata.


Aisha yang melihat adegan Dony dan Alana saling pelukan didepan matanya, menjadi ikut sedih.


"Kalian membuatku sedih ," ucap Aisha sambil menghapus setitik air mata yang keluar dari sudut bola matanya.


*


*


*


Bersambung 😘

__ADS_1


Terima kasih atas like dan komentar dan bunga💕💕


__ADS_2