Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 122 Aneh


__ADS_3

**Cerita sudah mendekati ending ya, Apa mau happy ending atau sad ending 😀.


Happy reading guys ❤️**


****


Richard berdiri dibawah tangga, menatap kearah keatas.


"Lihat apa mas say ?" Aisha keluar dari dapur, sejak kehamilannya. Aisha sangat suka berada didapur. Melihat Bu Yanti masak, satu kesukaan Aisha saat hamil.


"Mas berencana Menganti besi itu menjadi kaca yang tinggi ," kata Richard.


"Kaca ? untuk apa ?" heran Aisha dengan pemikiran Richard.


"Mas takut, nanti anak kita naik-naik ke besi itu dan jatuh kebawah ," kata Richard.


"Mas, anak kita lahirnya masih lama ," kata Aisha.


"Walaupun masih lama, hal itu harus kita pikirkan dari sekarang. Tangga ini mas ingin tutup saja, bagaimana nanti jika anak kita jatuh ," kata Richard.


"Mas ! ide mas makin aneh saja, jadi tidak kita kerumah sakit ?" tanya Aisha.


"Jadi, sudah siap ?" tanya Richard.


"Sudah ," jawab Aisha.


"Pakai baju ini ?" tanya Richard.


Richard memicingkan matanya, melihat Aisha memakai baju mini dress di atas lutut. Kaki Aisha yang jenjang terlihat.


"Ganti !" titah Richard.


"Kenapa mas, bajunya sopan," kata Aisha.


"Ayo sini ." Richard membawa Aisha untuk naik tangga dan menyuruh Aisha untuk berhenti ditangga kedua dari atas.


Richard turun kebawah dan melihat Aisha dari bawah.


"Lihat ! dari sini mas bisa melihat bokongmu !" seru Richard.


"Mas !" Aisha turun kebawah, dan mendelik menatap wajah Richard.


"Siapa yang ingin melihat bokong Aish, kita mau kerumah sakit ." sambung Aisha.


"Ganti !" titah Richard, tidak mau dibantah.


"Mas say !" rengek Aisha, karena dia tidak ingin mengganti baju yang dikenakannya.


"Asay ! kalau mas yang gantikan, kita batal ke dokter kandungan. Kita main dokter-dokteran dirumah saja, mau ? kita main suntik-suntikan ?" Richard mengerlingkan matanya.


"Mas mesum!" Aisha meninggalkan Richard, sambil ngedumel.


"Jangan ngedumel sambil jalan, nanti jatuh ." ingatkan Richard.


"Kenapa mas say makin aneh saja ," ujar Aisha sambil mengganti bajunya dengan baju dress yang panjang.


Setelah selesai, Aisha mencari Richard dan dilihatnya Richard sedang memandang kerumah tetangga depannya.


"Kemana pemuda tengil itu ? sudah tiga hari dia tidak menganggu ?" Richard berbicara sendiri.


"Ada apa mas say, kenapa serius sekali memandang kerumah depan ?" tanya Aisha.


"Kemana mereka ? kenapa sepi. Biasanya bocah tengil itu selalu menganggu dipagi hari," kata Richard.


"Kangen ya ? nggak ada yang ganggu mas say serasa ada yang hilang ya !" goda Aisha.


"Untuk apa kangen, senang saja. Tidak ada gangguan."


Richard membukakan pintu untuk Aisha masuk, dan kemudian Richard masuk kebagian pengemudi.


"Kita kerumah sakit mana mas say ?" tanya Aisha.


Richard menyebutkan nama rumah sakit yang sudah daftarkan oleh Tony tadi .

__ADS_1


"Apa dokternya wanita mas ?"


"Iya ."


"Minggu depan pesta pernikahan Alana mas, rindu Alana. Dia sudah di pingit ," kata Aisha.


"Minggu depan ya ," kata Richard.


"Iya mas ! jangan lupa, awas jangan ada tugas keluar kota. Pesta pernikahan keponakan, masa Om nya tidak datang ," kata Aisha.


"Hei.. kenapa makin pintar ini ya ? makin cerewet lagi." Richard menowel pipi Aisha.


"Mas ngatain Aish cerewet !" Aisha ngerucutkan bibirnya.


"Iya, dulu saja pendiam. Ingat siapa yang kabur, waktu Alana Vidio call ?" goda Richard.


"Hihh..Aish nggak kabur ya ! Aish waktu itu kebelet ."


"Iya..iya kebelet, sekaligus kabur ." goda Richard.


"Sudah ah mas !"


"Malu nih !"


"Nggak !"


Richard menowel-nowel pipi Aisha.


"Mas ! fokus !"


"Oke sayang !"


***


Hari ini Gaby dibawa Oma nya untuk tinggal bersama dengannya.


Sebelum berangkat Gaby menyuruh sopir papanya untuk mengantarkan kepada Alana dan Gaby.


"Ya, ada apa ?"


"Apa benar ini rumah Non Alana ?" tanya sopir Gaby.


"Iya."


"Apa saya bisa bertemu dengan Nona Alana ?"


"Maaf Pak, Nona Alana tidak bisa ditemui. Nona lagi di pingit ."


"Kalau begitu tolong bapak sampai surat ini, katakan dari temannya Nona Gaby." sopir Gaby menyerahkan surat.


"Jangan lupa ya Pak, suratnya tolong disampaikan ." kemudian sopir Gaby meninggalkan rumah kediaman keluarga Alana.


"Sari, nih ada surat untuk Non Alana. Tolong kamu berikan."


"Dari siapa ?"


"Tuhh..baca di amplopnya, ada nama pengirimnya. Kamu kan tidak buta huruf !"


"Gaby.." baca Sari sambil berjalan menuju Kekamar Alana.


Tok..tok..


"Masuk !" sahut Alana dari dalam.


"Non, ini ada surat ." Sari menyerahkan surat itu kepada Alana.


"Siapa yang ngirim surat, sudah ada ponsel. Kenapa ngirim surat ?" heran Alana.


"Tuh..di amplop ada si pengirim ," kata Sari.


"Permisi Non ," kata Sari .


"Makasih mbak Sari ," ucap Alana.

__ADS_1


Alana membaca nama pengirimnya.


"Gaby ? tumben tuh orang ngirim surat. Apa dia tidak punya ponsel? sehingga mengirim surat." gumam Alana.


Alana membuka surat yang dikirimkan oleh Gaby.


To


Aisha dan Alana.


Maaf


Aku orang yang pengecut, karena tidak berani meminta maaf secara langsung kepada kalian berdua.


Maafkan aku, yang sudah menganggu kalian berdua.


Aisha, aku sebenarnya iri dengan mu. Kau itu tidak mempunyai orang tua yang lengkap, tapi kau selalu bahagia. Tidak seperti aku yang mempunyai orang tua yang lengkap, tetapi seperti tidak punya.


Dan kau mempunyai sahabat sejati Seperti Alana.


Maafkan aku


Sekali lagi, aku mohon maafkan semua kesalahanku yang telah membuat kau dan Aisha sakit hati .


Saat surat ini tiba ditangan kalian berdua, aku sudah tidak ada di kota ini lagi. Aku tinggal bersama dengan Oma, Jangan takut. Tidak akan ada lagi Gaby yang arogan, Gaby yang selalu menganggu teman-teman di kampus.


Maaf


From


Gaby.


"Kenapa dengan orang ini, kenapa ia minta maaf ?" heran Alana membaca surat Gaby.


"Mungkin kepalanya kepentok besi, jadi sedikit eror."


Alana turun dari tempat tidurnya, dia mengambil tas selempang dan berjalan keluar dari dalam kamarnya.


"Hei..mau kemana ?" suara dari belakang, membuat Alana menoleh kearah datangnya suara.


"Mama, kenapa mama duduk disitu? buat kaget saja ?" Alana duduk disamping mamanya.


"Mama di perintah Oma untuk mengawasi mu agar tidak kabur keluar, ternyata apa yang ditakutkan Oma benar. Mau kabur kemana ?" tanya Mamanya.


"Mau ketemu Aisha," jawab Alana.


"Al lupa, Al itu lagi dipingit !"


"Aduh..maa ! untuk apa dipingit-pingit. Jaman apa ini masih pakai acara dipingit ?" manyun bibir Alana.


"Ok ! batal saja nikahnya, sudah sana keluar !" gertak mama sembari melotot menatap Alana.


"Lah.. jangan batal maa, Alana sudah ditinggal kawin teman-teman Alana !" rayu Alana, agar mamanya tidak marah.


"Kawin..kawin ! Nikah..!" seru mamanya sambil menyentil kening putrinya.


"Aduh..maa! mama ini seperti mama tiri saja " Alana mengusap sentilan jemari mamanya.


"Masuk !" mamanya kacak pinggang.


"Hih..iya..iya !" Alana kembali masuk kedalam kamar.


*


*


*


*


*


Bersambung 😘😘🥰

__ADS_1


__ADS_2