Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 270 Ngidam bumil


__ADS_3

Gara-gara NT eror, ada bab yang doubel. Seharusnya belum sampai bab 270, sudah minta dihapus bab yang doubel. Tidak ada tanggapan, ya sudahlah.. ikuti alur saja..🤣✌️🙏.


Happy reading guys.


****


Para calon Papa muda berburu apa yang di inginkan oleh calon ibu muda di dini hari, karena Dama sudah tahu hanya pasar ini yang buka dini hari. Dia membawa kakak-kakak iparnya ke pasar pagi.


Keane dan Kenway kaget, melihat para pedagang yang berjualan diwaktu orang masih tidur dengan nyenyak. Para pedagang sudah mulai berdatangan untuk menjajakan dagangannya.


Rodrick dan Dama santai saja, karena Rodrick sudah biasa ke pasar. Untuk berburu makanan untuk para hewan di kliniknya.


"Dam, apa ada disini buah-buahan yang kita inginkan?" tanya Keane seraya menatap kearah tanah yang sedikit berlumpur, karena baru selesai turun hujan.


"Ada, tapi tidak tahu juga. Apa ada yang jual sekarang apa tidak, karena belum musim." kata Dama.


"Bu, ada kedondong?" tanya Dama.


"Iyah..! terlambat Pak, baru diborong sama tukang rujak. Hari ini saya hanya bawa sedikit" kata penjual buah tersebut.


"Dimana lagi ada ya Bu ?" tanya Dama, karena biasanya sesama penjual itu tahu dia rekan-rekannya yang ada stok kedondong.


"Mau banyak Pak?" tanya ibu penjual.


"Sekilo saja Bu, dengan strawberry dan duku kalau ada juga" beritahu Dama apa yang mereka ingin beli juga.


"Tunggu disini dulu, biar saya Carikan dari tempat teman saya. Tadi dia ada, tolong jagakan dagangan saya ya Pak" ucap ibu pedagang.


"Lah..Bu, nanti jika ada yang beli bagaimana?" tanya Kenway.


"Tolong bantu jual, jika ada yang beli. Ini ada harga jual" ibu tersebut memberikan secarik kertas dan memberikannya kepada Dama, kemudian pergi meninggalkan tokonya.


Keempatnya saling pandang, bingung. Karena tidak pernah berjualan buah.


"Bagaimana?" tanya Keane.


"Ayolah" sahut Rodrick.


"Bismillah!" seru Rodrick.


"Ayo...ayo..beli semangka yang sangat manis, semanis senyum kami cowok-cowok ganteng. Ada pepaya, pisang ibu-ibu. Besar-besar pisangnya Bu !" seru Rodrick dengan mengangkat semangka yang sangat besar.


"Penjual sangat ganteng" ujar ibu-ibu yang melintas dari depan mereka.


"Iya Bu, ayo beli Bu. Jangan melintas saja Bu, makan buah Bu. Biar sehat dan awet muda " ujar Rodrick kembali.


Suara Rodrick berhasil memanggil orang untuk berhenti di depan toko buah, sehingga banyak orang berkerumun.


"Ibu yang biasanya jual buah kemana? apa kalian putra-putranya?" tanya bapak yang biasa membeli buah-buahan ditempat ibu tersebut.


"Tidak pak, ibu itu lagi pergi cari buah kedondong yang kami inginkan" jawab Dama.


"Bapak mau apa?" tanya Dama.


"Saya mau buah mangga dan bengkoang, masing-masing lima kilo" ujar bapak tersebut.


Dengan sigap Dama menimbang, buah apa yang diinginkan oleh bapak tersebut.


Sedangkan Keane dan Kenway, hanya dapat menggaruk-garuk tengkuknya. Keduanya bingung apa yang ingin dilakukan.


"Hei.. jangan diam saja, ayo bantu" ujar Dama kepada Keane dan Kenway.


"Bantu apa?" tanya Kenway dengan raut wajah bingung, begitu juga dengan Keane.


Siapa nggak bingung, lah sopir pesawat disuruh dagang buah. Keane yang kerjanya tukang bangunan, yang sehari-hari berpikir. Bagaimana agar bangunannya disukai oleh orang. Disuruh memilihkan buah yang bagus oleh para ibu -ibu.🤭😀


"Nih..kasih kepada bapak itu, masukkan ke dalam tas yang dibawa bapak itu" kata Dama kepada Keane.

__ADS_1


Rodrick yang koar-koar memanggil pembeli, Dama kebagian menimbang. Dan Keane dan Kenway bagian memberikan kepada pembeli.


Tapi lama-kelamaan, Keane dan Kenway mulai bisa mengikuti keramahtamahan Rodrick. Walaupun terkadang masih terlihat wajah tanpa senyum dibibir Keane dan Kenway.


Begitu seterusnya, sampai ibu tersebut kembali dengan membawa buah yang dimaukan oleh para calon mama muda.


"Kenapa tokoku penuh sesak begini?" tanya ibu tersebut sembari menyeruak dari balik badan orang yang menunggu buah yang dibelinya.


"Penjual di tokomu ini ganteng Bu Min, kami betah disini!" ucap seorang ibu.


"Ya Bu Min, penambah imun tubuh melihat laki-laki keren seperti mereka berempat di pagi yang dingin ini" ujar ibu yang bertubuh tambun.


"Kalian mau beli? atau hanya memandang? kalau hanya memandang, sana-sana menyingkir!" seru penjual buah yang bernama Bu Min.


"Bu Min pelit!" seru orang-orang sebelum membubarkan diri.


"Ini buah-buahan nya Pak" Bu Min menyerahkan dua kantong kresek kepada Dama.


"Terima kasih Bu " ucap Dama.


"Terima kasih dari saya juga ya Pak, sudah menjualkan dagangan buah saya" kata Bu Min.


"Ini Bu, hasil uang buah-buahan yang berhasil kami jual" Keane memberikan uang yang ada padanya.


"Terima kasih ya" sahut ibu tersebut, dan menerima uang dari Keane.


"Ini berapa Bu ?" tanya Rodrick.


"Seratus lima puluh Pak, mahal. Karena duku lagi belum musim, tidak banyak"


Kenway mengeluarkan dompetnya dan memberikan dua uang merah kepada ibu tersebut.


"Ini baliknya Pak"


"Tidak usah Bu "


"Sama-sama Bu, kami juga tertolong. Tidak perlu keliling" kata Rodrick.


Setelah keluar dari area pasar, mereka mencari tukang sate.


"Dimana ada jual sate malam begini?" mata Kenway fokus mencari tukang jual sate.


"Tanya sama Suzanna, dimana ada jual sate malam begini" kata Rodrick.


"Siapa Suzanna?" tanya Keane.


"Tuh.. film yang makan sate banyak, punggungnya bolong" kata Rodrick.


"Film sundel bolong?" tanya Kenway.


"Yes" sahut Rodrick.


"Ah...kau Rodrick, malam-malam begini cerita seram !" gerutu Dama.


Setelah lama menyusuri jalanan kota yang lengang, mereka melihat gerobak sate.


"Itu" tunjuk Kenway.


Mobil berhenti, Kenway turun. dan berjalan menuju gerobak sate.


Karena mencium bau sate, Keane. Dama dan Rodrick ikut turun, dan memesan sate untuk mereka makan ditempat.


Dirumah, Vely sudah keluar dari dalam kamar. Dia tidak bisa tidur lagi.


"Sudah jam 4, kemana mereka mencari buahnya. Apa kak Dama nanam dulu, nunggu berbuah kedondong ya ?" gerutu Vely seraya berjalan menuju dapur.


Vely termenung di dapur.

__ADS_1


"Apa yang harus kulakukan? mau tidur, mata tidak mau tidur lagi."


"Hemm! aku masak saja, nenek baru ngirim jengkol. Aku masak sarapan pagi saja" ujar Vely.


Vely berkutat sendiri didapur, belum ada yang bangun.


Hampir satu jam Vely berada didapur, tidak ada kebakaran terjadi didapur. Karena Vely sudah cukup mahir dengan peralatan dan bumbu dapur.


Setelah selesai, Vely kembali naik keatas dan masuk kedalam kamar.


Pintu kamar terbuka, dengan kedatangan Dama membawa buah yang dinginkan oleh Vely.


"Kak, lama sekali?"


"Maaf, di pasar sangat ramai" kata Dama dan menyerahkan plastik berisi kedondong.


"Ini buahnya" kata Dama.


"Sudah, letakkan saja disitu" Vely menunjuk meja kecil didekat sofa.


Vely mendekati Dama, hidungnya mengendus-endus tubuh Dama.


"Aduh..gawat" batin Dama.


"Kak Dama bau apa?" Vely menatap Dama dengan tajam.


"Tidak ada, mungkin bau pasar. Kak Dama bersihkan badan dulu ya" Dama dengan cepat masuk kedalam kamar mandi.


"Gawat! jika love mencium bau sate, bagaimana jika dia mau makan sate. Tidak mungkin aku kembali keluar untuk membeli sate" gumam Dama.


"Kak Dama sangat mencurigakan, itu tadi bukan bau pasar. Bau apa itu tadi, sepertinya aku tahu. Tapi aku lupa, bau apa itu tadi?" Vely berpikir dengan rebahan, dia melupakan kedondong yang diinginkannya tadi.


Didalam kamar Rodrick, Jessie tidur dalam keadaan pulas. Sehingga buah yang diinginkannya diletakkan Rodrick diatas nakas.


Keane juga sama dengan Rodrick, karena kelamaan menunggu strawberry yang diinginkannya. Mada tidur di sofa sembari menonton film, tapi bukan Mada yang menonton. Ini terjadi sebaliknya, televisi yang menonton Mada tidur.


"Maaf, gara-gara makan sate. Kami kelamaan pulang" gumam Keane saat mengangkat Mada ketempat tidur.


Hanya Vania yang sabar menunggu, saat Kenway sampai. Vania baru selesai memberi baby Julio susu.


"Ini satenya, maaf ya lama. Kami makan sate ditempat" kata Kenway.


"Nggak apa-apa kak, enak kak. Mau " Vania menawarkan sate yang dimakannya.


"Perut kakak tidak sanggup lagi, tadi kami makan dua piring masing-masing orang. Makanya lama" kata Kenway.


"Van, sepertinya jadwal datang bulan sudah lewat" ujar Kenway tiba-tiba.


Vania menghentikan makannya, dia menatap Kenway.


"Apa Vania hamil kak?" tanya Vania.


"Besok kita periksa ya" kata Kenway.


****


Pagi tiba, para maid kaget. Begitu masuk kedalam dapur, sudah ada masakan yang masih hangat diatas kompor.


"Siapa yang masak pagi-pagi?" tanya Neneng kepada maid yang bernama Suti.


"Nyonya Aisha mungkin mbak" jawab Suti.


"Mungkin, tapi kenapa semua jengkol. Tidak mungkin sarapan pagi makan rendang jengkol dan jengkol sambel" kata Neneng dengan wajah yang heran.


🌟🌟🌟


Bersambung dolo guys 🥰

__ADS_1


__ADS_2