
Mari kita ketawa-ketiwi lagi, hilangkan beban dihati. Dan tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan keluarga kita.
Happy reading guys ❤️
***
Pintu kamar terbuka, muncul wajah keempat pengantin baru dengan perasaan yang khawatir.
Keempatnya berdiri didepan pintu kamar masing-masing, saling pandang satu sama lain.
"Istriku tidak ada !" seru Rodrick.
"Sama" sahut Kenway.
"Istriku juga " beritahu Keane.
"Istriku juga " lemas Dama saat berkata.
"Betul? Vely juga tidak ada ?" keempat kakak Vely mendekati kamar Dama, mereka masuk kedalam kamar Dama.
"Iya, kamar tadi dalam keadaan gelap. Tidak mungkin Vely berani berada didalam kegelapan" kata Dama.
"Sudah kau cari ?" tanya Rodrick seraya mencari keluar, menuju balkon kamar.
"Sudah tidak ada" sahut Dama.
Karena tidak percaya dengan hasil pencarian Dama, ketiganya mencari keberadaan Vely dalam kamar.
"Kenapa kalian mencari ditempat yang aneh begitu? apa kalian kira Vely bisa bersembunyi dibalik lukisan didinding? Vely manusia, bukan cicak. Bisa berada dibalik foto" kata Dama, karena melihat ketiganya mencari keberadaan Vely dibalik lukisan didinding. Dan dibawah kolong ranjang, padahal kaki Vely juga tidak akan muat untuk berada dibawah kolong ranjang.
"Oh..iya, maaf. Aku panik" kata Rodrick yang menggeser lukisan didinding, untuk melihat kearah belakang lukisan.
"Kemana mereka? coba telpon" titah Keane.
Masing-masing mengeluarkan ponselnya dari saku celana, dan menekan tombol nomor istri masing-masing.
"Tidak tersambung!" seru Rodrick.
"Sama" sahut Kenway.
"Aku juga" ucap Dama.
"Coba telpon ponsel Daddy" kata Rodrick.
Rodrick menghubungi ponsel Richard, tersambung. Tapi tidak diangkat.
"Tidak diangkat, apa Daddy sudah tidur?" Rodrick melihat kearah saudara kembarnya.
"Tidak mungkin sudah tidur, baru dua menit kita tinggalkan Daddy dan Mas Dony di Cafetaria" kata Kenway.
"Apa Daddy tidak membawa ponselnya? Daddy bawa ponsel, tadi aku lihat diatas meja. Ponsel Daddy terletak" Keane bertanya sendiri dan menjawab sendiri pertanyaannya.
"Aku kita cari kekamar mommy" titah Keane.
Keane keluar dari dalam kamar Dama, diikuti oleh ketiganya.
Keempatnya berdiri didepan kamar Aisha, Keane menekan bel.
Sedetik, dua detik. Sampai tiga detik, pintu tidak juga terbuka.
__ADS_1
"Tidak ada orang, kemana mommy ? apa mommy juga hilang ?" ujar Rodrick.
"Semua yang wanita hilang? apa ada penculikan wanita?" Dama heran dan khawatir.
"Coba telpon Tante Mayang Dam." titah Kenway kepada Dama.
"Mama pulang tadi bersama Opa dan Oma, karena Opa tidak enak badan" kata Dama.
"Bagaimana ini, masa semua hilang? apa ada alien turun ke bumi menculik para wanita yang kita kenal." Kenway geram.
"Kak Alana, pasti tidak di culik. Siapa yang mau menculik kak Alana!" seru Rodrick.
"Kenapa kak Alana tidak ada yang mau menculiknya?" tanya Keane.
"Mulut kak Alana itu bawel, baru Lima belas menit kak Alana di culik. Para penculik sudah menyesal menculiknya" kata Rodrick.
"Coba hubungi Kway." titah Keane kepada Kway.
Kway menghubungi Alana, seperti yang sudah-sudah. Ponsel Alana juga tidak dapat dihubungi.
"Tidak bisa juga" kata Kway lemas.
"Kemana mereka semua? tunggu dikamar Dama, aku kebawah dulu " tanpa menunggu persetujuan ketiganya, Keane bergegas turun kebawah.
Keane bergegas menuju ke lift, untuk turun kebawah.
Rodrick, Dama dan Kenway pergi menuju kamar Dama. Menunggu kedatangan Keane.
Keane turun kembali ke cafetaria untuk menemui Daddy-nya, tiba di cafetaria. Tidak terlihat Daddy-nya dan Dony.
"Tidak ada." Keane kembali keatas.
"Tidak ada Daddy di cafetaria" kata Keane, begitu masuk kedalam kamar Dama.
"Mungkin juga, ayo kita mencari kerumah" kata Dama.
Keempatnya pulang kerumah dengan menggunakan satu mobil.
Begitu tiba didepan rumah, mobil berhenti.
Dama turun, dan berlari masuk kedalam rumahnya. Begitu juga dengan Keane dan kedua saudara kembarnya.
Hanya membutuhkan waktu semenit, Dama keluar dari dalam rumahnya. Begitu juga dengan Keane, Kenway dan Rodrick.
"Tidak ada orang di rumahku, Papa dan Mama nginap dirumah Opa." beritahu Dama.
"Dirumah juga tidak ada orang, hanya ada kang Mamat" kata Rodrick.
"Oh..iya, apa tadi mobil tadi ada diparkir hotel ?" tanya Kenway.
"Aku tidak lihat, karena panik. Aku tidak melihat kesekitar parkiran" kata Kenway yang membawa mobil tadi.
"Aku juga" sahut Dama.
"Ayo kita kembali ke hotel, jika kita tidak menemukan mereka juga. Besok kita laporkan ke polisi" kata Keane.
Semua masuk kedalam mobil.
"Kenapa begini? seharusnya malam ini bisa tidur berpelukan dengan istri, sekarang kita kelayapan. Hilir mudik mencari istri kita " kata Rodrick seraya meremas rambutnya.
__ADS_1
"Mas Dony telepon." titah Keane.
Rodrick mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Dony, tetapi ponsel Dony juga tidak bisa di hubungi.
"Tidak bisa." lemas Rodrick.
"Kemana mereka, apa istri kita itu sedang mengerjain kita?" Rodrick mengutarakan apa yang ada didalam pikirannya.
"Kenapa?" tanya Dama.
"Mungkin mereka takut, kita minta jatah malam ini " kata Kenway.
"Aku sudah dapat jatah" dalam benak Dama.
Begitu juga dengan Keane, apa yang ada didalam benaknya Dama. Sama dalam benaknya.
Hanya Rodrick dan Kenway yang masih suci dalam debu😂.
Mobil sampai di hotel, mereka melihat mobil Richard dan mobil Dony masih berada diparkiran.
"Mobil masih berada di sini, tandanya. Mereka masih ada dalam hotel" kata Dama.
"Ayo kita lihat CCTV, pasti akan terlihat dimana jejak para wanita kita " kata Rodrick.
Setelah melalui debat dengan pihak keamanan, dengan membawa nama Opa mereka Marvin Hutama. Sang pemilik hotel tempat mereka menginap saat ini, Akhirnya mereka di izinkan untuk memeriksa CCTV.
Empat pasang mata melotot menatap CCTV, tetapi. Apa yang ingin mereka lihat tidak ada didalam CCTV.
"Mereka hilang seperti angin, tanpa jejak " bingung Keane.
"Apa ada CCTV selain ini ?" tanya Dama kepada pengawas control keamanan hotel.
"Tidak ada Pak, seluruh cctv ada dilayar itu semua" tunjuk pengawas tersebut kearah layar di hadapan mereka.
Akhirnya, setelah tidak mendapatkan kejelasan mengenai keberadaan para istri, mereka berempat menuju Kekamar Keane.
Keempatnya masuk kedalam, Keane merebahkan tubuhnya di ranjang.
Dama duduk selonjoran di sofa, Kenway dan Rodrick duduk dilantai.
Entah apa yang ada didalam pikiran mereka masing-masing.
"Mereka masih ada didalam hotel, tetapi tidak terlihat didalam CCTV? apakah kalian tidak merasa aneh?" Keane bangkit dari berbaring.
"Apa mereka disembunyikan oleh mahluk halus?" pikiran nyeleneh Rodrick.
"Pikiran mu ngelantur!" seru Dama.
"Kalau tidak disembunyikan mahluk halus, mereka kemana? mommy juga hilang? Daddy juga, apa tinggal kita yang ada didunia ini?" pikiran Rodrick sudah traveling kemana-mana.
Mereka sedang sibuk mencari keberadaan istri-istrinya, ada dua pasang mata yang memandang laptop seraya tersenyum.
"Om, kenapa Om mengerjain mereka?" tanya Dony.
"Aku bukan mengerjain mereka, aku hanya memberikan mereka pelajaran. Agar menghargai apa yang ada saat ini, biar mereka tidak gampang tergoda dengan wanita lain. Baru berapa jam tidak bertemu dengan istrinya, mereka sudah pusing tidak bisa tidur. Bagaimana jika mereka melakukan kesalahan-kesalahan, dan ditinggalkan istri selamanya" kata Richard.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung 😘