
Semangat selalu kakak-kakak reader, jumpa lagi dengan author remahan ini.
Happy reading guys β€οΈ
***
Dengan satu tarikan napas, Rodrick melakukan ijab qobul. Seperti Kenway yang lancar, Rodrick juga begitu. Mungkin karena Rodrick sudah kebelet nikah, jadi tidak ada rasa gugup dihatinya. Yang ada rasa senang, dapat menikah bersamaan dengan kedua saudara kembarnya.
Yang terlihat khawatir adalah Aisha, karena secara mendadak mendengar Rodrick akan menikah. Apalagi dengan anak dokter Rafa dan dokter Yuni, orang yang menolongnya dari rasa traumanya dahulu.
Terlihat wajah bahagia Rodrick, saat melihat Jessie dibawa keluar dan didudukkan disampingnya.
Senyum terlihat terus dibibir Rodrick, sedangkan Jessie hanya memberikan senyuman kecil dibibirnya.
Jessie teringat, saat dirinya baru bangun tidur, kedua orang tuanya sudah duduk disisi ranjang.
π Flash back π
"Iyaaa..!" Jessie menggeliat dan merentangkan tangannya kedepan.
Matanya terbuka dan kaget dia, melihat Mama dan Papanya sudah berada didalam kamarnya.
Mamanya duduk disisi ranjang dan Papanya duduk dikursi meja belajarnya.
"Papa, Mama!" Jessie bangkit dari posisi berbaring, tangannya mengucek-ngucek matanya. Untuk memastikan bahwa yang dihadapannya adalah kedua orang tuanya.
"Nggak usah kaget, ini Mama dan Papa. Bukan ilusi" kata Mamanya.
"Kapan Mama datang? ada apa?" tanya Jessie.
"Rodrick datang kerumah, dia melamarmu," kata Papa Jessie.
"Pak Dokter!?"
"Iya, Rodrick datang bersama dengan nenek dan Tante Laras dan juga Om Sony" kata Mama Jessie.
"Apa! kenapa dia melamar Jessie? kami tidak ada hubungan apa-apa Ma, Pa."
__ADS_1
"Mampus aku, sebentar lagi Papa dan Mama marah ini, mendengar kejadian pipis di pohon." batin Jessie.
"Apa Pak dokter ada mengatakan sesuatu ?" tanya Jessie.
"Apa?" tanya Mamanya.
"Apa ada yang Jessie sembunyikan dari Mama dan Papa?" sambung Mamanya.
"Hemm! itu..." berat Jessie untuk mengatakannya.
"Duh.. bagaimana ini?" batin Jessie.
"Apa ? kejadian di pohon?" tebak papanya.
"Papa tahu? pak Dokter sudah mengatakannya?" tanya Jessie.
"Iya, karena itu. Rodrick melamarmu" kata Mamanya.
"Kenapa? Jessie tidak kenapa-kenapa? kenapa harus ada pernikahan?"
"Itu karena Rodrick ingin menjagamu, bagaimana jika orang itu datang lagi ?" kata Papa Jessie.
"Tidak ada yang tidak mungkin? bagaimana jika pohon itu mati, dan pria itu datang untuk menikahi mu. Apa kau mau Jessie? kata Rodrick, pria itu ingin menjadikan mu. Untuk menjadi istrinya ke sepuluh" kata Mama Jessie.
"Apa mungkin ma ? mereka mengetahui tempat tinggal kita?" kata Jessie.
"Mungkin saja," sahut Papanya.
"Oh...tidak! Jessie tidak mau menjadi istri pria itu. Tapi Jessie tidak mencintai Pak dokter, bagaimana Jessie bisa menikah?"
"Dalam berjalannya waktu, pasti ada rasa cinta nanti" kata Mamanya.
Mamanya juga menceritakan pernikahannya, saat itu belum ada rasa cinta. Hanya ada rasa suka, tetapi dengan seiring waktu. Dia dapat mencintai dokter Rafa.
"Baiklah, kapan menikahnya?" tanya Jessie.
"Besok" sahut Papanya.
__ADS_1
"Apa, besok? kenapa terburu-buru?" cukup shock Jessie, mendengar pernikahannya diadakan besok.
Setelah diberikan pengertian, akhirnya Jessie nurutin kemauan orang tuanya.
Kedua orang tuanya keluar dari kamarnya.
"Paa, apa tindakan kita ini sudah benar?" tanya istrinya.
βKenapa tidak benar? Rodrick sudah kita kenal lama, dia bisa menjaga Jessie" kata dokter Rafa.
Perkiraan kedua orang tuanya meleset, Jessie tidak menurut. Ketika mama dan papanya tidur, Jessie diam-diam kabur ingin pergi ke tempat neneknya.
Setelah mencari semalaman, Tomy merasa curiga. Bahwa Jessie kabur kekampung nenek Jessie dari pihak mamanya.
Tomy meluncur ke stasiun bus menuju kekampung nenek Jessie, dan di stasiun. Jessie ditemukan dalam keadaan tidur dikursi tunggu, karena bus jurusan kekampung belum berangkat.
Akhirnya Tomy membawa Jessie ketempat Rodrick.
"Dasar anak nakal!" seru Rodrick, ketika Jessie turun dari mobil Tomy.
π Flash back endπ
Rodrick memiringkan kepalanya kearah Jessie, dan berbisik.
"Welcome to my jungle wife" bisik Rodrick kepada Jessie.
"Jungle? apa Pak dokter akan membawa Jessie tinggal di hutan ?" gumamnya.
"Ah.. kenapa nasibku sungguh apes." dalam benaknya Jessie.
Setelah akad, langsung diadakan resepsi jam itu juga.
Banyak tamu undangan yang terdiri dari klien Richard dan rekan bisnis David yang mempunyai anak gadis gigit cari, karena niat mereka berbesanan tidak bisa lagi. Terutama rekan bisnis dari Richard.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung π