Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 76 Maaf ?


__ADS_3

Jumpa dengan author receh 😀


****


Richard tersenyum melihat tingkah Aisha yang malu-malu, mendengar perkataan Alana.


"Bagaimana, apa belum gol gawangnya ?" tanya Alana dengan tidak tahu malu, Dia bertanya dengan suara yang keras. Sehingga Richard juga mendengarkan.


"Alana, kau bicara keras sekali. Kenapa tidak sekalian kau berbicara mengunakan toak, biar semua orang yang ada di dalam rumah ini mendengarkannya." bibirnya Aisha manyun menatap wajah sahabatnya tersebut.


"Hei bocah, kenapa pagi-pagi sudah datang kerumah orang ?" tanya Richard dengan kedua tangannya bersedekap didadanya.


"Hehehehe..sengaja Om, mau ganggu pengantin baru." Alana tertawa.


"Apa tidak kuliah ?" tanya Richard lagi.


"Om, istrinya muda. jangan lihat kan jika Om sudah tua dan mulai pikun, ini hari Minggu Om. Terlihat sekali tadi malam Om belum dapat jatah ," ujar Alana menggoda Om Richard nya.


"Ini anak, mulutnya." Richard menyentil kening Alana.


"Aduh Om!" teriak Alana dengan mengelus-elus keningnya.


"Al, dengan siapa kesini ?" tanya Aisha.


"Hai Om, hai Ais ." muncul suara dan wajah dari balik pintu.


"Dony ."


"Sorry Om, keponakan Om ini. Pagi-pagi sudah melabrak kerumah ," kata Dony dengan wajah yang serba-salah, karena pagi-pagi sudah bertamu kerumah Richard.


"Jangan kau turuti semua keinginannya," kata Richard.


"Om, kalau Dia tidak menuruti keinginan keponakan Om yang cantik ini. Siap-siap Dia ." mata Alana menyiratkan ancaman kepada Dony.


"Kalian sudah sarapan ?" tanya Richard sembari menarik kursi dan meletakkan bokongnya kekursi.


"Hehehe belum Om, mama tidak ada. Dan papa juga tidak ada, Al ditinggalkan sendiri ," kata Alana dan ikut duduk.


"Kemana kedua orangtuamu Al, apa mereka bosan melihat kenakalanmu ?"


"Mereka mungkin honeymoon Om, heran juga. Kenapa yang menikah Om, yang bulan madu mama dan papa?" Alana mengaruk-garuk rambutnya.


"Mau makan apa Al?" tanya Aisha, setelah Dia melayani Richard. Aisha bertanya kepada Alana.


"Terimakasih Tan, tapi Al masih punya tangan. Dan biarkan tangan ini bekerja ," ujar Alana dan menunjukkan kedua tangannya keudara.


"Don ?" tanya Aisha.


"Aku kopi saja Ais dan roti saja ," kata Dony.


"Al, seharusnya. kau yang melayani Dony, belajar dari sekarang ," kata Richard.


"Dia punya tangan Om," jawab Alana.


"Itu tugas seorang istri," ujar Om Richard.


"Al, belum jadi istrinya. Nanti jika sudah jadi istri, Al akan melayaninya disemua tempat. Dari kasur sampai dapur " jawab Alana asal.


Ucapan Alana membuat Aisha dan Dony terbatuk-batuk.


"Huk..huk." Richard langsung mengambilkan air putih dan memberikannya kepada Aisha.


Dony hanya dapat mengelus dadanya, melihat kelakuan kekasihnya Alana. Sedangkan Richard setelah memberikan minuman ke Aisha, tangannya langsung ingin menyentil kening keponakannya tersebut. Tetapi kali ini Alana sudah siap siaga dan Dia kabur pindah tempat duduk disamping Aisha.

__ADS_1


"Hehehe.." tawa Alana.


"Kapan mulai kuliah ?" tanya Richard.


"Sudah mulai Senin Om, cuti sudah habis " jawab Alana.


"Aish, tidak bisa honeymoon !" seru Alana.


Richard melihat kearah Aisha, dan Aisha juga melihat Richard.


"Apa perlu honeymoon mas say ?" tanya Aisha setengah berbisik.


"Perlu," jawab Richard.


"Om, mau honeymoon kemana? Al ikut ya ?" tanya Alana.


"Kalau bawa keponakan bukan honeymoon, nanti kau kuasai istri Om," kata Richard kepada Alana.


"Om ! istri Om itu sahabat Alana ya, dari jaman kami masih penuh dengan jerawat," kata Alana.


"Tetapi Dia sekarang istri Richard Hutama ." Richard bangkit, karena ada panggilan masuk kedalam ponselnya.


"Hih.. Om Richard nyebelin â˜šī¸." ngerucut bibir Alana.


"Kau juga Al, Om Richard mau quality time dengan istri. Kau minta ikut, nanti kita honeymoon ya ," kata Dony, yang sudah mulai bersuara. Karena Richard tidak ada di meja makan.


"Kau lamar dulu, berani ?" tantang Alana kepada Dony.


"Nah Dony, Alana sudah ngeluarkan lampu hijau. Apalagi !" ucap Aisha kepada Dony.


"Yes..yes..!" Dony mengepalkan tangannya keudara dengan bersemangat.


"Ok, aku terima tantangan mu Al ." Dony beranjak dari tempat duduknya.


"Menemui mama dan papa ku, untuk melamarmu ," jawab Dony.


"Aku kau tinggalkan disini ?" Alana mendelikkan matanya.


"Sorry Al, aku terlalu semangat." ujar Dony.


"Aish, kita harus kekampung hari ini ," ucap Richard, saat selesai menerima teleponnya.


"Apa? apa ibu tidak sehat, atau nenek ?" tanya Aisha dengan raut wajah yang terlihat khawatir.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan , hanya ada yang mau dibicarakan," kata Richard.


"Betul mas say, tidak ada yang sakit kan. Mas tidak berbohong ?" tanya Aisha dan tangannya memegang lengan Richard.


"Betul, tidak bohong."


"Aish, kalau kata Om tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kau tenang, Om Richard tidak pernah bohong," kata Alana yang melihat Aisha sedikit panik dan sudah ingin menangis.


"Siap-siap, biar kita cepat berangkat," kata Richard sembari mengelus pucuk kepala Aisha.


Aisha langsung bergegas berlari kedalam kamarnya.


"Om tidak bohong kan ?" tanya Alana, begitu Aisha sudah tidak ada didekat mereka.


Richard melihat kebelakang, apakah Aisha tidak keluar lagi.


"Sepertinya, papa Aisha ingin bertemu dengan Aisha ," kata Richard.


"Om Josh ," kata Dony .

__ADS_1


"Kau tahu ?" tanya Alana.


"Orang asing yang datang ke pesta Aisha itu adalah papanya," kata Dony.


"Setelah dua puluh tahun, baru Dia datang," kata Alana.


"Kita tidak tahu, kenapa Dia baru muncul sekarang. Sepertinya, hari ini nenek dan keluarga ingin memberitahukan hal ini kepada Aisha." kata Richard.


"Tadi pagi papa pergi dengan Om Josh, mereka pergi kekampung Aisha," kata Dony.


"Om mau siap-siap dulu," kata Richard.


"Om, apa perlu Alana menemani Aisha?" tanya Alana.


"Boleh juga, Al tidak sibuk ?" tanya Om Richard.


"Al, nggak pernah sibuk Om. Dony, kau pulang saja. Aku akan ikut Om dan Aisha ," kata Alana.


"Ok, kalau butuh bantuan. Hubungi aku Al," kata Dony.


"Ok."


****


Dalam perjalanan menuju kampung, Aisha lebih banyak diam. Hanya sesekali Dia ikut nimbrung dengan percakapan Alana dan Richard.


"Asay, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nenek tadi menelpon juga tidak terlihat kecemasan dalam suaranya," kata Richard.


"Asay, mas say. Panggilan yang lucu, kalau aku dengan Dony. Aku manggil Dony dengan Dosa, ah.. hahahaha !" Alana tertawa dengan terbahak-bahak, sehingga Aisha dan Richard juga turut tertawa.


Alana turut senang, melihat Aisha ikut tertawa.


"Kau Al, ada-ada saja," ujar Aisha.


"Asay kan Aisha sayang, mas say. Mas sayang, Dony kan jadi Dosay ," kata Alana.


"Kau cari yang lain Al," kata Richard.


"Om, kenapa pelit sekali setelah menikah. Tadi tidak boleh nguasai Aisha dan sekarang tidak boleh ikut manggil dengan Dosay ." celetuk Alana.


"Masih ada yang lain, seperti Dodar," kata Richard.


"Dodar! apa Dodar ? kenapa jelek sekali Om?" protes Alana.


"Dony darling," kata Aisha .


"Betul, istri pintar ." Richard meraih jemari Aisha dan menggenggamnya.


"Om, jangan ngumbar kemesraan didepan mata Alana ya ."


"Sudah beri ide panggilan jelek, mesra-mesraan lagi didepan Alana. Sebel ." ngerucut bibir Alana.


"Kenapa tidak bawa Dony tadi ?" kata Richard.


"Sibuk Om, kalau Dia tidak kerja. Bagaimana mau melamar keponakan Om yang cantik ini ."


"Ini minggu?" kata Aisha.


"Minggu, usaha travel tetap buka."


**Bersambung..


Mampir dengan cerita yang lain, yang tidak suka ada pelakor. silakan mampir guys::

__ADS_1



__ADS_2