Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 171 kabur


__ADS_3

Tetap semangat semua, dan selalu menjaga jarak aman. Agar semua selalu dalam keadaan sehat selalu.


Happy reading guys ❤️


***


Keane dan Dama, mencari keberadaan kedua adiknya. Mada dan Vely, hampir seluruh Mall mereka mencari keberadaan Vely dan Mada. Wujud keduanya tidak kelihatan.


"Kemana mereka ?" tanya Keane kepada Dama.


"Ayo kita mencari dibawah," kata Keane.


Keane dan Dama berpencar, untuk mencari. Tetapi yang dicari tidak ketemu, ponsel Keduanya juga tidak aktif.


"Cepat sekali kedua anak itu menghilang, kalau kita kembali dan tidak membawa mereka berdua. Siap-siaplah kita akan diceramahi ," kata Dama.


"Apa mereka kembali ketempat tadi ?" Keane curiga, keduanya kembali ketempat pertama mereka bertemu. Yaitu toko yang menjual baju renang.


"Mungkin saja, sepertinya. Mada dan Vely ingin membeli baju renang," kata Dama.


"Ayo kita kembali, jangan sampai mereka membeli baju renang kurang bahan. Seperti jala nelayan ." Keane dan Dama bergegas kembali ke toko baju renang.


Begitu tiba tempat semula, Keane dan Dama keliling mencari Vely dan Mada. Tetapi tidak terlihat wujud keduanya.


Bukan Vely dan Mada yang ketemu, Keane dan Dama menjadi bahan godaan wanita yang sedang berada di toko tersebut.


"Hih.. Tante-tante girang, dikiranya kami ini gigolo." batin Keane yang geram dengan Tante-tante yang menggodanya dan Dama.


"Hai tampan ! cari apa ? cari kami ya ?" sekelompok wanita matang yang sedang berada didekat Dama dan Keane menggoda keduanya.


"Ganteng, ayo kita senang-senang ," ujar wanita yang dekat dengan Mada.


Keane dan Dama tidak menanggapi perkataan wanita yang seusia dengan orang tua mereka, keduanya pergi setelah tidak menemukan orang yang mereka cari.


"Hih.. pergi !" gerutu wanita yang menyapa Dama tadi.


"Takut dia dengan mu!" ledek temannya.


"Mungkin mereka tidak pernah melihat wanita cantik seperti kita!" ujar temannya yang lain.


Keane dan Dama, turun kelantai bawah. Untuk mencari keberadaan Mada dan Vely, tetapi keduanya tidak kelihatan juga.


"Kemana mereka ?" kesal Keane.


"Apa mereka sudah pulang ?" tanya Dama.


Dertt...dertt..


Ponsel Keane bergetar, Keane melihat pesan yang masuk kedalam ponselnya. Pesan dari Rodrick yang mengatakan bahwa Vely dan Mada baru saja sampai dirumah.


"Mereka sudah pulang," kata Keane kepada Dama.


"Mereka mengerjain kita !" kesal Dama.


"Ah.. kenapa nakal sekali keduanya, belum tua, mungkin rambutku sudah memutih !" Keane juga sangat kesal, dengan tingkah laku adiknya.

__ADS_1


Dengan perasaan yang mangkel keduanya pulang.


Begitu tiba dirumah, mobil Dama kedalam rumahnya. Sedangkan Keane turun didepan.


"Keane, aku tidak kesana lagi ya. Jika melihat keduanya, aku ingin menarik telinga dua gadis itu !" seru Dama kepada Keane.


Keane hanya tertawa melihat raut wajah Dama yang masam, hanya Keane yang bisa mengerem kelakuan Vely dan Mada. Sedangkan Rodrick dan Dama tidak bisa, mereka tidak sabar menghadapi keduanya.


Hanya Kenway yang terbebas dari tugas untuk mengawasi keduanya, karena Kenway lebih sering diluar negeri.


Keane masuk kedalam rumah, dan melihat Mada dan Vely sedang bermanja-manja dengan Richard dan David. Setiap melakukan kesalahan-kesalahan, Vely dan Mada selalu berlindung didekat Richard dan David. Sehingga tidak ada yang berani menegurnya.


"Awas kalian dua ." batin Keane sembari mendelik menatap wajah adiknya.


"Mada sudah kelas tiga, mau kuliah dimana ?" tanya Richard kepada Mada.


"Belum terpikirkan Om ," jawab Mada.


"Daddy, Vely tidak ditanya ?" tanya Vely.


"Putri Daddy ini, apa sudah mau tamat juga ?" Richard merangkul Vely.


"Tamat! naik kelas saja belum tahu !" ledek Rodrick, yang sangat suka menganggu Vely sejak kecil.


"Daddy ! kak Drick jahat !" manyun bibir Vely.


"Drick !" tegur Richard.


Vely menjulurkan lidahnya, mengejek Rodrick.


"Tadi ada anak kucing kabur Dad, terpaksa mencarinya dulu ," kata Keane.


"Kabur? kita tidak melihara kucing kan ? apa kucing mu Dony ?" tanya Richard, yang mengetahui Aldo dan Ivan melihara kucing.


"Kucing ku dalam kandang ," jawab Dony.


"Ini kucing sangat nakal Daddy, tidak bisa dimasukkan kedalam kandang." kata Rodrick.


"Peliharaan barumu Drick?" tanya David.


"bukan baru Om, sudah lama. Belum jinak-jinak ," kata Rodrick.


Vely dan Mada hanya masam saja, mereka tahu. Bahwa Keane dan Rodrick menyindir mereka.


"Pa, Mada pulang dulu ya. Ada tugas sekolah yang belum selesai," kata Mada kepada Papanya, David.


"Dama mana ?" tanya David, yang tidak melihat Dama.


"Sudah pulang Om, ada yang mau dikerjakannya ," jawab Keane .


Mada beranjak bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Begitu tiba dipintu keluar, tiba-tiba tangannya ditarik.


"Aw...!" kaget Mada, dan lebih kaget lagi begitu melihat siapa yang menarik tangannya. Keane menariknya sedikit menjauh dari pandangan .


"Kak Keane !" Mada meronta untuk melepaskan cekalan tangan Keane di pergelangan tangannya.

__ADS_1


Begitu jauh dari pandangan mata, Keane merapatkan tubuhnya ke tubuh Mada. Membuat Mada mundur, dan mentok ketembok dibelakangnya.


"Kak !" Mada gugup, jemarinya mendorong badan Keane. Agar menjauh dari badannya.


"Senang ya, sudah mengerjain kami di Mall tadi ," ucap Keane dengan suara yang pelan.


"Nggak kak Keane, kami tidak mengerjain kak Keane. Kami pulang karena mengira, kalau kak Keane dan kak Dama tidak pulang. Karena kak Keane bertemu dengan teman tadi ," ucap Mada.


"Alasan ! ingat, jika Mada masih nakal. Kak Keane akan bilang kepada Om David, agar menikahkan Mada. Begitu selesai sekolah ." ancam Keane.


"Aaa..! tidak bisa. Mada mau kuliah !" seru Mada panik, begitu mendengar perkataan Keane.


"Jangan nakal, ingat !" Keane memberatakin rambut Mada, sebelum meninggalkan Mada dengan perasaan yang kacau.


"Nikah ! aku masih 17 tahun?" gumam Mada.


"Aaaa..tidak!" Mada berlari menuju kerumahnya dengan perasaan yang kacau.


Keane tersenyum melihat Mada yang berlari pulang menuju rumahnya sembari berteriak.


"Hahaha..! seru juga membuat anak itu ketakutan." ngekeh Keane.


"Kak, kenapa ?" Kenway menyikut lengan Keane, yang tersenyum sendiri.


"Aku baru menakut-nakuti Mada ," kata Keane.


"Apa kak Keane bilang ? sehingga anak itu langsung kabur ." penasaran Kenway.


"Aku ngancam Mada, jika masih nakal. Akan menyuruh Om David untuk menikahkan dirinya selesai sekolah ," kata Keane dengan tertawa.


"Hahaha! pasti takut Mada ?" Kenway juga tertawa, mendengar perkataan Kenway.


"Kabur anaknya ," ujar Keane.


Setibanya di rumah, Mada langsung masuk kedalam kamar. Naik keatas ranjangnya, mengambil guling. Mada menutup wajahnya dengan guling.


"Ahhh..!" teriak Mada.


"Kak Keane rese..!"


"Enak saja, nyuruh Papa nikahkan Mada !"


Mada merebahkan tubuhnya, dan guling berada didalam pelukannya.


"Tamat sekolah, aku akan kuliah diluar pulau. Kalau bisa luar negeri, biar jauh dari Bodyguard. Ah.. Vely belum lulus, kalau sama dengan Vely lulus sekolah. Bisa kuliah sama ." Mada bicara sendiri.


"Apa aku tunggu Vely tamat, baru kuliah ?"


"Ahhh..pusing! gara-gara kak Keane !" gerutu Mada.


*


*


🌟 Bersambung🌟

__ADS_1


__ADS_2