Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 199 Kenapa kita sama


__ADS_3

Terus menjaga jarak aman, virus itu memang nyata. Kita tidak tahu, virus itu ada disekitar kita.


Happy reading guys ❤️


***


Vely menceritakan semua apa yang dialaminya, ketakutan terlihat di wajah Vely saat bercerita.


"Roy itu terkenal suka mempermainkan wanita dikampus," ujar Vely.


"Bagaimana tampangnya, apa seganteng kak Dama atau kakak-kakak kita yang lain ?" tanya Mada.


"Kalah jauh! kak Dama itu jutek, tapi ngangenin," ucap Vely, yang tanpa sadar telah membuka isi hatinya kepada Mada.


"Hehemh..!" dehem Mada, senyum jahil terlihat dari raut wajahnya.


"Ada yang berbunga-bunga ini !" seru Mada.


"Ih.. apaan! aku asal bicara saja!" semburat merah merona diwajah putih Vely.


"Ah.. nggak usah malu-malu, kau suka kan dengan kak Dama?" goda Mada.


"Ayo ! ngaku saja!" telunjuk Mada menggelitik perut Vely, sehingga Vely merasa geli dan tertawa seraya menghindari jemari Mada.


"Cukup Mada! ngompol aku nanti !" seru Vely.


Mada menghentikan gerakan jemarinya.


"Ayo ngaku! coba aku gelitik lagi !" ancam Mada.


"Iya, kak Dama itu terlihat galak. Tapi Vely suka lihat kak Dama galak," jawab Vely.


"Nggak sia-sia Papa jodohkan kak Dama dengan mu ," kata Mada.


"Kau juga di jodohkan dengan kak Keane, itu nyata girl. Bukan omongan dibibir Om David," kata Vely.


"Aku tahu Nyata, tapi kak Keane itu tidak menunjukkan tanda-tanda. Apa dia suka dengan ku, kalau kak Dama sudah terlihat. Dia itu selalu memantau mu. Kak Keane, dia hanya mantau pergerakan saham perusahaan saja. Apa aku harus jadi saham dulu ?" ujar Mada, bibir manyun hiasi wajah cantiknya.


"Hahaha...!" tawa lebar menghiasi raut wajah Vely.


"Hih...! Vely, tahan tawamu. Jangan nanti dikira orang kau sudah gila, karena telah menjadi korban penculikan," ujar Mada sembari mendelikkan matanya.


Vely menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Sifat kak Keane itu terpengaruh Daddy, kak Keane masuk ke perusahaan saat masih SMA " kata Vely.


"Kak Dama tidak mirip Papa, kak Dama orangnya sedikit kaku. Papa orangnya ramah dan gokil," kata Mada.


"Tidak! Papa tidak ramah dengan semua orang, kau tahu Vely. Tadi aku pulang diantar Leo, Papa menatap Leo. Seakan-akan Leo itu manusia langka, mata Papa tidak berkedip menatap Leo," kata Mada.


"Mungkin Om curiga, kau ada hubungan dengan Leo ," kata Vely.


"Jangan-jangan kau ada hubungan dengan cowok itu ?" selidik Vely.


"Ih.. kami tidak ada hubungan Nona, kami hanya berteman," ujar Mada.


"Teman tapi mesra ." ledek Vely.

__ADS_1


"Cukup bahas aku, sekarang bagaimana. Apa yang akan kau lakukan dengan kuliahmu, Tante Aisha sepertinya tidak akan mengizinkan kau kembali kost. Kau lihat tadi, Tante sepertinya ada merahasiakan sesuatu ," kata Mada.


"Iya, aku juga curiga. Apa yang disembunyikan mommy?" kening Vely berkerut, memikirkan reaksi Aisha tadi. Sangat ketakutan, begitu Vely turun dari mobil. Aisha memeluknya dengan erat, sembari menangis.


Vely juga merasakan, saat mommynya memeluknya. Terasa tubuh mommynya bergetar.


"Mau pindah kampus, aku berat. Aku sudah belajar sungguh-sungguh, agar diterima dikampus negeri." Vely serba salah, apa yang harus dilakukannya.


"Jalan satu-satunya, kau tidak kost lagi. Dari sini saja, kalau sudah terbiasa. Kau pasti akan terbiasa," kata Mada.


"Yang aku pikirkan, apa Roy tidak akan mengganggumu lagi ?" tanya Mada.


"Aku juga tidak tahu, temanku pernah bilang. Roy itu playboy, dan pantang menyerahnya." beritahu Vely.


"Kau harus hati-hati ." ingatkan Mada.


***


Aisha merebahkan tubuhnya, matanya terbuka lebar. Pikirannya jauh kedepan.


Air matanya mengalir, ingatannya kembali. Apa yang dialaminya dahulu.


"Kenapa nasibku sama dengan putriku ." gumamnya.


Karena melamun, Aisha tidak menyadari kehadiran Richard didalam kamar.


"Aish!" panggil Richard, Aisha tidak merespon.


"Asay !" ulang Richard.


"Ya mas say " baru Aisha menyadari kehadiran Richard didalam kamar.


"Apa yang harus kita lakukan mas, Vely tidak akan mau pindah kampus" kata Aisha.


"Apa kita harus pindah kesana, cari rumah dekat kampus." sambung Aisha.


"Mas akan jauh kekantor," kata Richard.


"Aish saja yang menemani Vely."


"Mas tidak mau pisah, seminggu sekali kita bertemu. Oh tidak !" tolak Richard tegas.


"Terus bagaimana ?"


"Menikah !" ucap Richard.


"Apa! menikah. Vely menikah !" kaget Aisha mendengar perkataan Richard.


"Kenapa nasib anakku, sama dengan ku. Harus menikah, agar bisa kuliah." batin Aisha.


"Ini bukan untuk kepentingan Vely saja, tapi ini juga menyangkut Dama," kata Richard.


"Apa hubungannya dengan Dama?"


"Mas khawatir, orang itu akan mengadukan Dama. Karena telah menghancurkan mobilnya," kata Richard.


"Baru mobilnya, bagaimana dengan putri kita. Lihat tangannya tadi mas, ada memar. Belum lagi efek psikologis yang dialami Vely, kita harus lapor orang itu mas ," kata Aisha.

__ADS_1


"Mas sudah suruh Tony mengurusnya " kata Richard.


"Jika orang itu melaporkan Dama, Dama bisa mengatakan bahwa orang itu telah melecehkan calon istrinya," kata Richard.


"Mas, Vely masih muda. Baru 17 tahun," kata Aisha.


"Tenang saja, mas sudah bilang pada Dama. Dia jangan menyentuh Vely dulu, tunggu Vely berusia 20 tahun."


Richard menceritakan apa yang dibincangkannya dengan Dama tadi .


🌟Flashback 🌟


Setelah semua kembali kerumahnya masing-masing, Dama kembali lagi. Dama ingin berbicara dengan Richard.


Richard membawa Dama berbicara didalam ruangan kerjanya.


"Ada apa Dam, apa kau khawatir orang itu melaporkan mu ?" tanya Richard.


"Tidak Om, saya tidak khawatir. Orang itu yang pantas khawatir, karena bukti yang kita punya. Membuat orang itu tidak akan bisa mengelak dari tuntutan hukum."


"Kalau bukan itu, apa yang ingin kau katakan ?"


"Om, saya akan menikahi Vely. Biar saya yang menjaganya, saya ada rumah dan usaha didekat kampus Vely," ucap Dama dengan tegas.


Richard tidak kaget mendengar ucapan Dama, karena sebelum Dama datang. David sudah mengusulkan apa yang dikatakan Dama tadi.


"Kau serius Dam?"


"Serius Om, walaupun saya baru 20 tahun. Tapi saya tidak main-main dengan namanya pernikahan," kata Dama.


Perbincangan mereka terhenti sesaat, ketika Keane masuk kedalam ruangan kerja Daddy-nya.


Richard menceritakan apa yang baru saja dikatakan oleh Dama.


"Keane setuju saja Dad, itu semua juga demi kebaikan Vely " kata Keane.


"Dam, usia Vely baru 17 tahun. Apa kau bisa, jangan menyentuhnya. Sampai dia berusia 20 tahun ?" tanya Richard.


Dama menatap Richard, dan bingung apa yang harus dikatakan nya.


"Tidak boleh sentuh, apa sedikit saja tidak boleh ." dalam benaknya Dama.


"Bagaimana Dam, Om memikirkan. Vely masih kuliah. Bagaimana jika dia hamil ," ucap Richard.


"Kalau hamil kan ada suami Dad ." timpal Keane.


"Resiko hamil muda, sangat riskan," kata Richard.


"Baik Om, saya tidak akan menyentuh Vely. Sampai dia benar-benar dewasa ." janji Dama.


🌟 Flashback end🌟


*


*


*

__ADS_1


Bersambung guys ❤️❤️


__ADS_2