Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 114 Anugerah terindah


__ADS_3

Cerita hanyalah untuk hiburan semata, bawa ****santai saja bacanya****.


Happy reading guys ❤️


****


Dari kampus mereka menjemput Mayang ditempat kerjanya.


"Sorry guys, banyak pasien ," ujar Mayang.


"Kemana motormu ? tumben tidak bawa ?" tanya Alana .


"Laki dirumah, nyimpan kunci motor," jawab Mayang jengkel.


"Hahaha..!" Aisha dan Alana tertawa.


"Ntah mimpi apa, bisa nikah dengan orang itu !" ketus Mayang.


"May, David itu anaknya baik. Nggak banyak gebetannya, hanya satu. Nih Tante kecil ."


"Satu, tapi paling berkesan. Sampai nggak dapat emaknya, anaknya pun mau dijadikan calon mantu ," ujar Mayang sambil tertawa ngakak.


" Serius David ?" tanya Alana.


"Nggak tahu, mungkin mau ngisengin mas Rich saja ," kata Mayang.


"Hei..perut ini belum ada isi ya, cukup bahas calon anakku !"


Mayang dan Alana tertawa, begitu juga dengan Aisha.


Pembicaraan mereka berhenti, saat mereka tiba di butiq.


"Sekarang siapa yang ingin menikah ?" tanya Tante Vera kepada ketiganya.


"Ini yang belum menikah Tante, mereka berdua sudah menikah !" Alana menunjuk kearah dirinya sendiri.


"Akhirnya, Chintya akan punya mantu. Kalau Alana belum menikah tadi, mau Tante jodohkan dengan putra Tante ," kata Tante Vera.


"Yang mana Tante, mas Edgar ? Kalau mas Edgar. Al nolak Tante, mas Edgar galak !" seru Alana.


"Kamu ini, sudah lihat. Mau mode yang bagaimana ," ujar Tante Vera.


"Ini !" Alana menunjuk mode gaun pengantin yang sangat seksi, membuat Aisha dan Mayang kaget. Dan saling memandang.



"Al, apa kau sudah tidak waras. Kalau ini yang kau pakai, bisa-bisa Dony tidak bisa mengucapkan ijab qobul !" seru Aisha.


"Ini sangat bagus, tapi tidak sesuai dengan budaya kita ," kata Tante Vera. ( kalau yang mengikuti cerita Antara Dendam dan cinta. pasti ingat waktu Anaya jadi model catwalk. dan dikejar Raditya 😀. Baju pengantin ini yang dipakainya, tapi sudah author hapus. Karena waktu itu ngajuin kontrak)


"Hahaha.. kalian kira Al Sudah tidak waras, Alana mau buat kalian syok saja ." Alana nyengir.


Mayang dan Aisha mengelus dadanya.


Tante Vera juga tertawa.


Akhirnya, Alana memilih baju yang sederhana tetapi elegan.


Untuk Aisha dan Mayang, Alana memilihkan warga crem. Tapi mendapatkan penolakan dari Aisha, Aisha menginginkan warna emerald green. Sampai-sampai Aisha menangis, karena Alana tidak menyukai warna yang dipilih Aisha.


"Baiklah Tante kecil, aku mengalah !" seru Alana, karena air mata Aisha sudah bercucuran tak terbendung.


"Sudah Aish, Alana sudah setuju dengan warna yang kau pilih ," kata Mayang.


"Kenapa kau cengeng sekali Aish, apa yang dilakukan Om Richard kepadamu ?" tanya Alana.


"Nggak ada apa-apa, aku juga tidak tahu. Mengapa sekarang ini, air mataku suka sekali mengalir. Apa aku terkena penyakit ?" tanya Aisha kepada Alana dan Mayang.


"Penyakit apa air mata mengalir ?" tanya Mayang.


Percakapan mereka yang tidak jelas terhenti, ketika Tante Vera keluar. Untuk mengukur badan mereka.


"Aisha, sekarang badanmu lebih berisi ya. Ukuran badanmu naik ," kata Tante Vera.


"Jelas nambahlah Tante, tiap malam digerayangi oleh Om Richard !" kata Alana.

__ADS_1


Tante Vera tertawa mendengar ucapan Alana, sedangkan Aisha memasang wajah cemberut.


Selesai urusan fitting, Alana langsung membawa Aisha pulang. Karena Aisha tiba-tiba merasa pusing dan lemas.


"Aish, apa kau tidak makan tadi pagi ?" tanya Mayang.


Aisha menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? apa kau tidak enak badan, kau harus menjaga kesehatanmu Aish. Aku tidak ingin saat pesta pernikahan ku nanti, kau sakit ," kata Alana.


Aisha hanya menyandarkan kepalanya ke sandaran, matanya terpejam.


"Apa kita kerumah sakit saja Aisha ," kata Alana.


Aisha menggelengkan kepalanya, dan matanya terus terpejam.


"Aish..Aish .!" Alana menggoyang-goyangkan badan Aisha, tetapi Aisha tidak merespon. Kepala Aisha tergulai lemas.


"Aish..!" Mayang yang duduk dibelakang kaget, dan langsung memegang kepala Aisha yang hampir jatuh.


"Al, kita kerumah sakit. Cepat !" titah Mayang.


Alana langsung mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Apa yang terjadi May ? apa Aisha tidak apa-apa ?" tanya Alana dengan suara yang gemetar.


"Aisha pingsan, aku sudah merasa sejak dari butiq tadi. Kelihatannya Aisha tidak enak badan ," ucap Mayang.


Begitu tiba dirumah sakit, Mayang turun dan kembali dengan suster yang membawa brankar.


Alana melihat Aisha pingsan menjadi menangis.


"Al, hubungi Om Richard ." titah Mayang, ketika Aisha dibawa masuk kedalam UGD. Sedangkan Alana dan Mayang menunggu didepan pintu UGD.


Sambil menunggu Aisha yang didorong masuk kedalam UGD, Alana mencari nomor telepon Om Richard.


Karena saking gugupnya, Alana tidak mendapatkan nomor handphon Om Richard.


"Kenapa tidak ada nomor Om Richard !" seru Alana panik.


"Al, tenang. Aisha tidak apa-apa, oke !" ucapan Mayang membuat Alana sedikit berkurang gugupnya.


"Sini aku yang menghubungi Om Richard ." Mayang mengambil ponsel Alana dan mencari nomor ponsel Richard.


Panggil pertama tidak menjawab, dan panggilan kedua. Baru Richard menjawab, dan dikiranya Alana yang menelpon.


"Ada apa Al, apakah kalian sudah pulang ?" tanya Richard langsung, tanpa menunggu Alana berkata terlebih dahulu.


"Mas Rich, ini Mayang ," kata Mayang.


"Mayang, mana Alana ?" tanya Richard.


"Mas, Aisha masuk rumah sakit " ucap Mayang.


"Apa ?" Richard kaget.


"Aisha kami bawa kerumah sakit Permata bunda mas Rich ." Mayang menyebutkan Alamat tempat Aisha berada saat ini.


Richard mendengar Aisha dibawa kerumah sakit menjadi panik.


"Tony, ayo kita kerumah sakit ," ujar Richard, begitu Tony mau masuk ruangan Richard.


Richard sudah berlari terlebih dahulu, kemudian Tony menyusulnya.


Tony langsung masuk kedalam kursi pengemudi, dan disusul Richard dikursi penumpang.


"Rumah sakit mana pak ?" tanya Tony.


Richard menyebutkan nama rumah sakit yang dikatakan Mayang tadi.


Tony, membawa kendaraannya diatas kecepatan rata-rata, untung jalan sedikit lengang. Karena belum jam pulang kantor.


Setelah menghubungi Richard, Alana menghubungi Oma dan mamanya.


Karena lokasi rumah sakit tidak jauh dari kediaman Oma nya, Lima belas menit kemudian. Oma nya sudah tiba di rumah sakit, sedangkan mama Alana setengah jam kemudian baru tiba. Dan disusul oleh Richard.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Al ?" tanya Oma.


Alana menceritakan semuanya, awalnya Aisha merasa lemas dan kemudian tidak sadarkan diri.


Mama Alana tiba, dan disusul Richard.


"Kenapa dengan Aisha ?" tanya Richard kepada Alana.


Alana dan Mayang bercerita, secara bergantian.


"Kamu ini..!" mama Richard memukul putranya.


"Mama ! kenapa Richard dipukul, Richard lagi khawatir ini maa !" seru Richard.


"Kalau perkiraan mama benar, awas kau Richard. Kau tidak bisa menjaga istrimu !" seru mama Richard.


"Kau Rich !" ujar kakak Richard Chintya, dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ada apa ?" Richard bingung dengan kelakuan mama dan kakaknya.


Alana heran melihat Oma nya memukul Om Richard dengan gemas, sedang Mayang sedikit tersenyum. Dia merasa yakin dengan apa yang dipikirkannya saat ini.


Pintu UGD terbuka dan keluar seorang suster dan wanita yang memakai jas dokter.


"Keluar pasien Aisha ," ucap suster.


"Kami ." Richard dan mamanya berada paling depan.


"Dokter Sonya !" dokter yang keluar dari dalam kamar UGD mengenali mama Richard.


"Apa yang terjadi dengan menantu saya Dokter Widya ," tanya mama Richard.


"Pasien yang didalam menantu dokter ya ?


"Iya, istri putra saya ini ," kata mama Richard.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter ?" tanya Richard.


"Menantu dokter tidak apa-apa, selamat ya dokter Sonya. Menantu anda sedang mengandung ," ujar dokter Widya.


"Siapa hamil ?" bingung Richard.


"Istri bapak hamil, makanya tadi pingsan. Ditambah lagi tadi pagi istri anda tidak sarapan ," ujar dokter Widya.


Bugh..bugh.. pukulan didaratkan mamanya kepundak Richard.


"Aish hamil May !" ucap Alana kepada Mayang.


"Aku sudah curiga tadi ," jawab Mayang.


"Aisha yang hamil maa ?" tanya Richard yang masih belum konek pikirannya.


"Ya Aisha, istri Richard Aisha kan ?" tanya mamanya.


"Iya." Richard.


"Hei Rich, kau akan menjadi ayah ," ujar Chintya.


"Hahaha.. akhirnya Richard berhasil !" teriak Richard dengan gembira dan loncat-loncat seperti anak kecil.


Alana sampai terpelongo melihat Om Richard nya.


"Lihat Al, Om mu seperti bukan pria berusia 31 tahun ." bisik Mayang.


"Aku tidak pernah melihat Om Richard seperti itu ." balas Alana.


"Maa, Richard akan punya baby. Mama akan punya cucu lagi !" seru Richard dengan sangat senang.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


Maaf jika banyak typo disana-sini🙏


__ADS_2