
Bawa santai bacanya ya, cerita hanyalah untuk hiburan semata. Happy reading guys ❤️❤️
****
"Tidak !! Gaby tidak meninggal !" seru mama Gaby dengan histeris, sehingga membuat pada pengunjung mendekati mereka.
Dokter yang berdiri didepan keduanya, menjadi kaget
"Anak saya tidak meninggalkan Dokter !" seru mama Gaby dengan panik.
"Maa ! tenang dulu, dengarkan apa kata Dokter ," kata papa Gaby kepada istrinya yang histeris.
"Dokter berkata putri kita meninggal paa !" histeris mama Gaby.
"Bu, saya belum berkata apapun juga !" seru Dokter kepada mama Gaby.
"Tadi, dokter berkata anak saya meninggal kan ?" air mata mama Gaby bercucuran.
"Tidak maa, dokter belum berkata apapun juga ." papa Gaby memeluk istrinya yang terlalu khawatir, sehingga membuatnya menjadi menghayal apa yang ditakutinya.
"Jadi ! putriku bagaimana dokter ?" tanya mama Gaby.
"Butuh pengamatan lebih lanjut pak, Bu. Seperti yang saya kata dirumah dahulu, putri anda tidak ada mengkonsumsi makanan. Apa ia ada masalah ?" tanya Dokter.
"Tidak ," jawab papa dan Mama Gaby.
"Kalau putri ibu dan bapak tidak ada masalah, kenapa putri bapak dan ibu sepertinya mengalami depresi. Tadi sempat tersadar, dan tatapan matanya kosong ," kata Dokter.
Mama dan papa Gaby saling memandang, mereka tidak tahu apa yang harus mereka katakan. Selama ini mereka selalu sibuk dengan kegiatan mereka masing, papa Gaby dengan dunia politiknya dan mama Gaby dengan rekan-rekan sosialitanya. Sedangkan Gaby mereka limpahi dengan kartu-kartu no limit.
Dokter hanya bisa menggelengkan kepalanya, menatap kedua orangtua pasien dihadapannya.
"Saya sarankan, bawa putri bapak dan ibu ke psikiater. Sebelum terlambat, permisi ." Dokter meninggalkan mama dan papa pasiennya.
Begitu tiba didalam kembali, Dokter memandang Gaby yang masih dalam keadaan tidur.
"Kasihan, apa dikira orangtuamu. uang cukup membuat anak bahagia ," ujar Dokter.
"Uang salah satu sumber kebahagiaan juga Dokter ," jawab seorang suster yang ada dalam ruangan tersebut.
"Memang betul, tapi anak ditaburin dengan uang juga tidak bagus. Lihat Dia ini, aku sudah mengenal keluarga pasien ini sudah lama," kata Dokter.
"Begitulah Dokter, orangtua yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Anak yang jadi korban ."
*****
Setelah Aisha masuk keruangan, Richard duduk disisi ranjang. Tangannya terus membelai pipi Aisha.
"Om, akhirnya Om berhasil juga ya ." goda Alana.
"Maa, akhirnya mama tidak membutuhkan cucu mama yang nakal ini. Richard sudah memberikan mama cucu yang imut-imut, sedangkan kalau yang ini amit-amit nakalnya " balas Richard atas godaan Alana .
"Oma! Om nggak sayang Al lagi !" rengek Alana kepada Oma nya .
"Huss..! jangan ribut, Aisha masih tidur. Kalau kalian mau ribut, silakan diluar ," ujar mama Richard.
"Weekk..!" Alana menjulurkan lidahnya, mengejek Richard.
"Awas..! nggak disayang lagi ," ucap Richard dengan suara yang pelan.
Alana mengelendot kelengan Oma nya, dengan manja. Omanya menepuk-nepuk tangan Alana yang memeluk lengannya.
__ADS_1
Pintu terbuka dan muncul wajah Chintya dan Mayang dan di ikuti oleh Tony dengan masing-masing tangan membawa bungkusan.
"Lama sekali maa, Al sudah lapar ." Alana mengambil bungkusan yang dibawa mamanya.
"Macet dimana-mana, ini sudah jam makan siang. Banyak orang kerja kantor yang tidak makan dikantin, malah makan keluar," kata mama sembari mengeluarkan bungkusan makanan yang dibawanya.
"Makan dulu Rich, Aisha belum bangun juga ?" tanya kakak Richard sambil memberikan makanan yang dibelinya tadi.
"Belum, maa. Apa Aisha tidak pingsan lagi ?" tanya Richard kepada mamanya.
"Aisha tidur, lihat saja napasnya teratur begitu ," ujar mama Richard.
"Makan dulu Rich, nanti Aisha bangun. Biar kamu bisa beri Aisha makan nanti," kata Chintya.
Richard mengambil makanan yang diberikan kakaknya, dan mulai menyuapkan sesendok demi sesendok kedalam mulutnya.
*****
Setelah mendapatkan kabar dari ibunya, mengenai berita kehamilan Aisha. Nenek ingin segera menjenguk cucunya, tapi karena Wisnu tidak bisa mengantarkannya kekota. Sony mengajukan dirinya untuk mengantarkan nenek dan Larasati kekota.
Sony gembira, karena bisa bersama-sama dengan janda pujaan hatinya.
Walaupun belum bisa menahlukkan Larasati, tapi Larasati sudah mau berbincang-bincang dengannya jika ia datang kerumahnya.
"Bu, barang yang ingin dibawa ini saja ?" tanya Sony, setelah memasukkan barang bawaan nenek dan Larasati kedalam bagasi mobil.
"Sudah itu saja mas ," jawab Larasati.
"Janah, jaga rumah baik-baik. Kalau kamu takut dirumah sendiri, panggil Sadiah untuk menemani ," kata nenek kepada Janah.
"Iya nek ," jawab Janah.
Nenek berjalan mendekati mobil, dan ketika Larasati ingin masuk ke pintu belakang. Nenek langsung masuk dan duduk.
"Kamu depan Laras, ibu mau lempangkan badan dibelakang ." nenek mendorong Larasati ke pintu depan.
Laras berjalan ke pintu depan dan masuk kedalam.
"Ini jalan jauh, pinggang ibu sering sakit jika tidak dibawa berbaring ," kata nenek, yang sudah standby dengan bantalan untuk kepalanya.
"Ayo maju, nenek sudah tidak sabar bertemu dengan Aisha," kata nenek.
Sony langsung menghidupkan mesin mobilnya, dengan perlahan-lahan keluar meninggalkan pekarangan rumah.
"Kita langsung kerumah ya Laras ?" Sony membuka percakapan.
"Iya mas, Richard mengatakan. Bahwa Aisha dirawat satu hari dirumah sakit ," kata Larasati.
"Betapa senangnya Richard ," kata Sony.
"Mas Rangga dan kak Sonya pasti senang, karena akan mendapatkan cucu lagi. Selama ini mereka takut, Richard tidak akan menikah ," kata Sony dan tertawa.
"Kenapa mas ?" tanya Laras.
"Seperti mas ini, pernah patah hati ," kata Sony.
"Kalau patah hati, cepat cari ganti mas ," kata Laras.
"Ini lah, mas lagi berusaha. Tapi sepertinya wanita yang mas incar, sangat sulit untuk didekati" kata Sony.
Laras diam, ia tahu kearah mana pembicaraan Sony. Laras pura-pura melihat kearah belakang.
__ADS_1
"Ibu sudah tidur ," ujar Laras.
"Mungkin ibu ngantuk, kalau Laras ngantuk tidurlah. Nanti mas bangunkan ," kata Sony.
"Nggak ah mas, nanti mas Sony tidak ada teman untuk bicara. Ngantuk nanti, perjalanan kita masih jauh " kata Larasati.
Percakapan Laras dan Sony lancar, jika mereka membahas masalah Yayasan.
Sedangkan nenek dibelakang, memejamkan matanya. Pura-pura tidur, nenek memberikan kesempatan untuk Sony. Agar dekat dengan Larasati.
****
Mata Aisha terbuka setelah hampir tiga jam dalam keadaan tidur.
Aisha mengeliat, matanya sedikit demi sedikit terbuka.
"Aish." Richard yang duduk dikursi bangkit dan meletakkan bokongnya disisi tempat tidur.
"Mas say, dimana ini ?" Aisha melihat tempat yang sangat asing dan ditangannya ada infus terpasang.
"Rumah sakit ." beritahu Richard.
"Tadi Aish ke butiq bersama Alana dan Mayang, mana mereka ?" tanya Aisha.
"Tadi mereka disini, sekarang mereka sudah pulang. Nanti mereka akan kembali lagi ," kata Richard.
"Aish kenapa mas ?" tanya Aisha.
"Aisha pingsan di mobil, saat kalian ingin pulang ," kata Richard.
"Pingsan ?"
"Ya pingsan, karena mama muda ini tidak banyak makan ," karena Richard.
"Mama muda ?" heran Aisha dengan perkataan Richard.
"Ya mama muda, didalam sini ada penerus keluarga Hutama !" tangan Richard mengelus perut Aisha.
"Aish... Aisha hamil mas ?" tanya Aisha.
Richard menganggukkan kepalanya.
"Betul ?" Aisha tidak percaya.
"Betul, kita akan punya baby. Terimakasih !" Richard mendaratkan kecupan kekening dan kebibir Aisha.
"Besok kita periksa, biar kita tahu. ini baby hasil di Inggris atau yang di gubuk sawah ," ujar Richard dengan menampilkan senyum lebar.
"Hih..!" Aisha menepuk dada Richard, karena mendengar ucapan Richard yang mesum.
*
*
*
*
**Bersambung...
.
__ADS_1
Terimakasih atas like dan komentar ❤️❤️❤️❤️❤️
.