Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 123 Surprise


__ADS_3

Mendekati **ending, and akan happy ending..??


Happy reading guys ❤️**


****


Aisha duduk menunggu gilirannya untuk dipanggil, Richard melihat kearah ibu-ibu yang berada disampingnya dan didepannya.


"Asay, mungkin lagi musim hamil ya. Lihatlah, banyak sekali yang perutnya besar. Mungkin karena musim hujan ." bisik Richard ketelinga Aisha.


"Mas !" mendelik Aisha menatap wajah Richard yang tersenyum tipis.


"Kenapa ramai sekali, ini pasti salah Tony. Terlalu lama daftarnya," kata Richard.


"Kenapa salahkan pak Tony ? kenapa mas tidak daftarkan sendiri tadi ?" tanya Aisha.


Dertt..dertt..


Aisha merasakan ponselnya bergetar, dan Richard juga merasakan getaran ponselnya disaku jaketnya.


"Ibu !" ujar Aisha kepada Richard.


"Om Sony," ucap Richard.


Richard dan Aisha menjawab panggilan tersebut.


"Betul Bu ?" Aisha terlihat gembira.


"Betul Om Sony ?" wajah Richard keget, dan kemudian gembira.


"Baik Om, besok kami kesana ," jawab Richard.


Begitu juga dengan Aisha, yang mengatakan akan pulang kampung.


"Ibu menerima lamaran Om Sony ," kata Aisha.


"Om Sony mengatakan ibu menerima lamarannya !" kata Richard.


"Aish senang mas, akhirnya ibu mendapatkan kebahagiaan juga ," ujar Aisha.


"Senang! kenapa terlihat sedih ?" tanya Richard.


"Nggak sedih ! ini bahagia ," ujar Aisha.


Akhirnya nama Aisha dipanggil.


"Dua kebahagiaan, baby kita. Dan pernikahan Ibu ," kata Richard.


"Iya mas ."


Aisha masuk kedalam, dan melihat dokter yang masih sangat muda.


"Apa dokter ini baru tamat?" dalam benaknya Richard.


Richard ragu, setelah melihat dokter tersebut masih sangat muda.


"Asay ." bisik Richard.


"Mas !" Aisha tahu, bahwa Richard pasti ragu dengan dokter kandungan yang masih muda tersebut.


"Silakan Bu, Pak ." ujar Dokter kepada Aisha dan Richard.


"Ada keluhan apa Bu ?" tanya dokter.

__ADS_1


"Saya mau periksa kandungan Dok," kata Aisha.


"Apa sudah periksa tespek Bu ?" tanya dokter.


"Belum Dok, waktu itu saya pingsan. Dan dokter umum mengatakan bahwa saya hamil ," kata Aisha.


Sedangkan Richard hanya diam, dia serius menatap apa yang tanyakan oleh dokter.


Dokter menanyakan kapan terakhir Aisha datang bulan.


Aisha bingung, karena ia merasa selama menikah ia belum pernah kedatangan tamu bulanan.


"Seminggu sebelum menikah Dok," kata Aisha.


Dokter serius melihat kearah komputer didepannya.


"Suster, bantu ibu ini berbaring," titah dokter kepada suster yang memeriksa tekanan darah Aisha.


"Mari Bu ." suster membawa Aisha untuk berbaring.


Suster menutup perut Aisha dengan selimut dan menyibakkan bajunya, kemudian memberikan gel keperut Aisha.


Richard berdiri disamping ranjang, masih dalam keadaan diam dan mengamati semua tindakan dokter yang mulai menggeser alat USG keperut Aisha.


Kening dokter berkerut melihat kelayar monitor, dan tidak luput dari pantauan mata Richard.


"Apa yang ada dalam pikiran dokter itu, apa dia bingung melihat USG tersebut." batin Richard.


Dokter terus menggerak-gerakkan alat USG diperut Aisha.


"Dokter, apa ada yang aneh diperut istri saya ?" Richards membuka suaranya, setelah sedari tadi menjadi pengamat saja.


Dokter mengangkat kepalanya dan menatap Richard.


"Apa maksudnya? saya bingung apa yang dokter katakan ?" tanya Richard dengan ekspresi wajah yang bingung.


Aisha juga bingung, apa yang mau dokter katakan.


"Dokter, siapa yang main petak umpet diperut saya ? apakah saya tidak hamil ?" tanya Aisha, wajahnya sudah terlihat sedih.


"Apakah aku tidak hamil ? dokter itu salah periksa?" batin Aisha.


"Ibu hamil, dan baru mau memasuki empat Minggu. Yang saya katakan, lihat ini ada dua kantung. Dan ada satu kantung lagi yang selalu menghindar dari USG ini, Seperti satu baby ini tidak ingin terekspos," kata Dokter.


"Maksudnya ? ada kemungkinan kami punya baby kembar ya Dok ?" tanya Richard.


"Bukan kemungkinan lagi pak, sudah pasti kembar tiga. Cuma yang satu suka bersembunyi ," ucap Dokter.


"Asay !" mata Richard bulat sempurna dan ekspresi wajah yang bahagia.


"Tiga !? ucap Aisha.


Dokter berdiri dan berjalan menuju ketempat duduknya.


Suster mengelap perut Aisha yang basah.


Aisha turun dari ranjang pasien dan kembali ketempat duduk.


"Hati-hati sayang ," ujar Richard.


"Bu, usia kandungannya yang masih rawan. Apalagi ini ada baby tiga, saya sarankan banyak konsumsi makanan yang bergizi dan buah-buahan," kata dokter sambil menuliskan resep obat yang harus dikonsumsi oleh Aisha.


"Dok, apakah kehamilan kembar tiga sangat rawan ?" tanya Richard.

__ADS_1


"Semua kehamilan itu rawan pak, jika tidak di jaga. Jaga mood, makan-makanan yang bergizi. Ini ada saya resepkan vitamin dan obat muntah, dan jangan khawatir. ini baru kembar tiga Bu, pasien saya ada baru melahirkan kembar empat," ujar dokter yang melihat ada kekhawatiran dari wajah pasiennya yang duduk didepannya.


"Kapan harus datang lagi Dok?" tanya Richard, yang sekarang bertanya. Sedangkan Aisha diam membisu.


"Kalau tidak ada masalah, bulan depan pak. Bu ," jawab dokter.


***


Sejak dari rumah sakit, sampai dalam mobil menuju rumah. Aisha hanya diam, hanya Richard yang berbicara dengan gembira.


"Asay, kenapa diam saja. Apa tidak senang bahwa kita akan punya baby kembar tiga ?" tanya Richard, saat menyadari bahwa hanya dia yang bersuara. Sedangkan Aisha hanya diam.


"Mas..! tiga mas, tiga baby !" seru Aisha kepada Richard.


"Terus kenapa ? mas sanggup membiayai nambah tiga anggota lagi ," kata Richard.


"Bukan masalah biaya mas, Aish takut mas. Apa sanggup membawa tiga baby sekaligus didalam perut ini?" Aisha mengelus-elus perutnya yang masih datar.


"Maaf, mas sudah membuat Aisha hamil kembar tiga ," kata Richard, tangan Richard mengambil jemari Aisha dan mengecupnya.


"Jangan khawatir ya, kita berjuang bersama. Agar baby kembar kita ini sehat sampai dilahirkan," ujar Richard.


"Sudah, tidak usah khawatir ."


***


Aisha berbaring di sofa, paha Richard dijadikannya bantalan.


Richard mendengar suara mama dan papanya, Aisha langsung bangun dari rebahan.


"Mantu cantik mama mana ?" tanya mama Richard.


"Sini maa ," jawab Richard dari ruang keluarga.


Mama Richard langsung memeluk Aisha, begitu juga papa Richard.


"Kami senang, akhirnya keluarga kita akan bertambah ramai !" ujar mama Richard.


"Jangan khawatir, di Indonesia sudah sering menangani baby kembar tiga. Pasti tidak akan ada masalah ." mama Richard memberikan semangat untuk Aisha, karena Richard memberitahukan kepada kedua orang tuanya. Bahwa Aisha takut.


Mama Richard mengatakan, bahwa selama dirinya menjadi dokter. Para rekan kerjanya yang menjadi dokter spesialis kebidanan, sudah sering membantu persalinan kembar tiga.


"Maa, apa dokter yang mama rekomendasi itu sudah sering mendapatkan Pasien Seperti Aisha ?" tanya Richard.


"Kenapa ? apa kau ingin pindah dokter?" tanya mama Richard.


"Dokter yang ini masih sangat muda ma ," kata Richard.


"Boy, jangan kau kira dokter itu masih muda tidak bagus ," kata papa Richard.


"Rich khawatir paa, karena Aisha ini hamil kembar tiga ," kata Richard.


"Kalau Richard memang ingin pindah dokter, nggak apa-apa. Biar besok kita kerumah sakit, biar mama buat janji dengan dokter Herman ," kata mama yang memaklumi kekhawatiran putranya tersebut.


*


*


*


*


Bersambung 😘😘

__ADS_1


__ADS_2