
Semua masih dalam keadaan sehat kan, selalu menjaga jarak aman. Ikuti protokol kesehatan.
Happy reading guys ❤️
**
Begitu melihat Keane dan Mada, Vely langsung menunjukkan ekspresi wajah juteknya.
Vely kacak pinggang menatap wajah Keane.
"Kak Keane dan kak Dama jahat!" seru Vely.
"Iya Vely, lihat bajuku berantakan begini. Gara-gara aku kaget, tiba-tiba muncul wajah setan dilayar sebesar itu. Popcorn yang ku pegang jatuh !" Mada melototi Dama, sedangkan Vely mendelikkan matanya menatap wajah kakaknya.
"Kalian mau nonton, kenapa salah kami berdua?" Dama merasa tidak bersalah.
'Kami tidak mau nonton film setan kak!" Vely menatap Dama dengan perasaan yang kesal.
"Lain kali kita lihat film romantis," kata Keane .
"Tidak ada lain kali," ketus Vely, begitu juga dengan Mada.
Keane dan Dama tertawa, melihat keduanya cemberut.
"Vely, ayo ke toilet. Gara-gara lihat film setan, aku sampai mau ngompol !" Mada menarik tangan Vely.
"Kami tunggu disini ya, apa perlu kami temani. Mungkin ada penampakan di toilet!" seru Keane.
"Bodo !" sahut Vely.
***
Keane sibuk dengan tugas mengawasi Mada dan Vely, berbeda dengan Kenway. Karena sering satu pesawat, Kenway sering kerumah Marco. Sehingga Kenway semakin dekat dengan baby Julio, dan mama muda baby Julio.
Rasa tertarik Kenway kepada Vania terjadi, karena melihat begitu telatennya Vania mengurus baby Julio.
"Hai Lio !" Kenway mengendong baby Julio.
"Ken, kau suka dengan Vania ?" tanya Marco terus terang.
Mendapatkan pertanyaan dari Marco, Kenway biasa saja. Tidak ada efek terkejut, seperti orang yang kaget.
"Kenapa? kau tidak setuju, aku mendekati adikmu ?" tanya Kenway seraya meletakkan bokongnya kekursi.
"Bukan tidak setuju, tapi kau tahukan. Vania tidak bisa jauh dari Julio. Vania itu sudah menganggap Julio itu seperti anaknya," kata Marco.
"Karena itu, aku menyukainya. Kau tahu kan, aku tidak suka dengan wanita yang terlalu..." Kenway tidak melanjutkan ucapannya, dia tahu. Marco tahu apa yang ingin dikatakannya.
"Apa kau izinkan aku berteman dengan adikmu ?" Kenway melirik sahabatnya tersebut.
"jangan kau permainkan, aku sudah kehilangan adik. Aku tidak ingin kehilangan lagi."
"Apa kau kira aku ini cowok brengsek! aku punya adik perempuan. Tidak mungkin aku menyakiti perempuan."
__ADS_1
"Sini kak Julio, mau dimandikan." Vania mengambil baby Julio dari gendongan Kenway, dan membawanya masuk kedalam.
Mata Kenway terus menatap Vania, sampai bayangan Vania tidak terlihat lagi.
"Wow..! kondisikan mata!" seru Marco kepada Kenway, karena menatap Vania sampai tidak berkedip.
Kenway hanya tertawa, dan mengaruk-garuk rambutnya. Karena kedapatan menatap Vania.
"Tembak Bro, jangan nanti.Kau keduluan orang ," kata Marco .
"Apa ada yang mendekatinya?" tanya Kenway.
"Ada, teman kampusnya. Anak itu juga dekat dengan baby Julio," kata Marco.
"Pintar orang itu, mau dengan Mamanya. Dekati anaknya, apa dia tahu bahwa Julio bukan putra Vania?" tanya Kenway.
"Tahu, karena Marcel teman Corrie juga," kata Marco.
"Aku tidak boleh kalah start!" seru Kenway.
"Aku mengira kau ini anti wanita, dulu saat kuliah. Banyak yang mengejar mu, kau dingin. Kau tahu, banyak pramugari yang mau menjadi pacarmu, apa tidak ada yang mau kau jadikan pacar ?" kata Marco.
"No! aku tidak berminat mencari pacar, atau istri yang bersama dengan ku. Selalu terbang, jika kamu sudah menikah. Anak kami nanti selalu ditinggalkan," kata Kenway.
"Pikiran mu sudah sejauh itu ?"
"Aku sudah 21 tahun, sudah waktunya kita pikirkan masa depan!"
"kau mau menikah muda?" tanya Marco.
Seperti Kenway yang sudah mempunyai gadis yang menjadi incarannya, Rodrick belum mempunyai gadis yang menarik minatnya. Tetapi sejak kemunculan Jessie yang terlihat jutek, dan terkadang menggemaskan membuat Rodrick suka mengerjain Jessie yang sangat takut dengan hewan melata. Ular.
"Dok!" teriak Jessie dengan suara yang keras dan cempreng.
Rodrick dan Umar berlari kedepan, karena saat terdengar suara Jessie yang melengking memanggilnya tadi. Rodrick dan Umar sedang menjahit kaki doggy yang luka.
"Ada apa?" tanya Rodrick.
"Tuh..!" Jessie menunjukkan kearah luar klinik.
Terlihat laki-laki berdiri dipintu masuk, dengan menatap kedalam klinik.
Umar berjalan keluar, menghampiri laki-laki tersebut. Kemudian Umar masuk.
"Siapa?" tanya Rodrick.
"Pria itu bawa binatang peliharaannya Dok, sedang sakit," kata Umar.
"Terus ! kenapa tidak masuk ?" tanya Rodrick.
"Nona Jessie mengusirnya," ucap Umar dengan setengah berbisik, sedangkan Jessie berdiri disudut dengan membawa sapu .
"Jessie, sini !" panggil Rodrick.
__ADS_1
Jessie mendekatkan diri kedekat Rodrick.
"Kenapa kau mengusir orang itu ?" tanya Rodrick, matanya setengah mendelik menatap Jessie.
"Ular yang dibawanya, mengerikan Dok," jawab Jessie.
"Walaupun mengerikan, kita tidak boleh menolak pasien. Suruh masuk." titah Rodrick kepada Jessie.
"Saya ?" Jessie menunjuk kearah dirinya.
"Iya! siapa tadi yang mengusirnya, dia yang membantu untuk ikut menangani ular itu.
"Ah..! Dokter, jangan Jessie. Suruh saja mas Umar ." rengek Jessie, tetapi Rodrick tidak mendengarkan rengekannya.
Dengan sangat terpaksa, Jessie ikut menangani ular tersebut. Walaupun Jessie berdiri jauh dan ular tersebut dibius, tetapi Jessie tetap tidak berani mendekat.
"Bagaimana kau bisa menjadi dokter hewan, jika melihat ular saja takut ?" tanya Rodrick.
"Jika aku buka klinik, aku tidak terima pasien binatang melata. Aku hanya menangani kucing, dan hewan-hewan yang lucu dan imut," kata Jessie.
"Kau tidak cocok menjadi dokter hewan, berhenti saja kau kuliah. Ganti jurusan saja ," ujar Rodrick dan masuk kedalam ruang kerjanya.
"Hih..enak saja suruh orang berhenti, memangnya siapa dia !" jengkel Jessie.
"Dia dokter Non," sahut Umar.
"Kan tidak ada salah kita tidak mau mengobati binatang yang melata itu kan ?" tanya Jessie pada Umar.
"Tidak sih Non, tapi kalau orang datang membawa hewan kesayangannya. Kita tolak.
**
Setelah mencari kost yang bagus dan dekat dengan kampus, akhirnya Vely berada dirumah kostnya.
Semua turut mengantarkan Vely kerumah kostnya.
Anak-anak kost yang melihat kedatangan tiga pria yang mirip, mengantarkan Vely kerumah kostnya. Menjadi heboh, ada yang terang-terangan keluar dari dalam kamar untuk melihat. Dan ada yang secara sembunyi-sembunyi dari balik tirai jendela.
"Koq aku merasa berada pria di sarang penyamun wanita." bisik Kenway kepada Rodrick.
"Mungkin mereka tidak pernah melihat orang ganteng," jawab Rodrick.
Keane jalan terus, dengan membawa koper Vely. Keane tidak perduli orang yang mengamatinya.
"Mommy dan Daddy mana ?" tanya Vely kepada Keane didepannya.
"Ketemu dengan pemilik kost, Daddy mau minta agar di pasang cctv didepan kamar," kata Keane .
"CCTV!? kaget Vely.
Bersambung 😘
Visual Jessie dan Vania di ambil dari pinterest.
__ADS_1