
Semangat selalu kakak-kakak, badai pandemi pasti berlalu. Asal kita taat, mengikuti protokol kesehatan.
Happy reading guys ❤️
***
Rodrick sudah tiba di bandara, menunggu kedatangan grandpa dan uncle Edward.
Begitu penumpang dari luar negeri tiba, kepala Rodrick terus mencari-cari keberadaan grandpa dan uncle Edward.
Ada yang berbeda di badan Rodrick, dia iseng menulis di secarik karton. Dan menggantungkannya dileher.
Orang yang membaca tulisan tersebut tertawa geli membacanya.
"Anak muda, siapa yang kau sebutkan sebagai grandpa penjajah?" tanya seorang pria paruh baya, yang berhenti berjalan. Hanya untuk membaca tulisan yang tergantung dilehernya.
"Oh.. ini, grandpa penjajah?. Daddy mommy, grandpa bule" beritahu Rodrick seraya nyengir.
Pria tersebut juga tertawa, dan sebelum melanjutkan perjalanan. Dia berkata kepada Rodrick sembari memberikan tepukan dipundaknya.
"Semangat menunggu kedatangan penjajah ya" ujar pria tersebut.
"Iya Om" sahut Rodrick.
Rodrick santai saja, dia tidak perduli ada orang yang berhenti berjalan hanya untuk membaca tulisan didada dan punggung Rodrick.
Karena merasa sangat unik, ada yang minta gambar bersama dengan Rodrick.
"Mas, boleh foto bersama?" tanya dua gadis yang sedang menunggu, seperti Rodrick juga .
"Boleh, ayo" Rodrick langsung bergaya dan menampilkan senyum lebar dibibirnya.
Sedang asik berfoto ria dengan fans dadakan Rodrick, seseorang dengan memakai bahasa asing menyebutkan nama Rodrick.
(Kita pakai bahasa Indonesia saja ya, jika pakai bahasa Inggris. Diterjemahkan. Sebenarnya untung author, kata makin banyak.)😀
__ADS_1
"Rodrick, apa yang kau lakukan?" terdengar suara bariton dengan memakai bahasa asing terdengar dari samping Rodrick.
Spontan Rodrick menoleh kearah sumber suara, wajahnya cerah seketika.
"Maaf, ladies. Grandpa bule ku sudah datang " Rodrick menunjuk kearah dua laki-laki, satu sudah cukup berumur. sedangkan yang satu masih muda.
Gadis-gadis yang mengajak Rodrick berswafoto, satu demi satu pergi.
"Grandpa!" Rodrick memeluk grandpa bule.
"Anak nakal !" seru grandpa, begitu Rodrick melepaskan pelukannya.
"Kau sungguh nakal Drick ," ujar uncle Edward, selesai membaca apa yang ada didepan dada dan punggung Rodrick.
"Sorry grandpa, uncle. Hanya iseng, bosan Drick sendiri nunggu. Sebenarnya tadi bersama dengan kak Keane, tetapi kak Keane tidak bisa ikut menjemput" kata Rodrick.
"Mana yang lain? grandma, aunty Laura?" tanya Rodrick.
"Maaf, keduanya tidak bisa ikut. Grandma terpaksa tinggal, Rocco tidak ada yang jaga. Aunty Laura mu hamil muda," kata Edward.
"Mommy mu fantastic, anaknya empat" balas Edward.
Rodrick tertawa lebar.
"Ayo grandpa, uncle" Rodrick mengambil koper grandpa dan menariknya.
***
Vely masih berada dikampus, setelah hampir satu jam menunggu dosen untuk menyerahkan tugas kuliah. Sebenarnya Vely sudah libur kuliah, tetapi karena ada satu mata kuliah yang tugasnya belum Vely serahkan. Dengan terpaksa Vely berangkat kekampus.
Setelah selesai, Vely menghubungi sopirnya. Tetapi sopirnya mengatakan bahwa dia sudah sampai dirumah.
"Terus Vely pulang dengan siapa?" tanya Vely dengan perasaan yang kesal.
Sambungan telepon dengan sopirnya terputus.
__ADS_1
"Hih...main putus lagi !" Vely semakin bertambah kesal, karena sambungan teleponnya dengan sopirnya putus mendadak.
"Ahh....!" Vely melampiaskan rasa kesalnya dengan menendang dedaunan yang ada didekat kakinya.
"Daun tidak salah, kenapa ditendang." suara yang sangat dikenalnya dari arah belakang, membuat Vely segera membalikkan badannya.
Melihat orang yang berada dibelakang, dan yang telah dua kali mencuri ciuman secara tiba-tiba. Membuat wajah Vely menghangat, mengingat ciuman terakhir yang dilakukan Dama. Membuat Vely tidak bisa tidur.
"Ayo" Dama meraih jemari tangan Vely dan membawa Vely yang masih diam untuk masuk kedalam mobil.
Setelah duduk dan memasang seatbelt, Dama melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.
"Kita tidak pulang?" Vely membuka suaranya, setelah sedari tadi diam. Dikarenakan mobil mengarah bukan menuju jalan pulang.
"Kita mau honeymoon," sahut Dama.
"Honey... honeymoon..!" gugup Vely mendengar perkataan Dama.
Dama melirik kearah Vely, senyum terlihat dibibirnya.
"Kak Dama! jangan main-main ya!" seru Vely.
"Siapa yang main-main, kita mau honeymoon" tegaskan Dama.
Mobil semakin jauh menuju tempat yang belum diketahui Vely, kemana dia akan dibawa Dama.
Kemana tujuan Dama???
*
*
*
Bersambung 😘😘
__ADS_1