Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 111 Tetangga Kok begini


__ADS_3

Eid Mubarak kepada reader dan author, mohon maaf jika ada salah tulisan dalam menjawab semua komentar semua.❤️❤️



Dalam perjalanan benak Richard dipenuhi dengan ide-ide konyol, membuat Aisha semakin waspada tingkat tinggi.


Richard juga heran dengan dirinya sendiri, kenapa akhir-akhir ini tingkat kemesuma nya semakin tinggi. Melihat Aisha seperti ingin menerkamnya saja dan membawanya ke ranjang.


"Kenapa aku seperti ini, apa aku ada gangguan mental ?" monolog dalam benaknya Richard.


Aisha melirik Richard yang menepuk jidatnya, dan menggeryitkan dahinya.


"Kenapa mas say, pusing ya? istirahat dulu mas," ucap Aisha dengan perasaan yang khawatir.


"Nggak apa-apa," sahut Richard.


"Kalau pusing, kita istirahat mas. Jangan dipaksakan, Aish nggak bisa mengemudikan mobil mas say. Nanti mas pingsan ditengah jalan, siapa yang bawa mobil. Istirahatlah mas, jika nggak sanggup lagi !" seru Aisha yang khawatir, dengan keadaan fisik Richard.


"Mas nggak apa-apa, jangan khawatir ." Richard meraih jemari Aisha dan mengecupnya lama.


"Mas ! lihat jalan, sepertinya mas sehat-sehat saja. Jiwa mesumnya mulai bergejolak !" sindir Aisha.


"Hahaha..!" tawa Richard pecah.


"Asay, apa nggak panas. Pakai jaket Hoodie begini tebal ?" tanya Richard.


"Demi keamanan, nggak panas !" Aisha mencebikkan bibirnya.


"Mas juga heran, kenapa setiap melihat Aisha. Libido mas naik kepuncak langsung, mas ingin melakukannya langsung. Tenang, mas say tidak akan melakukannya ditepi jalan, mas say akan cari tempat strategis untuk mencoba dimobil ." goda Richard.


"Mas sayyy..!" mata Aisha mendelik sempurna.


"Sensasinya beda Aisha, penuh tantangan..!" ujar Richard dengan santainya.


"Besok periksa mas say ke spesialis jiwa !" seru Aisha.


"Hehehe..!" kekeh Richard.


***


Mayang dan David sudah pindah kerumah baru mereka, kesibukan kepindahan mereka tidak luput dari pengamatan mata Richard. Karena mobil besar yang membawa pindahan, membuat mobil Richard tertahan untuk masuk kedalam rumahnya.


Tin..tiiinn...


Richard membunyikan klakson mobilnya, agar mobil box tersebut menyingkir dari jalan depan rumahnya.


"Apa mobil itu tidak bisa parkir dipinggir jalan !" seru Richard dengan perasaan yang kesal.


"Maaf Pak !" sopir mobil tersebut meminta maaf kepada Richard.


"Cepat ! saya mau masuk kedalam rumah saya !" seru Richard dengan. tidak sabaran.


Setelah mobil bergerak, Richard masuk kedalam rumahnya.


"Sungguh menjengkelkan !" seru Richard, sembari membuka jas dan dasi nya.


"Ada apa mas, pulang-pulang ngamuk ?" tanya Aisha yang datang dari dapur dan membawa minuman ditangannya.

__ADS_1


"Tuh.. tetangga depan, mobil angkat barangnya. Menghalangi mas untuk masuk kedalam rumah kita !" Richard menyambar minuman yang ada ditangan Aisha.


"Mas ! itu sisa Aish !" seru Aisha, saat melihat minumannya sudah tandas pindah kelambung Richard.


"Tidak apa-apa, saliva kita saja sudah saling bertukar ." Richard mengedip-ngedipkan matanya.


"Hih..kumat lagi !" Aisha kembali kedapur, membawa gelas kosong.


Richard mengekor Aisha kedapur, begitu melihat majikan mereka mengekor istrinya ke dapur. yang bekerja dibagian dapur pada bubar diri sendiri tanpa di minta.


"Mas say, kenapa ikut ke dapur. Tuh Bu Yanti dan mbak Neneng kabur ," kata Aisha.


"Rindu Asay ." Richard melingkar kan tangannya diperut Aisha, dan bibir dan hidungnya mengendus-endus ceruk leher Aisha.


"Mas say ! geli !" Aisha menggeliat.


"Masak apa ?" tanya Richard.


"Lagi buat tempe bacem," jawab Aisha.


"Aaaa...tempe lagi !" seru Richard, dan melepaskan pelukan tangannya diperut Aisha dan berlari menuju kamar dan masuk kedalam kamar mandi.


"Mas..!" Aisha mengekor dan mendengar suara Richard muntah dalam kamar mandi.


"Mas kenapa ?" tanya Aisha didepan pintu kamar mandi.


Cklek..


Richard keluar dan terlihat wajahnya yang pucat.


"Mas sakit ?" tanya Aisha.


"Nama apa ?" tanya Aisha.


"Aisha masak apa tadi ?" tanya Richard.


"Tempe ," sahut Aisha.


Richard langsung masuk kembali kedalam kamar mandi, dan memuntahkan cairan yang bening .


"Mas, kita ke dokter ya ." Aisha ikut masuk kedalam kamar mandi dan menggosok pundak Richard.


"Tidak apa-apa, mas cuma nggak tahan mendengar nama masakan itu saja. Mas mau muntah mendengarnya ," kata Richard.


"Te....?" Richard langsung menutup mulut Aisha, dan menggelengkan kepalanya.


"Jangan sebut nama itu, mas mual " kata Richard.


"Kenapa begitu mas ?" tanya Richard.


"Sudah tiga hari, di meja makan semua menu. Pasti ada itunya, kucing tetangga juga nggak ada datang minta makan. Mungkin juga mereka sudah muntah-muntah seperti mas ini !" seru Richard dan merebahkan badannya ke ranjang.


"Tapi Aish, nggak bisa makan jika tidak ada itu mas ." terlihat raut wajah Aisha yang sedih.


Richard bangkit dan memeluknya.


"Maaf, tapi mas tidak tahan melihatnya ," kata Richard.

__ADS_1


"Ya sudah, Aish akan suruh Bu Yanti. Masak menu yang berbeda ." Aisha keluar dari dalam kamar menuju ke dapurnya.


"Bu Yanti, tolong masakan menu kesukaan mas Rich ya. Mas Rich mual melihat menu ini, mendengar nama tempe saja mas Rich mual ," kata Aisha.


"Den Richard, suka tempe nak Aish ," kata Bu Yanti.


"Dulu Bu Yanti, mungkin sekarang nggak lagi. Karena sudah keseringan," kata Aisha.


"Baik nak Aish ," sahut Bu Yanti.


Aisha menghentikan langkahnya, dan kembali menghadap Bu Yanti.


"Bu Yanti, mbak Neneng kemana ?" tanya Aisha, karena sejak kabur karena kedatangan Richard kedapur. Neneng tidak kelihatan lagi .


"Mungkin ditaman belakang ," kata Bu Yanti .


Aisha pergi dari dapur menuju halaman belakang, tempat ia menanam bunga-bunganya.


"Mbak Neneng, biar Aish yang kerjakan. Mbak bantu Bu Yanti saja ," kata Aisha.


"Baik " sahut Neneng dan meninggalkan Aisha.


Aisha memotong bunganya yang sudah kelihatan layu dan tanpa disadarinya, air matanya sudah menetes.


"Kenapa aku menangis ?" heran Aisha begitu menyadari bahwa air matanya menetes.


"Hih..!" Aisha mengusap air matanya, tetapi air matanya terus mengalir tak terbendung.


"Hih..mata kenapa keluar airnya terus, masa gara-gara tempe aku menangis." Aisha terus mengusap air matanya, tetapi terus mengalir.


"Sudah mata, jangan mengalir lagi. Nanti kita makan tempe didapur," ujar Aisha.


Begitu kalimat itu terucap, air mata Aisha langsung terhenti.


"Langsung mandek ." gumamnya.


Sejak drama tempe, di meja makan tidak ada lagi yang namanya tempe goreng, tempe mendoan dan rekan-rekannya.


"Kenapa sedikit makannya Asay ?" tanya Richard.


"Tadi bantuin Bu Yanti masak, sekalian mencicipi. Jadinya kenyang mas ," jawab Aisha.


Aisha hanya makan sedikit saja, hanya mengisi perut sambil menemani Richard makan. Begitu Richard selesai makan, Aisha kedapur dan makan dengan menu favoritnya tempe.


Richard bukan tidak tahu, tapi mau bagaimana lagi. Perutnya sudah menolak makanan yang bahan dasarnya kedelai tersebut.


Richard juga sedih, melihat Aisha makan didapur dengan lahapnya.


"Maaf Asay." gumamnya, saat pertama kali melihat tanpa sengaja Aisha makan lagi didapur setelah makan bersama dengan dirinya.


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung guys..


__ADS_2