
**Tetap semangat guys, selalu jaga kesehatan.
Happy reading ❤️**
***
Aisha asik berbicara dengan ibu tersebut, sedangkan Rodrick seperti biasa. Berlarian kesana-kesini.
"Lihatlah Bu, betapa lincahnya anak ibu itu. Apa yang di khawatirkan, yang perlu dikhawatirkan jika anak itu tiba-tiba diam tidak bersemangat. Dan bawaannya tidur terus, patut kita curigai. Anak itu pasti ada sakitnya, apa ibu ingin anak ibu diam terus. Maaf kata, anak yang diam dan keluar iler nya terus-menerus?" tanya ibu tersebut.
"Ngaklah Bu ," jawab Aisha.
"Anak ibu begitu lincah itu, kenapa ditakutkan. Tandanya anak ibu baik-baik saja, lihat ibu yang masuk bersama anaknya. Anaknya dulu lincah, dan tiba-tiba diam Bu ." cerita ibu tersebut, saat seorang wanita membawa anaknya sebaya dengan Rodrick masuk kedalam ruangan dokter.
Perbincangan mereka terhenti, saat ibu yang masuk tadi keluar. Dan Nama Rodrick dipanggil.
Aisha menghampiri suster tersebut.
"Tunggu ya suster, saya panggil suami saya dulu." kata Aisha.
"Ya Bu, ini adek yang mau berobat Bu ?" tanya suster tersebut.
"Iya suster," jawab Aisha.
"Biar adeknya masuk kedalam dulu Bu ," kata suster.
"Iya suster, Drick masuk kedalam bersama suster ya. Mommy mau cari Daddy keluar sebentar," kata Aisha kepada Rodrick.
"Ok." jawab Rodrick.
Aisha bergegas keluar untuk mencari Richard, dan Rodrick masuk kedalam praktek dokter bersama dengan Suster.
Setelah bertemu dengan Richard, Aisha dan Richard masuk kedalam ruang praktek dokter. Dan melihat Rodrick duduk dengan santai berbincang dengan dokter.
"Ada yang dikeluhkan dengan anak ganteng ini ?" tanya dokter Salma.
Aisha menceritakan apa yang ditakutinya, mengenai keaktifan Rodrick.
"Sebelum ibu dan bapak masuk tadi, saya sudah berbincang-bincang dengan jagoan ganteng ini. Saya tidak merasa ada kelainan, seperti autisme. Kalau autisme, pada umumnya anak itu tidak bisa berkomunikasi dua arah dengan kita sebagai lawan bicara. Anak ibu dan bapak tidak seperti itu, anak ganteng ini juga cerita. Dia sedih, karena kataknya di makan ular ." cerita dokter.
Aisha juga bercerita, mengenai kesukaan Rodrick dengan binatang. Dan memelihara hewan.
"Semua anak kecil, suka dengan hewan Bu ."
"Saya sudah katakan dengan istri saya Dok, kalau masih tahap wajar. Biarkan saja ," kata Richard.
"Kalau seperti kelinci, kucing. Saya kira masih wajar Dokter, ini ular. Cacing ," ujar Aisha.
"Anak saya juga suka dengan ular Bu , ular besar yang dipeliharanya. Saya izinkan saja, karena kesukaannya itu. Anak saya betah dirumah ," kata Dokter Salma.
__ADS_1
Sedangkan Rodrick, duduk dengan tenang. Tanpa perduli dengan percakapan membahas dirinya.
"Jadinya anak saya tidak sakit Dokter ?" tanya Aisha.
"Tidak Bu, anak ganteng ini sangat sehat. Malah saya merasa anak ini sangat jenius, apa yang saya tanyakan kepadanya tadi bisa dia menjawabnya. Dan cara bicaranya sudah sangat jelas, umur empat tahun ada yang perkataannya belum jelas," kata Dokter.
"Iya Dokter, jika mereka bicara belum jelas. Selalu saya ajarkan," sahut Aisha.
"Betul Bu, kalau bicara dengan anak harus jelas. Seperti contohnya, kita mengatakan ayo makan. ibu-ibu sering bilang mamam, jangan ! katakan saja makan, yang intinya jangan ikut-ikutan cadel saat berbicara dengan anak kecil ," kata Dokter.
Skip
Pulang dari rumah sakit, perasaan Aisha lega. Karena putra bungsunya tidak mengalami apa yang ditakutinya.
Rodrick di jok belakang, duduk dengan terkantuk-kantuk. karena gonjangan mobil, serasa dirinya berada di ayun.
"Betulkan, apa yang mas katakan Drick tidak ada apa-apa," kata Richard.
"Ais kan takut Mas, dari pada terlambat. Lebih baik kita periksa ."
"Sebenarnya, Mas dulu juga seperti Rodrick ," kata Richard.
"Dari mana Mas tahu ?' tanya Aisha.
"Tadi Mama nelpon, ya mengatakan itu. Mas juga tidak tahu bahwa Mas dulu anak yang actif, Mama juga bilang ada bekas luka di kepala ini. Karena jatuh sewaktu manjat pohon."
Richard menceritakan apa yang dikatakan oleh Mamanya tadi.
Richard tertawa, melihat bibir Aisha manyun.
"Untung hanya satu, jika ketiganya begini. Tua sebelum waktunya Aish Mas !"
Aisha menoleh kebelakang dan melihat putranya yang sering membuat dirinya jantungan tidur.
"Hanya saat tidur, Rodrick tenang. Jika ingat saat mereka lahir, Aish sangat khawatir dengan Rodrick Mas. Karena Rodrick paling lama berada di rumah sakit ," kata Aisha.
"Sudah ! tidak di ingat-ingat lagi, yang penting mereka saat ini sehat ."
"Bagaimana dengan orang itu Mas, apa sudah bebas ?" Aisha bertanya tentang Sarah.
"Sepertinya sudah ! hukumannya 2,5 tahun. Tenang saja, Mas tidak akan mengizinkan siapapun mengusik keluarga kita ."
Sejak kejadian itu, pengamanan terhadap Aisha dan Alana diperketat oleh Richard. Dan pihak perumahan juga melarang orang yang tidak bisa menunjukkan identitas untuk masuk kedalam perumahan.
***
Dua bulan kemudian.
Setelah mengantarkan ketiga putranya yang baru masuk Playgroup, Aisha kembali naik ke ranjang untuk tidur.
__ADS_1
Aisha terbangun, saat Neneng membangunkan dirinya. Karena Aisha berpesan agar membangunkan dirinya untuk menjemput si kembar dari sekolah.
Setelah menjemput ketiga jagoannya, Aisha membawa ketiganya untuk mengunjungi Richard.
Begitu tiba dikantor Richard, ketiganya langsung berlari menuju lift. Untuk naik lantai atas, di mana ruangan kerja Richard berada.
Sedangkan Aisha masih berada dibelakang mereka, karena membalas sapaan karyawan yang mengenali dirinya sebagai istri Richard.
"Om !" teriak ketiga, begitu melihat Tony keluar dari dalam lift.
"Wah..jagoan ! mau ketemu Daddy ya ?" tanya Tony .
Ketiganya menganggukkan kepalanya.
"Ayo Om antarkan ," kata Tony.
"Tidak usah Pak Tony, lakukan saja pekerjaan yang ingin Pak Tony lakukan ," kata Aisha kepada Tony.
"Tidak ada kerjaan Bu , saya diperintahkan boss untuk menjemput kebawah ," kata Tony.
"Mas say tahu kami datang ?" padahal Aisha ingin memberikan kejutan.
"Bu, disini ada cctv. Kedatangan ibu terpantau langsung ke ruangan boss." beritahu Tony.
"Oh..!" Aisha melihat, ada beberapa cctv di lobby.
Tony mengantarkan Aisha dan ketiga putranya menuju ruang kerja Richard.
Ketiganya langsung berlari menuju ruang kerja Richard.
"Daddy..!" begitu pintu terbuka, ketiga menyerbu masuk dan langsung memeluk Richard. Seperti sudah lama tidak bertemu.
"Aduh..! Daddy pingsan ini ." Richard pura-pura pingsan dan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi kerjanya.
"Hei..apa yang kalian lakukan pada Daddy ?" tanya Aisha yang baru tiba, karena Aisha memberikan dulu rantang makan siang untuk Tony.
"Daddy pingsan mom ," jawab Kenway.
"Kenapa Daddy pingsan ?" tanya Aisha.
"Kami memeluk Daddy " Keane yang menjawab.
"Sudah, jangan sedih. Kita cari Daddy baru ," kata Aisha.
"Apa! mommy jahat ya, mau mencarikan Daddy baru untuk kalian ." Richard membuka matanya, mendengar Aisha ingin mencari Daddy baru.
"Sini makan, cukup dramanya ." Aisha membuka makan yang dibawanya.
"Heit.. jangan makan dulu ! cuci tangan ." titah Aisha.
__ADS_1
"Mommy cerewet ya ," ucap Richard kepada ketiga putranya.
❤️ Bersambung❤️