Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 69 Hidup baru


__ADS_3

Jumpa lagi dengan author receh, yang banyak maunya. tapi author hanya minta like saja 🥰


****


Dalam perjalanan, Aisha sudah terkantuk-kantuk. kepalanya bergoyang kedepan dan kesamping, sehingga Richard membaringkan tubuhnya kesadaran kursi dan pahanya menjadi bantal bagi kepala Aisha.


"Boss, kita langsung ke apartemen ?" tanya Tony yang duduk didepan bersama supir.


"untuk apa ke apartemen ?" tanya Richard.


"Kalau tidak ke apartemen, kita kemana ? apa kerumah Tuan Marvin. Apa akan tinggal di rumah orangtua boss ?" tanya Tony penasaran, kemana mereka harus mengantarkan Richard dan Aisha.


Richard memberikan alamat rumah.


Mobil menembus jalanan yang sudah mulai lengang, karena hari yang sudah tengah malam.


Begitu mobil sampai di alamat yang diberikan oleh Richard, pintu gerbang terbuka. Dan terlihat dua orang satpam sudah berdiri dengan posisi yang setengah bangun, karena sudah dini hari. Tony segera turun setelah mobil berhenti sempurna.


"Boss, rumah siapa ?" tanya Tony bingung, karena Dia tidak pernah kesini.


"Rumah tetangga," jawab Richard.


"Boss mau tinggal dirumah tetangga, kenapa tidak tinggal dengan orang tua boss saja ?"


"Ah berisik kau Tony, kenapa selama kembali ke Indonesia. Mulutmu semakin pandai berkicau ?" tanya Richard sembari berusaha membangunkan Aisha yang semakin pulas tidurnya.


"Saya lebih suka berbicara dengan menggunakan bahasa ibu boss, lebih enak ," kata Tony yang berdiri menunggu Richard keluar dari dalam mobil.


"Aish.." Richard mengelus pipi Aisha, agar Aisha terbangun.


"Boss, kalau dielus-elus begitu. Makin tidur," kata Tony.


"Terus diapain biar bangun?" tanya Richard serius.


"Kalau ibu saya itu boss, saat membangunkan saya. Ibu nyiram pakai air segayung, apa perlu saya ambil air boss?" tanya Richard.


"Kau suruh aku nyiram istriku pakai air, saran yang menyesatkan ." gerutu Richard.


Pak Adi yang mendengar perbincangan boss dan asistennya menjadi tersenyum sendiri.


"Pak kopernya dibawa kemana?" tanya satpam, yang sibuk mengeluarkan koper yang berisi baju-baju Aisha dan Dirinya.


"Tanya Bu Marni ," ujar Richard yang masih sibuk berusaha untuk membuat Aisha bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Boss, ini rumah siapa?" Tony penasaran.


"Rumah Pak Richard," seorang satpam mendengar pertanyaan Tony yang menjawabnya.


"Benar ini rumah boss ?" tanya Tony sembari menundukkan kepalanya, untuk melihat Richard kedalam mobil.


"Iya ," jawab Richard.


"Kalau boss tinggal disini, kenapa saya harus merenovasi apartemen ?" bingung Tony .


"Apartemen untuk kau tinggalin, biar kau standby 24 jam di kantor," kata Richard.


"Sungguh boss, apartemen untuk saya. Kenapa bukan untung yang saya dapatkan boss, kalau saya harus standby 24 jam ngurus kantor?" Tony bingung dengan pekerjaan yang diembannya, sedangkan Richard masih berusaha untuk membuat Aisha bangun.


Boss dan asistennya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Pak, gendong saja," ujar Pak Adi yang melihat Richard yang masih berkutat dengan usaha membuat Aisha bangun.


"Ah.. kenapa tidak sedari tadi kau memberikan usul," ujar Richard kepada pak Adi.


Richard keluar dari dalam mobilnya, dan berusaha untuk mengeluarkan Aisha dari dalam mobil.


"Tony, kenapa kau berdiri seperti patung. Bergeser sedikit !" seru Richard, karena Tony menganggu dirinya saat mengangkat Aisha keluar dari dalam mobil.


"Maaf pak." Tony langsung bergerak memberikan ruang untuk Richard mengendong Aisha keluar.


Richard membaringkan Aisha keranjang, dan berdiri sembari menggeliatkan tubuhnya. Dan menepuk-nepuk pahanya yang kebas dan dijadikan bantal.


Richard keluar dari dalam kamar.


"Tony, selama seminggu saya tidak berada dikantor. Semua urusan sudah saya perintahkan Bram ikut menanganinya," kata Richard kepada Tony yang terkantuk-kantuk duduk selonjoran didepan TV.


"Kenapa bapak lama sekali tidak kekantor?" tanya Tony setengah sadar.


"Saya ingin honeymoon ."


"Honeymoon ?" bingung Tony.


"Iya honeymoon, kenapa? apa ada yang keberatan ?" mata Richard menatap asistennya dengan tatapan mata yang tajam.


"Oh..maaf pak, saya lupa. Boss sudah menikah ." ngekeh Tony.


"Sudah sana pulang, apartemen saya yang lama itu untuk kamu," ujar Richard dan kemudian kembali masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


"Hih.. boss, ingin cepat masuk gawang saja. Tapi yang punya gawangnya tidur, apa boss ingin membobol gawang tanpa perlawanan ?" Tony ngoceh sendiri saat berjalan menuju mobilnya.


"kenapa tu asisten pak Richard, kenapa ngomong sendiri ?" tanya pak Adi supir pribadi Richard.


"Nggak tahu, tanya sendiri ," ucap satpam yang menjaga keamanan rumah Richard, sembari meneguk kopinya yang masih ngepul.


"Pak Tony ada apa ? kenapa ngomong sendiri ?" tanya pak Adi.


"Tuh..pak Boss, libur seminggu. semua tugas dihandle pak Bram, pasti aku juga repot," ujar Tony.


"Oalah..! pak Tony seperti tidak tahu saja, Pak boss masih pengantin baru. Mau moon..moon lah !" seru pak Adi, dan timpali oleh satpam.


"Pak Tony seperti tidak pernah menikah ?" ujar pak satpam.


"Lah..saya belum pernah menikah pak !" seru Tony dengan cepat, karena Tony merasa bahwa ucapan pak satpam akan membuat dirinya akan salah sangka. Bahwa dirinya dirinya sudah punya gandengan.


"Masih tong-tong yang pak Tony ?" tanya pak satpam.


"Seribu persen masih segel pak," kata Tony.


"Mau janda atau perawan pak, biar saya Carikan ?" ujar pak satpam.


"Masih segel pak, saya juga masih tersegel," jawab Tony.


"Saya kira mau yang sudah blong, kalau mau yang blong. Ada tetangga saya ." ujar pak Adi.


"No, saya mau yang ada tembok tebalnya ." ujar Tony dan kemudian beranjak menuju mobilnya dan diikuti oleh pak Adi.


"Blong, tapi masih terasa ada tembok pak Tony..!" seru pak satpam sembari ngekeh, sehingga terlihat barisan giginya yang sudah tidak sempurna lagi.


"Sama bapak saja, saya mau yang masih fresh." balas Tony dari dalam mobil.


***


Dalam kamar, Richard sudah membersihkan dirinya. Dan sudah mengunakan piyama yang sudah lama tidak dipakainya, sebenarnya Richard lebih suka tidur hanya memakai boxer dan bertelanjang dada. Tetapi karena sekarang Dia tidak tidur sendiri lagi, dan dia takut Aisha merasa tidak nyaman. Dengan terpaksa Richard mengeluarkan piyama tidurnya.


"Ah..Aish masih memakai bajunya yang tadi, bagaimana ini. Apa aku harus menggantikan bajunya, tapi apa Dia akan nyaman dengan tidur masih menggunakan baju jeans begini."


Sebelum kembali ke kota tadi, Aisha mengganti baju Pengantinnya dengan baju kemeja dan celana jeans.


"Ganti saja, lagi pula Dia sekarang sudah menjadi istri ku. Tidak ada tabu lagi sekarang, jika aku melihat tubuhnya ." Richard menarik koper Aisha dan mencari baju tidur.


Richard kebingungan saat ingin membuka kancing kemeja yang digunakan Aisha, sedangkan Aisha masih nyaman dengan tidurnya. Mungkin karena saat pagi bangun awal dan kecapekan dengan tamu undangan yang membeludak. Sehingga Aisha tidak terganggu dengan perbuatan Richard yang membuka kancing baju satu demi satu.

__ADS_1


Bersambung..


Apa Aisha terbangun, atau Dia tidur seperti kebo 😀


__ADS_2