Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 51 Shock


__ADS_3

Jumpa lagi dengan keluarga Aisha yang berganti judul terus menerus, ada yang merasa judulnya terlalu..terlalu.😥


***


Semua orang yang berada di meja makan sangat terkejut, hanya Alana yang tidak. Karena sudah mengetahui mengenai lamaran yang dilakukan Om nya.


"Ibu ?" Larasati juga kaget, walaupun dia sudah mengetahui mengenai keinginan Richard dan David. Tapi dia tidak menyangka ibunya memakai keinginan Aisha kembali kuliah untuk menyuruhnya menikah.


"Nek," ujar Wisnu.


"Wisnu, apa kau setuju mereka berdua kembali kekota ?" tanya nenek kepada Wisnu.


"Tidak nek, tapi memikirkan kuliah Aisha tinggal sebentar lagi. Sangat disayangkan jika tidak dilanjutkan" kata Wisnu.


"Apa harus itu nek ?" tanya Aisha dengan penuh kebimbangan, karena dia tahu perkataan nenek nya tidak bisa dibantah lagi.


"Ya, kalau Aisha tidak bisa melakukan permintaan nenek. Nenek tidak akan mengizinkan kalian kembali kesana, Nenek tidak tenang disini. Nenek was-was apa yang akan menimpa kalian disana lagi, dan jika Aisha sudah menikah. Sedikitnya perasaan nenek tenang, karena sudah ada orang yang melindungi Aisha," kata nenek.


"Bu, apa tidak bisa kita cari jalan yang lain?" kata Larasati, yang merasa berat jika Aisha menikah. Karena umur Aisha masih teramat muda.


"Apa solusinya, apa Aisha pindah kampus ?" tanya nenek, dengan memandang kewajah Wisnu dan Larasati.


"Tidak mungkin nek, Aisha paling lama setahun lagi. Aisha sudah Ngajukan skripsi," kata Aisha.


"Nah..menikah, jalan satu-satunya. Agar kau dapat melanjutkan kuliahmu lagi ." kata nenek dengan tegas.


"Bu ," ujar Laras.


"Laras, apa kau ingin kejadian yang dialami Aisha terulang kembali. Allah masih melindungi Aisha saat itu, apa kau bisa menjaga Aisha selama dia kembali kekota?" tanya nenek kepada Wisnu.


"Kalau tidak sibuk, Wisnu bisa menjaga Aisha nek," kata Wisnu.


"Sampai kapan, apa kau sanggup ulang-alik ?"


"Aisha, pertimbangan apa yang nenek sarankan ini," kata nenek


kepada Aisha.


"Nek, kalau Aisha menerima apa yang nenek sarankan. Aisha menikah dengan siapa? Aisha tidak ada pacar ?"


"Richard dan David ," ucapan nenek membuat Aisha tertegun dan tiba-tiba Aisha tertawa sambil memukul-mukul meja makan.


"Ha..ha..ha..!" Aisha tertawa lepas, sejak peristiwa yang menimpanya. Baru kali ini Aisha tertawa sampai terbahak-bahak, badannya bergetar karena tertawa.


Melihat Aisha tertawa, nenek dan Ibu menatapnya dengan heran. Begitu juga dengan Wisnu, Alana dan Mayang. Menatap Aisha.


"Kenapa kalian menatapku ?" tanya Aisha.

__ADS_1


"Apa kau sehat Ais ?" tanya Alana membuka suaranya.


"Aku sehat dan sangat sehat, kenapa ? apa kalian kira aku depresi kembali?" Aisha melihat wajah-wajah yang menatap dirinya dan perasaan yang heran.


"Nenek ngeprank Ais kan ?" Aisha tidak percaya nenek mengusulkan agar dia menikah dengan salah satu nama yang keluar dari mulut neneknya.


"Nenek tidak apa yang Aisha bilang tadi ngeprek..?


"Prank nek, bukan prenk ," kata Wisnu membetulkan ucapan nenek.


"Apalah itu, nenek serius dengan ucapan nenek. Mereka berdua sudah mengajukan diri ingin melamar mu Aish ," ucap nenek.


"Al, apa Om mu sudah stres ya. kenapa dia mau menikah dengan ku ?" Aisha melihat kearah Alana yang tepat duduk disebelahnya.


"Hih..Aish, kau kira Om ku sempat stres seperti dirimu ," kata Alana.


"Kenapa Om mu ingin menikahiku ?"


"Ayolah Ais, kau menikah dengan Om ku saja ya. Biar kau diizinkan nenek kembali kuliah," kata Alana.


"Ya Ais, apa kau tidak ingin melanjutkan kuliah mu lagi ?" tanya Mayang.


"Aisha, jika kau tidak ingin menikah Jangan lakukan. Kita pikirkan cara yang lain agar kau bisa tetap melanjutkan kuliah mu ," kata Wisnu yang melihat Aisha bimbang, apa keputusan yang harus diambilnya.


"Nenek akan mengizinkan kau kembali kuliah, jika ada pria yang bisa menjagamu disana. kalau hanya dengan ibumu kau disana, nenek tetap tidak ingin kau kuliah. Tinggal disini saja, nenek masih sanggup membiayai kehidupan kalian berdua ." selesai berkata nenek kemudian meninggalkan meja makan.


"Ais, kau tidak usah lanjutkan lagi kuliahmu ya ?" kata ibunya.


"Tante, sayang kuliah Aisha tinggal sedikit lagi ," kata Alana.


"Kalau begitu, kau turuti apa kata nenek. Tinggal pilih, apa Richard atau David ," kata ibunya.


***


Dengan mengendap-endap Gaby masuk dari pintu samping rumahnya, mobilnya diparkirkannya diluar rumahnya. Karena dia takut kena marah kedua orangtuanya.


"Ah.. selamat," ucapannya sambil membuka pintu kamarnya.


"Apa yang selamat ?" terdengar suara yang keras dari belakangnya.


"Aduh..Buto hijau." monolog dalam benaknya.


"Gaby..! apa yang selamat, dari mana saja kau. Apa begini kelakuan anak gadis, kemana saja kau dari semalam ?" tanya papanya.


Gaby berbalik dan melihat kedua orangtuanya, dan terlihat wajah papanya yang merah karena sudah emosi melihat kelakuan putri satu-satunya tersebut.


"Gaby nginap di rumah Eline Pa, dia lagi sedih. Karena kucingnya mati, ya Pa kucing teman Gaby mati ," kata Gaby dengan berbohong, mengeluarkan alasan kenapa dia dia tidak pulang semalam.

__ADS_1


"Alasan, kucing mati saja. Sampai-sampai kau harus nginap disana ," kata Papanya yang tidak percaya dengan alasan yang dikatakan oleh Gaby.


"Kucing punya Eline kucing langka Pa ," kata Gaby terus dengan kebohongannya.


"Apa kucingnya kucing berbulu ayam," ucap papanya dengan jengkel.


"Ha.. ha.. papa!" Gaby tertawa.


"Gaby." mamanya mendelik melihat anaknya tersebut menertawai ucapan papanya.


"Sudah mas, katanya mau cepat kekantor." bujuk istrinya, agar suami nya menghentikan Omelanya terhadap Gaby.


"Jangan tertawa, kamu kena hukuman tidak boleh keluar selama seminggu ," ucap papanya sebelum berlalu dari hadapan putrinya tersebut.


"Kamu!" seru mamanya kepada Gaby, dan kemudian menyusul suaminya keluar.


"Selamat." Gaby masuk kedalam kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur.


"Hemhh..sudah lama tidak bermain-main dengan dua curut itu, tidur dulu. Nanti kita kirim lagi surat cinta yang romantis kepada dua curut itu."


****


pintu ruangan kerja Dony terbuka, dan muncul wajah David yang kusut.


"Kenapa ? apa ada orang yang lupa bernapas ?" tanya Dony.


"Sial, aku lagi galau ini ," kata David.


"Apa yang kau galaukan, apa perkataan nenek Aisha yang kau pikirkan ?" tanya Dony.


"Hemhh."


"Apa kau bisa menerima Aisha dengan keadaannya yang sekarang ?"


David diam, dia bingung apa yang harus dikatakannya.


"Ternyata cintamu hilang, hanya karena kesucian saja. Kau tidak cocok dengan Aisha, kau cari saja yang lain ," kata Dony.


"Kalau peristiwa itu terjadi pada Alana, apa kau masih tetap mempertahankan Alana ?" tanya David.


"Aku tetap akan bersama dengan Alana, karena keadaan itu bukan atas keinginannya. Cintaku tidak hanya sebatas kesucian saja ," ucap Dony dengan tegas.


"Terimakasih Dony, kau sudah membukakan pikiran ku yang kusut. Aku akan memperjuangkan Aisha ," ucap David dengan bersemangat.


"Saingan mu Om Richard, kau harus berjuang," kata Dony.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2