Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 99 Masalalu jangan diingat


__ADS_3

Jumpa lagi ❤️❤️


Happy reading guys...


Lope.. lope.. untuk semua reader n author tersayang..


****


Sepulang dari rumah mertuanya, Aisha sibuk membenahi kamarnya. Aisha tidak ingin kamar tidurnya dibenahi oleh para pekerja.


"Bu..Bu Yanti !" Aisha mencari keberadaan Bu Yanti yang bekerja di dapur.


"Ya Nyonya ." Bu Yanti tergopoh-gopoh datang dari belakang.


"Bu, Aish mencari-cari sapu sedari tadi. Kenapa tidak ada ya, apa dirumah ini tidak gunakan sapu ?" tanya Aisha.


"Dibelakang Nyonya ." Bu Yanti bergegas mengambil apa yang dicari oleh Nyonya majikannya.


"Ini Nyonya, mau dibuat apa Nyonya ?"


"Bu Yanti, jangan panggil Nyonya.. nyonya terus ah..!" seru Aisha yang jengah mendengar panggilan Nyonya ditelinganya.


Bu Yanti adalah maid yang menggantikan bi Rum dan Bi Siti yang kembali kerja dirumah mama Richard.


"Jadi manggil apa Nyonya, saya panggil ibu ya ?" tanya Bu Yanti.


"Bu Yanti, Aish belum ibu-ibu. Aish masih muda, panggil saja Aish !"


Aisha ingin mengambil sapu dari tangan Bu Yanti.


"Untuk apa Nyo..." Bu Yanti menghentikan ucapannya.


"Jangan Nyonya..!"


"Nak Aish saja ya, panggil Aish kok nggak enak mulut ," ujar Bu Yanti .


"Oke Bu, pas ," sahut Aisha.


"Ini sapu untuk apa ?" tanya Bu Yanti.


"Mau bersihkan kamar Bu ."


"Biar Neneng yang bersihkan Nak Aish ," ujar Bu Yanti.


"Tidak usah Bu, mulai sekarang. Biar Aish yang bersihkan, Aish bosan juga jika tidak ada kerjaan ." Aisha mengambil sapu dari tangan Bu Yanti.


Aisha meninggalkan Bu Yanti.


"Ada apa Bu ?" tanya Neneng.


"Istri pak Richard, nggak mau di panggil Nyonya ," kata Bu Yanti.


"Cantik ya Bu istri pak Richard, apa bule ya Bu ?" tanya Neneng yang baru semalam melihat Aisha, karena Neneng baru saja masuk kerja. Setelah pulang kampung.


"Emboh..tapi emang cantik, cocok dengan pak Richard. Ayo kembali kerja, itu bunga-bunganya di potongin yang sudah tua daunnya." titah Bu Yanti kepada Neneng.


Didalam kamar, Aisha berdiri mengamati apa yang harus dibersihkan terlebih dahulu.


"Hemhh dari mana dulu ." Aisha mengitari pandangannya keseluruhan kamar.

__ADS_1


Sebelum membersihkan kamar, Aisha minta izin dulu dari Richard. Awalnya Richard tidak mengizinkan, karena takut Aisha kecapekan.


Setelah Aisha berjanji tidak kerja berlebihan, Richard mengizinkannya.


"Hemhh..sini aja dulu ." Aisha membersihkan lemari yang berisi buku-buku yang dibaca Richard sebelum tidur.


"Buku Mas say, buku berat-berat semua ." Aisha memegang buku yang berbahasa Inggris, dan ketika membersihkannya. Ada selembar gambar yang jatuh dari sela-sela buku.


Aisha mengambilnya dan melihatnya.


"Siapa ini, sangat cantik ?" Aisha berbicara sendiri sembari memandang gambar yang dipegangnya.


"Bukan siapa-siapa, itu masa lalu mas. Sekarang, yang mas peluk adalah masa depan mas ." Richard memeluk pinggang Aisha, dan mengambil gambar yang ada di tangan Aisha dan menyobeknya menjadi hancur.


"Mas say, kenapa disobek-sobek. Kembalikan saja kepada orangnya ." protes Aisha.


"Kembalikan kemana? orang yang ada didalam gambar itu tidak ada disini. Dia sibuk mengejar karirnya, Aish sini ." Richard membawa Aisha duduk di sofa.


"Waktu diluar, mas pernah dekat dengannya. Mas juga bingung bilangnya, hubungan kami dulu itu apa ? kekasih atau hanya teman bicara. Karena kami tidak pernah mengucapkan kata-kata cinta, kedekatan kami hanya karena tinggal di negara asing. Kami dulu hanya teman untuk berbicara " cerita Richard.


"TTM mas say ?" goda Aisha.


"Apa TTM ?" tanya Richard.


"Teman tapi mesra !"


"Teman tapi mesra, mungkin juga. Tapi kami nggak pernah macam-macam, ingat itu !" ujar Richard dengan tegas.


"Masa berpelukan dan...!" Aisha memonyongkan bibirnya kepada Richard.


"Apa tuh ?" tanya Richard, karena tidak tahu maksud monyong bibir Aisha.


"Hih.. tinggal diluar negeri, masa gini tidak tahu !"


Aisha menganggukkan kepalanya.


"Mas sudah 31 tahun, tidak mungkin mas tidak pernah melakukannya.'


"Aish nggak pernah, rugi Aish ," ujar Aisha.


"Hahaha..!" Richard tertawa dan mengacak-acak rambut Aisha.


"Mas say..!" Aisha merapikan rambutnya.


"Setiap laki-laki pasti pernah melakukan itu Aisha ," kata Richard.


"Rugi kami pihak perempuan, terima yang second ."


"Maaf.. maaf ! nanti kita operasi plastik bibir ini. Biar asli lagi !" Richard memberikan kecupan sekilas dibibir Aisha.


"Mas say diluar negeri kerja apa sih ? Alana bilang mas say TKI ?"


"Mas itu TKI merangkap mahasiswa ," kata Richard.


"Pasti capek ya mas, kuliah sambil kerja. Ais dan Alana pernah ikut-ikutan teman kerja, tapi baru setengah hari langsung dipecat ," kata Aisha.


"Kenapa ?" heran Richard mendengar Alana pernah bekerja.


"Kerja di cafe, bantu teman. Teman kami itu sakit, Ais dan Alana berinisiatif untuk membantu meringankan kerjanya. Tapi Alana terus makan sambil kerja mas, ya dipecat ." tertawa Aisha membayangkannya.

__ADS_1


"Waktu kapan kejadiannya?"


"SMA, teman kami itu Mayang. Heran Aish mas say, kenapa pesan Aish belum dibaca oleh Mayang ya ?" karena diingatkan tentang Mayang, Aisha ingat pesan yang dikirimkannya belum dibaca oleh Mayang.


"Mungkin ia sibuk kerja ," kata Richard.


"Mungkin juga, ih..belum selesai kan bersih-bersihnya. Mas say pergi sana, jangan ganggu-ganggu Aish dulu ." Aisha menarik lengan Richard dan mendorongnya keluar dari dalam kamar.


"Nggak usah bersih-bersih lagi, kita buat penerus Hutama saja Asay !" seru Richard.


"Penerus Hutama, tidak mau diciptakan diwaktu siang !" Aisha terus mendorong Richard keluar dari dalam kamar.


"Malam ya, biar cepat jadi !" Richard mengedip-ngedipkan matanya, membuat Aisha mendelik menatap wajah Richard.


"Cepat mas say pergi, biar cepat kelar bersihkan kamar. Nggak ada cetak-cetakan penerus Hutama, jika tidak selesai hari ini bersihkan kamar." ancam Aisha.


"Iya..iya mas say keluar, mas keruang kerja dulu. Kiss dulu ." Richard menangkup bibir Aisha, sehingga menjadi monyong. Dan kemudian Richard menyatukan bibir mereka berdua.


Muaaahh...


Muaaahh


"Mas..say...!" Aisha mendelik, karena pipinya terasa sakit. Akibat terlalu keras tangan Richard memegangnya.


"Sorry !" Richard langsung ngacir setelah berhasil membuat Aisha cemberut.


"Dasar !" dumel Aisha.


***


Sejak Sony ikut bergabung dengan Yayasan Wisnu, kedekatannya dengan Larasati semakin dekat.


Ada saja alasan yang diberikannya kepada Larasati, agar dirinya bisa bertemu dengan Laras.


Hal itu semua tidak lepas dari pengamatan ibu Laras.


"Laras, Dokter Sony belum datang ya ?" tanya nenek, karena biasanya. Sebelum ke Yayasan, Sony mampir kerumah. Untuk memberikan roti kepada Nenek.


"Hari ini tidak ada jadwal praktek disini Bu ," sahut Laras.


"Dokter Sony orangnya baik ya, Dia ikut gabung di Yayasan tidak dibayar," kata nenek.


"Kerja di Yayasan, kan kerja amal Bu. Dokter Sony ngejar pahala," jawab Laras.


"Berapa umur Dokter Sony ya ?' tanya nenek lagi.


Mendengar pertanyaan ibunya yang beruntun mengenai Dokter Sony, Laras menghentikan pekerjaannya.


"Bu, Dia tidak bisa menjadi ayah Laras Bu. Dia terlalu muda !' goda Laras.


"Hus...! ibu mau Dia bukan sebagai ayahmu. Tetapi sebagai ayah Aisha !"


"Bu, Laras sudah tua !" jengah Laras mendengar perkataan ibunya.


"Tua dari mana, tuh..si Era saja. Sudah melepas gelar jandanya, umurnya lebih tua dari kamu 5 tahun. Kamu itu baru 40 tahun, kalau Dokter Sony melamar. Terima saja, lupakan masa lalu ," ujar nenek..


**Bersambung...guys..


Happy reading guys ❤️❤️

__ADS_1


Cerita hanyalah untuk hiburan diwaktu pademi ini..


Happy fun saja bacanya ✌️🙏**.


__ADS_2