Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 66 PR


__ADS_3

**Sekarang memasuki babak kisah kehidupan tokoh didalam cerita ini guys.


Setiap kisah hidup anak manusia, pasti ada duka dan bahagia. Begitu juga dengan kisah hidup tokoh dalam cerita ini, ada duka dan ada bahagia**.


***


Ketika ada cerita yang belum selesai terjadi didalam, ada tiga pasang mata yang mengintai kejadian didalam ruangan tamu. Awalnya seorang pria sangat senang begitu mengetahui ada keributan yang terjadi, karena Dia mengharapkan keributan itu terjadi melibatkan pengantin pria.


Ya, pria itu adalah David. Yang belum ikhlas melepaskan pujaan hatinya dari dalam relung-relung hatinya.


"Ah..aku kira yang datang membawa celah untuk ku mendapatkan Aisha," ujar David seraya duduk dikursi yang ada didekatnya.


"Apa yang kau pikirkan ?" tanya Dony.


Dua pasang mata menunggu jawaban apa yang keluar dari mulut David.


"Apa yang ada dalam otak kecil mu ini ?" tanya Mayang sambil berkacak pinggang berdiri didepan David .


"Aku mengharapkan, tamu dari luar itu adalah istri pak tua itu dari luar negeri ." ngekeh David membayangkan keinginan jahat dirinya menimpa Aisha, karena Dia tahu selama ini Richard tinggal diluar negeri.


"Dasar kau David, tega kau ya begitu terhadap temanku !" seru Mayang, dan mata Mayang bulat sempurna menatap wajah David yang cengengesan.


"Dalam cinta, semua hal boleh dilakukan. Tapi jangan melakukan kejahatan langsung, aku hanya mengharapkan itu terjadi dalam otak ini " David menunjuk kepalanya.


"Tapi keinginan mu itu Dosa" kata Dony.


"Ini mau puasa, nanti aku minta maaf " ujar David.


"Semakin kesini, semakin tidak waras otakmu. Sudah cukup aku menemani dirimu patah hati, aku mau bertemu dengan Alana. Mayang, tolong kau awasi orang ini. Jangan kau biarkan dia melakukan tindakan yang konyol," kata Dony, dan langsung meninggalkan Mayang dan David. Tanpa menunggu persetujuan Mayang yang mendapatkan perintah untuk mengawasi David.


"Hei.. kenapa harus aku !" seru Mayang memanggil Dony, tetapi Dony terus melangkah makin jauh.


"Kau..! jangan macam-macam ya, aku piting kau nanti jika buat ulah !" ancam Mayang.


David menatap wajah Mayang dengan intens, sehingga membuat Mayang menjadi grogi dan sedikit takut. Mendapatkan tatapan mata David terfokus pada dirinya.


"Hei ! kenapa kau menatapku seperti ingin menerkamku ?" tanya Mayang.


"Mayang, kau juga sangat cantik. Bagaimana jika kita pacaran saja ?" tanya David.


"Kau ! sudah gila ya, aku pensiun mengawasi mu ." Mayang langsung ngacir meninggalkan David yang tertawa senang melihat Mayang ngacir meninggalkan dirinya.


"Nggak dapat Aisha, temannya itu juga bisa. Orangnya cukup asik." gumam David.


"May..! jangan tinggalkan aku May ." David mengejar Mayang yang berlari menjauh dari pandangan matanya.


"Dasar orang tidak waras, cepat sekali berpaling hati. Apa Dia kemasukan roh halus, ah..aman. Sepertinya Dia tidak melihat aku disini ." Mayang duduk dibagian ibu-ibu yang sedang bergosip, untuk menghindar dari kejaran David.

__ADS_1


Sedangkan David celingukan mencari sasaran hatinya untuk berlabuh, untuk mengobati hatinya yang patah karena ditinggal nikah Aisha.


"Kemana gadis jutek itu, kalau bersama dengan dirinya. Aku lupa gundah hati ini ," ujar David sembari melihat kesekitar, mencari keberadaan Mayang.


"Cari Mayang, kenapa Pak tua itu yang terlihat ," ujar David dan langsung menjauh dari pandangan mata Richard yang setengah melotot melihat David.


"Bocah tengil itu selalu berada di semua tempat ." guman Richard, setelah melihat David yang celingukan Seperti sedang mencari sesuatu.


"Ais, mau makan ?" tanya Richard kepada Aisha yang masih asik berbicara dengan Alana, dan sesekali menerima ucapan selamat dari tamu undangan dari pada tetangga sekitar rumah neneknya.


"Tidak Om, Aish masih kenyang," jawab Aisha.


"Om ?" ujar Richard dengan memandang Aisha.


"Hahahaha..!" Alana tertawa lebar mendengar ucapan Aisha.


"Al...!" mata Richard melirik Alana yang menertawakan dirinya.


"Aish, PR mu belum dikerjakan ?" tanya Richard.


"PR ?" bingung Aisha.


"PR untuk memanggil suamimu ini apa ?" kata Richard.


"Hahahaha.. Om Richard, ada-ada saja. Soal manggil saja dijadikan PR ," kata Alana.


"Okey Om." Alana menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tapi dari matanya terlihat ada tawa disana.


"Ini suamimu Aisha, bukan Om mu. Ingat nanti malam, aku ingin dengar panggilan itu. Saat malam pertama kita ." Richard membisikkan ucapannya ketelinga Aisha, dan sebelum menarik bibirnya dari dekat telinga Aisha. Richard melakukan perbuatan usil dengan meniup telinga Aisha.


Blush...


Wajah Aisha langsung bersemu merah merona, bulunya berdiri. Seakan-akan ada mahluk kasat mata yang mendekati dirinya.


"Om !" Aisha mendorong Richard.


"Om ! apa yang Om lakukan ? kalau mau mesra-mesraan jangan didepan anak kecil ya ," ujar Alana, saat melihat wajah Aisha malu dan mendorong Richard.


"Al, ambilkan makan untuk Tantemu ini," kata Richard.


"Ok Om." Alana bangkit dan beranjak menuju kebahagiaan makanan yang tertata diatas meja.


"Ais, ingat ya ." goda Richard.


"Hih..!" Aisha membalikkan wajahnya.


Richard ingin menggodanya kembali, tetapi terhenti karena Tony dan Bram datang menghampirinya.

__ADS_1


"Selamat Bro, akhirnya kau laku juga. Apa lagi istrimu sepertinya masih gadis polos, kau hebat juga. Sampai di Indonesia dapat setengah bule, ini bertahun-tahun di negara orang tidak dapat bule ." goda Bram.


"Diam mulutmu itu, hati-hati ada Nyonya disebelah ," ujar Richard sambil merengkuh Aisha kedalam dekapannya.


"Kenalkan, aku ini teman orang ini ," ujar Bram dan mengulurkan tangannya, tetapi tangan Richard yang menyambut genggaman tangan Bram.


"Rich ! aku mau bersalaman dengan istrimu !" seru Bram, dan berusaha melepaskan genggaman tangan Richard.


"Maaf, tidak bisa. Tangan istriku nanti lecet, tanganmu itu tangan kasar ," ujar Richard sambil memegang tangan Aisha dengan tangannya yang satu, dan tangannya yang satu bersalaman dengan Bram.


"Gila !"


Tony yang melihat kelakuan dua boss nya tersebut tertawa.


"Om !"


"Om ?" ujar Bram.


"Hahahaha, panggilan yang cocok Aisha. Dia lebih pantas jadi Om mu ." ledek Bram.


Aisha menjadi malu, karena mulutnya tanpa sengaja memanggil Richard dengan panggilan Om lagi.


Richard memandang Aisha sangat dalam, dan terlihat smirk disudut bibirnya.


"Habislah aku nanti malam." dalam benaknya Aisha.


"Pergi kalian, wajah kalian membuat aku ingin memasukkan kalian kekandang buaya !" seru Richard dan mendorong Bram.


"Baiklah, kami juga sangat lapar. Kau tidak makan Rich, jangan sampai nanti malam kau akan pingsan sebelum ehemm..ehem " goda Bram lagi.


"Pergi !" usir Richard.


****


Laras duduk didekat ibunya, dan Josh juga sudah kembali duduk didekat Adam.


"Sangat cantik ." dalam benaknya Evelyn, saat memperhatikan Larasati yang tepat duduk didepannya.


"Pantas Josh tidak bisa melupakan dirinya. Aku yang datang ditengah-tengah mereka." terlihat wajah Evelyn yang sedih.


"Mom, oke ?" tanya Edward kepada mommynya, yang sedari tadi curi-curi pandang melihat kearah Larasati.


"Oke, jangan khawatir. Mommy tidak apa-apa, khawatirkan saja Daddy. Sepertinya Daddy tidak bisa mendapatkan maaf dengan mudah, apa obat jantung Daddy dibawa ?" tanya Evelyn kepada Edward.


"Bawa mom," jawab Edward.


...**Bersambung......

__ADS_1


Semoga review lancar**.


__ADS_2