
Sudah mendekati ending guys, happy reading.
***
Richard mendaratkan kecupan diperut Aisha yang terbaring di sofa.
"Anak Daddy nggak nakal kan, jangan seperti kakak Alana ya. Baby harus jadi anak yang penurut ," kata Richard.
"Awas ya Om, Alana harapkan baby twins brothers nakal..nakal !" cetus Alana.
"Ihh..mulutmu Al !" jengkel Aisha.
"Twins brothers..?" Aisha mendelikkan matanya menatap wajah Alana.
"Twins sisters !" Mayang ikut-ikutan menggoda Aisha.
"Triplets !" seru Richard.
"Malas triplets.. triplets Om..! lebih familiar twins ," kata Alana.
"Benar Al, triplets. Masa mereka ingin membuat group nanti triplets brothers !" ngekeh Mayang.
"Dalam sini, brother and sister ," kata Aisha dengan mengelus perutnya.
"Mau brothers atau sisters, yang penting Aisha sehat ," kata Richard, untuk mengakhiri debat kusir ketiganya.
"Pasti lucu, jika ketiga twins sisters. Bisa di kepang rambutnya, baju anak cewek cantik-cantik ," kata Mayang.
"Anak cowok juga bisa di dandani ." Alana nggak mau kalah.
"Sudah ! ini anak Aish, kalian buat sendiri baby kalian untuk di dandani sesuka hati ." Aisha memeluk perutnya, seakan-akan melindungi anak dalam kandungan dari kedua sahabatnya tersebut.
"Ih..pelit !" Alana mencebikkan mulutnya.
"Kenapa kalian siang begini sudah sampai disini, apa kalian tidak masak untuk suami kalian ?" tanya Richard kepada Alana dan Mayang.
"Dony tidak makan dirumah Om," jawab Alana.
"Ini, apa David buka cabang restoran lagi ?" tanya Richard kepada Mayang.
"Kok Mas besan tahu ?" tanya Mayang.
"Mayang, kau ini sudah tertular virus bocah tengil itu ," kata Richard, saat Mayang juga memanggilnya dengan Mas besan.
Mayang tertawa, begitu juga dengan Aisha dan Alana. Akhirnya mereka berempat tertawa .
"Om, tadi waktu Alana kesini. Hampir terserempet sepeda motor ," kata Alana.
"Dimana !?" cukup terkejut Richard, karena selama ini. Perumahan ini sangat amat, karena setiap orang yang masuk selalu dipantau oleh petugas keamanan perumahan.
"Didepan Om ."
Alana menceritakan kronologis kejadian.
"Om akan laporkan ke petugas keamanan perumahan ini, saat ini kalian harus hati-hati. Walaupun ini dalam perumahan, kecelakaan juga bisa terjadi," kata Richard.
"Iya Mas," jawab Aisha.
"Om harus laporkan ya ! jangan lupa ," kata Alana.
"Iya, Mas keatas dulu ya. Ada yang mau Mas ambil ," kata Richard.
"Mas pulang karena mau ambil barang ?" tanya Aisha.
"Ya ," jawab Richard.
"Aish kira rindu dengan Aish dan twins ," kata Aisha.
"Mas juga rindu dengan mommy anak-anak !" Richard melabuhkan bibirnya dikening Aisha, sebelum naik keatas. Keruang kerjanya.
"Uhu...uhu..! so sweet, aku cemburu!" seru Alana sembari menangkup wajahnya sendiri.
"Sayang! suami kita lagi cari rejeki ya Al ," kata Mayang.
"Ayo kita samperin ketempat kerjanya." usul Alana.
"Suamimu duduk manis didalam ruangan, David. Sibuk di dapur merajik menu baru untuk restorannya. Aku datang nanti, bisa-bisa dijadikannya bumbu dapur." tawa lebar Mayang, membayangkan David saat ini. Pasti bersama tim nya, memasak di dapur restoran nya yang baru.
****
__ADS_1
Tak terasa usia kehamilan Aisha sudah mendekati delapan bulan, 32 Minggu. Dan saat USG terakhir sudah diketahui bahwa satu jenis kelamin si triplets adalah laki-laki.
"Laki-laki Dokter ?" tanya Richard kepada Dokter kandungan yang sudah cukup berumur, yaitu Dokter Herman. Sahabat Mama Richard.
"Iya," jawab Dokter Herman.
"Dua baby lagi, apa tidak bisa diketahui Dok ?" tanya Aisha.
"Keduanya, masih main petak umpet," jawab Dokter Herman.
"Mungkin perempuan Aisha, karena itu mereka pemalu ," kata Richard.
"Kaki saya bengkak Dokter," kata Aisha.
Dokter Herman melihat kearah kaki Aisha, dan menekannya.
"Tidak apa-apa, biasa hamil tujuh bulan keatas. Kaki bengkak. Banyak minum air putih, kalau masih sanggup. Bisa jalan kaki. Bisa juga kaki diangkat keatas ," kata Dokter Herman.
"Sudah ! tidak ada yang mau ditanyakan lagi." Aisha menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan Richard.
"Tidak usah khawatir, bayi kembar sudah sering terjadi ." Dokter Herman menenangkan Richard dan Aisha.
"Iya Dok," jawab Richard.
"Bagaimana kabar Mama mu Richard?" tanya Dokter Herman.
"Sehat ! sekarang mama sibuk dengan hobby barunya, mendekorasi kamar cucu-cucunya," jawab Richard.
Setiap hari Mama Richard selalu datang, dengan membawa barang-barang untuk mendekorasi kamar si kembar tiga yang belum diketahui jenis kelaminnya.
Sampai-sampai kamar triplets Seperti gudang, karena belum selesai dibenahi.
"Mamamu sungguh beruntung, bisa pensiun jaga cucu. Kalau saya, cucu jauh semua ," kata dokter Herman.
***
Richard dan Aisha masuk kedalam kamar anak-anak mereka nantinya, sepulang dari rumah sakit.
Terlihat Mama Richard selonjoran dilantai, sembari mengipas-ngipas wajahnya.
"Mama ! jangan terlalu letih Maa," kata Aisha.
"Baru satu yang diketahui jenis kelaminnya Maa ," sahut Richard.
"Apa !?" antusias Mamanya.
"Laki-laki Ma ." Aisha yang menjawabnya.
"Alhamdulillah..! Nggak apa-apa, mau cowok. Cewek, tetap cucu Oma ," kata Mama Richard.
"Kaki bengkak ya Aish ?" tanya Mama mertuanya.
"Iya Maa ," sahut Aisha.
"Sebenarnya bisa dengan kaki diangkat keatas, sedikit saja. Kalau tinggi-tinggi tidak mungkin kan ," kata Mama Richard.
"Jalan pagi saja, dihalaman rumah saja ." saran Mama Richard.
"Iya Maa," sahut Aisha.
"Sudah sana keluar, sini masih berantakan. Banyak debu ," ujar Mama.
"Maa, kalau letih. Minta bantuan Neneng," kata Richard.
"Iya, tadi Mama dibantuin Neneng. Tadi Mama suruh ambilkan minum, Mama haus ."
"Kami kekamar dulu ya Maa ," kata Aisha.
"Iya..iya..!"
****
Pagi hari seperti biasa, Aisha mengantarkan Richard berangkat kekantor. Begitu mobil Richard meninggalkan rumah, Aisha kembali kedalam.
"Jalan-jalan dulu ." Aisha ingin keluar dari dalam rumah.
"Non ! mau kemana ?" tanya Neneng.
"Jalan-jalan sekitar perumahan saja, bosan dirumah saja ," sahut Aisha.
__ADS_1
"Tunggu Non !" secepatnya Neneng masuk, dan keluar dengan membawa kursi roda.
"Untuk apa bawa itu mbak ?" tanya Aisha.
"Nanti, kalau Non tiba-tiba capek berjalan. Duduk dikursi roda saja," kata Neneng.
"Ihh.. mbak ini." Aisha keluar dari dalam rumah.
Tiba Diluar, Alana juga keluar dari dalam rumahnya.
"Hai Tante kecil ." Alana berlari-lari kecil menghampiri Aisha.
"Sudah selesai olahraga Al ?" tanya Aisha.
"Sudah, tapi didalam saja. Ini tadi mau kerumah Tante kecil, mau minta sarapan. Bosen dirumah."
"Jalan dulu, bosen jalan dirumah saja ," kata Aisha.
"Ayo ." Alana mengandeng tangan Aisha, dan dibelakangnya Neneng mengikutinya dengan mendorong kursi roda.
Alana sibuk membalas pesan dari Dony sembari berjalan.
"Al, apa Dony belum pulang ?" tanya Aisha.
"Nanti malam," jawab Alana.
Tiba-tiba, tanpa ada yang mengetahui dari mana sepeda motor itu datang.
Sepeda motor itu menyerempet badan Alana, sehingga Alana terjatuh. Dan Aisha yang mengandeng tangan Alana ikut terjatuh.
"Awww...!" teriak Alana dan Aisha bersamaan.
"Non Aisha..!" Neneng yang berada dibelakang mereka berdua, kaget melihat sepeda motor itu menyerempet badan Alana.
"Aisha !" teriak Alana, saat melihat Aisha memegangi perutnya.
"Non..!" Neneng jongkok disisi Aisha.
"Sakit !" rintih Aisha.
"Aish! darah !" teriak Alana.
"Neneng..! cepat panggil orang!" titah Alana.
Ketika Neneng ingin berlari, satu mobil berhenti. Turun David dan Mayang.
"Ada apa !?" teriak Mayang.
"sepeda motor menabrak kami !"
David tanpa bertanya, langsung mengangkat Aisha.
"Buka pintu Yang, Al masuk kedalam dulu ." Alana masuk kedalam mobil, dan David memasukkan Aisha. Dan paha Alana jadi bantalan kepala Aisha.
David membawa mobilnya dengan cepat, terlihat wajah David yang tegang.
"Sakit !" Aisha terus merintih.
"Yang, hubungi Mas besan. Cepat !" titah David.
"Aku nggak ada nomor Mas besan ," sahut Mayang.
"Ambil ponselku, bilang sekitar 10 menit lagi kita sampai rumah sakit." perintah David.
"Aish, sabar ya. Menantuku tidak akan apa-apa," kata David.
"Aish..Ais.. bangun, jangan tidur!" Alana menepuk-nepuk pipi Aisha dengan panik, karena Aisha tidak merintih kesakitan.
*
*
*
*
**Bersambung 😘.
Cuplikan bab akan datang.
__ADS_1
* Richard berdiri didepan kaca, matanya memandangi tiga bayi mungil yang saat ini terbaring di ruang NICU**.