
**Jangan lupa untuk selalu menekan tombol like kakak-kakak, terima kasih atas dukungan semua.
Hanya reading guys ❤️**.
****
Pagi tiba, mentari mengeluarkan sinarnya masih dengan malu-malu.
"Aww..!" teriakan dari dalam kamar yang ada di belakang yayasan terdengar keras.
"Pak Dokter! kenapa pak Dokter memeluk Jessie? Pak Dokter mengambil kesempatan ya, tadi malam bilang Jessie bau. Ternyata, Pak dokter pagi-pagi memeluk Jessie. Pak Dokter mesum!" seru Jessie dengan beruntun.
"Hei Nyonya! jangan main tuduh saja. Lihatlah, dimana kau berada sekarang ini " ujar Rodrick, tidak terima dengan tuduhan Jessie.
Jessie melihat dia saat ini berada diatas matras yang dibentangkan Rodrick untuk tempat dia tidur.
"Hehehe..!" Jessie menampilkan nyengir kuda di mulutnya, tangannya menggaruk-garuk tengkuknya yang tiba-tiba gatal.
Dengan cepat Jessie bangkit dan kembali naik keatas ranjang.
"Kalau tidur itu kalem, jangan krasak-krusuk seperti cacing kesiram air panas" omel Rodrick.
"Bedak dingin yang Jessie pakai terasa panas" ucap Jessie.
"Nah..tu! kualat dengan suami, begitu jadinya. Sama suami itu harus nurut, kalau tidak nurut. Tidak akan cium pintu surga" Rodrick meneruskan omelannya sembari menggulung alas tidurnya.
"Memang pintu surga milik suami? Pak Dokter, suami juga harus nurut dengan istri. Kalau tidak nurut, pintu neraka nunggu suami yang jahat dengan istri " ujar Jessie.
"Hei..ajaran siapa itu?" Rodrick duduk disamping Jessie, karena bau tubuh Jessie tidak lagi mengeluarkan aroma tidak sedap.
"Ajaran Jessie, memang suami saja yang akan membawa kita menuju pintu surga. Istri juga bisa membawa suami ke pintu surga, atau pintu neraka" selesai berkata, Jessie bergegas masuk kedalam kamar mandi, dan menguncinya.
"Ei.. Jessie tunggu!" Rodrick mengejar Jessie dan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.
"Ayank..ayank !" panggil Rodrick seraya mengetuk pintu kamar mandi.
Tok..tok..
Pintu kamar Rodrick diketuk dari luar.
"Siapa lagi? nggak tahu dia aku lagi mau merayu istriku " gerutu Rodrick sambil berjalan menuju pintu kamarnya.
Cklek..
Begitu pintu terbuka, terlihat wajah Kenway yang segar. Dan terlihat baru selesai mandi, dengan rambut yang masih tercium aroma shampoo.
Melihat raut wajah Rodrick yang butek, senyum keluar dari bibir Kenway.
"Apa senyum-senyum? nggak pernah lihat cowok ganteng ya ?"
"Kenapa itu muka? kecut, jeruk saja kalah dengan wajahmu Drick." gurau Kenway.
"Mau apa? aku mau mandi," ujar Rodrick.
"Jessie mana?" Kenway menggeser Rodrick yang berdiri didepan pintu, setengah badannya masuk kedalam kamar Rodrick. Mencari keberadaan Jessie.
"Mandi!" beritahu Rodrick dengan ketus.
__ADS_1
"Kami duluan ya" ujar Kenway.
"Iya" sahut Rodrick.
Melihat Vania keluar dari dalam kamar dalam kondisi rambut yang habis keramas, mood Rodrick semakin turun kelantai. Tadinya moodnya masih duduk dilantai, sekarang mood Rodrick sudah rebahan 😂✌️.(mood rebahan bagaimana Thor, mood hancur lebur 🤭)
"Sudah sana ." Rodrick masuk kedalam kamar kembali.
"Kenapa itu bocah? hemm..! pasti belum dapat masuk ." ledek Kenway.
Plak .
Vania menepuk pundak Kenway, karena mendengar perkataan asal dari mulut Kenway.
"Aduh.. sayang! kenapa baru dua hari nikah sudah mengalami kdrt aku ," ujar Kenway.
"Mulut kakak itu," ujar Vania.
"Ada apa dengan mulutku? mau nambah lagi, seperti tadi malam" goda Kenway.
"Hih..genit, males meladeni orang mesum" Vania meninggalkan Kenway.
"Tunggu sayang." Kenway mengejar Vania, kemudian memeluk pinggang Vania seraya berjalan menuju kerumah nenek.
"Sini tasnya " tangan Kenway meraih tas yang berisi pakaian mereka.
"Biar Vania saja kak, nggak berat "
"Sudah biar kakak yang bawa, ini ringan. Tapi sebagai suami, lebih suka lihat istri tidak membawa apa-apa ditangannya. Cukup bawa hatiku ini dihatimu " ujar Kenway.
Vania mendongak menatap wajah Kenway.
"Kakak itu pendiam ditempat yang tidak kakak sukai, dan berada disekitar orang yang tidak akrab."
"Betulkah? waktu sekolah pilot dulu, sepertinya kakak orang yang suka bergaul" kata Vania.
"Siapa bilang? teman kakak itu hanya Marco waktu sekolah pilot, ada beberapa dari negara lain. Tetapi tidak terlalu akrab"
Mereka berbincang-bincang, sehingga tidak terasa mereka sudah tiba didepan rumah nenek. Dan semua sedang menunggu kedatangan mereka.
"Mana Rodrick?" tanya Sony, ayah tiri Aisha.
"Belum siap, kami tinggal saja" kata Kenway.
"Asik ini, kita sarapan di luar. Sambil menatap pemandangan " ujar Kenway, dan meletakkan bokongnya dikursi, sedangkan Vania masuk kedalam rumah.
***
Selesai sarapan pagi, Richard dan Aisha berjalan-jalan menyusuri pematang sawah. Tangan kedua saling berkaitan.
"Sepertinya, baru saja kita berjalan-jalan disini. Tidak terasa ya, sudah dua puluh tahun lewat" ucap Richard.
Mereka sampai di gubuk, yang biasa di gunakan para petani untuk beristirahat.
"Ayo kita duduk disitu " Richard membimbing Aisha untuk menuju ke gubuk itu, karena untuk sampai ditempat itu. Mereka harus melewati titi kecil, yang terbuat dari bambu.
Aisha meletakkan bokongnya, sedangkan Richard masih posisi berdiri. Pandangan matanya seakan-akan mencari sesuatu.
__ADS_1
"Apa ini gubuk kita dulu?" tanya Richard kepada Aisha.
"Gubuk apa ?" Aisha tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Richard.
"Gubuk nostalgia kita dulu, gubuk tempat kita buat generasi Hutama" ujar Richard.
Blush...
Pipi Aisha seketika merona merah.
"Huh..! mas say " Aisha memutar badannya, dia membelakangi Richard.
"Asay, itu nostalgia kita. Yang tidak bisa kita lupakan, ternyata. Kita dulu nakal juga ya, bagaimana jika saat itu kita tertangkap basah berbuat mesum di sawah. Pasti nama kita akan menjadi trending topik dikampung ini" ucap Richard sambil tertawa lebar.
"Mas itu yang tidak tahu tempat, main nyosor saja. Kalau anak-anak kita tahu kan malu!"
"Apa ada diantara anak-anak kita yang akan mengikuti apa yang kita lakukan dulu disini" ucap Richard sambil duduk disamping Aisha.
"Semoga tidak ada seperti Daddy-nya, otak mesum" ujar Aisha.
"Mereka benihku, harus mirip" kata Richard.
"Lihatlah!" Richard menunjuk kearah tidak jauh dari tempat mereka duduk.
"Mau kemana mereka?" tanya Aisha.
"Mereka tidak mungkin hilang, ada Adam" kata Richard.
"Bukan takut hilang mas, aku takutkan Rodrick. Pasti akan membawa pulang binatang menjijikkan lagi, rumah sudah seperti kebun binatang" kata Aisha.
Akhirnya liburan singkat mereka di desa berakhir, kesibukan menunggu mereka dikota.
***
Vely sibuk menyusun baju untuk dibawa kerumah barunya didekat kampus.
"Dama, aku harap kau menjaga Vely. Dan ingat pesanku dulu" kata Richard kepada Dama.
"Baik Daddy" sahut Dama.
"Begitu juga denganmu Keane, tunggu Mada sampai matang pikirannya. Baru kau memikirkan untuk punya anak. Daddy tidak melarang kalian untuk melakukan.. hemhh.. kalian ngerti apa yang ingin Daddy katakan?"
"Maksud Daddy, kami boleh itu..?" Dama menyatukan dua jari ujung jari telunjuknya.
"Ya..ya .itu " sahut Richard.
"Akhirnya" batin Dama gembira.
"Ingat, jangan punya baby dulu " kata Richard.
Turunnya izin untuk menyentuh istri dari Richard, dikarenakan adanya ancaman dari Aisha. Jika Richard tidak mencabut larangannya, Aisha akan membuat Richard puasa. Sampai izin dari Richard turun.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung 😘
Jangan lupa untuk selalu menekan tombol like.