
Apa yang direncanakan, sering tidak terjadi. Terima saja apa yang sudah diberikan.
Happy reading ❤️**
***
Dalam kamar sekarang hanya ada Richard dan ketiga jagoannya, sedangkan para pekerja yang dipanggil Keane tadi sudah kembali ke post nya masing-masing.
Richard duduk disamping ranjang, sedangkan ketiganya duduk disamping Aisha diatas ranjang.
Aisha mulai menggeliat, menandakan bahwa dirinya sudah mulai sadar.
"Aww..!" begitu sadar, Aisha langsung duduk.
"Mimpi ! pasti hanya mimpi !" Aisha memegang pelipisnya.
"Asay !"
"Mommy !"
Suara Richard dan ketiga jagoan kecil membuat Aisha benar-benar sadar.
"Mas ! Aish mimpi. Aish periksa dan tespek dua garis !" Aisha menunjukkan jemarinya dua.
"Ini !" Richard menunjukkan tespek yang ditemukan di lantai.
Aisha mengambil tespek dan melihat dua garis.
"Aish nggak mimpi ?" tanya Aisha.
"No! disini ada calon baby keempat kita ," kata Richard.
"Huaaa...!" Aisha menangis.
"Mommy..! jangan mati !" Rodrick beringsut mendekati mommynya dan memeluknya, walaupun Rodrick sedikit nakal. Tapi soal melow, Rodrick nomor satu. Dia tidak bisa melihat orang menangis, Rodrick langsung menangis bersama dengan orang yang menangis.
"Mommy tidak mati sayang !" Aisha menepuk-nepuk pundak Rodrick yang memeluknya.
"Kenapa bisa hamil ?" tanya Aisha yang bingung.
"Aku minum pil ?" Aisha membuka laci nakas dan melihat pil KB yang selalu di minumnya.
Richard hanya mengamati apa yang dilakukan oleh Aisha.
"Ini sepertinya bukan pil kontrasepsi yang biasa ku minum ." Aisha membolak-balik pil kontrasepsi yang dipegangnya.
"Sudah ." Richard mengambil pil tersebut dan memasukkan kedalam laci kembali.
"Kenapa ? apa tidak suka hamil kembali ?" tanya Richard.
"Bukan tidak suka mas ! Aish ingin hamil lagi saat umur mereka bertiga sepuluh tahun, biar mereka mandiri ," kata Aisha.
"Mereka sekarang juga sudah mandiri, mereka bisa mandi. Makan dan berpakaian sendiri ," kata Richard.
Ketika putra mereka hanya menganggukkan kepalanya, mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Daddy-nya. Tetapi karena ada mereka bertiga disebutkan mereka mangut-mangut saja.
"Mas nggak malu, punya anak banyak ?" tanya Aisha.
"Untuk apa harus malu, kalau bisa mas ingin enam atau tujuh anak. Biar kita tidak kesepian dihari tua," kata Richard.
__ADS_1
"His..Mas enak saja, Aish yang menjadi bola terus ." Aisha mencebikkan bibirnya.
"Nggak pa-pa, jadi bola Mas masih tetap cinta ," Richard memeluk Aisha, saat ingin melabuhkan bibirnya. Aisha mendorong wajah Richard.
"Kenapa ? jangan bilang calon baby kita tidak mengizinkan Daddy-nya mencium mommynya ?"
"Tuh..!" tunjuk Aisha kearah tiga pasang mata yang menatap kearah Daddy dan Mommynya.
Richard melihat kearah bibir Aisha tunjukan.
"Hai Boys ." senyum lebar Richard melihat ketiga putranya.
"Ayo mandi ." titah Richard kepada tiga jagoannya.
Ketiganya berat untuk meninggalkan mommynya.
"Mommy tidak apa-apa sayang ," ucap Aisha kepada ketiganya.
"Mommy tidak apa-apa, mulai hari ini. Kalian bertiga jangan membuat mommy kalian stres ya ," kata Richard.
"Ayo, biarkan mommy istirahat ." Richard membawa ketiganya keluar.
***
Berita kehamilan Aisha tersebar, orang tua Richard yang sedang mengada perjalanan wisata begitu senang. Karena mereka akan tambah cucu, begitu juga dengan ibu dan nenek Aisha. Nenek Aisha senang, diusia senja masih bisa melihat kelahiran cicit-cicit nya satu demi satu, apa lagi kehamilan Jeslyn tinggal menghitung Minggu. Kalau tidak meleset, akhir bulan Jeslyn akan dikaruniai seorang anak laki-laki. Seperti yang diinginkan Wisnu.
Wisnu mengharapkan putranya kelak akan menjadi pelindung bagi adik-adiknya.
***
Kehamilan Aisha kali ini tidak merepotkan, Aisha seperti menjadi pemakan segalanya. Tidak ada ngidam, hanya perubahan Aisha. Aisha sangat suka memakai baju yang girly dan dandanan yang menor menurut Richard.
Sehingga Richard, mau tidak mau. Selalu mengalah. Dan Aisha yang dulunya tidak suka ke Mall, sekarang selalu ingin belanja ke Mall. Dan yang menemani dirinya adalah Alana, sahabat. Sekaligus keponakan ketemu gede, karena Aisha menikah dengan Om Alana.
"Al, lihat! baju itu sangat bagus !" Aisha menarik tangan Alana untuk memasuki butiq untuk melihat baju yang dikatakan Aisha bagus.
"Beli saja Tante kecil ." kata Alana.
"Nggak ! ini sudah banyak !" Aisha meninggalkan butiq tanpa membeli gaun tersebut.
Tiba-tiba Aisha memegangi perutnya yang terasa kram.
"Kenapa ?" tanya Alana khawatir.
"Mungkin baby ku marah, karena baju yang tadi tidak ku beli ." kata Aisha.
"Ayo kita beli ." Alana percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aisha.
" Kau percaya saja apa yang kukatakan, aku hanya terlalu semangat jalan-jalan ke Mall ," kata Aisha.
"Betul ! kau tidak apa-apa ?"tanya Alana.
"Iya, ayo kita pulang. Mas say marah nanti jika aku kecapekan ."
Akhirnya keduanya pulang, sebelum masuk kerumah masing-masing. Aisha dan Alana mampir ke rumah Mayang yang lagi hamil besar.
"Apa kabar bumil ." Aisha dan Alana langsung masuk kedalam kamar Mayang.
"Hai kalian, aku kangen !" Mayang merentangkan tangannya untuk memeluk kedua sahabatnya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan baby, apa baik-baik saja ?" tanya Aisha.
"Baby yang ini sedikit nakal ," kata Mayang dan mengelus perutnya.
"Sudah tahu apa jenis kelaminnya ?" tanya Alana.
"David tidak ingin tahu apa jenis kelamin bayinya, David tidak obsesi lagi ," jawab Mayang.
"Baguslah ," sahut Aisha.
"Bumil ini, dari mana ?" tanya Mayang.
"Bumil yang satu ini, sekarang semangat memindahkan isi Mall kedalam rumahnya" kata Alana.
"Ini, aku ada belikan untuk mu ." Aisha menyerahkan paper bag kepada Mayang.
Mayang melihat isi dalam paper bag, dan mengeluarkan isinya.
"Terima kasih Aish, aku butuh ini. Saat baby ku lahir nanti," kata Mayang ketika melihat Aisha memberikan gendongan bayi.
"May, beritahu kepada kami. Apa yang kau butuhkan untuk baby-nya ?" tanya Alana.
"Tidak ada, semua baju Dama dulu masih bagus ," kata Mayang.
"Bagaimana jika baby nya girl ? apa pakai baju bekas Dama ?" tanya Alana.
"Kenapa ? baby-nya masih kecil, pasti tidak akan protes ," kata Mayang.
"Mama pelit !"
"Bukan pelit Al, untuk apa beli yang baru. Pakai baju baby saja, itu baby hanya tiga bulan. Badannya besar, itu baju jadi tidak terpakai ." terangkan Mayang.
"Kau apa akan beli baru Aish ?" tanya Mayang.
"Terpaksa beli, punya si kembar diambil untuk Adam " kata Aisha.
"Mau diambil lagi, bajunya semua diberikan ibu kepada para tetangga setelah Adam tidak butuh lagi ," kata Aisha.
" Aisha, sudah berapa bulan kandungan mu ?" tanya Mayang.
"Baru dua bulan, hanya satu kantung !" kata Aisha menunjuk satu jari.
"Haha...!" Alana menertawai Aisha, yang takut hamil kembar lagi.
"Kenapa kau takut kembar ?" tanya Mayang.
"Sesak, saat mereka sudah besar didalam sini. Tidur sulit ," kata Aisha.
"Tapi kau bahagia kan ?" tanya Alana.
"Sangat.. sangat bahagia, tidak semua orang bisa mengalami seperti yang ku alami ," jawab Aisha.
*
*
*
**Bersambung..
__ADS_1
Terima kasih yang sudah memberikan like dan komentar yang membangun 🥰**