
**jumpa lagi dengan author recehan, maaf update sering bolong.
***
Akhirnya tepat jam 7 pagi waktu setempat, Richard mengucapkan ijab qobul dengan fasih dan lantang. Tidak ada kegugupan dalam setiap kata perkata yang diucapkannya.
Richard mengucapkan ijab qobul dengan cepat, disudut ruangan itu ada satu pasang mata yang menatap diri Richard dengan harapan Richard mengalami sesuatu yang mengakibatkan acara ijab qobul tersebut batal.
"Kenapa orang tua itu semangat sekali ." dalam benaknya David.
"Sah!"
Kalimat sah terdengar, membuat bahu David turun dengan tidak bersemangat. Tubuhnya lunglai, badannya seperti tidak ada tenaga lagi untuk menopang bebannya.
"Bro..!" tepukan dibahunya, membuat David tersadar. Bahwa Aisha sudah menjadi milik orang dan tidak bisa diharapkannya lagi.
"Doa ku tidak didengarkan Tuhan Bro ," ujar David yang bersandar didinding.
"Kau tahu, pagi tadi aku menatap ke langit. Aku mengharapkan ada badai di desa ini, agar pernikahan ini tidak terjadi. Tapi sepertinya Doa-doa yang jelek itu tidak direstui Tuhan ." David ngekeh membayangkan dirinya, yang beberapa hari ini selalu muncul ide jelek didalam kepalanya.
"Yang kau lakukan waktu kita singgah ngisi bensin tadi, kau melakukan Doa jahat ?" tanya Dony.
"Iya."
Flashback
Dony keluar dari toilet, Dia melihat David masih dalam posisi menatap ke langit yang masih terlihat agak gelap.
"Dav, apa ada yang menarik di langit. Sedari tadi kau terus menatapnya ?" tanya Dony.
"Aku mengharapkan ada bintang yang melintas, katanya jika kita melihat bintang itu. Semua keinginan kita akan terkabul ," kata David.
"Kau ini, masih percaya dengan dongeng itu ." ngekeh Dony mendengar perkataan David.
"Saat ini, semua yang berbau keberuntungan akan aku percayai ," kata David.
"Sudahi khayalan nyeleneh mu, ayo kita berangkat. Nanti kita telat menghadiri akad pujaan hati mu ." Dony meningkatkan David, menuju mobilnya berada.
"Buset kau ..!" David mengikuti Dony.
"Semoga apa yang kuinginkan terkabul." gumamnya.
**flashback end.
Jangan berdoa yang jelek terhadap orang lain, karena Doa yang bagus juga sering tak terkabul. Apalagi Doa yang jelek**.
"Sungguh dahsyat kau Bro, semua usaha sudah kau lakukan. Tapi kau emang tidak ada jodoh dengan Aisha, sehingga alam tidak mengabulkan Doa-doa mu ," ujar Dony.
__ADS_1
"Seperti yang kau katakan, mungkin saja jodohku masih dijaga orang ," kata David.
Tiba-tiba pandangan mata David terfokus pada sosok gadis yang sangat dicintainya, yang sekarang sudah menjadi milik orang.
Aisha keluar dari dalam kamar, setelah Richard selesai mengucapkan ijab qobul.
Aisha keluar dari dalam kamar, dengan didampingi oleh ibunya, Alana dan juga Mayang.
Pandangan matanya memandang Aisha yang sangat cantik dan anggun.
Aisha duduk sisi Richard, dan mata Richard melirik Aisha yang terus menundukkan kepalanya.
Richard meraih jemari Aisha dan menyematkan cincin Ke jari Aisha dan kemudian memberikan kecupan pucuk kepala Aisha.
"Ais, kenapa melihat kebawah terus. Apa ada uang yang jatuh ?" tanya Richard dengan suara yang sangat pelan, saat dia mengecup pucuk kepalanya Aisha.
Mendengar ucapan Richard membuat jantung Aisha berdebar-debar.
"Hih.. Om ini, nggak tahu dia aku sudah mau pipis ini karena gerogi," ujar Aisha.
"Kenapa tidak aku gigit saja tangannya tadi, waktu menyalim dirinya ." muncul ide jahat dalam benaknya Aisha.
Setelah selesai, semua tamu undangan yang datang menghadiri pernikahan Richard dan Aisha. Satu demi satu memberikan selamat dan memberikan Doa agar pernikahan mereka langgeng.
"Ais, nenek senang. Karena masih bisa diberikan umur panjang, sehingga dapat melihat cucu nenek menikah," ucap nenek.
"Aku janji Wisnu, tidak akan mengecewakan kalian. Aku akan menjaga Aisha dengan sekuat tenaga dan akan selalu disisinya sampai ajal menjemput." Richard mengucapkan janji kepada Wisnu.
"Ais, walaupun Aisha sudah menikah. Mas akan tetap berada disisi Aisha, hubungi mas Wisnu jika Aisha butuh apapun juga ya. Aisha akan tetap menjadi prioritas mas Wisnu, ok adek tersayang mas ini." Wisnu memeluk Aisha, dari kedua sudut bola matanya tergenang air matanya yang hampir jatuh.
"Terimakasih mas, mas Wisnu sudah menjaga Aisha ." Aisha juga turut sedih dan air matanya sudah mengalir.
"Sudah jangan menangis, ini hari bahagia. Jangan ada air mata yang jatuh, disaat kita bergembira," ujar nenek sembari menepuk-nepuk pundak Wisnu.
"Maaf ." Wisnu mengurai pelukannya, dan dia mengusap sudut bola matanya.
"Mas ." Aisha menghapus air mata Wisnu dengan tisu yang diberikan Mayang kepada dirinya tadi.
"Ayo kita keluar, banyak tamu yang ingin memberikan selamat kepada pengantin," kata Larasati.
Richard mengandeng Aisha, mereka menuju keluar.
"Selamat ya ." Dony menghampiri Aisha dan memberikan selamat.
"Om dan Tante mu mana !" tanya Aisha .
"Mereka belakangan ," kata Dony.
__ADS_1
Begitu giliran David, Aisha menatap David dengan perasaan yang bersalah. Karena dia tidak bisa membalas rasa cinta David kepada dirinya, walaupun rasa cinta kepada Richard juga belum ada. Tetapi Aisha lebih bisa menerima Richard untuk masuk kedalam kehidupannya, mungkin karena Richard jauh lebih dewasa.
"Selamat Aisha, aku Doakan kau selalu bahagia. Dan aku tetap menunggu jandamu ." ucapan David membuat Richard jengkel dan ingin rasanya memberikan pelajaran kepada teman istri yang baru dinikahinya tersebut.
"Kau mengharapkan aku mati cepat ?" tanya Richard dengan tatapan mata yang bulat menatap David.
"He..he..maaf Om ," ujar David dengan menampilkan wajah yang tidak merasa bersalah.
"Jangan panggil aku Om, aku tidak menikah dengan Tante mu," ujar Richard dengan suara yang terdengar jutek.
"Maaf Pak tua !" ujar David lagi, sambil nyengir.
"Kau..!"
Aisha dan Alana tersenyum, melihat David membuat Richard jengkel.
"Ayo kita cari makanan ." Dony menarik tangan David, agar pergi dari hadapan Richard dan Aisha.
"Dasar bocah tengil, apa dikiranya aku setua itu. Enak saja Dia panggil aku pak tua ." ngedumel Richard.
"Kalau dibanding dengan David , Om emang sudah tua," ujar Alana.
"Al .!" seru Aisha.
"Cie..cie.. sudah ada yang membela Om nih ." goda Alana.
"Awas kau Alana, Om tidak akan izinkan istri Om ini dekat-dekat dengan dirimu ," ujar Richard, dan membawa Aisha menjauh dari Alana.
"Hih.. Om Richard, Aisha itu sahabat Alana ya ." ujar Alana yang mengikuti Richard dan Aisha dari belakang.
"Sekarang temanmu ini istri Om, Dia harus nurut perkataan suami ," kata Richard.
"Om menyebalkan!" seru Alana.
"Keponakan baik Om, tolong jaga kan istri Om ini ya. Jangan kasih dekat dengan laki-laki tengil tadi ya ," kata Richard, setelah mengantarkan Aisha untuk dipelaminan.
"Om mau kemana?"
"Om mau ke toilet sebentar," kata Richard.
Tiba-tiba terdengar suara gaduh dan teriakan tidak jauh dari keberadaan Aisha dan Richard.
"Apa itu ?" Aisha melihat kearah kerumunan orang.
"Tunggu sini, jangan kemana-mana ," ujar Richard.
**Bersambung...
__ADS_1
Kegaduhan apa yang terjadi** ??