Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
143 Welcome babys


__ADS_3

**Salam jumpa semua, tetap jaga kesehatan ya


Happy reading guys ❤️**


****


Dokter Herman dan Mama Richard berdiri didepan kaca, menatap ketiga babys yang masih berada dalam ruang kaca. Terkadang terlihat kaki dan tangan baby bergerak.


"Yang kecil bagaimana, apa stabil?" tanya Mama Richard.


"Stabil, tidak ada yang patut di khawatirkan. Waktu terjatuh itu Dia sedikit tertekan, tapi tidak membuatnya cedera ." terangkan dokter Herman.


"Alhamdulillah ! aku takut dia mengalami cedera ," kata Mama Richard.


"Apa mau masuk ?" Dokter Herman menawarkan Mama Richard untuk masuk untuk melihat cucunya secara langsung.


"Boleh ?" tanya Mama Richard.


"Boleh! semoga nanti si bungsu bisa mengikuti perkembangan saudaranya."


Setelah memakai baju yang lengkap sesuai dengan prosedur untuk masuk kedalam ruang NICU, Mama Richard masuk kedalam bersama dengan dokter Herman.


Mama Richard datang terlebih dahulu ke tempat bungsu berada.


Tangan kecil si bungsu bergerak, membuat mata Mama Richard berkaca-kaca.


"Lihat! sepertinya si bungsu tahu Oma nya datang ," ujar Mama Richard.


"Nanti, jika kondisi Mamanya sudah lebih membaik. Dia bisa kesini untuk menyapa mereka bertiga," kata dokter Herman.


"Cucu Oma, cepat sehat ya Nak! Mama dan Papa kalian sudah menunggu kalian diluar." bisik Oma nya.


Setelah dari si bungsu, Mama Richard kemudian menghampiri si sulung dan tengah.


Sama seperti dengan si bungsu, Omanya mengatakan hal yang sama.


****


Di cafetaria, para lelaki membahas mengenai tertangkapnya Sarah dengan orang suruhannya.


"Kalau tahu dia ingin mencelakai Alana, sudah dari dulu aku jebloskan dirinya kedalam penjara." geram Dony.


"Mau jebloskan masalah apa, kasusnya yang dulu. Tidak mungkin dibawa ke ranah hukum ," kata Richard.


"Sebenarnya saat pesta pernikahan, orang itu sudah mau buat kekacauan. Tapi berhasil di cegah Tony ," kata Richard.


"Apa !? kenapa aku tidak tahu ?" Dony kaget mendengar informasi yang baru didengarnya.


"Om tidak ingin kau khawatir, Om kira orang ini akan bertobat. Sehingga tidak Om awasi lagi, ternyata orang ini masih punya pikiran yang jahat " kata Richard.


"Aku tidak akan melepaskannya begitu saja !" tangan Dony terkepal.


"Tenang Bro, sekarang ini biar pengacara yang mengurusnya semua. Sekarang ini kau harus mendampingi Alana, terlihat diluar Alana itu tegar. Tapi didalam kita tidak tahu" kata David.


"Tony, kau pantau kasus ini. Jangan sampai orang itu mendapatkan hukuman yang ringan ." titah Richard kepada Tony.

__ADS_1


"Iya Boss," sahut Tony.


***


Untuk pertama sekali, setelah kondisi tubuh lebih memungkinkan. Aisha menjenguk ke tiga putranya dalam NICU.


Dengan berpakaian lengkap, khusus untuk masuk kedalam ruangan yang steril. Aisha dan Richard masuk kedalam.


Dengan berjalan pelan, karena luka bekas operasi masih terasa sakit. Richard memegang tangan Aisha, dan untuk pertama sekali Aisha menghampiri si bungsu.


"Rodrick putra Hutama ," ucap Richard.


"Rodrick ?"


"Nama si bungsu Rodrick, anak yang kuat ." Richard memberikan nama si bungsu Rodrick, karena Richard mengharapkan Rodrick kuat seperti kakak-kakaknya yang terlebih dahulu keluar dari inkubator.


"Si kakak ?" Aisha menghampiri si kakak yang tidur di box biasa.


"Keane, karena dia berjuang melindungi adik-adik. Sehingga adik-adik tidak mengalami apapun saat kejadian itu terjadi," kata Richard.


"Kenway, anak yang setia. Selalu menjadi kakak dan adik yang baik kepada si sulung dan bungsu ," kata Richard.


"Kapan Mas persiapkan itu semua ?" tanya Aisha, karena mereka belum mempersiapkan nama-nama untuk sikembar.


"Tadi malam, maaf Asay. Mas tidak menanyakan pendapat mu ," kata Richard.


"Tidak apa-apa mas say, nama-nama mereka sangat mengandung arti yang bagus ," kata Aisha.


***


Betapa bahagianya Richard dan keluarga, ketiga baby kembarnya sudah berada dirumah.


"Aduh..! cucu nenek ini, sudah pulang !" Mama Aisha menyambut kedatangan Rodrick didepan pintu.


"Ayo sini nenek gendong ." ibu Aisha ingin mengambil alih Rodrick dari gendongan Aisha.


"Sayang..! ingat kondisi mu ." Sony yang baru datang dari dalam, mengingatkan istrinya.


"Ibu! kan sudah dibilang oleh dokter, ibu jangan dulu letih. Kandungan ibu baru tiga Minggu, Aish nggak mau nanti. Adik Aisha kenapa-kenapa ," kata Aisha.


"Ih..sudah tua hamil ." gerutu ibu Aisha.


"Sayang, mas mu ini belum ada keturunan Lo ." ingatkan dokter Sony.


"Maaf Mas ," ujar ibu Aisha.


"Sini biar nenek yang gendong, biar pun nenek tidak muda lagi. Nenek masih sanggup gendong ." Nenek Aisha mengambil Rodrick dari gendongan Aisha.


"Cucu Nenek yang paling nakal ini, mau lama-lama dirumah sakit. Nanti kalau sudah besar mau jadi dokter ya ! seperti Oma ," kata Nenek Aisha.


"Mungkin juga Nek, anak-anak tidak mau ngikutin Mama nya jadi dokter. Tiga cucu ini akan saya paksa menjadi dokter salah satunya," kata Mama Richard.


"Tapi jangan dokter kecantikan ya Maa ," kata Richard.


"Kenapa dengan Dokter kecantikan ?" tanya Mamanya.

__ADS_1


"Nanti anak Rich jadi rebutan mama dan anak gadis " kata Richard.


"Nggak apa-apa, cucu Oma memang ganteng-ganteng ."


Skip


Mereka berkumpul didalam ruangan yang khusus dibuat Richard untuk orang yang ingin menjenguk sikembar.


Mereka semua duduk di karpet, dan sikembar berada ditengah-tengah. Anteng dengan tidurnya, si kembar tidak terganggu dengan percakapan dan terkadang terdengar suara tawa.


"Ayo ibu hamil, duduk disini ."


Nenek memerintahkan kepada Larasati dan Mayang yang sama-sama hamil untuk duduk di sofa, jangan seperti mereka yang selonjoran dilantai.


Mayang baru diketahui hamil, saat menjemput Keane dan Kenway pulang kerumah. Mayang muntah-muntah dirumah sakit, dan Aisha memaksa Mayang untuk memeriksakan dirinya. Dan diketahui Mayang sudah berisi selama empat Minggu.


"Nenek, tidak tahu mana Keane dan Kenway. Karena mereka sangat mirip, kalau Rodrick lebih kecil ," kata Nenek sembari menatap ketiga cicitnya.


"Saya juga Nek, mereka ini kembar identik ," kata Mama Richard.


"Ini Nek, Maa. Yang membedakan mereka, Keane ada tahi lalat di atas alis. Dan Kenway didekat hidung ," kata Aisha dengan menunjukkan tanda-tanda antara Keane dan Kenway.


"Rodrick juga ada, nih lihat. Ada tahi lalat di leher depan ," lanjut Aisha.


"Laras, catatkan perbedaan mereka. Nenek sudah tua, mana ingat lagi." Nenek memerintahkan Larasati untuk mencatatnya.


"Serius Bu ! di catat ?" tanya Laras .


"Serius lah !" jawab Neneknya.


"Alana kapan pulang honeymoon, kangen dengan anak itu ?" tanya Nenek.


"Minggu depan Nek, biarlah senang-senang dulu Alana. Biar lupa dia dengan calon babynya," sahut Chintya yang datang bersama dengan Neneng dengan membawa minuman dan cemilan.


"Richard mana ?" tanya Mamanya.


"Kerumah depan, David minta saran tadi. Nggak tahu ntah minta saran apa ," jawab Chintya.


"Pasti seperti Mas Richard, lihat rumah. Dipasangi lift. Tangga dipasangi pintunya " kata Aisha.


"Apa yang dilakukan Richard, bagus itu. Anak kecil itu keinginan tahunya besar, manjat-manjat nanti jatuh kebawah. Sebelum kejadian kita harus waspada dulu ," kata Nenek.


"Iya Nek, cucu teman saya lagi belajar jalan, jatuh dari tangga." Mama Richard menyetujui perkataan Nenek.


Foto di ambil dari pinterest.



*


*


*


Bersambung 😘

__ADS_1


Sudah mendekati ending..


__ADS_2