Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 89 Cetak penerus Hutama


__ADS_3

Maaf adegan ehem..ehem disensor, lama review. Biasanya 5 menit langsung update..ini bab 88 dua jam baru berhasil lolos, setelah judul bab di ganti.


***


Richard terbangun, setelah merasakan nyeri dibagian Lambungnya.


Mata Richard melirik Aisha yang tidur didalam pelukannya.


"Sejak kapan, istri ku ini menjadi penghuni tetap dalam hati ini ?" pertanyaan didalam benaknya.


Awalnya, ia hanya ingin menjaga Aisha. Karena Aisha sudah menjadi korban pelecehan, karena Richard merasa. Bahwa Alana juga ikut andil dalam kejadian yang dialami Aisha.


Jika Alana tidak memanas-manasi Gaby, saat Gaby menjenguknya kerumah sakit. Gaby tidak melampiaskan kemarahannya kepada Aisha.


"Sayang, bangun !" Richard mengelus rambut Aisha.


"Hemhh!" Aisha menggeliat.


"Sudah pagi mas say ?" tanya Aisha dengan mata setengah terpejam, dan suara yang serak khas orang bangun tidur.


"Bukan pagi lagi, sudah jam 1 waktu Inggris ," ucap Richard.


"Apa !?" Aisha bangkit dari baring, menjadi duduk diranjang.


Mata Richard melotot, melihat pemandangan langka dihadapannya. Richard menelan saliva, menatap dua gunung kerakatau yang menantang indah didepannya. Seakan-akan menantang Richard untuk melahapnya.


"Mas say !" Aisha heran melihat Richard menatap dirinya, tanpa berkedip. Dan jakunnya seakan menelan sesuatu.


"Kenapa mas say, apa ia terkena hantu gentayangan penghuni hotel ini ." dalam benaknya Aisha, dan pandangan matanya mengitari area kamar yang mereka tempati.


"Mas say !" Aisha menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Richard yang terus menatap kearea badannya.


Aisha melihat kearah dirinya, dan betapa shock Aisha. Saat baru menyadari, bahwa setengah badannya terlihat. Karena selimut yang menutupi tubuhnya sudah melorot, saat ia duduk tadi.


"Aaaarghhh...!" Aisha kembali berbaring, dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


Melihat reaksi Aisha, Richard tersadar dari hayalan mesumnya. Richard tertawa ngekeh, sambil badannya terguncang-guncang karena merasa lucu melihat Aisha.


"Hahahaha..! sayang, ayolah keluar. Asay harus tanggung jawab, lihat ini. Tongkat sakti sudah kembali tegak minta itu..itu ," ucap Richard, sembari menarik selimut yang menutupi sekujur tubuh Aisha.


"Nggak mau ! kenapa mas tidak bilang, bahwa Aish belum pakai baju!" seru Aisha yang bersembunyi dibawah selimut.


"Mas say kira , Asay tahu. Lagi pula untuk apa malu, mas sudah meraba dan merasakannya ."


"Hih...!" Aisha mengeluarkan tangannya, dan meraba badan Richard. Kemudian mencubitnya dengan sekuat tenaganya yang ada.

__ADS_1


"Aduhh..!" teriak Richard, pura-pura kesakitan.


"Mas kena kdrt ini !"


" Biar, mas jahat !" Aisha masih berada dibawah selimut.


"Asay, buka. jangan malu-malu, mas say sudah lihat semua. Apa mau kita ulang lagi yang kita lakukan tadi, mas say masih sanggup. Tapi perut mas say tidak bisa diajak kompromi, sudah minta diisi ," kata Richard.


Aisha tidak menjawab, ia masih berada ditempat persembunyiannya. yaitu dibawah selimut.


"Ya sudah, mas say mandi dulu ya ."


Aisha merasakan pergerakan badan Richard yang bergerak seperti bangun dari tempat tidur, dengan cepat Aisha membuka selimut. Tetapi ternyata, begitu selimut terbuka. Wajah Richard terpangpang nyata diatas wajah Aisha, dengan smirk terlihat dari bibirnya.


"Wife !"


Richard mengkungkung badan Aisha dibawah badan besarnya, Richard meraup bibir Aisha dengan kelihaian bibirnya. Sehingga Aisha tidak bisa menghindar, permainan bibir dan lidah Richard membuat Aisha yang pemula menjadi mahir. Walaupun tidak bisa dikatakan mahir sekali.


Richard melupakan rasa lapar yang didemokan lambungnya tadi, rasa lapar Lambungnya sudah tergantikan dengan rasa lapar yang diberikan oleh kenikmatan surgawi dari tubuhnya Aisha.


Akhirnya, Richard berhasil kembali menebarkan benih-benih nya berenang menuju tempat yang Sudah dihalalkan oleh Tuhan, yaitu rahim sang istri.


Richard terus berdoa, agar benihnya bisa bersemayam dirahim sang istri. Agar generasi penerus keluarga Hutama beranak pinak di muka bumi.


Richard terus melakukan Explorer kesegala area tubuh Aisha, sehingga badan Aisha tidak lepas dari bibir dan tangan jahil Richard. Tangan Richard meraba dan mengelus area sensitif Aisha, sehingga Aisha menggeliat kegelian.


Hampir satu jam, permainan keduanya berlanjut. Rasa lapar hilang, karena sudah tergantikan dengan kenikmatan duniawi yang diberikan oleh Aisha kepada suami yang diberikan Allah kepadanya.


Yang terdengar hanya suara erangan dan desahan dua anak manusia yang menjadi satu, untuk mencetak generasi penerus Hutama.


****


Dengan diantar kedua temannya, Gaby kembali kerumah. Ketakutan Gaby saat melihat rumahnya, membuat ia berat untuk melangkah masuk.


"Ayo Gaby, masuklah ." Eline dan Lily mendorong Gaby masuk, begitu turun dari dalam taksi.


"Hei Non Gaby, bapak kira siapa tadi. Mana mobilnya Non ?" petugas keamanan rumah yang selalu membantunya untuk kabur Malam, melihat Gaby yang masuk dari pintu kecil didekat post keamanan.


"Mobil rusak, mama dan papa ada dirumah ?" tanya Gaby.


"Nggak Non, semalam pulang sebentar. Dah begitu pergi lagi, katanya pulang kampung. Nenek Non Gaby sakit, semalam Non ditungguin. Mau diajak tapi Non nggak pulang-pulang, Tuan dan Nyonya pergi ." cerita petugas keamanan panjang lebar.


"Selamat kau Gaby, mama dan papamu tidak ada dirumah ," kata Lily.


"Kalian temani aku ya ," ujar Gaby dengan tatapan mata yang terlihat sedih.

__ADS_1


Eline dan Lily, baru sekali ini melihat tatapan mata Gaby yang terlihat sedih. Biasanya tatapan matanya, selalu diisi dengan tatapan mata yang sombong dan arogan.


"Baiklah, kau Eline ?" tanya Lily.


"Ok, nanti aku bilang kepada mama ku. Bahwa aku menginap dirumahmu ," kata Eline.


****


Richard keluar dari dalam kamar mandi, begitu mendengar ada suara bell didepan kamar.


Seorang pegawai hotel membawa makanan yang dipesan Richard.


Begitu pegawai hotel tersebut keluar dari dalam kamar, Richard membawa makanan tersebut kedalam kamar.


Richard duduk disisi ranjang, dan mencoba untuk mengusik Aisha agar bangun dari tidurnya.


"Asay ! bangun ." Richard menepuk pipi Aisha dengan lembut.


"Malas, ngantuk ," jawab Aisha dengan mata yang masih terpejam.


"Makan dulu, nanti lanjut tidurnya ," ucap Richard.


"Hemhh."


"Bangun, mandi. Kalau tidak bangun, mas nanti ikut bergabung tidur lagi. Mau, kalau mas ikut tidur lagi, nggak jamin ya. Hanya tidur ." ancam Richard.


"Bangun...bangun !" secepatnya, Aisha berdiri di ranjang. Dan lilitan selimut berada ditubuhnya.


Dengan lilitan selimut, Aisha bersusah payah turun dari ranjang. Untuk pergi kekamar mandi.


"Asay, untuk apa selimut dibawa ?" tanya Richard.


"Untuk keamanan mas, karena dikamar ini ada singa kelaparan," ucap Aisha sebelum hilang masuk kedalam kamar mandi.


"Hahahaha..! awas ya, berani bilang. Mas say sebagai singa kelaparan !" seru Richard.


Pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat kepala Aisha saja.


"Wekkkk !" Aisha hanya menjulurkan lidahnya, dan kemudian kembali masuk kedalam kamar mandi.


"Aisha !" Richard berpura-pura ingin mengejar Aisha, sehingga Aisha buru-buru menutup pintu kamar mandi dengan cepat.


"Ah.. betapa senangnya !" seru Richard, dan duduk di sofa. menunggu Aisha keluar dari dalam kamar mandi.


"Hihh..habis badanku, ini nyeri ." Aisha menyiram air hangat kearea selangkangannya, sebelum masuk kedalam bathub.

__ADS_1


Bersambung guys...


__ADS_2