
Happy reading guys ❤️
****
Seperti Alana dan teman-temannya, Dony juga berkumpul dengan dengan teman-temannya.
Dony mengajak Richard, David dan juga Wisnu yang menginap dirumah Richard bersama dengan ibu dan nenek.
Kalau pihak perempuan berkumpul, yang dibahas tidak jauh dari gosip-gosip dan gosip. Atau masalah trend fashion terbaru sedangkan pihak laki-laki kalau berkumpul yang dibahas masalah dunia bisnis dan dunia otomotif.
Seperti saat ini, mereka membahas mengenai otomotif, dari mengganti ban mobil. Sampai membahas knalpot racing untuk mobil.
Sampai tiba-tiba David bertanya kepada Richard, dengan pertanyaan yang nyeleneh.
"Mas besan, bagaimana rasanya mempunyai istri yang hamil ?" tanya David.
"Pertanyaan mu sangat aneh, sudah jelas bahagia. Apalagi kami akan mempunyai bayi kembar tiga ," ucap Richard dengan bahagia.
Mendengar ucapan Richard, David dan Dony bengong. Sedangkan Wisnu tidak, karena ia sudah mengetahuinya.
" Bayi kembar sungguhan ?" tanya David.
"Hei..bocah tengil, kau kira. Aisha hamil anak-anak an !" semprot Richard.
"Hehe...!" ngekeh David.
"Mas besan, bagaimana caranya supaya dapat bayi kembar tiga ?" tanya David.
"Pertanyaan aneh, kau kira Om Richard berencana untuk mendapatkan bayi kembar !" kara Dony.
"Apa Om punya keturunan kembar !" tanya Dony.
"Nggak ada ," sahut Richard.
"Kalau dari kalian Wisnu, apa ada keturunan kembar ?" tanya David kepada Wisnu.
"Setahuku tidak ada ," jawab Wisnu.
"Satu keberuntungan, tandanya !" kata Dony.
"Aku mengharapkan kembar tiga juga, biar pas. Mas besan tiga dan anakku juga tiga, tidak perlu kemana-mana mencari jodoh anak kita nantinya. Jodoh sudah ada didepan rumah ," kata David.
"Semoga anak ku tidak mau berjodoh dengan anakmu ," kata Richard.
"Jangan terlalu membenci mas besan, kita tidak tahu apa yang terjadi didepan hari !"
"Tumben kau bijak bicara !" sindir Dony kepada David.
"Hahaha..! aku bicara banyak, tapi yang bagus itu hanya satu " kata David.
"Kita semua sudah menikah, kau Wisnu. Kapan ?" tanya Dony.
"Masih lama ," jawab Wisnu.
"Ayolah..move on," kata Dony.
Dony sudah mengenal Wisnu lama, karena Wisnu termasuk seniornya di kampus.
"Patah hati? untuk apa patah hati, aku tidak mendapatkan Aisha cepat cari ganti ," kata David.
"Itu karena cintamu tidak terlalu kuat terhadap Aisha ," kata Dony.
"Bukan tidak kuat, tapi aku mengalah . Agar mas besan bisa menikah, kalau tidak menikah dengan Aisha. Bisa saja mas besan tidak menikah selamanya." gurau David.
Richard melotot melihat David.
"Damai mas, hanya gurauan saja," kata David.
Richard bangkit dari duduknya.
"Mau kemana mas besan ?" tanya David.
"Pulang, apa kau tidak mau pulang ?" tanya Richard.
"Aku nginap disini mas besan, istri-istri kita nginap ditempat Alana kan ," kata David.
"Aisha tidak, aku akan menjemputnya ," kata Richard dan berlalu keluar dari apartemen Dony, diikuti oleh Wisnu.
"Mas, apa kita menjemput Aisha. Apa mereka tidak sudah tidur ?" tanya Wisnu.
__ADS_1
"Kau pulang saja Wisnu, aku akan menginap dirumah kak Chintya. Aku tidak percaya dengan mereka bertiga, kemungkinan mereka tidak akan tidur sampai pagi. Aku khawatir nanti Aisha kurang istirahat," kata Richard.
Akhirnya mereka berpisah di area parkir, Wisnu kembali kerumah Richard. Sedangkan Richard menuju kerumah kakaknya untuk menjemput Aisha.
Apa yang ditakutkan Richard terjadi, jam dua Richard sampai dirumah kakaknya. Mereka bertiga masih begadang dengan menonton drama Korea yang menjadi tontonan favorit Alana dan Mayang, begitu juga dengan Aisha.
Tok..tok...
Ketukan dipintu membuat Alana turun dari ranjang dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
"Om Richard, kenapa Om datang ?" tanya Alana.
"Mana Aisha, apa sudah tidur ?" tanya Richard.
Alana membuka kamarnya lebar-lebar dan terlihat Aisha masih anteng nonton televisi.
"Kenapa belum tidur ?" Richard masuk kedalam kamar Alana.
"Belum ngantuk mas say ," jawab Aisha.
"Kau Al, kalau tidak tidur malam ini. Saat pernikahan mu nanti, kantung mata mu akan bergelayut di bawah matamu. Mau ?" Richard menakut-nakuti Alana.
"Apa bisa begitu Om?" tidak percaya Alana dengan perkataan Richard.
"Coba saja, kalau kau tidak percaya ," kata Om Richard.
"Ayo Aish, kita istirahat " Richard meraih jemari Aisha dan membawanya keluar dari dalam kamar Alana.
"Al, ayo kita tidur. Aku juga sudah ngantuk ," Mayang menguap.
"Ayolah, aku juga tidak mau nanti mataku bengkak ." Alana mematikan TV dan merebahkan tubuhnya.
"Kita pulang mas ?" tanya Aisha.
"Tidak, kita tidur disini ." Richard membawa Aisha masuk kedalam kamar tamu .
"Ini minum susu, pasti belum minum susu kan ?" tanya Richard.
Aisha menggelengkan kepalanya dan meneguk susu dengan cepat.
"Gosok gigi dulu ." titah Richard.
"Ini baru minum susu kan ," ujar Richard.
"Minum susu kan bukan makan mas !"
"Kenapa makin nakal ini ya !" Richard memijat hidung Aisha.
"Sakit !"
"Makanya, harus nurut," kata Richard.
"Ayo " Richard membawa Aisha masuk kedalam kamar mandi, untuk sikat gigi.
"Sudah bersih, boleh tidur ?" tanya Aisha .
"Ayo "
Aisha merebahkan tubuhnya, kemudian Richard juga ikut merebahkan tubuhnya.
"Kenapa mas datang ? bukannya mas kumpul-kumpul dengan Dony ?"
"Mas tidak bisa tidur, jika tidak memeluk mommy kembar tiga ini ," kata Richard dan merengkuh tubuh Aisha kedalam dekapannya.
"Betul atau bohong ?" tanya Aisha.
"Betul! ayo kita tidur, biar baby-nya juga ikut istirahat.
Aisha berusaha untuk memejamkan matanya, tapi matanya seperti berat untuk terpejam.
"Mas...mas say !" Aisha duduk dan menusuk-nusuk pipi Richard dengan tangannya.
"Mas..!" Richard masih tidak mendengar.
"Hih..!"
Aisha mengigit hidung Richard, sehingga Richard terbangun karena kaget.
"Aw...!" teriak Richard dan memegangi hidungnya.
__ADS_1
"Masih ada ," ujar Richard sambil mengelus hidungnya.
"Mas mimpi di gigit vampir ." celetuk Richard.
"Habisnya, dipanggil-panggil nggak bangun-bangun !"
"Ada apa ? kenapa nggak tidur ?" tanya Richard.
"Mas, pulang yok ," kata Aisha.
"Pulang ! ini sudah jam tiga pagi. Sampai rumah sudah jam empat, kita tidak mungkin tidur lagi ," kata Richard.
"Aish nggak bisa tidur, Aish rindu tempat tidur mas say !" mata Aisha sudah berkaca-kaca.
Melihat mata Aisha sudah mulai berembun, Richard menuruti keinginannya.
"Ayolah, mungkin baby kita rindu dengan tempat tidur dirumah," kata Richard.
"Mas marah ?" tanya Aisha, karena membangunkan Richard yang sudah tertidur pulas.
"Mas nggak marah, ini pasti keinginan baby kita. Mas ada baca, kadangkala ada keinginan ibu hamil yang tidak masuk akal, seperti ini ," kata Richard.
"Jadi maksudnya, keinginan Aisha ini aneh !" bibir Aisha manyun dan kembali duduk ditempat tidur.
"Lah salah cakap ." batin Richard, setelah melihat Aisha yang ngambek.
"Bukan Aish yang aneh, hal ini sering terjadi kepada ibu-ibu yang hamil. Semua ibu hamil sering mengalami yang tidak masuk akal pikiran, bukan Aish saja. Semua ," ujar Richard yang takut Aisha makin ngambek.
"Aish juga merasa belakangan ini makin aneh saja mas, kenapa sudah larut begini. Rindu dengan tempat tidur rumah," kata Aisha.
"Bukan aneh, ini mungkin bawaan orok ini. Apalagi didalam sini ada tiga baby, pasti keinginannya berbeda-beda," kata Richard.
"Jadi kita pulang ?" tanya Richard.
"Jadi mas, Aish juga ingin makan buah yang ada didalam kamar," kata Aisha.
"Kenapa ingin makan buah malam-malam, apa anak kita nanti suka keluar malam?" kata Richard.
"Mas ini, jangan bilang anak kita nanti mau jadi kalong. Karena suka makan buah !" cemberut Aisha.
"Ayo sayang, kita cepat pulang ." Ujar Richard setelah selesai memakaikan Aisha jaket.
Ketika mereka keluar dari dalam kamar, kakak Richard Chintya baru saja datang dari dapur.
"Hei.. mau kemana subuh-subuh begini, mau jalan pagi ?" tanya Chintya.
"Mau pulang kak, ini ibu hamil. Tiba-tiba rindu kamar ," kata Richard.
"Hahaha..! kakak juga dulu begitu, ini jaraknya dekat. Kakak dulu jaraknya jauh, rumah mertua kakak dan rumah hampir tiga jam ." ngekeh Chintya saat mengenang hamil Alana.
"Sudah sana cepat pulang, biar bisa tidur ."
"Iya kak " jawab Aisha.
*
*
*
*
*
**Bersambung guys ❤️
*
*
*
Boleh mampir jika minat bacanya cerita **baru.
*
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟**
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟