Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 182 Ada apa?


__ADS_3

Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan.


Mari vaksin, jangan takut. Agar kita sehat selalu.


Happy reading guys ❤️


**


Mada masuk kedalam kamar rawat Papanya, dan memeluknya sembari menangis.


"Kenapa Papa sakit lagi, Mada sudah tidak ingin kuliah keluar negeri lagi ," ucap Mada.


"Maafkan Papa ya, buat Mada tidak bisa melanjutkan sekolah ketempat yang Mada inginkan," kata David.


"Tidak apa-apa Pa, disini juga banyak universitas yang bagus ."


"Mada tidak kecewa ?" tanya David.


Mada menggelengkan kepalanya.


"Lihatlah David, anakmu sungguh berbakti. Apa yang kau pusingkan, anakmu sudah mengalah !" seru Richard kepada David.


Aisha dan Mayang mendekati ranjang David.


"Mada mau daftar di mana, ditempat Keane dan Dama kuliah dulu?" tanya Aisha.


"Belum Mada pikirkan Tante ," sahut Mada.


***


Aldo sedang sibuk memeriksa pekerjaan yang harus diselesaikan segera.


Tok..tok..


Pintu terbuka, Aryo masuk dengan membawa berkas yang harus ditandatangani oleh Aldo.


"Kenapa banyak sekali?" tanya Aldo sembari menatap berkas yang diletakkan Aryo dihadapannya.


"Akhir tahun, banyak wisatawan yang mau liburan ," kata Aryo.


"Apa tour guide kita cukup ?" tanya Aldo.


"Cukup, kalau tidak cukup. Kita dayakan karyawan yang mampu berbahasa asing," kata Aryo.


"Bagaimana dengan Aida, apakah pekerjaannya bagus ?" tanya Aldo.


"Bagus, turis asing yang dibawanya tidak ada yang mengeluh ," kata Aryo.


Pintu terbuka, terlihat Alana dan Dony masuk kedalam ruang kerja Aldo.


"Mama datang? ada apa Maa ?" tanya Aldo, karena tidak biasanya Alana datang kekantor.


"Mama bosan dirumah, tidak ada yang bisa mama lakukan. Ivan sibuk dengan sekolahnya dan teman-temannya, Sedangkan Tante kecil. Sekarang setiap jam makan siang selalu kekantor Om Richard, untuk mengantarkan makan siang," kata Alana.


"Mama kesini ganggu mau Papa?" tanya Aldo.


"Bukan menganggu, Mama hanya ingin memantau. Apakah disini ada yang harus diwaspadai," kata Alana.


"Sayang, mas ini tidak akan mengkhianati cinta kita ," kata Dony kepada Alana.


"Awas ya kalau bohong ." ancam Alana.


"Ma, Pa. kalau ingin bermesraan, jangan didepan Aldo ya ," ujar Aldo sambil menyerahkan berkas laporan yang baru selesai di tanda tangani nya.


Alana dan Dony tertawa melihat Aldo .


"Om, Tante. Aryo permisi dulu ," kata Aryo, saat ingin keluar dari dalam ruang kerja Aldo.


"Makan siang disini saja, Tante bawa makan siang banyak ini ," kata Alana kepada Aryo.


"Maaf Tante, Aryo sudah ada janji dengan teman ," kata Aryo.

__ADS_1


"Ya sudah," kata Alana.


"Mama masak ?" tanya Aldo, yang tidak yakin dengan makanan yang dibawa oleh Alana.


"Jangan khawatir, ini bukan Mama yang masak. Bu Ani yang masak, mama tinggal masukkan kedalam rantang," kata Alana.


"Baguslah, mama sadar. Bahwa mama itu tidak ada bakat memasak" kata Aldo sembari tertawa.


"ih...anak durhaka !" jengkel Alana.


"Aldo, masakan Mama itu ada yang enak ," kata Dony.


"Apa Pa?" tanya Aldo.


"Masak air ," sahut Dony.


"Mas Don!" mendelik sempurna mata Alana.


"Hahaha..!" tawa Aldo.


"Awas ya ! nanti malam, Al akan tidur dikamar Ivan ." ancam Alana.


"Maaf..maaf !" Dony memeluk Alana.


"Rasain !" ledek Aldo.


"Nggak ada maaf, Al akan tidur dengan Ivan. Titik...!" seru Alana.


"Aldo, bantu Papa ," kata Dony kepada putranya.


"Usaha sendiri Pa ." Aldo mengelak diminta bantuan oleh Papanya.


"Nasib..nasib !" kata Dony.


****


Mada kuliah ditempat Keane dan Dama untuk kuliah, dan mengambil jurusan tata boga. Karena Mada hobby memasak, dan juga untuk meneruskan usaha keluarga. Karena Dama hanya mengurus bagian manajemen, sedangkan urusan menu baru di restoran diurus oleh David.


Mada keluar dari kampus, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Hari ini Mada tidak dijemput oleh sopir, karena sopir mengantarkan Mama Mada mengunjungi mertuanya yang sedang terbaring sakit.


Suara klakson mobil, dan suara orang yang memanggil namanya.


"Mada !" panggil orang tersebut.


Mada menghentikan langkahnya dan melihat kearah orang yang memanggilnya.


"Leo ." Leo adalah teman satu jurusan Mada.


"Mau pulang ? ayo kita sama saja " Leo menawarkan dirinya untuk mengantarkan Mada pulang.


"Tidak usah, rumah kita berlainan arah ." tolak Mada.


"Tidak apa-apa, aku ada kerjaan. Yang mengharuskan aku untuk melewati daerah rumahmu ," kata Leo.


"Betul ?" tanya Mada.


"Iya, ayolah. Hari sudah mulai gelap, sebentar lagi pasti akan hujan " kata Leo kepada Mada.


Mada merenung, apa ia harus ikut mobil Leo apa tidak. Mada memandang ke angkasa, dan melihat langit mulai gelap. Karena hujan sepertinya akan turun.


"Baiklah ." Mada naik keatas mobil Leo, dan mobil Leo secara perlahan-lahan meninggalkan area kampus.


"Mada, Minggu depan kita ada praktek masak. Kau sudah dapat tempat?" tanya Leo.


"Sudah, kau bagaimana? apa sudah ada tempat?" Mada balas bertanya pada Leo.


"Sudah! di restoran keluarga, kalau kau mau. Kita bisa bersama ." tawarkan Leo.


"Terima kasih, tapi aku juga sudah ada tempat ." tolak Mada halus.


"Aku mengharap, kita bisa bersama," kata Leo.

__ADS_1


"Kain kali ya ," kata Mada.


"Besok weekend, ada rencana Mada?" tanya Leo.


"Weekend, biasanya kumpul keluarga. Kenapa ?" tanya Mada.


"Kami ada rencana mau pergi nonton dengan teman, kau mau ikut. Paula juga ikut ," kata Leo.


"Paula tidak ada bilang," kata Mada.


"Mungkin belum, rencananya baru tadi. Saat kau sudah keluar dari klas"


kata Leo .


"Aku pikirkan dulu ya, aku harus minta izin dulu ."


"Nanti kalau ikut, kasih kabar. Hubungi Paula, atau aku juga bisa ."Leo memberikan ponselnya.


"Nomor ponsel Mada ," kata Leo.


"Stop! itu rumahku ," kata Mada.


Mobil berhenti didepan rumah Mada, dan ketika Mada keluar dari dalam mobil Leo. Mobil Keane keluar dari dalam pekarangan rumahnya.


Mada memandang kearah mobil Keane, tapi mobil Keane terus melaju. Kaca mobilnya tertutup.


"Mada, beritahu ya. Tapi aku mengharapkan kau mau ikut, kau tidak pernah mau ikut jika ada kumpul-kumpul satu jurusan," kata Leo.


Mada membungkukkan badannya, dan melihat kedalam mobil.


"Nanti aku hubungi," kata Mada.


'Oke." mobil Leo meninggalkan depan rumah Mada, kemudian Mada masuk kedalam rumah.


***


Selesai mengadakan pertemuan dengan para karyawan, Aldo masih berada didalam ruangan pertemuan.


"Aldo, kau belum mau makan siang? sudah jam 1 ini ," kata Aryo.


"Tolong kau pesankan ." titahnya kepada Aryo, dan pandangan matanya masih berada yang ada dihadapannya.


"Pesan apa?" tanya Aryo.


"Terserah ," kata Aldo.


Aryo keluar dari dalam ruang meeting.


Aryo keluar, tak lama kemudian Aida masuk kedalam ruangan meeting.


"Aldo ." panggil Aida.


Aldo mengangkat pandangan matanya, menatap kearah Aida.


"Ada apa ?" Aldo melihat wajah sembab Aida.


"Aku..aku..!" gugup Aida.


"Ada apa ? katakan saja ." Aldo bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Aida yang berdiri.


Tiba-tiba...


"Tolong..tolong...! jangan perkosa saya Aldo..!" teriak Aida tiba-tiba, sembari menarik bajunya. Sehingga bajunya koyak di segala tempat.


'Hei..apa yang kau lakukan !" teriak Aldo kaget, karena Aida memeluknya erat dan menarik bajunya sendiri dan baju Aldo. Sehingga kancing baju Aldo terbuka.


*


*


"

__ADS_1


**Bersambung 😘😘


Sebelum dan sesudah baca, bantu like..like .ya kakak-kakak ❤️**


__ADS_2